
Vania merasa sesak ketika mendengar perkataan Renata kepada nya hubungan persahabatan mereka berdua pun harus berakhir seperti ini.
"Renata marah besar kepada ku, dan aku harus bagaimana untuk bisa meyakinkan semua ini jika Erika berbohong dia melakukan ini semua karena untuk mendapatkan Samuel saja."
Rendy pun tetap mencoba untuk menenangkan pikiran istrinya.
"Kamu yang sabar yaa, semuanya pasti akan baik-baik saja dan sekarang kamu harus tenang karena sebenar lagi Dokter datang dan kamu bisa langsung pulang yaa."
Vania menyandarkan kepalanya di pundak suaminya dia benar-benar tidak menyangka jika keinginan bisa berubah seperti ini.
Dan akhirnya Dokter pun datang untuk memeriksa kondisi Vania, Rendy keluar dari ruangan dan Samuel pun datang.
"Bagaimana kondisi Mama,? sekarang Mama sudah bisa pulang kan Pah?."
Rendy menarik tangan Samuel untuk menjauh dari ruangan Mama nya.
"Mama sedang di periksa oleh Dokter, tapi sebelum nya Ibu nya Leticia menelephone Mama dan dia begitu sangat emosional sekali."
__ADS_1
Samuel tidak menyangka jika Leticia yang sudah memberitahu kepada orang tua nya.
"Mama merasa sangat sedih sekali karena Renata yang sudah tidak lagi ingin berhubungan dengan Mama, Renata di benar-benar merasa kecewa dengan Mama."
Samuel tidak bisa berkata-kata lagi dia hanya bisa diam dan kecewa dengan apa yang sudah di lakukan oleh Erika kepada keluarga nya.
"Jika anak itu sudah lahir aku akan tes DNA, tampil sepengetahuan Erika. Agar aku bisa mengetahui apakah benar anak itu adalah anak kandung ku."
Dokter pun akhirnya keluar dia bilang jika Vania yang sudah bisa pulang hari ini.
Samuel memilih untuk membayar administrasi nya sedangkan Rendy menemani istrinya.
"Sudah Mam, jangan menagis terus lihat badan Mama kurus seperti ini."
Vania pun memakai kursi roda karena dia yang merasa sangat lemas sekali, Vania di dorong oleh suaminya sambil menunggu Samuel datang.
Samuel datang dengan membawa obat-obatan untuk Mama nya.
__ADS_1
"Samuel kamu harus datang ke keluarga Leticia untuk meminta maaf atas semua yang terjadi yaa. Walaupun mereka tidak menginginkan kehadiran mu tapi kamu harus tetap datang dan meminta maaf."
Samuel mengerti dengan maksud Mama nya dan mereka pun masuk ke mobil masing-masing untuk sampai di rumah mereka.
Samuel melihat handphone yang berderet dan ternyata itu adalah panggilan telephone masuk dari Erika.
"Ahhhh malas sekali aku menjawab panggilan telephone dari Erika, belum juga aku jawab aku sudah emosional duluan."
Samuel pun memilih untuk menonaktifkan handphone sementara dan Erika pun merasa sangat kesal sekali.
"Ihhhh nyebelin banget deh, aku telephone malah nggak di jawab."
Erika mencoba untuk menghubungi Samuel kembali tapi ternyata nomber handphone yang tidak aktif.
"Baiklah Samuel jika kamu seperti ini, lebih aku datang langsung ke rumah kamu yaa Kita bicarakan tentang rencana pernikahan kita berdua untuk Minggu depan."
Erika pun Langsung menuju ke Rumah Samuel dengan rasa percaya diri nya yang tinggi membuat Erika yakin jika dia bisa segera menikah secepatnya dengan Samuel.
__ADS_1
"Aku sangat bersemangat sekali."
Erika pun akhirnya sampai di depan pintu gerbang rumah Alexander, rumah yang sangat mewah sekali yang akan menjadi milik nya.