
"Anaya Caroline...!"
seorang wanita memanggil ku .Wanita itu mengenakan baju berwarna biru Dongker dengan tatanan rambut nya yang di sanggul rapi dan di sematkan tusuk konde berbentuk bintang yang berkilau.Dia terlihat cantik dan anggun.Wanita itu baru keluar dari sebuah ruangan yang bertuliskan PRESDIR dengan tumpukan berkas di tangannya .Wanita itu berjalan kearah tempat ku duduk.
Sudah hampir 3 jam aku duduk di ruangan ini menunggu giliran ku untuk di interview.
"Ya Bu,saya Anaya Caroline."
sahutku sambil berdiri
"Silahkan masuk ke ruangan Presdir,pak Alan sudah menunggu di dalam ."
kata wanita itu lalu pergi meninggalkan ku menuju ruangan lain.
"Ia bu,permisi Bu."
Tok tok tok
"Ya silahkan masuk!"
Anaya masih tetap dalam posisi berdiri dia tidak langsung duduk ,dan masih menunggu sampai pak Alan mempersilahkan nya untuk duduk di kursi tepat di depan Alan.
"Ya Tuhan... semoga saya lolos di interview kali ini."
Anaya berdoa dalam hati dengan harapan agar dia di terima berkerja di kantor Maholtra group .
"Silahkan duduk ,nona Anaya Caroline,pengalaman kerjamu cukup bagus,dan semua kriteria yang kamu miliki sudah sesuai dengan apa yang saya butuhkan."
kata Alan sambil mengangguk anggukkan kepalanya dan matanya memandang berkas berwarna kuning yang bertuliskan Anaya Caroline.
"Terimakasih pak,jadi apakah itu artinya saya di terima bekerja di tempat bapak ini?"
tanya Anaya kepada Alan untuk memastikan apakah dia di terima atau tidak.
"Mm...,mulai besok kamu sudah boleh bekerja di sini."
kata Alan sambil menutup berkas milik Anaya .
"Baik,terimakasih banyak pak."
kata Anaya sambil tersenyum ke arah Alan.
Dua buah lesung pipi terlihat di pipi Anaya .
"Kalau begitu saya permisi pak."
kata Anaya sambil berdiri hendak keluar dari ruangan itu.
Tapi tiba-tiba langkah nya terhenti karena Alan .
"Oh ya besok hari pertama mu berkerja,jadi datanglah tepat waktu,karena saya tidak akan mentolerir karyawan yang tidak tepat waktu."kata Alan
"Baik pak,besok saya berjanji tidak akan terlambat."
sahut Anaya sambil tersenyum meninggalkan ruangan itu menuju parkiran untuk mengambil sepeda motor nya .
***Sesampainya di rumah
Tok tok tok
"Syalom Bu."kata Anaya
"syalom juga sayang."
kata ibu Ratna sambil membuka pintu .Ibu Ratna adalah mama nya Anaya .
"Eh...,anak ibu ternyata sudah pulang"
"Ia bu,Anaya sudah pulang."
"Terus gimana hasil wawancara kamu sayang lancar ,kan?"
__ADS_1
"Ia bu , Anaya diterima kerja Bu di kantor Maholtra group,dan itu semua berkat doa ibu."kata Anaya sambil meluk ibunya.
"Wah kamu hebat sayang,selamat yah."
kata ibu Ratna sambil membelai rambut putri semata wayangnya itu.
"Ya sudah, kalau begitu kamu mandi dulu sana,setelah itu kamu baru makan."kata ibu Ratna
" Iya Bu!oh ya Bu ,memang hari ini ibu masak apa?wangi sekali."tanya Anaya
"Ibu masak sup iga kesukaan kamu sayang"
"Wah seperti nya hari ini mang hari keberuntunganku,selain diterima kerja dapat bonus sup iga masakan ibu."
kata Anaya sambil tersenyum meninggalkan ibunya menuju kamarnya.
Di taruhnya tasnya di atas meja riasnya lalu menarik handuk putih nya dan pergi menuju kamar mandi.
15 menit telah berlalu kini Anaya sudah selesai mandi dan dia keluar dari kamar mandinya dengan tubuh putih mulus nya yang hanya di di balut dengan handuk putih itu.Lalu bergegas menuju lemari untuk mengambil piyamanya.Dia menarik sebuah piyama berwarna peach dan memakainya dan setelah itu keluar menuju ruang makan.
"Ibu... ayo makan ,Anaya sudah lapar"
"Sudah sayang,ibu sudah makan.Ibu capek mau tidur .Nggak papa kan sayang kalau kamu makan sendiri dulu."
"Oh... ya sudah Bu,Anaya makan ya ".
kata Anaya sambil menyendok nasi kepiringnya lalu ibu Ratna meletakkan sup iga itu di depan Anaya.
"Mama kekamar dulu ya sayang"
"Ia bu,good night ma."
"Good night too sayang,habis makan kamu juga langsung istirahat ya nak ,biar besok tidak telat ."
kata Bu Ratna sambil mencium dan mengelus rambut Anaya.
"Ia Bu."
Dia mengambil handphonenya lalu mengaktifkan alaramnya .
kring...kring...kring.
Suara alaram handphone Anaya berbunyi.
"huah...sudah jam 5 ,hari ini adalah hari pertama ku masuk kerja ,dan aku tidak boleh telat."
kata Anaya sambil bangkit dari tidurnya lalu masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Sesaat setelah dia mandi ibu Ratna juga bangun untuk mempersiapkan sarapan pagi putri kesayangan nya itu.
"Anaya...Anaya...bangun sayang,"
kata Bu Ratna sambil mengetok pintu kamar Anaya
"Ya ma ,Anaya sudah bangun kok,ini sebentar lagi juga Anaya keluar."
sahut anaknya dari kamar.Dia masih berada di depan lemari pakaiannya untuk memilih baju yang akan di pakainya.Kemudian menarik sebuah baju berwarna cream bermotif bunga tulip warna merah.Kemudian mengenakannya. Kemudian mengambil tas kecil berwarna hitam yang berisi kosmetik miliknya.Dia menggunakan make up natural dan lipstik berwarna peach yang senada dengan warna bibir mungilnya itu.Penampilan nya terlihat jauh lebih cantik dari yang biasanya.
"Ma, Anaya berangkat ya,takut telat!"
"Sayang,kamu belum makan loh,"
"Ya sudah aku makan di kantor saja ya ma"
"Oh ,sebentar ibu buatkan bekal kamu dulu ya sayang,tunggu disini jangan pergi tanpa membawa bekal."
"Ia ma,"
sahut Anaya sambil duduk menunggu ibunya mempersiapkan bekalnya.
"ini sayang ,jangan lupa di makan ya,dan semangat ya sayang,semoga hari ini pekerjaan mu lancar."
"Anaya pamit ya ma,"
__ADS_1
kata Anaya sambil mencium tangan ibu nya.
**sesampainya di kantor
Anaya berjalan menuju meja resepsionis .
"Permisi mbak ruangan pak Stevan dimana yah?"
"Oh ,ada di lantai 20 di samping ruangan pak Presdir,"sahut resepsionis itu.
kemudian Anaya berjalan menuju lift dan menekan tombol angka 20.
Tok tok tok
"Ya silahkan masuk,"
sahut seseorang dari dalam ruangan.
"Permisi pak,perkenalkan saya Anaya karyawan baru di kantor ini pak,saya mau tanya kerjaan saya apa ya pak?"
"Oh jadi kamu karyawan yang dimaksud pak Alan?"
kata Stevan sambil memperhatikan Anaya dari ujung kaki hingga ujung rambutnya.
"Wah,cantik sekali ,Dan lesung pipinya itu lohðŸ¤.Kalau begini sih aku akan betah seharian di kantor,bahkan lembur pun aku rela asalkan berdua dengan nya,"
kata Stevan dalam hati.Tapi mulutnya masih menganga karena terpesona dengan kecantikan Anaya plus lesung pipinya.
"Maaf pak,apa ada yang salah dengan saya",kata Anaya
Mulut Steven yang tadinya menganga melihat pesona Anaya tiba tiba muncrat air liurnya karena kaget dengan suara Anaya yang membuyarkan pikirannya.Sungguh memalukan.😫
untuk menutupi rasa malunya Stevan langsung mengangkat gagang teleponnya.
"Pak Anaya sudah di ruangan saya,"
"Suruh dia ke ruangan ku,"
"Anaya kamu di panggil pak Alan ke ruangan
nya,"
"Baik pak ,"
sahut Anaya dan langsung meninggalkan ruangan stevan.Tetapi dalam hati dia terkekeh melihat tingkah Stevan yang memalukan itu.
Tok tok tok
"Ya silahkan masuk Anaya, "
"Ya pak terimakasih,"
"Nanti jam sembilan tepat kita ada meeting,jadi kamu pelajari semua berkas berkas ini.Catat poin poin penting dari semua berkas ini ,"
kata Alan sambil menyerahkan tumpukan berkas itu kepada Anaya .
"Baik pak,tapi kemana saya harus membawa semua ini pak,kan ruangan saya belum ada pak."
kata Anaya sambil melemparkan senyuman.
"Mm...,sementara ini kamu satu ruangan dulu dengan Stevan,dan kamu boleh bertanya kepadanya kalau ada yang tidak kamu mengerti,paham?"
"ia pak !"
Kata Anaya sambil menundukkan kepalanya.
"Dan satu lagi ,jangan telat di acara meeting nanti dan sekarang kamu boleh keluar."
kata alan.Dia memang seperti itu.Tidak perlu banyak basa basi,berbicara langsung to the point saja.Tapi sebenarnya hatinya baik kok.Hanya kalau dalam urusan pekerjaan dia memang terlihat cuek .Tapi itu adalah poin plus dari ketampanannya.Kemudian Anaya keluar dari ruangan Alan .
"Huh...senyuman dan lesung pipinya gadis itu hampir membuat ku salah tingkah,untuk dia sudah pergi."
__ADS_1
kata Alan setelah Anaya keluar dari ruangan nya.