
Anaya kembali keruangan nya dan membawa tumpukan berkas yang di berikan Alan .Dia memeriksa berkas itu satu persatu dan menuliskan beberapa poin penting yang mungkin bisa jadi bahan referensi untuk acara meeting nanti.Pukul sembilan tepat ,semua karyawan sudah berada di ruangan meeting terkecuali Alan . Waktu telah lewat lima menit dari acara yang di tentukan.Tiba tiba Alan muncul.
"Selamat pagi semuanya,maaf telah membuat kalian semua harus menunggu,karena tadi saya ada sedikit halangan."
kata Alan sambil membuka laptopnya .
"Oke, kita langsung ke intinya saja.Disini kita akan membahas tentang acara pembukaan kantor cabang kita yang di Bali,mulai dari desain interiornya,cara kita mengembangkannya ,dan kira kira logo apa uang akan kita gunakan ."
kata Alan sambil memandang para staf karyawannya yang ada di ruangan itu.
Alan menjelaskan panjang lebar,hingga matanya tertuju pada Stevan yang senyum senyum memandangi wajah Anaya yang fokus ke Alan.
" plakk."
Alan menepuk meja dengan kuat, sehingga membuat Stevan terkejut bahkan sampai gelagapan dan spontan mengucapkan
"Eh Anaya cantik dengan lesung pipinya!!"
Kata Stevan gelagapan tanpa sadar apa yang dia ucapkan.
Seluruh mata tertuju ke arah Stevan dan Anaya .Mendengar ucapan Stevan wajah Anaya langsung pucat pasi.Melihat tingkah Stevan yang sudah melampaui batas membuat Alan semakin geram.
"Stevan ,coba berikan tanggapan mu untuk acara GO nanti serta logo apa yang menurut mu yang cocok kita gunakan."
ucap Alan dengan nada tinggi disertai dengan tatapan tajam yang seolah dapat membunuh senyuman Stevan tadi .
"Mati aku,harus jawab apa aku ke pak Alan?mana dari tadi aku tidak mendengar penjelasannya."
kata Stevan dalam hati dengan penuh rasa takut serta khawatir tingkat dewa sambil menundukkan wajahnya.
"Hemp...sudah kuduga ,kamu tak akan mampu menjawabnya,karena di otakmu hanya memikirkan wanita."
kata Alan sinis melemparkan tatapannya ke arah Anaya.
"Anaya ,bagaimana dengan mu aku rasa kamu sudah mempelajari berkas tadi ,kan."
kata Alan sambil mengangkat alisnya memberikan isyarat agar Anaya mempresentasikan pendapatnya.
"Baik pak,"
sahut ana sambil membuka sebuah kertas yang jadi bahan presentasinya.
"Bagaimana jika kita menggunakan lambang burung Rajawali sebagai logo untuk perusahaan kita pak",kata Anaya .Tetapi belum selesai dia melanjutkan pembicaraannya tiba tiba Andri menertawakannya dan berkata
"Hei nona,perusahaankita ini bergerak di bidang pariwisata dan interior ,bukan nya mau mengoleksi binatang."
Kata Andri mengejek dan disertai tawa dari para anggota rapat yang di ruangan itu.Tapi tidak dengan Alan.
"Hentikan Andri,saya tidak meminta anda untuk berbicara.jadi pergunakanlah mulutmu seperlunya saja!"bentak Alan
"Anaya lanjutkan,"kata Alan
"Ya saya memilih logo ini dengan alasan yang kuat serta sesuai kenyataan.Rajawali di kenal dengan ketahanannya pada saat terbang.Walau di perlukan energi yang cukup besar untuk mengepakkan sayap pada awalnya ,tetapi begitu terbang dia hanya mengeluarkan energi yang sangat kecil.Dia tidak pernah lelah karena dia tidak perlu menggunakan banyak energi untuk terbang dalam waktu yang lama dan menempuh jarak yang jauh.Karena dia tau hanya membuang buang energinya saja ketika ia mengepakkan sayapnya terus menerus sehingga dia menggunakan teknik melayang dan naik dengan memanfaatkan udara thernal.
Begitu juga dengan kantor cabang yang akan kita buka,Bisnis bukan hanya berbicara tentang memiliki banyak aset namun tidak memiliki income yang menguntungkan perusahaan.Tetapi berbicara tentang bagaimana cara mengolah aset yang kita miliki dengan pendapatan yang menggiurkan tetapi menggunakan biaya yang relatif terjangkau ,namun tidak mengurangi kualitas dari perusahaan itu sendiri.Jadi intinya kita cukup menggunakan nuansa keindahan Bali dan tradisinya serta ciri khasnya tanpa harus menghabiskan banyak uang dan membuang buang energi.Sekian dan terimakasih kasih."
kata Anaya menyudahi pembicaraannya.
Tiba-tiba terdengar gemuruh tepuk tangan dari para anggota rapat.
__ADS_1
"Em...mm baiklah terimakasih ,soal pendapat anda akan saya pertimbangkan kembali dengan para dewan direksi ."
kata Alan sambil mengangguk anggukkan kepalanya .
"jadi rapat kali ini akan saya tutup,dan silahkan untuk istirahat makan siang ."
kata Alan sambil menutup laptopnya dan keluar meninggalkan ruangan itu disusul karyawannya.
Anaya langsung bergegas menuju ke ruangannya.Melihat Anaya yang masuk kembali keruangan nya membuat Stevan berbalik arah mengikuti Anaya.
"Makan di luar yuk,di depan kantor ada resto tempat karyawan kantor ini untuk makan siang."ajak Stevan.
"Terimakasih pak,tapi Anaya makan disini saja deh,soalnya tadi ibu buatin bekal untuk saya, sayang kalau tidak di makan."kata Anaya menolak ajakan Stevan sambil tersenyum .
"Haduh... lesung pipinya itu loh😱...,mimpi apa ya aku semalam ,bisa bertemu Anaya dan satu ruangan dengannya lagi .Tak sia sia ketampanan ku yang hakiki ini"kata Stevan dalam hati.
"oh ya sudah ,aku duluan ya Nay..."kata Stevan sambil meninggalkan Anaya.
Beberapa menit kemudian Anaya terkejut dengan kehadiran Alan yang tiba tiba muncul didepannya seperti hantu.
Anaya tersendak
" Uhuk..."
Anaya tersendak kesakitan sambil mengelus dadanya.
"Nih diminum dulu," kata Alan sambil menyodorkan gelas berisi air minum.
"Terimakasih pak."
"Oh ya Anaya saya kemari untuk memberikan sketsa ini,kamu boleh menambahkan ide yang lain asalkan dengan tujuan yang baik."kata Alan
"Dan satu lagi ,ada nasi disudut bibirmu itu." Kata Alan sambil menunjuk kearah wajah Anaya.
"Eh...maaf pak,"
kata Anaya sambil membersihkan mulutnya,tapi sayang tangannya tidak mengenai nasi itu.
Tiba-tiba Alan mengambil sapu tangannya dan membersihkan nasi yang di wajah anaya.Di usapnya wajah Anaya dan tangannya masih mengenai wajah Anaya.
" Lembut sekali wajahnya,seperti kulit bayi"
kata Alan dalam hati. Tapi segera di tepisnya tangannya agar tidak terlalu ketahuan Anaya bahwa dia meresapi sentuhan tangannya di wajah lembut Anaya.
sebaliknya juga dengan Anaya.
"Sentuhan tangannya begitu lembut ,andai saja momen ini bisa aku abadikan ."
Kata Anaya dalam hati.
Tiba tiba keduanya salah tingkah dan saling membuang arah pandangan yang berbeda.
"Maaf pak saya permisi ke toilet sebentar ,mau membersihkan tangan."
kata Anaya sambil tersenyum berusaha untuk menghindari Alan.
Alan melihat jelas bahwa kini wajah Anaya berbeda dari biasanya.Karena tidak ingin membuatnya jadi lebih malu Alan juga kembali keruangan nya
.
__ADS_1
"Aduh...hampir saja jantungku copot karena sentuhannya,sepertinya aku harus memperbanyak makan coklat untuk terapi sport jantungku,"
kata Anaya sambil memegang dadanya mencoba untuk menenangkan jantungnya yang berdetak kencang tak karuan.
Di ruangan yang berbeda Alan juga merasakan hal yang sama.Tapi kali ini Alan hanya mencium aroma saputangannya yang digunakan untuk mengusap wajah anaya.Dia menarik nafasnya mencoba untuk meresapi aroma Anaya yang masih menempel di saputangan itu.
"mmuah...,wangi sekali.aku tidak akan mencuci saputangan ini ,dan akan ku simpan di lemari ku saja.agar aromanya tidak hilang."
kata Alan sambil memejamkan matanya mengingat senyum indah Anaya dan dua buah lesung pipinya.
Usai mencoba menenangkan jantungnya ,Anaya keluar dari toilet .
Dia melihat Stevan membuka pintu ruangan dengan dua buah cup kopi di tangan nya.
"Hay Anaya ,ini aku bawain kopi buat kamu dan aku ,biar nggak ngantuk."
kata Stevan sambil menyodorkan satu cup berisi kopi itu ke Anaya.
Tapi Anaya masih enggan untuk menerimanya.
"Sudah diterima aja Nay,ini buat kamu.Kamu nggak usah takut ,aku tidak mencampurkannya dengan sianida kok ."kata Stevan.
"Nggak bukannya gitu, aku cuma gak suka minum kopi aja,rasanya pahit."kata Anaya
"Kalau kopi yang aku bawa ini sih gak pahit kok ,rasanya manis semanis senyuman mu."goda Stevan.
"Ah kamu bisa aja."sahut Anaya
"Oh ya nai kamu tau nggak ,hidup kita ini ya bisa di ibaratkan kaya kopi loh.Ada pahit dan manisnya tapi kalau di nikmati akan akan terasa nikmat dan kita tidak akan merasakan pahit itu.Karna kopi tidak akan lengkap tanpa gula.Jadi kamu cobain deh pasti enak.Suer ...aku gak bohong."
kata Stevan sambil memberikan kembali kopi itu.
akhirnya Anaya menerima kopi itu dan mencoba untuk menikmatinya.
"Gimana,enak kan?" kata Stevan.
Anaya hanya membalasnya dengan senyuman.
kemudian mereka kembali ke posisi kursi masing masing untuk melanjutkan pekerjaannya.
akan tetapi Anya justru malah menarik sebuah buku kecil berwarna merah.Ia hendak menuliskan suasana hatinya saat ini yang seakan sedang jatuh cinta .
cinta itu tidak mengenal waktu
tidak perlu waktu yang lama untuk mencintai seseorang.
tidak mesti tumbuh dengan seberapa lama kita mengenalnya pribadinya ,tetapi saat hati mulai terikat .
cinta itu seperti tanaman
dia akan tumbuh subur dan bisa layu
hanya syair yg kutuliskan yang akan mampu untuk melukiskan tentang perasaan ini,karena saat ini tangan ku hanya ikut menari nari seiring irama hatiku.
dan ku berharap suatu kelak nanti bayangan mu bukan hanya sebagai ilusi ku tapi akan jadi bagian dari denyut jantung ku
Â
💖by :Anaya Caroline******.
__ADS_1
Â
Usai menuliskan puisinya, Anaya membereskan barang barang nya untuk pulang.Karena jam kantor sudah selesai.