
Masih diantara perasaan ragu namun menginginkan. Perlahan Alan mulai membentangkan tangannya ke bahu Anaya dan menatapi wajah Anaya yang masih memerah.
Perlahan Alan mengangkat dagu Anaya ,agar pandangan Anaya hanya tertuju padanya. Kini mereka beradu tatapan mata. Sesekali Anaya dapat melihat dengan jelas bayangan dirinya di bola mata hitam milik Alan .
Alan membelai rambut Anaya yang terurai kemudian menarik nafasnya dalam-dalam sebelum memulai kata-katanya.
Entah harus memulai dari mana,sepertinya rasa bahagia itu sulit untuk di ucapkan nya .
"Nay..., terimakasih karena kamu sudah menerima ku ,sungguh itu adalah kata-kata yang sangat ingin aku dengarkan langsung dari mulut mu. Dan sekarang rasanya hati ini seperti melayang terbang di angkasa untuk bermain pelosotan di balik indahnya warna-warni pelangi "ucap Alan.
Sesekali ia mengelus Anaya dan menatap mata Anaya dengan penuh kasih sayang.
Anaya tidak bergeming,ia hanya melepaskan senyuman indahnya dan kembali membenamkan wajahnya di balik dada bidang milik Alan.
Sekali lagi Alan mengangkat dagu Anaya ,untuk kembali saling beradu tatapan.
"Nay ...,apa kamu tau...sebelum kita bertemu seperti saat ini ,aku tidak memahami apa itu arti dari sebuah kebahagiaan,dan sebelum aku mengenal kamu ,aku juga tidak tau arti dari cinta .Namun ,disaat takdir mempertemukan kita seperti saat sekarang ini,aku baru tau apa itu arti dari sebuah kebahagiaan karena mencintai mu. Bahkan bagiku saat ini ,kamu itu lebih istimewa dari komet Halley,yang hanya turun sekali dalam 76 tahun,karena kamu hanya akan hadir satu kali dalam hidupku dan untuk selamanya. Karena aku sangat mencintai mu dan aku tidak ingin melepaskan mu ."Alan mempertegas ungkapan perasaan nya kepada wanita yang ada di depannya saat ini.
"Lalu bagaimana dengan Keysa?,bukannya dulu kamu juga menyukainya?"Anaya mengerutkan dahinya.
"Keysa? Ya...dulu aku memang pernah menyukainya,tetapi aku tidak pernah mencintai dirinya seperti saat aku merasakan cinta kepada mu ,aku hanya sebatas menyukainya."ucap Alan.
"Maksud mu?,aku tidak mengerti?"tanya Anaya.
"Anaya...,kamu harus tau perbedaan antara menyukai dan mencintai. Ibarat kata ,saat kamu menyukai keindahan bunga mawar ,maka kamu akan langsung memetiknya ,setelah dia layu maka bunga itu akan di buang. Beda halnya jika kamu mencintai tanaman mawar. Pasti kamu akan merawatnya, menyiraminya,dan menjaga keindahan bunganya. Kamu tidak akan pernah rela untuk memetik bunganya itu sekalipun dia sangat cantik.Bahkan saat kamu merawatnya tak jarang duri mawar itu akan menusuk mu,tetapi itu tidak masalah. Karena rasa cintamu lebih besar untuk merawat dan menjaganya seperti kamu menjaga hati mu."ucap Alan .
Hati Anaya sedikit tersentuh,kembali ia memeluk erat tubuh Alan yang selama ini dia pendam.
Jika kemarin rasa cinta yang dia titipkan hanya lewat doa,kini dia telah hadir di depan matanya.Dulu dia hanya mampu menyatakan perasaannya lewat buku diarynya,namun saat ini , kata-kata cinta itu langsung terngiang di telinga nya . Dulu segala perasaan cintanya kepada Alan , hanya di utarakannya lewat bait kata dalam sebuah puisinya,dimana dia tidak perlu takut akan rasa kecewa karena sebuah penolakan atau menyesal karena rasa kehilangan .
Semuanya seperti sebuah mimpi.Tapi sungguh ,semua ini sudah menjadi nyata .Karena semua terjadi begitu saja tanpa proses settingan.
__ADS_1
" Alan terimakasih karena telah memilihku,akan tetapi...apakah kamu nantinya tidak akan menyesal karena telah menjadikan aku sebagai pasangan mu?,karena di luar sana masih banyak wanita yang lebih pantas untuk dirimu."ucap Anaya merendah.
Alan menghela nafasnya sebelum menjawab pertanyaan Anaya .Perlahan dia memegang pundak Anaya dan menatap gadis yang saat ini menundukkan wajahnya.Dia mengangkat wajah gadis itu dan mulai menjelaskan .
"Nay...,kamu benar.Mungkin di luar sana banyak sekali wanita yang lebih baik dan lebih cantik dari mu, akan tetapi aku tidak tertarik pada mereka semua .Dan sesederhana apapun dirimu saat ini,kamu tidak akan pernah tergantikan. Karena mulai saat ini,kamu adalah pemilik hati ini."Alan menempelkan tangan Anaya di dada kirinya .
Anaya memejamkan matanya dan mulai merasakan detak jantung Alan yang berdetak.Lalu membandingkannya dengan detak jantung miliknya.
"kenapa detak jantungku dan Alan berdetak di waktu yang bersamaan?,dan sekarang suara detak jantung nya semakin terdengar oleh ku,apakah dia juga bisa merasakan detak jantung ku?".
Perlahan Anaya mulai melepaskan pelukannya.Dia tidak ingin larut terlalu lama dalam pelukan itu. Takut jika nanti dia tidak kuasa menahan malu jika Alan menggodai nya atau malah mengejeknya.
"Alan...,berjanjilah kalau kamu akan tetap mencintaiku,dan tidak akan meninggalkan aku.Karena waktu itu terus berputar,dia tidak akan pernah berhenti dan tidak dapat di putar kembali."
Ucap Anaya dengan nada suara sedikit terisak .
Sepertinya matanya kini mulai membendung tetesan air mata yang masih enggan untuk menetes dan membasahi pipinya .Entah kenapa perasaan takut kehilangan Alan seketika membuat dirinya terlihat lemah .
"Sudah kamu jangan mewek,jelek tau!"Canda Alan.
"Nay...,sekalipun orang lain berkata buruk tentang mu,aku tidak akan percaya semua itu,karena aku yakin kalau kamu tidak seperti itu. Atau jika suatu saat bumi ini akan berubah,percayalah...!perasaan ku akan tetap sama terhadap mu. Atau bahkan jika suatu
saat aku di hadapkan dengan pilihan antara mencintaimu namun aku kehilangan nyawa ku dan meninggalkan mu untuk tetap bertahan dengan hidup tetapi memilih wanita lain. Maka aku akan merelakan nafas terakhirku untuk mencintai mu."ucap Alan .
"Kenapa kamu lebih memilih untuk mati?apa kamu tidak sayang pada nyawamu?"tanya Anaya .
"Karena kamu adalah nafasku dan pemilik hatiku.Bagaimana mungkin aku akan bertahan hidup untuk yang lain disaat kamu pergi dengan membawa hati dan nafasku .Sekalipun di rumah sakit banyak oksigen yang dapat membantuku untuk bernafas tapi tidak akan ada yang akan menggantikan hati yang telah pergi bersamamu."ucap Alan.
"Terimakasih,aku akan selalu mengingat kata-kata mu ini" sahut Anaya .
"Aku ingin mengajak mu keluar,kamu tidak keberatan kan?"tanya Alan.
__ADS_1
"kemana? tapi aku harus menyiapkan barang-barang ku dulu ,soalnya nanti malam aku akan kembali ke Jakarta. Besok kita harus kerja di kantor pusat lagi. Nanti saja
yah,setelah aku bereskan semua barang ku dulu,soalnya nanti malam takutnya aku jadi telat ke bandara."ucap Anaya menolak.
"Sudah ,kamu tidak perlu takut telat sampai ke bandara. Nanti kita berangkat bersama ke Jakarta. Sekarang... kamu temani aku jalan-jalan Keliling kota Bali ."
"Nanti apa kata para karyawan di Maholtra group ,jika mereka tau kita pulang bersama ke Jakarta ."tanya anaya sedikit ragu.
"Biarkan saja mereka berkata apa sesuka hatinya,aku tidak perduli. Lagian siapa yang berani mengatai Presdir Alan Maholtra .Hanya mereka yang tidak ingin bekerja lagi dan yang tidak sayang pada nyawanya saja yang akan melakukan itu."
Alan mengibaskan kerah bajunya,seolah dia sedang membanggakan dirinya sebagai Presdir.
Mendengar jawaban Alan ,Anaya hanya menghembuskan nafasnya secara kasar hingga hembusan nafasnya meniup rambutnya yang mulai menutupi matanya.
"Sudahlah,ayo kita ke luar untuk jalan-jalan.Karena ini adalah kencan pertama kita. Dan aku akan menamainya dengan "love in Bali",ia kan sayang."ucap Alan .
"Apa?,Dia memanggilku dengan kata sayang?lalu apa aku juga harus memanggilnya dengan sebutan itu?"
Sejenak Anaya terdiam,dia masih bingung untuk memangil Alan dengan sebutan apa.
"Nay,kok kamu diam,kamu nggak suka yah kalau,aku memanggil mu dengan kata sayang?baiklah aku ganti saja.Bagaimana jika aku memanggilmu dengan sebutan " putri ubur-ubur" saja ."
Alan menaikkan kedua alisnya dan sedikit senyum licik tersirat di bibirnya.
" Putri ubur-ubur?aneh!apa aku terlihat seperti seekor ubur-ubur jelek!"Anaya ngambek .
"Siapa bilang ubur-ubur ku ini jelek,kamu sangat cantik. Aku berkata seperti itu karena aku sudah seperti Spongebob yang selalu mengejar ubur-ubur. Jadi kita itu seperti Spongebob dan ubur-ubur."ucap Alan menggoda.
"Ada-ada saja!"sahut Anaya sedikit kesal
"Mari tuan putri ku,ikutlah dengan ku untuk mengisi cerita cinta kita part love in Bali ."Ajak Alan sambil mengulurkan tangannya kepada Anaya.
__ADS_1