
"Itu adalah ciuman pertamaku ."
Anaya memegangi bibir mungilnya itu masih dengan semburat merah yang menjalar di pipinya.
"Dia mengatakan cintanya kepadaku?lantas sekarang apa status ku dengannya?Aku bahkan belum menjawabnya apa-apa ,bahkan kalimatnya itu masih terngiang di telingaku dan wajahnya pun masih menari-nari di pikiranku saat ini.Hanya saja sepertinya diri ini masih sedikit naif untuk jujur kepadanya ."gumam Anaya sambil merebahkan badannya di atas tempat tidur itu.
Tatapannya kini menuju pada langit-langit kamar yang berwarna putih itu.Langit-langit ini terlihat biasa saja saat dia berwarna putih ,namun saat dia di beri motif ,maka terlihat akan lebih indah dan lebih menarik.Seperti sebuah hati yang kosong. Dia hanya akan terasa lebih indah saat seseorang mengisi kekosongan itu dengan sebuah rasa yang di sebut "cinta ".
"Baiklah,aku akan menjawabnya sekarang,tapi gimana caranya?"
Sejenak Anaya bangun dari posisi rebahan nya. Dia mulai menggigit ujung kukunya untuk berfikir."Apa aku harus menemuinya kembali?Ah...ti_tidak !Atau aku telepon saja kali ya?"Anaya masih mondar-mandir di depan cermin itu dengan ujung kuku di mulutnya."Ah,lewat SMS aja deh.Biar nanti gak ketahuan kalau lagi baper."Mengambil smart phone nya,dan mulai mengirimkan pesan singkatnya
💬"Sejujurnya aku juga mulai menyukai mu,hanya saja mulut ini sepertinya masih enggan mengeluarkan kata hati ,maaf soal kejadian tadi."
PING...
Alan meraih ponselnya yang berbunyi."ha?"Dengan sedikit perasaan syok melihat ada 170 pesan masuk dari Keysa yang belum terbaca."gila !dia mengirim pesan sampai sebanyak ini?apa tangannya tidak pegal mengetik teks sepanjang ini,bahkan jika semua pesan ini di satukan akan terlihat seperti novel."ucap Alan sambil terus menggesernya scroll ponselnya ke bawah .
Dia mulai hendak membaca satu per satu isi dari pesan itu,namun sebuah pesan baru masuk .Pesan dari kontak ubur-ubur.
"Hehehe...."Alan sedikit tersenyum membaca isi pesan dari kontak ponselnya yang di namainya dengan ubur-ubur itu.Kemudian mengurungkan niatnya untuk membaca ratusan pesan yang dikirimkan Keysa .
"Oh my God.."wajah Alan seketika berubah saat membaca isi pesan dari ubur-ubur itu .Dia melompat-lompat seperti seseorang yang baru memenangkan sebuah lotre yang nominalnya 1 milyar. Sesekali dia dia tertawa berjalan menirukan iklan Snack pilus Garuda yang berjalan seperti seekor bebek dan bolak-balik ke kanan dan ke kiri.
"Setan apa yang merasuki anak ini?,sudah seperti orang yang tidak waras saja."
ucap Olan yang bingung melihat tingkah laku Alan yang tiba-tiba saja seperti orang yang sedang bahagianya habis level.
Kemudian Olan berjalan mendekati kakaknya itu untuk memastikan apa dia baik-baik saja,atau jangan-jangan dia kesurupan oleh dedemit.Olan mulai mengeluarkan tangannya dari dalam saku kantongnya, lalu menempelkannya di dahinya Alan."Biasa saja,tidak demam?"pikirnya.
"Kak,ada apa?kelihatannya kau sangat senang,bahkan berlebihan."tanya Olan sambil mengangkat kedua alisnya.
Alan masih cengar-cengir memandangi ponselnya itu kembali,bahkan tingkahnya semakin terlihat norak.Terkadang Alan berjoget dengan tangan di atas dan melenggak-lenggok kan badannya ke depan dan belakang kadang-kadang kebawah dan atas.
Sekali lagi Olan menempelkan tangannya ke kening Alan lalu membandingkannya dengan menempelkan tangannya kembali ke pa*tat nya ."Suhu badan mu sama dengan suhu panas di pa*tat ku,pantas saja kau terlihat sedikit alay?"ucap Olan dengan posisi tangan masih menempel di pa*tatnya .
"Kau! berani-beraninya kau berkata seperti itu".Sejenak Alan berhenti berjoget mendengar ucapan Olan .Dia mulai memelintir tangan adiknya itu karena kesal.
" Aduh ...sa-sakit, ampun...!"Olan meringis kesakitan,berharap dia akan lepas dari tangan yang memelintir nya.
"Makanya jangan suka usil!"Lalu Alan melepaskan tangannya .
"Iya deh,lagian Kaka juga sih,lebay nya kelewatan .Seperti orang yang lagi menang lotre 1milyar saja."
"Ya memang lagi baru dapet lotre."ucap Alan sambil tertawa dan melompat ketempat tidur itu dan sesekali melompat-lompat seperti anak kecil.
__ADS_1
"Ah serius?Berapa jumlah lotre yang kamu menangkan?Bagi dong."Olan berusaha menggoda Alan ,berharap dia akan kebagian uang lotre itu.
"Enak aja! "Alan menjulurkan lidahnya seolah mengejek.
"Baiklah,kalau kakak nggak mau bagi uang lotre nya ,nanti aku kasih tau mama ,kalau kakak main lotre."Olan mengambil ponselnya untuk mengancam Alan .
"Eh,kamu mau ngapain?Alan merampas ponsel Olan .
"Ya ...mau bilang sama mama lah,kalau kakak main lotre!"ucap Olan sambil mempertahankan ponselnya.
"Bodoh!siapa juga yang main lotre?"
"ya itu tadi ,kakak yang bilang baru habis menang lotre."timpal Olan.
"Ya memang menang lotre,tapi bukan lotre main judi!"kata Alan .
"Memangnya main lotre ada berapa jenis?"tanya Olan kembali.
"Yang ini namanya menang lotre hati."Alan menunjukkan pesan dari ponselnya sambil mengedipkan matanya.
"Heh...aku belum selesai membacanya,"Olan menarik ponsel dari tangan Alan ."Ini sih belum 100% menangin Lotre nya,soalnya dia hanya menjawab dari ponselnya. Ibarat kata nih yah...belum akurat!"ucap Olan .
"Maksud mu belum akurat gimana?"tanya Alan kembali.
"Iya juga sih,"ucap Alan memanggut-manggutkan kepalanya dengan gaya bibir sedikit di Mayun kan.
"Aku tau!. Gimana kalau besok pagi ,kakak ulangi bilang sama si Anaya lagi ,kalau kakak cinta sama dia,sambil kasih dia setangkai mawar merah. Ya...kali aja dia mau ngakuin perasaannya langsung. "
"Waduh,itu artinya aku tidak jauh beda dengan Spongebob dong yang tergila-gila sama ubur-ubur!"Sambil menatap ke arah Olan adiknya itu.
"Yah sedikit!,"ucap Olan kembali dengan sedikit menyungging kan bibirnya."Eh ,tapi gak apa-apa juga lah. Yang penting itu kan penjelasannya."timpal Olan kembali untuk meyakinkan .
"Baiklah ,besok pagi aku akan mengulanginya lagi."ucap Alan.
"
Apa kau perlu bantuan ku lagi?"tanya Olan.
"Entahlah."Alan mengangkat kedua bahunya."Sebaiknya kita tidur saja sekarang.Aku tidak ingin besok pagi kita jadi terlambat bangun . Semoga saja malam ini cepat berlalu,tak sabar ingin menunggu besok pagi.
***
Malam telah berlalu,sang rembulan kini mulai perlahan bersembunyi menghindari kedatangan sang mentari .Disambut kicauan burung di sekitar vila dan suara seruan ombak yang tak jauh dari vila itu.
Ponsel Anaya berdering . Dia meraba-raba keberadaan ponselnya. Masih dengan keadaan setengah sadar ,dia mengangkat ponselnya."Ya ,halo ada apa?ucapannya dengan keadaan masih memeluk guling dan menempelkan ponsel itu di telinganya .
__ADS_1
"Apa kau belum bangun?,ayo bangunlah ,aku ingin bicara ,sekarang aku ada di depan pintu kamar mu ."ucap Alan .
Dia yang sudah berada di depan kamar Anaya terlihat sedikit gugup, namun masih melanjutkan niatnya untuk pernyataan cinta ronde ke 2 nya.
"Apa?kau ada di depan kamar ku?"
Seketika matanya melek, matanya yang tadi masih terasa berat serasa hilang secepat kilat. Dia langsung mematikan ponselnya,melompat dari atas tempat tidur dengan rasa panik."Aduh...bagaimana ini,apa yang harus ku lakukan?".
sejenak ia mondar-mandir sambil menggigit ujung kukunya untuk berfikir.
Tok...tok...tok
Alan mengetuk pintu kamarnya Anaya kembali .
"Ya ,sebentar aku mandi dulu."sahut Anaya dari dalam kamarnya.
Secepat kilat Anaya berlari ke kamar mandi untuk melakukan ritual pagi membersihkan diri dan dan setelah itu merapikan rambutnya dan memberi sedikit sentuhan bedak dan lipbalm di bibirnya.
Hampir 20 menit Alan menunggunya di depan kamar anaya.Sesekali ia berdecak karena sedikit bosan menunggu Anaya. Namun dia masih tetap berdiri menunggunya.
Tiba-tiba pintu kamar Anaya terbuka. Aroma parfum Anaya begitu lembut dan tidak terlalu menyengat. Dia terlihat manis dengan penampilannya yang hanya menggunakan t-shirt pink bermotif bunga dan rambutnya yang terurai .
"Maaf sudah membuatmu lama menunggu."ucap Anaya.
"Ah tidak apa-apa,"balas Alan tersenyum.
"Ayo silahkan masuk,"Mengajak Alan untuk duduk di kursi sofa putih yang ada di kamarnya."Sebentar ya aku pesan minum dulu,"ucap Anaya sambil menekan telepon yang tersedia di kamar vila itu.Setelah itu dia kembali duduk di sofa itu menunggu teh pesanannya.
"Oh ya Alan ,ada apa kamu datang sepagi ini ke kamar ku?"tanya Anaya .
"M....itu,....gimana cara ngomongnya yah?"Alan sedikit menggerutu karena bingung. Namun dia kembali mengumpulkan niatnya yang tadi hampir surut.
"Ya,kenapa..,?kok ,kamu kayak jadi ragu gitu ngomongnya?tanya Anaya .
"Nay...,sebenarnya aku kesini cuma mau bilang sekali lagi kalau aku mencintai kamu,dan aku hanya mau mendengar langsung jawaban dari mulut kamu,aku tidak ingin kau menjawabnya hanya lewat SMS saja."ucap Alan sambil mendekatkan posisinya ke samping Anaya .
"Aku...e...."Anaya masih sedikit gugup menjawabnya."Aku...juga mencintai mu!"ucap Anaya malu-malu,dan bergerak sedikit ke depan menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah dan terasa sedikit panik di sertai rasa deg-degan.
Mendengar jawaban Anaya ,Alan juga jadi tersipu malu ,rasanya dia ingin secepat kilat memeluk gadis itu. Namun dia masih mencerna kata-kata itu dengan debaran jantung yang berdetak semakin tak karuan.
ini gambaran suasana, saat Anaya juga mengakui perasaannya ke pada Alan.
Sesaat Alan masih menempelkan tangan nya di rahang sebelah kanannya ketika Anaya mengakui perasaanya.Setelah dia mulai mencerna kata-kata itu secara refleks tangannya memeluk Anaya dari belakang.
__ADS_1