Cinta Untuk Aurora

Cinta Untuk Aurora
BAB 9


__ADS_3

Hari ini akhir pekan dan Ara meminta ijin kepada mamanya untuk keluar berbelanja dan bersenang-senang. Tetapi dia bingung akan bersama siapa dia bersenang-senang. Dan Ara masih di kamar mamanya.


“Ara bingung ma.”


“Bingung kenapa sayang, bukankah kamu akan berbelanja dan bersenang-senang?”


“Ya Ara bingung ma, siapa yang akan menemani Ara.”


“Memang Ara mau mama temani ke mall?”


“Memang mama mau temani Ara?” Tanya Ara balik.


“Kamu ini bagaimana sih Ra mau apa nggak? Kalau nggak mau ya kamu keluar sendiri saja sana.”


“Iiisshh mama, bolehlah mama temani nggak enak tahu ma kalau nge-mall sendirian.”


“Ya sudah, nanti kita belanja sekalian untuk kebutuhan rumah ya.”


“Yaaahhh mama bakal bawa banyak barang dong”


“Nanti Ara temani mama dulu belanja kebutuhan rumah, baru mama temani Ara untuk belanja kebutuhan Ara, bagaimana?”


“Baiklah ma, daripada Ara sendirian, tapi kita bawa pak Amin sekalian ya ma, jadi setelah mama belanja, belanjaan mama biar dibawa pak Amin ke mobil, kita lanjut jalan lagi.” Ide Ara agar tak dia terselamatkan dari tugas membawa banyak belanjaan mamanya.


“Ya ya yaa terserah Ara.”


“Ma Ara boleh tahu bagaimana dengan teman-teman Ara saat itu?”


“Mama tak tahu menahu tentang itu sayang, semua kakek yang urus, siapa suruh mereka macam-macam dengan cucu kesayangannya.”


“Padahal Ara ingin membalas mereka sendiri Ma.”


“Buat apa sayang, memang dengan cara seperti apa kamu membalasnya?”


“Belum tahu Ara ma, cara seperti apa untuk membalas mereka.”

__ADS_1


“Naahh ya sudah, Ara tak perlu pikirkan itu lagi, semua sudah di urus kakek, lebih baik sekarang Ara bersiap dan kita pergi berbelanja.”


“Siap ma, Ara pergi ke kamar dulu yaa.” Ucap Ara yang kemudian beranjak keluar dari kamar mamanya.


Setelah bersiap mereka berdua akhirnya berangkat juga menuju Mall. Tak butuh waktu lama untuk perjalanan mereka. Setelah menurunkan mereka di pintu depan mall, pak Amin segera memarkirkan mobil dan menunggu telepon dari Mayra untuk mengambil belanjaan.


“Mama pilih bahan-bahan untuk dapur, Ara akan bantu mama ambil barang lainnya.” Ucap Ara membagi tugas.


“Baiklah, kalau Ara sudah selesai cari mama di tempat ikan dan daging, karena mama akan berakhir disana.


Mama memang selalu membeli ikan dan dan daging di minggu pertama awal bulan, dan untuk hari-hari berikutnya, mama menyerahkan tanggung jawab belanja dapur kepada bi Inah, yang lebih suka belanja di pasar tradisional karena bisa ditawar.


Ara mengambil barang-barang yang telah dituliskan mamanya dalam daftar yang dia pegang. Hingga sampai di tempat kumpulan tissue-tissue, Ara mencari dimana tissue yang biasa digunakan di rumah, ternyata berada di rak atas dan Ara tak dapat menjangkaunya.


“Iiisshh kenapa harus setinggi itu sih mereka taruh tissue nya.” Gerutu Ara yang masih terus berusaha menjangkau.


Dari kejauhan sosok Devan yang kebetulan disana melihat gadis yang kesulitan menjangkau tissue itu, dia berjalan mendekat dan membantu mengambilkannya.


“Ini tissue mu.” Sambil memberikannya kepada Ara


“Kamuuuu!!” ucap Devan terkejut juga.


“Maaf kak siapa yaa? Apa kita pernah bertemu?” ucap Ara tenang padahal rasanya dia sudah ingin kabur saja.


“Kamu Ara gadis yang di Club malam itu, yang menganggapku seperti pria malam dan meninggalkan sepucuk surat dan beberapa lembar uang kan!!” jelas Devan.


“Astaga mampuuuusss gue!!” batin Ara.


“Maaf kak mungkin anda salah orang, permisi, terima kasih bantuannya.” Ucap Ara yang masih menjaga ketenangannya segera meninggalkan tempat itu dan mencari mamanya.


“Eeeehhh tunggu heeeii nonaaa!!” teriak Devan sambil mengejar tapi dia kehilangan jejak lagi karena troli belanja yang dia bawa.


“Aaaahh siall!!! Kemana gadis tadi, gara-gara troli ini aku kehilangan jejaknya lagi.” dengus Devan kesal. Dengan suasana hati kesal dia melanjutkan belanjanya yang belum selesai.


“Ma mama haaah haaah haah!!” Ara memanggik mamanya dengan terengah-engah.

__ADS_1


“Hei sayang kamu kenapa, kenapa sampai terengah-engah seperti dikejar pencuri gitu.”


“Tak apa maah, Ara hanya ingin segera ke toilet mah tak tahan jadi Ara berlari sambil mendorong troli ini.” Ucap Ara beralasan.


“Astaga Ara kebiasaan bener sih seperti itu, ya sudah sana buruan ke toilet, mama tunggu disini sambil memilih daging.”


“Iya ma tunggu Ara ya.” Ucap Ara segera mencari toilet untuk menyembunyikan dirinya sebentar.


“Aahh lebih baik aku panggil pak Amin untuk membantu membawa barang-barang ini.” monolognya sambil mengeluarkan handphone dan menelepon pak Amin.


Devan berjalan menuju arah store daging dan mengenali bahwa ada Mayra disana, dan dia mendekat untuk menyapa.


“Tante Mayra! Tante sendirian saja disini?” Evan sambil melihat 2 troli belanjaan Mayra.


“Ehh Devan, kebetulan bertemu disini, sedang belanja?”


“Iya tan, stock kebutuhan di rumah habis jadi Devan harus belanja, tante sendirian membawa belanjaan sebanyak ini?” tanya Devan yang masih terheran melihat isi troli Mayra yang dibawa Ara tadi persis seperti troli yang dilihatnya saat bertemu gadis yang dia cari.


“Tidak nak, tante belanja bersama putri tante tapi dia sedang ke toilet, nanti juga ini ada sopir yang ambil untuk dibawa ke mobil.”


“Ooh bersama putri tante, boleh tau tan siapa nama putri tante?” tanya Devan penasaran.


“Aurora, Berlian Aurora, kamu penasaran ya sama putri tante sampai menanyakan namanya.” Ucap Mayra menggoda Devan.


“Habisnya selalu saja ke toilet saat Devan bertemu tante. Hahaha.” Canda Devan.


“Ooohh Aurora, jadi bukan mereka berbeda hanya kebetulan saja belanjaan mereka ada yang sama.” pikir Devan.


“Ya sudah tante Devan mau lanjut mengambil barang yang Devan perlu dulu, tante selamat berbelanja ya, permisi tante sampai jumpa.” Ucap Devan berpamitan.


“Iya nak, jangan lupa main ke rumah tante dan ajak kakek juga.”


“Ahh iya tante, nanti Devan sampaikan kepada kakek.” akhir Devan.


Akhirnya mereka melanjutkan aktivitas belanja mereka masing-masing dan Ara juga sudah kembali ke mamanya dengan ragu-ragu, bersamaan juga pak Amin datang membantu membawa troli belanja ke meja kasir. Kemudian Ara dan mamanya lanjut ke lantai atasnya lagi untuk belanja kebutuhan mereka, makan, dan sempat ke bioskop.

__ADS_1


__ADS_2