
"DEAR DIARY
Aku tak tau entah apa yang aku rasakan saat ini,namun saat pertama kali melihatnya ,aku merasakan sesuatu ada yang aneh dengan hatiku.Tatapan matanya membuatku seolah hanyut dalam sebuah petualangan misteri yang membuatku merasa nyaman .
Untuk pertama kalinya aku tidak mencari kebahagiaan yang sempurna,karena saat ini sepertinya semua itu terjadi tanpa adanya proses settingan .
Jantungku berdegup kencang tak karuan disaat aku berada di dekatnya, entah apa yang dinamakan dengan perasaan ini.
Ataukah ini yang dinamakan dengan cinta pandangan pertama? entahlah....apakah aku jatuh cinta kepadanya atau bahkan berharap untuk jadi pemilik hatinya.
Ya mungkin itu hanya mimpi ,tapi sekali pun itu hanya sebatas mimpi ,aku bahkan tidak rela untuk bangun dari mimpi indah itu.
Atau terlalu naif juga bila aku mengatakan tidak pantas untuknyatetapimenginginkannya.
Mencintai nya adalah suatu kebahagiaan tersendiri untukku,bahkan di setiap doaku pun aku menyebut namanya berharap Tuhan akan mengabulkan doaku .
Memikirkannya membuatku seakan mabuk kepayang ,terbang ke angkasa mengitari indahnya warna pelangi hingga rasa yang terpendam itu semakin hari membuat dada ku terasa sesak.
Andai saja ada klinik yang dapat menetralkan hati orang yang sedang jatuh cinta ,maka aku akan pergi ke klinik itu dengan biaya jalur umum.Karena aku yakin BPJS pun tidak akan menjamin pengobatan untuk diriku yang sedang di mabuk cinta.
Andaikan saja Alan tau tentang cintaku dan perasan ini yang semakin hari semakin menyesakkan dada ini, mungkin dada ini akan terasa longgar,tetapi aku tidak untuk berharap lebih karena cinta yang tulus itu tidak harus mendapatkan imbalan.
I💟 Alan
#Anaya caroline😍
Ini lah sifat Anaya .Dia selalu melukiskan segala perasaannya lewat kata katanya dalam buku diary miliknya.Karna terkadang mengungkapkan segala uneg-uneg dalam buku diary itu lebih aman di bandingkan harus bercerita kepada seseorang yang suatu saat dapat membongkar rahasia kita .
"Selesai."
Kata Anaya sambil tersenyum melihat buku diary yang baru ditulisnya.
kemudian dia memasukkan diary itu kembali ke dalam tas yang selalu di bawanya kemanapun dia pergi.Kemudian ia masuk kedalam selimutnya dan mulai memejamkan matanya hingga terlelap dalalam buaian mimpi indah nya.
**Anaya berangkat ke kantor.
Sesampai di kantor dia langsung mengeluarkan berkas berkas dari tasnya dan mulai mengerjakannya satu persatu dengan teliti.
Sementara di ruangan lain Alan mendapat telepon dari seseorang.
"Ya ,halo ada apa Olan,aku sedang sibuk ,berbicaralah seperlunya saja jika ada yang penting ,kalau tidak aku akan mematikan ponselnya,"kata Alan .
"Eits tunggu dulu ,santai dong...aku cuma mau ngasih tau kalau katanya di acara GO di Bali nanti si Keysa akan datang,dia akan pulang dari newdelhi untuk menghadiri acara itu,katanya dia mau kasih surprise buat kamu untuk kesuksesanmu dengan membuka kantor cabang yang baru."kata Olan.
"Ah serius? kamu gak bohong kan?"tanya Alan kembali.
"Ya enggak lah,barusan si dia kirim pesan ke ponsel ku,dia tanya warna apa kesukaan kamu ,terus aku jawab aja kalau kamu suka warna merah muda alias pink."jawab Olan
"Apa?dasar gila !emang kakak mu ini perempuan yang menyukai warna pink?"sahut Alan kesal
"Ya mana aku tau kamu suka warna apa,saat itu aku lagi pegang bunga mawar pink yang ada di taman rumah,ya sudah aku langsung bilang saja warna pink ke si kesya ,"kata Olan.
"Dasar bodoh!tapi ya sudah lah ,asalkan dari Keysa aku pasti senang menerimanya."kata Alan sedikit tersenyum lalu langsung mematikan ponselnya.
Dia mondar mandir di ruangannya antara gelisah namun bahagia.Keysa adalah cinta terpendam Alan sejak duduk di bangku kuliah. Namun dia tidak berani mengungkapkannya.Sampai akhirnya Keysa berangkat ke newdelhi .Dan dia tidak pernah berkomunikasi dengan Alan lagi. Alan sambil berfikir untuk mencari cara .
"Yah...,aku tau mungkin aku bisa latihan dulu,tapi dengan siapa ya?"
kata Alan berbicara sendiri sambil berfikir mencari-cari nama orang yang akan di jadikannya sebagai Keysa bohongan.Biar nanti saat bertemu Keysa dia tidak grogi lagi.
"Aduh,bagaimana ini? Keysa sudah kembali ,kali ini aku akan memberanikan diri untuk mengungkapkannya,tapi bagaimana caranya ?"kata Alan.
__ADS_1
"Anaya ,yah Si Anaya ,aku akan memanggilnya keruangan ku."
kata Alan mantap sambil menekan tombol telepon kantor yang ada di depannya .
"Anaya ,tolong keruangan ku sekarang ."
kata Alan dan langsung menutup telepon nya.
beberapa saat kemudian Anaya mengetok pintu.
Tok tok tok
"Ya silahkan masuk."
Alan langsung berdiri menyambut kedatangan Anaya lalu menutup pintu ruangannya.
"Anaya ,aku ingin mengatakan sesuatu kepada mu."
kata Alan sambil memegang pundak Anaya dan memandang mata Anaya dengan penuh sebuah harapan yang pasti.
"Iya pak,bapak ngomong aja."
sahut Anaya dengan perasaan gugup.
"Nay...,saat ini ,aku ingin mengungkapkan perasaanku kepeda seseorang yang peduli dengan ku,yang bisa mengerti dengan perasaan ku,dan mencintaiku tulus apa adanya bukan karena materi yang aku miliki,dan aku aku memilih mu karena aku yakin hanya kamulah wanita yang ku butuhkan saat ini,mungkin pertemuan kita masih terbilang seumur jagung ,tapi cinta yang tulus itu tidak membutuhkan batas ukuran waktu seberapa lama aku mengenal mu,cukup bagiku hanya untuk merasa nyaman dan merasakan cinta tulus dari mu.Aku mencintai mu..."
kata Alan sambil menyentuh pipi mulus Anaya ,untuk meyakinkan kalau kata-kata nya sudah mantap.
"Dag dig dug...
Suara jantung Anaya hampir terdengar Alan karena jarak antara mereka saat ini hanya sebatas 1 cm.Karena Alan mulai mendekat kan wajahnya ke arah wajah Anaya hingga hidung Alan hampir menyentuh hidung mancungnya Anaya. Anaya hampir terlarut dalam manisnya kata kata itu.dia merasa seakan masih bermimpi.Di cubit nya tangannya seakan dia memastikan bahwa ia tidak sedang bermimpi.
kata Anaya di dalam hati.
"Bagaimana Nay? "tanya Alan
"Apa yang bagaimana pak?"
kata Anaya berpura pura.
"Akting ku tadi,apakah akting ku tadi sudah seperti romantisnya James Reid?aku akan mengatakan kata kata itu nanti di saat acara GO di Bali nanti ke Keysa."
Kata Alan tersenyum manis dan berjalan menuju kaca jendela ruangannya.
Mendengar kata kata Alan seketika hatinya Anaya hancur berkeping keping .Tadinya dia mengira kata kata Alan itu untuk dirinya.Ternyata untuk keysa.Rasanya ia ingin menangis tapi dia masih mencoba tegar dan berusaha untuk tersenyum menutupi rasa sakit hatinya.
"Wah kata kata yang romantis pak,pasti mbak Keysa akan senang sekaligus akan menjadi wanita yang paling bahagia nanti di acara itu."
Kata Anaya kepada Alan .
Padahal di dalam hatinya dia sangat terluka dengan sikap Alan yang menjadikannya bahan percobaan.
"Pak apa masih ada yang lain,saya ingin kembali keruangan saya karena pekerjaan saya masih menumpuk pak."
kata Anaya berusaha untuk menghindar,agar ia tidak semakin sesak karena hatinya yang hancur saat ini.
"Oh silahkan,"
kata Alan dengan wajah yang tidak bersalah.Kemudian Anaya masuk keruangan nya dengan linangan air mata. Stevan melihat Anaya yang meneteskan air matanya.
"loh ,kamu kenapa nay,kok nangis?"
__ADS_1
tanya Alan.
"CK...ah ...aku gak nangis kok,ini mataku kelilipan."
balas Anaya sembari menyeka air matanya.
"Serius kamu gak apa-apa?,pak Alan gak marahin kamu kan?"
"iya lagian kenapa pak Alan marah sama ku?,kamu ada ada saja."
kata Anaya sambil menyembunyikan perasaan nya.
Hari itu merupakan hari yang menyakitkan bagi Anaya .Dia tak menyangka kalau hatinya akan terluka sesakit itu.Tapi meskipun seperti itu kenyataan nya dia masih tetap menyimpan rasa cintanya dalam ke Alan .
Hari telah berganti .Sinar mentari yang tadinya memberikan sebuah harapan kini telah berganti dengan malam yang di sambut kegelapan,seperti suasana hati Anaya saat ini.Namun ia hanya mampu mengungkapkan perasaannya lewat rangkaian kata katanya dalam buku diary nya.Dia mulai menuliskan rangkaian kata-kata dengan pena yang menari- nari di atas kertasnya dan meneteskan air matanya.
***Dear diary
Seakan rasanya tubuh ini letih berjalan Menyusuri arah yang tidak menentu
Bahkan waktu pun seakan tidak memberikanku ribuan detik
Untuk mencoba mempertahankan perasaan yang terpendam ini.
Bahkan kaki ini pun rasanya enggan
Untuk melangkah
karena semakin aku mengejar cintamu
kamu semakin jauh.
Dalam kebisuan aku masih merindukanmu dan menginginkan mu
Tetapi kenapa kamu malah menjadikanku sebagai percobaan untuk mengungkapkan perasaan mu.
Sakit rasanya dada ini
Hingga membuat ku
Kehilangan kendali untuk bernafas
Karena luka yang kamu ucapkan itu Menyayat hati ku setajam silet dan Meninggalkan luka yang menganga.
Andai aku bisa berlari dari kenyataan ini.
Aku pernah berharap
Dan menaruh cinta yang tulus untuk mu t
Tapi cinta mu justru untuk yang lain.
Tuhan bila memang dia hanya mimpi bagiku Aku rela untuk tidak Bagun dari mimpi itu.
karena aku takut di saat aku bangun
Mentari pagi akan menyambut ku
Dengan rasa sakit kehilangan mu. 😭😭😭
#Anaya Caroline.
__ADS_1