
Anaya,Alan dan Olan tiba di area vila sebelum menjelang malam.
Mereka langsung pulang usai menyaksikan keindahan panorama sunset yang di suguhkan pantai Kuta .
"Pak Alan..."
Seseorang memanggil Alan saat mereka berada di depan meja resepsionis itu.
Mereka semua menoleh melihat seorang wanita di balik meja resepsionis yang memanggil nama Alan.
"Ya ,ada apa?"
Ucap Alan sambil berjalan mendekati wanita itu.
"Pak,tadi pagi ada seorang wanita yang mencari-cari bapak,dia hampir saja membuat keributan di tempat ini."
Wanita itu mulai mencoba menjelaskan semua kejadian yang terjadi pagi itu.
"Ha..ha..ha,itu pasti si Keysa alias sikadal !"
Ucap Olan dengan nada mengejek.
"Lalu kemana wanita itu pergi ?"tanya Alan kepada resepsionis itu.
"Dia sudah kembali ke Jakarta pak,tadi setelah saya bilang bapak sudah kembali ke Jakarta ,dia langsung mengamuk dan pergi kembali menyusul bapak ke Jakarta."
"Baguslah kalau wanita itu sudah pergi,ini ada bonus untuk mu."
kata Alan sambil memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan kepada wanita itu.
"Ah ,tidak perlu pak. Itu sudah kewajiban kami untuk membuat kenyamanan tamu utama di vila ini."
kata wanita itu sambil menolak uang yang di berikan Alan kepadanya.
"Sudahlah mbak ,diterima saja uangnya, jarang-jarang loh kak Alan memberikan bonus untuk orang yang sudah membantunya,sedangkan aku saja yang sudah menolongnya satu harian untuk melepas jabatannya sebagai buronan wanita itu tidak dapat apa-apa."
ucap Olan ,seolah dia mengeluh akan keadaannya yang selalu harus siap siaga seperti tim BASARNAS untuk menolong Alan kakaknya itu.
"Olan apa kamu sedang hitung-hitungan terhadap kakak mu ini?"
kata Alan menatap tajam wajah adiknya itu.Hingga membuat nyali Olan menciut untuk melanjutkan ucapannya kepada resepsionis itu .
"Oh, tidak kakak ku yang tampan dan baik hati.Aku hanya ingin membantumu agar si mbak yang cantik dan baik hati ini mau menerima bonus yang kakak berikan itu."
kata Olan ,berharap jawabannya kali ini tidak akan membuat kakaknya itu semakin kesal.
"huh.....semoga alasan ku kali ini ,tidak membuatnya kesal,karena kalau tidak maka habislah aku nanti."
"Baiklah ,kali kamu juga akan dapat bonus.Ku beri kau satu permintaan."
kata Alan dengan mengangkat jari telunjuknya dan menatap adiknya itu.
__ADS_1
"Sudah seperti iklan rokok yang di tv saja,KU BERI KAU SATU PERMINTAAN,terus gucinya digosok dan permintaanya terkabul."
Kata Olan menirukan suara iklan rokok Djarum super76 itu.Dan menjulurkan lidahnya seolah mengejek iklan konyol itu.
"Ya sudah !kalau tidak mau,aku tarik kembali ucapan ku."
kata Alan sambil melangkah hendak meninggalkan area itu.
"Eh...,baiklah kak,aku hanya bercanda .Bagaimana kalau malam ini kakak mentraktirku dan Anaya untuk makan malam sambil menikmati suasana di pantai ?"
Kata Olan sambil menarik tangan kakaknya itu agar dia tidak melanjutkan langkahnya sebelum mengabulkan permintaannya.
"Tidak, permintaanmu sudah di batalkan ,jin nya sudah keburu masuk ke dalam guci nya."
Kini Alan kembali membalas ejekan Olan.
Mereka terlihat seperti anak kecil yang sedang berdebat.
"*M*ereka berdua ini terlihat menggemaskan,seperti inikah rasanya punya saudara?,andai saja aku memiliki saudara pasti rasanya akan lebih menyenangkan ".
kata Anaya di dalam hati.
"Maaf...Alan ,Olan saya kekamar dulu yah,rasanya badanku semakin gerah dan cacing di perutku sudah mulai berontak meminta jatah. Jika aku hanya melihat kalian berdua begini terus yang ada aku tidak akan jadi mandi dan akan kelaparan berdiri disini ."
Anaya melangkah hendak meninggalkan kedua laki-laki yang sedari tadi hanya memperdebatkan hal kecil.
"yah...,yah...,dia sudah pergi!"
"Heh bodoh!kamu mau kemana?"
Alan menarik tangan adiknya Olan yang hampir melewati kamar mereka untuk mengejar Anaya .
"Mau ke sana!"
Olan menunjukkan kamar Anaya .
"Apa?dasar gila !kamar kita di sini bukan di sana.Apa kau ingin masuk dan mengintip di kamar Anaya ?"
Alan menarik telinga Olan dan membawanya masuk menuju kamar mereka. Hingga Olan menjerit kesakitan dan telinganya kini menjadi merah karena di jewer.
"Aduh...sakit."
Olan mengelus-elus telinganya. Lalu dia duduk di sofa yang ada di kamar itu sambil menunggu Alan keluar dari kamar mandi .
"sudah ,sekarang pergilah mandi ,kita akan makan di restoran yang dekat vila ini saja."
Kemudian dia berjalan mengambil koper miliknya untuk mengambil baju bermotif warna blaster hitam dan putih dan memadukannya dengan jaket berwarna abu-abu.Lalu menyemportkan parfum di seluruh tubuhnya tanpa ada yang terlewatkan.Kini aroma parfumnya memenuhi semua ruangan kamar itu.
"wangi sekali."
Olan keluar dari kamar mandi dan menghirup aroma parfum yang memenuhi kamar itu.
__ADS_1
"wah...,kak Alan ,apa kakak menghabiskan satu botol parfum itu ke seluruh badanmu?"
"Memangnya kenapa?,aku tidak memakai satu botol,aku hanya memakai seperempatnya saja."
Lalu meletakkan parfum itu kembali di dalam koper miliknya.
"Aku rasa nanti bukan hanya Anaya yang akan pingsan mencium aroma parfum mu yang berlebihan itu,lalat dan nyamuk saja pun akan enggan mendekatimu atau bahkan tidak akan mau menghisap darahmu akibat aroma parfum mu itu."
Olan menghembuskan nafas dari hidungnya,karena menghirup aroma yang terlalu menyengat dari parfum itu.
"Sudahlah ,jangan kebanyakan mengoceh.Cepatlah berpakaian agar kita pergi makan malam,perutku sudah mulai keroncongan."
Kini mereka sudah keluar dari kamar ,lalu mereka berjalan menuju kamar Anaya untuk mengajaknya makan malam bersama.
Tok...tok...tok....
Olan mengetuk pintu berkali-kali.Namun tak ada yang menyahutnya.
"Sepertinya dia sudah pergi makan duluan,sekarang makan malam bersamanya sudah gagal. Itu semua karena kau terlalu lama berpakaian."
ucap Alan lalu berjalan meninggalkan Olan .
"Jadi ,bagaimana dong?"tanya Olan.
"Ya kita pergi cari makanlah,maksudmu apa kita akan berdiri disini terus menunggu Anaya ?"
"Baiklah,ayo kita ke tempat yang kakak bilang tadi."
Olan mengikuti langkah kakaknya Alan menuju sebuah restoran seafood di depan vila itu.
Anaya juga berada di restoran itu,kini dia sedang memegang sebuah buku menu yang di sediakan di setiap meja di restoran itu. Dan memesan sup kepiting beserta sayur brokoli tumis pedas.
Kini Alan dan Olan sudah berada di pintu restoran itu.Mereka mengamati kursi yang paling tepat dan nyaman untuk di tempati.
Hingga pada akhirnya bola mata Olan berhenti melihat sebuah meja nomor8.
Disana Anaya sedang duduk sambil memberikan nama menu pesanannya kepada pelayan di restoran itu.
"kak Alan ,coba lihat wanita yang di meja nomor 8 itu,pucuk di cinta, ulam pun tiba."
kata Olan sambil menepuk pundaknya Alan dan mulai berjalan menuju meja itu.Tak ingin kalah dari adiknya itu,kemudian Alan juga mempercepat langkahnya agar dia lebih dulu sampai di sana dan duduk tepat di samping Anaya.
Mereka berlari untuk merebut kursi di dekat Anaya .Alan yang lebih dulu mendapatkan kursi itu.Tetapi Olan tak mau kalah dengan kakaknya itu. Dia menarik kursi itu saat Alan hendak duduk di dekat Anaya ,sampai akhirnya Alan terjatuh dan Olan jadi pemenang yang menduduki kursi itu.
"BRUK..."
"Aduh, sakit ."
Alan mengeluh kesakitan dari bawah meja.
Melihat kakaknya terjatuh di bawah lantai ,membuat Olan jadi tertawa melihat kekalahan kakaknya itu .Semua mata yang ada di restoran itu kini tertuju ke pada penghuni meja nomor 8 itu.
__ADS_1