Cinta Untuk Aurora

Cinta Untuk Aurora
BAB 38


__ADS_3

Pesta pertunangan dan ulang tahun Ara berjalan lancar. Hari demi hari Devan dan Ara lalui bersama, hubungan mereka semakin hangat. Proses saling mengenal dan mengerti satu sama lain juga sejalan mereka lalui. Bertengkar kecil, kemudian berbaikan lagi, saling diam yang akhirnya juga saling merindukan, Devan sangat membutuhkan Ara begitu pun sebaliknya. Jangan ditanya saat mereka ada sedikit permasalahan asmara seseorang yang berakhir mengenaskan tentu adalah Rudi.


Ketika seorang Mahendra Devan Sanders sedang dalam keadaan kacau hatinya, segunung pekerjaan jatuh kepada asisten pribadinya, dan semua yang dilakukan oleh Rudi dia anggap salah dan kurang tepat. Seperti suatu ketika Devan cemburu karena merasa di abaikan oleh Ara saat mereka sedang berbelanja bersama kemudian Ara tak sengaja bertemu dengan kakak senior semasa kuliahnya, dan kemudian Ara berbincang seru menggenang kisah mereka hanya sebatas kisah junior dan senior saja. Setelah itu Ara diabaikan oleh Devan, tak mau bertemu meski dia sangat merindukan karena masih kesal dengan Ara. Sampai pada akhirnya Ara ke kantor Devan mengantarkan makan siang untuk permintaan maaf Ara, karena Ara sudah sadar jika sudah menyakiti hati Devan secara tak langsung. Tapi Devan masih tetap tak mau menemui Ara dan tak mau menyentuh kotak bekal yang diberikan Ara, sehingga Rudi lagi yang mengalah untuk menjadi seorang korban.


“Serius ini Dev, makan siang dari Ara enggak mau kamu makan?” tanya Rudi.


“Hemmm!!” Devan hanya menjawab singkat.


“Ya sudah biar aku saja yang makan, makanan dengan aroma dan tampilan selezat ini mana boleh dibiarkan terbuang mubazir di tong sampah.” Ucap Rudi memanas-manasi, dan sukses membuat Devan melirik kotak bekal dari Ara.


“Tutup dan letakan lagi kotak itu Rud, atau kamu mau aku kirim ke kantor yang ada di Afrika sekalian kamu ketemu onta di sana?” ancam Devan.


“Eehh Devan sejak kapan onta ada di Afrika siihh, jerapah kali Dev!!”


“Sejak nanti aku kirim kamu ke sana sekalian gembala tuh onta- onta di sana, mau?”


“Eeehh si bos ancamannya enggak seru niih, tuuhh sudah ku tutup dan letakan lagi sesuai perintah.” ucap Rudi sambil meletakkan lagi kotak bekalnya dan melihat Devan yang kembali fokus dengan laptopnya.


“Jadi mau dimakan enggak niihh Dev, klo enggak buat aku saja kebetulan lapar sekali.” tanya Rudi yang dijawab lirikan mata Devan yang melotot hampir lepas dari kelopak matanya.


“Iya dehh iyaaa, enggak sentuh lagi. Lagian nih ya kalau rindu tuh udahan acara cuekin Ara nya, lama-lama bukan cuma kotak makannya yang hilang tapi seorangnya juga ikut hilang diambil orang, kan Ara juga sudah minta maaf, dia tahu di mana letak kesalahannya.”


“Mudah kalau Cuma ngomong Rud, keselnya di hati itu loh yang bikin hiiiihhhh banget.” jawab Devan.

__ADS_1


“Ya mungkin aku memang belum pernah menghadapi kisah asmara seperti kalian, tapi sepertinya kamu harus segera berbaikan dengan Ara, karena sebenarnya Ara banyak yang menginginkan.”


“Ya ya ya baiklah, nanti sepulang dari kantor aku akan bertemu Ara untuk membicarakannya, sana lanjutkan pekerjaanmu Rud.”


“Baiklah, jangan lupa dimakan ini makanan nya” pesan Rudi.


“Dasar bos tukang ngancam, ngeri lah kalau benar-benar di kirim ke Afrika bisa makin jones yang ada.” batin Rudi sambil berjalan keluar dari ruangan Devan.


Rudi hampir masuk ke dalam ruangan dan ponselnya berdering yang menandakan ada informasi baru, dan benar. Setelah mendengarkan ucapan dari seseorang di seberang ponsel, Rudi bergegas menuju laptop yang ada di mejanya dan segera membuka file yang dikirim oleh seseorang yang meneleponnya.


“Shiiiiittthhhh!!!!”


“Kenapa wanita ular ini bisa muncul muncul di sini saat ini, Devan harus segera tahu semua ini, aku yakin dia pasti belum mengetahui semua ini.” monolog Rudi yang masih memperhatikan layar laptopnya.


“Selamat siang Kek, ini Rudi.”


“Iya nak, ada apa tidak biasanya kamu menghubungi kakek saat masih jam kantor, ada yang gawat kah nak?”


“Kakek paling tahu ternyata, ini soal Devan kek, baru saja Rudi menerima laporan dari para bawahan jika wanita ular itu sudah berada di kota ini kek, Rudi khawatir akan merusak hubungan Devan dan Ara, bagaimana menurut kakek?”


“Tenang dulu nak, jika menghadapi wanita itu kita harus hati-hati karena orang di belakangnya juga cukup kuat untuk membantunya. Kamu fokus dengan situasi di sekitar Devan dan Ara saja, nanti kakek akan pikirkan langkah selanjutnya untuk membantu.”


“Baik kek Rudi mengerti, kakek jangan lupa makan siang dan minum vitaminnya ya!”

__ADS_1


“Iyaaa iya iya kakek ingat itu, segera lanjutkan pekerjaanmu sebelum dikirim ke Afrika oleh bosmu, hahahaha!!”


“Kakek dan Devan sama saja, baiklah selamat siang kek.” Rudi mengakhiri panggilannya.


Rudi segera membereskan sisa pekerjaannya yang masih menumpuk untuk diselesaikan dan segera memberikannya kepada Devan untuk ditandatangani, sekaligus melaporkan berita terbaru tadi. Dan sampailah Rudi di ruangan Devan lagi, nampak kotak makan yang sudah kosong di atas meja juga wajah Devan yang sudah secerah sore ini.


“Selamat sore Tuan, sepertinya habis menang project baru, cerah banget ini ruangan.” sapa Rudi yang sekarang semakin terbiasa untuk meledek Devan.


“Memang Rud, dan project itu kamu yang akan urus nanti.”


“Siap laksanakan!!! Tapi di kota mana itu?”


“Di Afrika Rud!!! Ada apa lagi sore-sore masih juga kemari, pulang sana!”


“Tetap ngeri banget siiihhh.” batin Rudi.


“Aaahh enggak, ini file untuk rapat besok juga laporan yang harus kamu tandatangani.”


“Itu saja? Letakkan dulu di sini nanti saat akan pulang akan aku cek dan tandatangani.


“Baiklah, juga mau beritahu jika wanita ular yang dulu dia sedang berada di kota ini, aku harap kamu selalu baik-baik saja bersama Ara.” jelas Rudi yang membuat Devan terkejut bukan main.


#Mohon dimaafkan karena lama tidak update 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2