
Leticia memilih untuk diam di klinik karena ternyata tensi darah yang rendah membuat Leticia yang harus diam dan mencoba untuk beristirahat.
Leticia memang merasa jika dia yang kurang istirahat dia juga yang sedang banyak pikiran.
Setelah selesai jam pelajaran, Farell pun langsung bertanya kepada Citra.
"Citra sebenarnya apa yang terjadi dengan Leticia kenapa dia sampai pucat sekali seperti itu,? apakah Leticia yang memiliki penyakit sesuatu."
Farell mencurigai Leticia yang mempunyai penyakit berbahaya.
"Hati Leticia yang Sakit, yasudahlah aku mau bertemu dengan Leticia kamu jangan dulu ikut-ikutan yaa."
Citra pun langsung pergi meninggalkan Farell dan Farell seketika dia langsung berpikir.
"Leticia sakit liver, Astaga kasihan sekali dia."
Farell yang sebenarnya ingin melihat kondisi Leticia tapi dia yang di larang oleh Citra.
"Ikut apa kata Citra saja deh, semoga Leticia segera lekas sembuh."
Farell pun memilih untuk pergi ke perpustakaan dia juga menghindari Karina.
__ADS_1
Citra yang melihat wajah Leticia yang sangat pucat sekali, Leticia pun tiba-tiba dia merasa mual dan ingin muntah.
Melihat kondisi Leticia membuat dirinya merasa sangat kasihan sekali dengan Leticia.
"Wajah pucat tensi darah rendah sekarang dia mual-mual dan muntah. Leticia yang benar-benar kurang beristirahat."
Citra menunggu kondisi Leticia semakin membaik setelah itu dia baru membawa Leticia pulang.
Citra yang merasa hawatir dia pun langsung menghampiri Leticia yang masih saja muntah.
Sampai akhirnya Leticia pun keluar dari toilet dan langsung memeluk lemas Citra.
"Leticia kita harus pergi ke Dokter yaa, kita periksa kondisi kamu yaa. Aku merasa sangat menghawatirkan sekali."
"Tidak usah Citra ini karena aku yang memang kurang istirahat dan banyak pikiran juga, yasudah antarkan aku pulang."
Leticia pun terus saja memegang erat tangan Citra pandangan mata yang mulai buram tapi Leticia tetap kuat dia tidak mau Citra menjadi hawatir karena nya.
Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil dan Leticia yang memilih untuk tidur di dalam mobil.
"Leticia kamu kenapa sakit seperti ini sih, kamu jangan lemah kamu harus kuat Leticia. Karena ini belum puncak dari drama mereka berdua."
__ADS_1
Citra tidak pernah membayangkan jika acara pernikahan Samuel dan Erika itu bisa membuat Leticia lebih sakti dari ini.
Mereka berdua pun akhirnya sampai di depan pintu gerbang dan Citra memasukkan mobil nya.
Citra keluar dari mobilnya untuk mencari Ibu Renata yang ternyata sedang berada di dapur.
"Bu, Leticia sakit tadi di klinik kampus katanya tensi darah nya kurang."
Renata pun langsung berlari menuju ke mobil dan ternyata Leticia yang sangat lemah sekali, Leticia pun di bawa ke kamar nya dengan pertolongan satpam.
Leticia di baringkan di kasur nya dan Renata menangis melihat ini semua.
"Citra terimakasih atas perhatiannya dan juga kebaikan kamu dengan Leticia. Kamu yang selalu baik dengan Leticia, terimakasih banyak."
Renata memeluk erat Citra.
"Aku sayang Leticia Bu, Leticia adalah sahabat ku dari SMA dia adalah teman terbaik ku."
Renata pun melepaskan pelukan erat nya.
"Aku mau tetap di sini Bu, aku ingin menemani Leticia."
__ADS_1
Renata pun memperbolehkan Citra untuk menunggu Leticia, Renata keluar dari kamar Leticia dia memegang handphone nya ingin sekali di menelephone Vania dan mengatakan jika dia sudah membuat Leticia seperti ini.