
Setelah selesai makan bersama dengan Citra dan Intan, Leticia memilih untuk langsung pulang.
"Seperti nya aku ingin pulang saja deh, ini sudah sore. Dan aku tidak mau Ibu sampai berpikir negatif terhadap ku."
Citra pun mengantar kan Leticia untuk pulang, sedangkan Intan yang masih memilih untuk diam di cafe tersebut.
"Hati-hati yaa Leticia, cepat sembuh hati nya yah."
Leticia pun tersenyum manis ketika mendengar perkataan Intan dan Leticia segera masuk ke dalam mobil.
Leticia kembali ke rumah nya dia seakan melupakan semua nya dan Farell mengirimkan pesan kepada nya.
*Bolehkah aku sekarang semakin dekat dengan mu,? karena aku menunggu saat seperti ini*
Leticia tidak mau membuka hati nya terlalu cepat karena dia memang tidak untuk balsa dendam kepada Samuel.
Tapi Leticia berpikir kembali jika Farell adalah lelaki yang dia harapkan.
*Ijinkan aku untuk menghapus semua kenangan yang pernah singgah di hati ku ini, aku tidak mau sampai di sebut sebagai pelampiasan saja*
*Baiklah Leticia tapi aku akan selalu menunggu kamu*
Farell mengerti ketika berada di posisi Leticia dia yang pasti harus merasakan rasa sakit hati yang luar biasa ketika melihat suaminya yang hari ini menikah.
Farell duduk di sofa dia pun menyimpan handphone nya dan Ibu nya duduk menghampiri nya.
__ADS_1
"Wanita itu sangat kuat sekali, dia masih bisa datang ke acara pernikahan mantan suaminya."
Farell terkejut mendengar perkataan ibu nya dia pun langsung mengambil handphone dan melihat pemberitaan tentang Leticia.
"Astaga Leticia, untuk apa dia sampai harus datang ke sana."
Farell tidak mengerti kenapa Leticia bisa seperti ini
"Dan apakah benar jika penyebab pernikahan itu karena Leticia yang tidak bisa hamil,? kasihan sekali padahal kenapa tidak menjalankan program bayi tabung saja kenapa harus menikah kembali dengan wanita lain."
Farell tidak berani menjawab pertanyaan tersebut tapi Farell merasa jika itu adalah alasan saja karena pernikahan mereka yang tidak saling mencintai.
"Aku tidak tahu Bu, tapi aku merasa Leticia wanita yang sehat."
"Dia cantik dan seperti anak yang baik juga, kasihan sekali ketika orang kaya yang sudah berkuasa."
Farell menutup rapat pintu kamar nya dan tiba-tiba saja Leticia menelephone, membuat Farell tidak percaya.
Dengan cepat Farell pun langsung menjawab panggilan telephone tersebut.
*Hallo Leticia*
*Farell, apakah aku menggangu mu*
*Tidak Leticia aku selalu ada untuk mu*
__ADS_1
*Haha*
Mendengar suara Leticia tertawa membuat Farell sedikit bahagia.
*Leticia kamu baik-baik kan, tadi aku melihat kamu yang datang ke acara pernikahan itu*
*Aku baik-baik saja Farell kedatangan ku hanya ingin melupakan semuanya dan mereka tahu jika aku yang sudah membuang kenangan bersama dengan nya*
*Kamu hebat sekali Leticia, kamu wanita yang kuat*
*Terimakasih Farell*
Leticia mulai merasa sangat mengantuk.
*Farell aku mengantuk sekali, nanti kita lanjutkan lagi besok pagi di kelas yaa*
*Baik Leticia*
Leticia mengakhiri panggilan telephone dia pun langsung tidur pulas.
Farell dia masih tidak percaya jika Leticia menelephone nya.
"Seperti ini adalah awal yang baik untuk aku dan Leticia, semangat Farell kamu pasti bisa mendapatkan Leticia."
Farell membaringkan tubuh nya sampai memandangi foto Leticia, Farell yang begitu sangat mencintai Leticia.
__ADS_1