
Vania akhirnya dia pun mulai bangkit dia yang memilih untuk mempersiapkan pernikahan Samuel kepada teman nya.
Vania sedikit pun tidak mau ikut campur dalam pernikahan tersebut.
"Lebih baik rencana pernikahan itu sederhana saja, untuk apa mewah karena acara ini sangat memalukan sekali."
Vania pun akhirnya menghubungi nomer handphone teman nya seperti keinginan Erika yang menginginkan acara pernikahan yang di laksanakan Minggu depan.
Kabar pernikahan Erika dan Samuel pun mulai menyebar ketika Erika menyebarkan di media sosial padahal kondisi Erika yang harus istirahat total oleh Dokter tapi karena dia takut kehilangan Samuel membuat Erika nekat untuk melakukan ini semua.
Pemberian semakin menyebar dan media pun mulai mencari keberadaan Leticia, di depan rumah Leticia banyak sekali para wartawan sehingga membuat satpam langsung melaporkan kepada Renata.
"Bu Renata di depan rumah banyak sekali wartawan yang mencari Nona Leticia."
Renata langsung membuka handphone nya dia melihat berita apa yang ada di media sosial.
Renata tersenyum sinis dan pun langsung menghampiri wartawan tersebut, Renata dengan sangat percaya diri pada saat berbicara di hadapan para wartawan.
__ADS_1
"Anak saya Leticia sudah tidak ada lagi hubungan nya dengan keluarga Alexander, jika sampai ada kabar tersebut silahkan tanya langsung kepada pihak keluarga Alexander yaa."
Renata pun langsung pergi karena dia merasa dia sudah menyampaikan semua kepada para wartawan, Renata mencoba untuk tegar dia yang merasa di khianati oleh sahabat nya sendiri.
"Terimakasih untuk semua nya Vania, atas luka hati yang begitu sangat mendalam sehingga membuat aku kehilangan kepercayaan untuk membuat sahabat baik seperti mu."
Leticia yang ternyata mengetahui semuanya dari media sosial, dia pun merasa harus kuat dalam menghadapi semuanya.
"Aku tidak boleh kelihatan lemah jika perlu aku harus datang ke acara pernikahan tersebut."
Citra sampai menangis dia merasa jika Erika bukan manusia.
"Erika dia benar-benar tidak punya perasaan, dia sedang hamil tapi dia tidak bisa menjaga perasaan sesama perempuan. Sekarang dia sedang tertawa di atas penderita Leticia, tapi suatu saat nanti dia yang akan hancur dengan semua nya."
Citra ingin sekali menghubungi nomer handphone Leticia tapi dia berpikir jika Leticia yang sedang sakit.
"Sekarang Leticia sedang sakit, semoga saja dia tidak melihat pemberitaan ini."
__ADS_1
Citra menyimpan handphone dia menyalakan televisi dan seketika dia langsung terkejut ketika melihat Renata berbicara di hadapan banyak wartawan.
Citra tidak menyangka jika Renata yang bisa dengan tegar berbicara di hadapan wartawan.
"Ibu Renata, aku lebih baik sekarang datang ke rumah Leticia saja."
Citra pun langsung mengambil handphone nya dia menuju ke mobilnya dia ingin secepatnya sampai di rumah Leticia.
"Mereka sekarang pasti sedang merasa kekecewaan, mereka pasti merasa di khianati oleh keluarga Alexander."
Citra pun mencoba untuk fokus mengendarai mobil nya dia yang terus menerus memikirkan keluarga Leticia.
Ketika Citra sampai di depan pintu gerbang rumah Leticia dia melihat banyak nya para wartawan yang datang di depan rumah nya.
"Ternyata masih saja banyak wartawan yang datang, aku harus bagaimana yaa. Jika aku turun mereka pun pasti meminta keterangan dari aku juga."
Citra memilih untuk tetap diam di dalam mobil nya dia menuggu saat yang tepat untuk turun dari mobil nya.
__ADS_1