
Thank's... ya ,Yna ,karena kamu sudah menolongku dan membawaku ke rumah sakit ." ucap Olan mengulas senyum kecil
"Hemp ..." sahut Karyna tanpa melihat
"Nih cewek kelewatan banget sih juteknya . Masa jawabnya gitu aja. Gak ada basa-basi nya . Beda sekali sama adiknya . " batin Olan
"Oh... yah , kenalkan namaku Olan Maholtra ."
Olan mengulurkan tangannya kepada Cecilia dan di sambut hangat oleh Cecilia .
"Nama ku Cecilia , semoga lekas sembuh , yah . " ucap Cecilia mengulas senyum kecil di bibirnya .
Cecilia menggenggam tangan Olan dengan sangat erat . Seolah ia tidak rela melepas jabatan tangan Olan yang di genggamamnya .
"Oh ya, kak Olan , kamu orang baru yah, disini ? soal-nya , aku baru pertamakali melihat mu disini ." tanya Cecilia dengan tatapan melucut .
" Iya , ini pertama kalinya aku datang ke tempat ini .Itu pun hanya karena ada urusan saja . " jawab Olan singkat , tak ingin menjelaskan ini - itu ,tentang tujuan kedatangannya ke Bali .
"Kalau boleh tau , sebenarnya kamu orang mana ? " tanya Cecilia ingin mengorek informasi lebih tentang Olan .
"Aku berasal dari Jakarta ." jawab Olan singkat .
Tatapannya tertuju pada Karyna yang sedang sibuk memainkan ponselnya ."Apa dia tidak akan menanyakan sesuatu padaku ?" batin Olan meringis . Dia masih menatap gerak-gerik bulu mata lentik milik Karyna dengan harapan Karyna juga akan bertanya sesuatu tentang diri -nya.
"Kamu ,sudah bekerja atau masih kuliah ? " tanya Cecilia. Dia bertanya, seolah sedang mengintrogasi layaknya wartawan .
"Aku masih kuliah , kalau kamu sendiri ? " tanya Olan balik bertanya .
Karyna sejenak menghentikan ponselnya. Menyadari dirinya sekarang yang hanya terlihat seperti penyimak diantara Olan dan Cecilia . " Mereka anggap apa aku disini ? , apa aku hanya sebagai pendengar setia atau penjaga lalat atau nyamuk mereka ? keterlaluan ! " karyna mengeraskan dagunya hingga suara tekanan giginya terdengar . Merasa kesal karena Olan dan Cecilia terlihat akrab dan tidak menghiraukannya .
"Aku juga masih kuliah , bareng sama kak Karyna ." terang Cecilia , lalu menoleh ke arah Karyna .
"Oh... kalian kuliah dimana ? " Olan bertanya kembali . Kali ini dia menatap ke arah Karyna , berharap Karyna akan menjawabnya dengan cara menatap wanita itu .
Seolah mengerti dengan tatapan lurus yang di tujukan Olan kepadanya ,Karyna membulatkan mulutnya untuk menjawab pertanyaan Olan , " Di ... u– " tiba-tiba ucapannya terpotong karena Cecilia langsung menjawabnya .
" Di universitas XX " jawab Cecilia sambil melemparkan senyum pecicilan .
Melihat Cecilia yang tiba-tiba memotong ucapannya , membuatnya semakin kesal . Karyna terlihat menahan nafas . Lalu menoleh ke arah Olan yang kembali sibuk dengan pertanyaannya kepada Cecilia .
"Berarti... kita sama dong . Aku juga kuliah di sana .Terus kalian kok bisa ada disini ? " tanya Olan ingin tau .
"Oh... aku dan kak Karyna lagi bantuin papa mengurus vila . Mumpung masih libur ,yah kita sempatkan bantuin papa sambil liburan . " papar Cecilia
"Jadi kapan rencana kalian kembali ke Jakarta ? " tanya Olan kembali ingin tahu .
"Rencananya sih nanti malam,tapi nggak tau juga sih semuanya tergantung sama kak Karyna . " terang Cecilia menatap ke arah Karyna .
"Yna... Kapan kalian akan kembali ke Jakarta ? tanya Olan menatap ke arah Karyna berharap dia akan menjawab Nya .
Ya... benar saja, Karyna menjawab pertanyaannya.
" Terserah kami mau balik kapan ,Tak ada urusan-nya dengan mu . Dari pada kamu kebanyakan bertanya , mendingan kamu habisin , tuh makanan . Sayang kalau di buang . Biar kamu cepat pulang dan lekas sembuh ! Oh dan satu lagi , semoga ini adalah hari terakhir kita bertemu . Soalnya setiap ketemu kamu , aku selalu kena sial ."
__ADS_1
tegas Karyna .
Sebenarnya dia tidak ingin berkata seperti itu , namun hatinya masih sedikit kesal karena sedari tadi Olan dan Cecilia tidak menghiraukannya. Mereka terlalu asik dengan pertanyaan masing-masing , hingga hampir lupa , bahwa dirinya masih ada di sana .
" Cih...kakak kok ngomong gitu! tidak baik , loh kak. Dan satu hal yang harus kakak ingat jangan terlalu membenci seseorang ,biasanya sih kebencian yang berlebihan itu akan menimbulkan perasaan cinta . Apalagi jika suatu saat tidak bertemu ,rindunya bakal tingkat Dewa! " ucap Cecilia dengan suara yang di tekan .Tatapan-nya mengisyaratkan sesuatu .
Namun Karyna hanya mengernyitkan hidungnya tak memahami arti tatapan yang di tujukan Cecilia kepadanya .
"Dengarkan apa yang di katakan oleh Cecilia . Nanti kamu jadi tergoda dengan ketampanan ku yang hakiki ini ." goda Olan kepada Karyna dengan terkekeh pelan .
"Benar banget tuh , jadi mulai sekarang kakak jangan terlalu galak deh sama Olan ." ucap Cecilia .
" Cecil... kamu kok jadi belain dia , sih ? " ucap Karyna . Kemudian pergi meninggalkan Olan dan Cecilia dengan menghentakkan kakinya kasar .
***
" Sayang... ini sudah sore kita pulang , yah." ajak Anaya .
"Ah... sepertinya hari ini berlalu begitu cepat , baiklah kita akan pulang dan kembali ke Jakarta . " sahut Alan . Lalu menggandeng tangan Anaya untuk keluar dari Gemintir Garden itu , berjalan menuju mobil yang Alan terparkir di sudut jalan .
Di dalam mobil mereka tak banyak berbicara . Mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing . Hingga akhirnya Anaya terlelap .
Alan menyetir mobilnya sambil bersiul . Sepertinya suasana hatinya sedang baik . Sesekali dia menatap wajah Anaya yang sedang tidur terlelap dengan sabuk pengaman yang menopang tubuhnya .
Dua jam lebih dua puluh menit adalah waktu yang di butuhkan Alan dan Anaya dari Gemintir garden menuju vila itu.
Alan memarkirkan mobilnya . Melihat Anaya yang masih tertidur pulas , ia enggan membangunkan Anaya dan membiarkannya tidur . Ditatapnya wajah Anaya dengan lekat , dia menyibakkan rambut Anaya ke balik telinga Anaya dan mengelus pipi Anaya .
Pipi Anaya sangat lembut . Selembut kulit bayi , sehingga Olan berulang kali mengelus pipi itu seakan kecanduan melakukannya.
Anaya yang merasa terganggu dengan kecupan itu membuka matanya . Tepat saat Alan selesai menciumnya . Wajah Alan , kini begitu dekat dengan Anaya sehingga jarak tak dapat menepis diantara mereka.
"Apa yang kamu lakukan ? " Anaya bertanya kepada Alan , di sertai dengan tatapan tajam yang seakan menghunus Alan .
"Tidak ada , aku hanya tidak ingin membangunkan mu tadi , dan sekalian memberi sedikit kecupan di kening mu .Itu saja dan tidak lebih . " tutur Olan jujur .
" Baiklah , ayo kita turun "ajak Anaya . Lalu bergegas ingin keluar dari dalam mobil .
Tetapi Alan justru kembali mengunci mobil itu , " Kok di kunci lagi ? ada apa ? " Anaya bertanya kembali . Menatap Alan dengan mengernyitkan keningnya tidak memahami maksud Alan mengunci pintu itu kembali .
"Nay...aku sangat mencintaimu . " ucap Alan memberi jeda . " Anaya... terimakasih karena sudah memberiku hari yang indah. Dan aku berharap hari yang indah ini tidak hanya sebentar saja . Dan aku juga ingin menua bersama dengan mu, kamu mau kan melakukan hal yang sama dengan ku ? " pinta Alan dengan wajah memelas penuh harap .
" Iya , tentu saja . Karena aku juga mencintaimu . Bahkan sebelum kamu mengutarakan perasaan mu ...aku sudah lebih dulu mencintai mu . " tutur Anaya mengungkapkan perasaannya yang pernah terpendam .
"Ja–jadi ,kamu pernah menjadikan ku sebagai cinta terpendam mu ? " Tanya Alan ingin tahu .
Anaya hanya menganggukkan kepalanya dan tersipu malu atas pengakuannya itu .
" Ah... sudahlah, jangan membahas itu lagi . Nanti aku terlambat ke bandara ." ucap Anaya berkelit mengalihkan pembicaraan .
Kemudian mereka keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju ruangan vila. Tak sengaja berpapasan dengan Olan .
"Kak Alan ? kakak dan Anaya dari mana ? " tanya Olan . Menatap ke arah Alan dan Anaya secara bergantian dengan tatapan seolah sedang mengintrogasi .
__ADS_1
"Habis kencan , lalu kamu sendiri dari mana ?" Alan balik bertanya
" Wah enak sekali , yah . Pantas saja kakak jadi melupakan aku . Lihatlah diriku yang malang ini , semua ini gara-gara kau ! " sungut Olan dengan mengancungkan jari telunjuknya ke arah Alan .
Olan sengaja tidak menuturkan secara terperinci mengenai kejadian yang menimpanya .Karena jika dia berkata jujur , pasti dia akan jadi bahan tertawaan Alan dan Anaya. .
"Gara-gara kakak tidak membangunkan aku ,aku jadi pingsan karena kelaparan . Untung saja ada wanita itu yang menolong ku ." ucap Olan sambil menunjuk ke arah Karyna yang hendak masuk ke dalam sebuah kamar .
"Jangan terlalu hiperbola jika berbicara . Lalu apa kamu sudah periksa ke dokter ? "tanya Alan .
"Sudah , tadi wanita yang ku tunjukkan tadi juga yang membawaku ke dokter ." ucap Olan
"Lalu , apa kata dokter yang memeriksa mu ?kamu tidak apa-apa , kan ? "tanya Alan dengan nada khawatir .
"Apanya yang tidak apa-apa ? Bahkan wanita yang tadi itu bilang kata-nya aku terkena gizi buruk ! sungguh memalukan ! " Ucap Olan kesal
Alan dan Anaya seketika tertawa terbahak-bahak mendengar penuturan dari Olan .
" Malah tertawa , bukannya prihatin . Kalian memang keterlaluan . " kata Olan kesal , kemudian pergi meninggalkan Alan dan Anaya yang masih tertawa terbahak-bahak .
***
–Di Bandara
Alan , Olan ,dan Anaya kini sudah berada di bandara . Suasana bandara tampak begitu ramai , banyak orang yang berlalu-lalang keluar dan masuk area bandara . Alan dan Olan sudah selesai check-in . Kini, giliran Olan . Dia memang belakangan , karena tadi dia pergi sebentar ke minimarket yang ada di bandara itu untuk membeli sesuatu . Setelah melakukan check-in , Olan berlari hendak mengejar Alan dan Anaya yang meninggalkan nya begitu saja . Namun sial , lagi-lagi dia menabrak seseorang karena pandangannya hanya fokus melihat punggung Alan dan Olan yang terlihat semakin jauh , hingga ia tidak memperhatikan jalannya sendiri .
"Ah...kalau jalan pakai mata dong ! "
"Maaf mbak , tadi saya buru-buru ."
"KAU... " ucap mereka berdua serempak dan secara kompak juga saling membuang muka .
"Sepertinya dunia ini terlalu sempit , yah sehingga aku harus selalu bertemu dengan mu ." ucap Karyna kesal .Dia menyebikkan bibirnya dan langsung meninggalkan Olan .
Tak ingin memperpanjang masalah , Olan langsung pergi mengejar Alan dan Anaya kembali .
Sekarang mereka sudah ada di dalam pesawat . Alan dan Anaya duduk bersampingan . Sementara Olan masih sendirian . Kursi yang di sampingnya juga masih kosong . Alan dan Anaya terlihat begitu romantis .Berbeda dari Olan yang hanya sibuk membaca sebuah majalah . Tiba-tiba kursi yang di samping Olan di tempati seseorang .
"Sepertinya aku mengenal aroma parfum nya ini ," batin Olan . Lalu menutup sejenak majalahnya dan memalingkan wajahnya ke arah penumpang yang di sampingnya . Sungguh di luar dugaannya . Lagi-lagi dia bertemu dengan Karyna .
"Wah... ternyata kamu benar ,dunia ini memang sempit . Seperti daun kelor , lagi-lagi kita di pertemukan .Jodoh kali , yah ." ucap Olan memandangi Karyna yang memang sepertinya tidak mengira bahwa yang di sampingnya adalah Olan .
" Sepertinya tadi malam aku mimpi buruk ! setiap bertemu kamu aku selalu kena sial . Untuk itu , setelah Sampai di rumah nanti , aku harus mandi kembang tujuh rupa untuk buang sial ! " ketus karyna lalu membuang pandangannya dan menutupi wajahnya dengan pashmina miliknya .
Setelah itu pesawat take-off . Tak ada lagi perbincangan antara Olan dan Karyna . Hanya Alan dan Anaya saja yang selalu cengingisan . Maklum lagi panas-panasnya masa-masa romantisnya . 
Thank you dear , semoga kalian tertarik yah .
*jangan lupa like ,atau tekan ❤️ untuk memudahkan pencarian .
*Dan isi kolom komentar juga yah....dear...
*Di vote juga dong....
__ADS_1
biar aku tetap semangat...nulisnya