
"Mari kita berikan tepuk tangan yang meriah untuk suara emas dari nona Anaya Caroline."
kata seorang lelaki yang bertugas untuk MC di acara malam itu.
"wah sungguh luar biasa ternyata Maholtra group juga punya karyawan yang memliki suara merdu ."
kata salah seorang dari tamu undangan.
Meskipun banyak orang yang saat ini memujinya ,Anaya terlihat biasa saja ,dia tidak menjadi besar kepala karena pujian-pujian para tamu undangan itu.
"Wah ternya dia juga memiliki suara yang merdu,sepertinya aku sudah salah menduganya,bahkan jika di lihat... ,ternyata apa yang Olan katakan benar,Anaya memang sangat cantik."
Kata Alan memandang ke arah Anaya sambil tersenyum .
**Ini adalah foto Alan saat tersenyum melihat penampilan Anaya yang memukau.

Perlahan namun pasti ,Anaya berjalan menuruni anak tangga pentas lalu berjalan mencari kursi kosong.Hampir semua kursi di aula itu berisi,kini hanya ada sisa dua kursi lagi ,itupun hanya di area tamu VVIP tempat Alan dan Keysa duduk. Dia bingung harus mau cari tempat duduk ke mana lagi.
"Bagaimana ini,aku harus duduk dimana?tidak mungkin saya duduk di kursi VVIP yang kosong itu!"
Kata Anaya dalam hatinya.
Melihat Anaya yang sedang kebingungan ,Olan turun dari pentas mendekati Anaya sambil menarik tangannya.
"Kita ke sana yuk."ajak Olan ke Anaya .
"Kemana?"tanya Anaya kembali.
"Ke bangku VVIP lah."
"Hah?tidak ah, bagai mana mungkin saya akan duduk dengan mereka,saya inikan hanya karyawan."
Balas Anaya untuk menolak ajakan Olan.
"Lalu?apa kamu akan berdiri disini sepanjang acara?kursi yang kosong sudah tidak ada lagi."
Kata Olan sambil menarik tangan Anaya.
Anaya hanya pasrah saat ditarik oleh Olan.Akan tetapi di dalam benaknya, sejujurnya dia tidak ingin duduk di sana ,apalagi harus melihat Alan cinta terpendamnya bersamaan dengan wanita lain.Jangankan itu ,bahkan kini pikirannya sudah lari kemana-mana,dia tidak bisa membayangkan betapa hancurnya hatinya nanti di saat Alan akan mengungkapkan perasaannya kepada Keysa.
"Kak Alan,bolehkah kami duduk sini?soalnya semua bangku sudah terisi,"tanya Olan ke kakaknya Alan.
"silahkan."sahut Alan
Kemudian Olan menarik kursi yang di samping Keysa dan mempersilahkan Anaya untuk duduk.
"Silahkan duduk ."
Kata Olan kepada Anaya sembari tersenyum.
Kemudian Olan menarik kursi di dekat kakaknya Alan lalu membisikkan sesuatu di telinga Alan.
"Sepertinya kakak harus menarik kata-kata kakak."kata Olan berbisik.
"Maksudmu?aku tidak mengerti."sahut Alan.
"Coba bandingkan kedua wanita yang ada di depan kita saat ini,si kadal seksi mu ini bahkan tidak ada apa-apanya dengan Anaya ."bisik Olan
"Hei,kecantikannya Keysa itu tidak sebanding dengan si Anaya,bahkan jika di ibaratkan dengan angka mereka itu ibaratkan jarak antara nomor satu dan sebelas."
__ADS_1
Kata Alan berbohong.Dia malu mengakuinya,sebab sebelumnya dia sudah terlanjur berkata kalau Keysa sangat cantik.
"Sepertinya besok aku harus mengajak kakak pergi ke dokter spesialis mata!"
sahut Olan jengkel.
"untuk apa ?"tanya Alan bingung.
"untuk memeriksa mata kakak,sepertinya ada yang salah dengan penglihatan kakak ,atau jangan-jangan saraf mata kakak ada yang kendor!"
balas Olan mengejek kakaknya itu.
"Heh tutup mulutmu itu,atau kau akan merasakan akibatnya nanti setelah acara ini selesai,akan ku cabik-cabik mulut ember mu itu!"
kata Alan geram dengan nada yang masih terkontrol agar kedua wanita yang ada di depan mereka tidak mendengarnya.
"Oh,sungguh ?aku bahkan tidak takut!"
Balas Olan mengejek kakaknya.
Mereka berbisik-bisik seperti emak-emak yang lagi bergosip .
"Alan .....ada apa?kok dari tadi kalian berdua berbisik-bisik?"tanya Keysa.
"Ah.....tidak apa-apa,iakan Olan?"
Kata Alan sambil mengedipkan matanya ke arah Olan.
"Oh...,yasudah,kita lanjut makan yuk."
ajak keysa.Kemudian dia mengambil steak nya lalu mulai memotongnya dengan gaya yang terlihat feminim.Berbeda dengan Anaya yang sedari tadi masih diam dan enggan untuk makan bersama dengan mereka.
"Hemp...,Anaya kamu kok masih diam saja dimakan dong ,jangan cuma dilihatin doang."
"sudahlah Alan ,biarkan saja!mungkin dia tidak pernah makan makanan seperti ini!"
kata Keysa mengejek.
Namun Anaya tidak menjawab ucapannya keysa.Dia hanya tersenyum menanggapi perkataan si gadis sombong itu.
"Hei kadal,jaga mulutmu itu,apa kamu tidak bisa membedakan tempat?ini bukan terminal bus yang bisa seenaknya kamu cari ribut!sebaiknya kamu tobat dulu deh, sebelum kamu punya niat untuk jadi ratu di keluarga Maholtra!"
kata Olan jengkel membalas ucapannya Keysa yang meremehkan Anaya.
"Olan,sudah sudah jangan di bahas lagi."
kata Alan .
Akan tetapi sebenarnya Keysa sangat marah mendengar ucapan Olan yang memanggilnya dengan sebutan si kadal.
"Awas kamu Olan!suatu saat kamu harus membayar ucapan mu ini dengan harga yang sangat mahal,bahkan setelah nanti aku menikah dengan Alan ,kamu adalah orang pertama yang akan saya lempar keluar dari rumah keluarga Maholtra,hingga kamu tidak akan punya tempat atau uang sepeserpun!Aku akan memusnahkan setiap benalu yang menempel di keluarga Maholtra."
kata Keysa di dalam hatinya.
"Permisi sebentar,saya ke toilet dulu."
kata Anaya ,kemudian dia pergi ke toilet.Sesaat setelah Anaya pergi,Olan pun kembali naik ke pentas untuk bernyanyi kembali.
***
Anaya keluar dari toilet .Dia berjalan menuju meja tempat dia duduk tadi.Alangkah kagetnya dia melihat Olan yang sudah tidak ada duduk di kursi itu lagi.
__ADS_1
"Olan kemana ya?"pikirnya sambil mencari-cari sosok Olan.
"Kamu nyari Olan?dia ada di pentas ."
kata Alan sambil menunjukkan Olan.
"Oh,"
Sahut Anaya .Kemudian dia berjalan mengambil posisi untuk duduk.Tetapi justru Keysa sengaja membuat kakinya ke arah kaki Anaya agar dia terjatuh.
Bruk....
"****** ,kena kamu."
kata Keysa dalam hati.
Akan tetapi belum sempat Anaya terjatuh,Alan langsung cekatan menangkap pinggang nya Anaya ,sehingga dia tidak jadi terjatuh.Kini Alan memeluk pinggangnya dan mereka saling bertatapan .
Dag dig dug...
Suara jantung Anaya,sama halnya dengan Alan. Kini keduanya seolah hanyut dalam tatapan itu ,dan tidak sadar, bahwa sedari tadi semua pandangan mata para tamu tertuju kepada mereka berdua.Sehingga membuat Keysa semakin kesal.
"Apa-apaan sih mereka ini,apa mereka pikir ini drama Korea?"
kata keysa kesal di dalam hatinya.
Kini tatapan mata Alan ke Anaya semakin dalam ,bahkan sampai Anaya terlarut dalam buaian kata-kata indah yang sedang menari-nari di otaknya.
Tatapanmu seolah ingin membunuhku
Menusuk ***ruang kalbu di hati ku
Senyuman mu terlihat seperti oksigen
Yang memberiku nafas untuk bertahan hidup.
Bagiku..
Kamu adalah hujan
Yang turun dan tak beraturan
Sedangkan aku ...
Hanyalah tanaman
Yang selalu setia menunggumu
bahkan aku rela jadi sebuah ranting
yang tetap berdiri meski daunnya gugur
namun..
aku tak ingin kau jadi angin
yang berhembus lalu pergi**** .
Kata kata itulah yang sempat terangkai di kepala Anaya.Sampai pada akhirnya tatapan mereka berdua harus berakhir karena Keysa menarik Alan .
bersambung...
__ADS_1
jangan lupa di like dan di favoritkan ya .supaya author nya tetap semangat.author akan sangat berterimakasih apa bila ada saran dan kritikan yang membangun.