Cinta Untuk Anaya Caroline

Cinta Untuk Anaya Caroline
BAB 25 KAMU LAGI...KAMU LAGI


__ADS_3

Thank's... ya ,Yna ,karena kamu sudah menolongku dan membawaku ke rumah sakit ." ucap Olan mengulas senyum kecil


"Hemp ..." sahut Karyna tanpa melihat


"Nih cewek kelewatan banget sih juteknya . Masa jawabnya gitu aja. Gak ada basa-basi nya . Beda sekali sama adiknya . " batin Olan


"Oh... yah , kenalkan namaku Olan Maholtra ."


Olan mengulurkan tangannya kepada Cecilia dan di sambut hangat oleh Cecilia .


"Nama ku Cecilia , semoga lekas sembuh , yah . " ucap Cecilia mengulas senyum kecil di bibirnya .


Cecilia menggenggam tangan Olan dengan sangat erat . Seolah ia tidak rela melepas jabatan tangan Olan yang di genggamamnya .


"Oh ya, kak Olan , kamu orang baru yah, disini ? soal-nya , aku baru pertamakali melihat mu disini ." tanya Cecilia dengan tatapan melucut .


" Iya , ini pertama kalinya aku datang ke tempat ini .Itu pun hanya karena ada urusan saja . " jawab Olan singkat , tak ingin menjelaskan ini - itu ,tentang tujuan kedatangannya ke Bali .


"Kalau boleh tau , sebenarnya kamu orang mana ? " tanya Cecilia ingin mengorek informasi lebih tentang Olan .


"Aku berasal dari Jakarta ." jawab Olan singkat .


Tatapannya tertuju pada Karyna yang sedang sibuk memainkan ponselnya ."Apa dia tidak akan menanyakan sesuatu padaku ?" batin Olan meringis . Dia masih menatap gerak-gerik bulu mata lentik milik Karyna dengan harapan Karyna juga akan bertanya sesuatu tentang diri -nya.


"Kamu ,sudah bekerja atau masih kuliah ? " tanya Cecilia. Dia bertanya, seolah sedang mengintrogasi layaknya wartawan .


"Aku masih kuliah , kalau kamu sendiri ? " tanya Olan balik bertanya .


Karyna sejenak menghentikan ponselnya. Menyadari dirinya sekarang yang hanya terlihat seperti penyimak diantara Olan dan Cecilia . " Mereka anggap apa aku disini ? , apa aku hanya sebagai pendengar setia atau penjaga lalat atau nyamuk mereka ? keterlaluan ! " karyna mengeraskan dagunya hingga suara tekanan giginya terdengar . Merasa kesal karena Olan dan Cecilia terlihat akrab dan tidak menghiraukannya .


"Aku juga masih kuliah , bareng sama kak Karyna ." terang Cecilia , lalu menoleh ke arah Karyna .


"Oh... kalian kuliah dimana ? " Olan bertanya kembali . Kali ini dia menatap ke arah Karyna , berharap Karyna akan menjawabnya dengan cara menatap wanita itu .


Seolah mengerti dengan tatapan lurus yang di tujukan Olan kepadanya ,Karyna membulatkan mulutnya untuk menjawab pertanyaan Olan , " Di ... u– " tiba-tiba ucapannya terpotong karena Cecilia langsung menjawabnya .


" Di universitas XX " jawab Cecilia sambil melemparkan senyum pecicilan .


Melihat Cecilia yang tiba-tiba memotong ucapannya , membuatnya semakin kesal . Karyna terlihat menahan nafas . Lalu menoleh ke arah Olan yang kembali sibuk dengan pertanyaannya kepada Cecilia .


"Berarti... kita sama dong . Aku juga kuliah di sana .Terus kalian kok bisa ada disini ? " tanya Olan ingin tau .


"Oh... aku dan kak Karyna lagi bantuin papa mengurus vila . Mumpung masih libur ,yah kita sempatkan bantuin papa sambil liburan . " papar Cecilia


"Jadi kapan rencana kalian kembali ke Jakarta ? " tanya Olan kembali ingin tahu .


"Rencananya sih nanti malam,tapi nggak tau juga sih semuanya tergantung sama kak Karyna . " terang Cecilia menatap ke arah Karyna .


"Yna... Kapan kalian akan kembali ke Jakarta ? tanya Olan menatap ke arah Karyna berharap dia akan menjawab Nya .


Ya... benar saja, Karyna menjawab pertanyaannya.


" Terserah kami mau balik kapan ,Tak ada urusan-nya dengan mu . Dari pada kamu kebanyakan bertanya , mendingan kamu habisin , tuh makanan . Sayang kalau di buang . Biar kamu cepat pulang dan lekas sembuh ! Oh dan satu lagi , semoga ini adalah hari terakhir kita bertemu . Soalnya setiap ketemu kamu , aku selalu kena sial ."

__ADS_1


tegas Karyna .


Sebenarnya dia tidak ingin berkata seperti itu , namun hatinya masih sedikit kesal karena sedari tadi Olan dan Cecilia tidak menghiraukannya. Mereka terlalu asik dengan pertanyaan masing-masing , hingga hampir lupa , bahwa dirinya masih ada di sana .


" Cih...kakak kok ngomong gitu! tidak baik , loh kak. Dan satu hal yang harus kakak ingat jangan terlalu membenci seseorang ,biasanya sih kebencian yang berlebihan itu akan menimbulkan perasaan cinta . Apalagi jika suatu saat tidak bertemu ,rindunya bakal tingkat Dewa! " ucap Cecilia dengan suara yang di tekan .Tatapan-nya mengisyaratkan sesuatu .


Namun Karyna hanya mengernyitkan hidungnya tak memahami arti tatapan yang di tujukan Cecilia kepadanya .


"Dengarkan apa yang di katakan oleh Cecilia . Nanti kamu jadi tergoda dengan ketampanan ku yang hakiki ini ." goda Olan kepada Karyna dengan terkekeh pelan .


"Benar banget tuh , jadi mulai sekarang kakak jangan terlalu galak deh sama Olan ." ucap Cecilia .


" Cecil... kamu kok jadi belain dia , sih ? " ucap Karyna . Kemudian pergi meninggalkan Olan dan Cecilia dengan menghentakkan kakinya kasar .


***


" Sayang... ini sudah sore kita pulang , yah." ajak Anaya .


"Ah... sepertinya hari ini berlalu begitu cepat , baiklah kita akan pulang dan kembali ke Jakarta . " sahut Alan . Lalu menggandeng tangan Anaya untuk keluar dari Gemintir Garden itu , berjalan menuju mobil yang Alan terparkir di sudut jalan .


Di dalam mobil mereka tak banyak berbicara . Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing . Hingga akhirnya Anaya terlelap .


Alan menyetir mobilnya sambil bersiul . Sepertinya suasana hatinya sedang baik . Sesekali dia menatap wajah Anaya yang sedang tidur terlelap dengan sabuk pengaman yang menopang tubuhnya .


Dua jam lebih dua puluh menit adalah waktu yang di butuhkan Alan dan Anaya dari Gemintir garden menuju vila itu.


Alan memarkirkan mobilnya . Melihat Anaya yang masih tertidur pulas , ia enggan membangunkan Anaya dan membiarkannya tidur . Ditatapnya wajah Anaya dengan lekat , dia menyibakkan rambut Anaya ke balik telinga Anaya dan mengelus pipi Anaya .


Pipi Anaya sangat lembut . Selembut kulit bayi , sehingga Olan berulang kali mengelus pipi itu seakan kecanduan melakukannya.


Anaya yang merasa terganggu dengan kecupan itu membuka matanya . Tepat saat Alan selesai menciumnya . Wajah Alan , kini begitu dekat dengan Anaya sehingga jarak tak dapat menepis diantara mereka.


"Apa yang kamu lakukan ? " Anaya bertanya kepada Alan , di sertai dengan tatapan tajam yang seakan menghunus Alan .


"Tidak ada , aku hanya tidak ingin membangunkan mu tadi , dan sekalian memberi sedikit kecupan di kening mu .Itu saja dan tidak lebih . " tutur Olan jujur .


" Baiklah , ayo kita turun "ajak Anaya . Lalu bergegas ingin keluar dari dalam mobil .


Tetapi Alan justru kembali mengunci mobil itu , " Kok di kunci lagi ? ada apa ? " Anaya bertanya kembali . Menatap Alan dengan mengernyitkan keningnya tidak memahami maksud Alan mengunci pintu itu kembali .


"Nay...aku sangat mencintaimu . " ucap Alan memberi jeda . " Anaya... terimakasih karena sudah memberiku hari yang indah. Dan aku berharap hari yang indah ini tidak hanya sebentar saja . Dan aku juga ingin menua bersama dengan mu, kamu mau kan melakukan hal yang sama dengan ku ? " pinta Alan dengan wajah memelas penuh harap .


" Iya , tentu saja . Karena aku juga mencintaimu . Bahkan sebelum kamu mengutarakan perasaan mu ...aku sudah lebih dulu mencintai mu . " tutur Anaya mengungkapkan perasaannya yang pernah terpendam .


"Ja–jadi ,kamu pernah menjadikan ku sebagai cinta terpendam mu ? " Tanya Alan ingin tahu .


Anaya hanya menganggukkan kepalanya dan tersipu malu atas pengakuannya itu .


" Ah... sudahlah, jangan membahas itu lagi . Nanti aku terlambat ke bandara ." ucap Anaya berkelit mengalihkan pembicaraan .


Kemudian mereka keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju ruangan vila. Tak sengaja berpapasan dengan Olan .


"Kak Alan ? kakak dan Anaya dari mana ? " tanya Olan . Menatap ke arah Alan dan Anaya secara bergantian dengan tatapan seolah sedang mengintrogasi .

__ADS_1


"Habis kencan , lalu kamu sendiri dari mana ?" Alan balik bertanya


" Wah enak sekali , yah . Pantas saja kakak jadi melupakan aku . Lihatlah diriku yang malang ini , semua ini gara-gara kau ! " sungut Olan dengan mengancungkan jari telunjuknya ke arah Alan .


Olan sengaja tidak menuturkan secara terperinci mengenai kejadian yang menimpanya .Karena jika dia berkata jujur , pasti dia akan jadi bahan tertawaan Alan dan Anaya. .


"Gara-gara kakak tidak membangunkan aku ,aku jadi pingsan karena kelaparan . Untung saja ada wanita itu yang menolong ku ." ucap Olan sambil menunjuk ke arah Karyna yang hendak masuk ke dalam sebuah kamar .


"Jangan terlalu hiperbola jika berbicara . Lalu apa kamu sudah periksa ke dokter ? "tanya Alan .


"Sudah , tadi wanita yang ku tunjukkan tadi juga yang membawaku ke dokter ." ucap Olan


"Lalu , apa kata dokter yang memeriksa mu ?kamu tidak apa-apa , kan ? "tanya Alan dengan nada khawatir .


"Apanya yang tidak apa-apa ? Bahkan wanita yang tadi itu bilang kata-nya aku terkena gizi buruk ! sungguh memalukan ! " Ucap Olan kesal


Alan dan Anaya seketika tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan dari Olan .


" Malah tertawa , bukannya prihatin . Kalian memang keterlaluan . " kata Olan kesal , kemudian pergi meninggalkan Alan dan Anaya yang masih tertawa terbahak-bahak .


***


–Di Bandara


Alan , Olan ,dan Anaya kini sudah berada di bandara . Suasana bandara tampak begitu ramai , banyak orang yang berlalu-lalang keluar dan masuk area bandara . Alan dan Olan sudah selesai check-in . Kini, giliran Olan . Dia memang belakangan , karena tadi dia pergi sebentar ke minimarket yang ada di bandara itu untuk membeli sesuatu . Setelah melakukan check-in , Olan berlari hendak mengejar Alan dan Anaya yang meninggalkan nya begitu saja . Namun sial , lagi-lagi dia menabrak seseorang karena pandangannya hanya fokus melihat punggung Alan dan Olan yang terlihat semakin jauh , hingga ia tidak memperhatikan jalannya sendiri .


"Ah...kalau jalan pakai mata dong ! "


"Maaf mbak , tadi saya buru-buru ."


"KAU... " ucap mereka berdua serempak dan secara kompak juga saling membuang muka .


"Sepertinya dunia ini terlalu sempit , yah sehingga aku harus selalu bertemu dengan mu ." ucap Karyna kesal .Dia menyebikkan bibirnya dan langsung meninggalkan Olan .


Tak ingin memperpanjang masalah , Olan langsung pergi mengejar Alan dan Anaya kembali .


Sekarang mereka sudah ada di dalam pesawat . Alan dan Anaya duduk bersampingan . Sementara Olan masih sendirian . Kursi yang di sampingnya juga masih kosong . Alan dan Anaya terlihat begitu romantis .Berbeda dari Olan yang hanya sibuk membaca sebuah majalah . Tiba-tiba kursi yang di samping Olan di tempati seseorang .


"Sepertinya aku mengenal aroma parfum nya ini ," batin Olan . Lalu menutup sejenak majalahnya dan memalingkan wajahnya ke arah penumpang yang di sampingnya . Sungguh di luar dugaannya . Lagi-lagi dia bertemu dengan Karyna .


"Wah... ternyata kamu benar ,dunia ini memang sempit . Seperti daun kelor , lagi-lagi kita di pertemukan .Jodoh kali , yah ." ucap Olan memandangi Karyna yang memang sepertinya tidak mengira bahwa yang di sampingnya adalah Olan .


" Sepertinya tadi malam aku mimpi buruk ! setiap bertemu kamu aku selalu kena sial . Untuk itu , setelah Sampai di rumah nanti , aku harus mandi kembang tujuh rupa untuk buang sial ! " ketus karyna lalu membuang pandangannya dan menutupi wajahnya dengan pashmina miliknya .


Setelah itu pesawat take-off . Tak ada lagi perbincangan antara Olan dan Karyna . Hanya Alan dan Anaya saja yang selalu cengingisan . Maklum lagi panas-panasnya masa-masa romantisnya . 


Thank you dear , semoga kalian tertarik yah .


*jangan lupa like ,atau tekan ❤️ untuk memudahkan pencarian .


*Dan isi kolom komentar juga yah....dear...


*Di vote juga dong....

__ADS_1


biar aku tetap semangat...nulisnya


__ADS_2