Cinta Untuk Anaya Caroline

Cinta Untuk Anaya Caroline
BAB 13 Tentang perasaan


__ADS_3

Waktu dan takdir tidak dapat di atur sesuai keinginan kita,karena semua harus berjalan sesuai suratan takdir seseorang.Semua harus dijalani dengan senyuman meski itu terasa menyakitkan .Karena senyum itu merupakan syair dari hati dan jiwa yang tenang.


"Olan, darimana kamu tau tentang tempat ini,sungguh ini tempat yang sangat indah?" tanya Alan kepada adiknya itu yang masih sibuk menyetel gitarnya.


"Dari hatimu !"ucap Olan dengan nada datar.


"Wah...,sejak kapan kamu bisa menemukan hatiku?"tanya Alan lagi


"Sejak kamu jadi saudaraku ."


"Olan,aku tidak bercanda,aku serius!"ucap Alan dengan tatapan tajam


"Hehehe...dari seseorang yang dulu pernah aku cintai." ucap Olan dengan sedikit menghela nafasnya ,seolah tak ingin memperpanjang kalimat itu.


"Apa dia mantan kamu?"tanya Alan.


"Ia,tapi itu dulu!"sahut Olan.


"Wah,ternyata adikku ini punya mantan,aku pikir kamu itu jomblo abadi,terus kenapa putus?"tanya Alan .


"Karena dia harus pergi ke luar negri untuk melanjutkan studinya,dan dia juga tak ingin menjalani hubungan dengan status LDR."timpal Olan menjelaskan .


"Lalu kenapa kamu tidak mengejarnya?kan kamu bisa juga pindah kuliah ke luar negeri."


"Apa kakak pikir aku ini Spongebob yang selalu setia mengejar ubur-ubur tanpa kenal lelah?"ucap Olan dengan nada sedikit kesal.


Mendengar kata-kata Olan barusan membuat Anaya merasa geli sampai pada akhirnya dia tidak mampu untuk menyembunyikan tawanya ,dan tak sadar bahwa dunia ini milik bersama,bukan hanya miliknya seorang.


Kedua lelaki itu kini menatap wanita yang berada diantara mereka itu dengan tatapan heran seolah tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi pada gadis itu.


Sampai pada akhirnya Anaya berhenti tertawa menyadari tatapan kedua laki-laki yang di samping nya.


Kemudian secara spontan dia mengatupkan tangannya tepat di bibirnya .


"Ada apa?kenapa kalian berdua melihatku seperti itu?"tanya Anaya dengan wajah yang mulai merah merona seperti sebuah tomat.


Apalagi dengan tatapan Alan yang seolah menusuk jantungnya hingga ia tidak mampu mengontrol suasana hatinya .


"kamu sendiri kenapa tertawa?"tanya Olan menimpali.


"karena kamu bilang kamu tidak ingin seperti Spongebob"jawab Anaya.


"Hemp,memang sesuai kenyataan kan?cinta itu tidak perlu harus di kejar sampai ke ujung dunia,karena jika memang sudah di takdirkan untuk saling memiliki pasti akan kembali,cukup hanya dengan tetap bertahan di kesetiaan hatimu dan jangan pernah mengkhianati rasa itu dengan mencari tumbal pelampiasan hati yang haus akan sebuah kerinduan terhadap orang tersebut."ucap Olan mantap.


"Wah...,sungguh kata-kata yang romantis dengan sedikit puitis, kenapa kamu tidak jadi seorang author saja ?"tanya Alan.


"Nggak ah,aku lebih senang dengan meluapkan segala perasaan ku lewat lagu dibandingkan jadi seorang penulis."ucap Olan .


"Hemp ...baiklah,pantas saja kamu selalu fokus pada gitar mu ini,huh ...!seperti orang yang tidak memikirkan masa depan saja."ejek Alan.


"Bilang saja kalau kakak itu cemburu !"ketus Olan.


"Cemburu?,untuk apa aku harus cemburu padamu?"ucap Alan kembali.


"Karena aku termasuk dalam kategori pria romantis,karena aku ahli bernyanyi dan bermain gitar.Bukan seperti kakak yang selalu fokus dengan kerja kerja kerja,sudah seperti pak Jokowi saja."kata Olan mengejek kakaknya itu.


"Heh...,siapa bilang aku tidak pandai bermain gitar dan bernyanyi,aku bisa kok!"


kata Alan berusaha untuk membela dirinya sambil menarik gitar itu dari Olan.

__ADS_1


"Ah masa?aku bahkan tidak pernah melihat kakak bernyanyi dengan gitar."


kata Olan tidak yakin.


"kamu mau aku mainkan lagu apa?"tanya Alan percaya diri.


Kini Anaya hanya sebagai pendengar diantara dua pria yang sedang beradu kehebatan itu.


"Lagu apa ya?,Anaya kamu deh yang request."


Pinta Olan kepada Anaya.


Anaya sempat kaget mendengar ucapan Olan yang kini melibatkan dirinya


"Hah..aku?kenapa bertanya kepada ku?"kata Anaya dengan mimik wajah bingung.


"Ah...,ya sudahlah, tak ada gunanya bertanya kepadamu,lihat dan dengarkan baik baik ya,di larang baper !"


Kata Alan kepada adiknya itu.


Kini mata Anaya dan Olan mulai tertuju pada Alan yang akan memainkan gitar itu.


"Eh tunggu dulu,katakan dulu kakak mau nyanyikan lagu apa?"


ucap Olan menghentikan Alan yang hampir saja memulai nada suaranya.


"Lagu terbarunya Tri uaka,cinta terpendam ."


jawab Alan lalu memulai memainkan gitar di tangan nya.


Berapa lama ku harus memikirkan mu


Wahai Dinda,yang kini


Namun bibit-bibit cinta


Begitu saja muncul di pikiran ku.


(Alan bernyanyi sambil menatap wajah Anaya)


Setelah dia meninggalkanmu


Ku kembali menghiasi dengan


Mimpi-mimpi yang kau rangkai indah


Bawalah jauh kedalam cinta


reff:


Oh Tuhan


Berikan ku kesempatan sekali lagi


Untuk mengungkapkan rasa


Yang dulu ku pendam


Apakah mungkin akan terungkap

__ADS_1


Oh tuhan


Berikan ku kesempatan


Untuk mengungkapkan rasa


Yang dulu ku pendam


Apakah mungkin akan terungkap.......


Anaya sempat terpesona dengan Alan,bahkan gadis manapun pasti akan merasakan hal yang sama bila melihat dan mendengar suara Alan saat itu.


"Saat bersama seperti ini....seakan dunia ini terasa didalam sebuah harmoni yang sempurna,bahkan rasanya aku tak ingin melewatkan saat-saat ini walau hanya sedetik saja.karena aku merasakan kenyamanan di balik mata milik mu itu.andai saja kamu tau yang sebenarnya tentang perasaan ku yang berharap dan haus akan cintamu,maka aku akan memberikan seluruh cinta yang tulus ini hanya untuk mencintaimu ,namun aku masih sadar siapa diriku saat ini."


Anaya menatap lekat mata Alan yang seolah mengisyaratkan perasaannya didalam sebuah kebisuan.


"Wah...,ternyata kakak pandai juga main gitar,aku pikir keahlian mu hanya di bidang bisnis,ternyata kakak itu lebih dari yang aku pikirkan.Lihatlah kak...,Anaya saja sampai menganga melihat penampilan mu itu."ucap Olan sambil mengejek Anaya.


"Hah?kenapa harus dengan aku?"


tanya Anaya dengan wajah memerah menahan malu.


"Karena sejak dari tadi kamu fokus melihat wajah tampan kakak ku ini,apa kamu menyukai kakak ku ini?"


tanya Olan sambil mengedipkan mata kirinya.


Mendengar kata-kata itu itu, sontak membuat Anaya gelagapan menjawab pertanyaan Olan .


"Ah ..tidak... tidak,aku...aku..."ucap Anaya bingung mau melanjutkan perkataannya.


"Anaya ,kau terlihat seperti seorang pencuri yang ketahuan mencuri barang seseorang!tapi kali ini tenanglah, kami tidak akan melaporkanmu ke polisi kok,Karena tak ada undang-undang yang menghukum mereka para pencuri hati seperti dirimu"ejek Olan kepada Anaya sambil tersenyum.


Kini Alan dan Olan mulai tertawa terbahak-bahak karena godaan Olan kepada Anaya .Merasa menang dengan ucapan itu.Namun beda halnya dengan Anaya,justru dia sangat malu saat ini.


Andai saja bisa lari dari tempat itu mungkin dia akan lari secepat mungkin.Namun apa daya saat dia hendak mengambil ancang-ancang untuk berlari Alan justru menarik tangannya kembali duduk di tengah-tengah kedua lelaki tampan itu.


"Hei...!kamu mau kemana?tetaplah duduk di sini dan jangan mencoba untuk kabur!"


ucap Alan sambil menarik tangan Anaya .


Cukup lama Alan memegang tangan mungil milik Anaya sampai akhirnya Olan mengejeknya .


"jeng...jeng!!!,wah kak Alan sepertinya kakak menikmati sentuhan tangan mungilnya Anaya ,aku mau juga dong...!


Goda Olan kepada kakaknya,sambil tertawa terbahak-bahak.


"Eh...,maaf."Kata Olan langsung melepas genggaman tangannya dari tangan mungil dan lembut itu.


DEG....DEG....DEG...


jantung Alan berdegup kencang.


Kini gilirannya yang merasa canggung dan gugup.Bahkan wajah putih tampan nya itu kini mulai merah tak karuan.


"kak Alan...,ada apa dengan telingamu?sepertinya aku melihat asap yang keluar dari telingamu yang memerah itu."ucap Olan mengejek kakaknya itu.


Anaya dan Olan tertawa terbahak-bahak.


Kini seolah hati Anya tak ingin waktu ini berputar lebih cepat .Andai saja saat-saat seperti ini bisa dia rasakan setiap saat.Terlihat jelas di wajahnya kebahagian itu.

__ADS_1


"Terimakasih ya Allah untuk kebahagiaan yang engkau berikan saat ini" .


Batin Anaya sambil sesekali memandang wajah kedua laki-laki yang di sampingnya.Hingga pada akhirnya mereka bersama-sama menyaksikan indahnya pemandangan sunset di ufuk barat pantai Kuta itu.


__ADS_2