
Leticia memulai hari nya untuk pergi ke kampus, dia pun begitu sangat bersemangat sekali seakan tidak terjadi apa-apa dengan kehidupan nya.
Renata melihat wajah ceria Leticia dan dia pun merasa sangat bahagia.
"Kamu sudah bisa seperti dulu lagi sayaaaaang, semangat yaa demi masa depan kamu."
Leticia melihat kepada orang tua nya, jika dia bersedih maka orang tua nya pun akan ikut bersedih.
"Iya Buu, aku yang memiliki masa depan yang cerah. Aku yang harus selalu semangat, agar bisa membanggakan ibu dan Ayah."
Leticia pun memilih untuk pergi ke kampus bersama dengan Ayah nya, sekarang dia lebih ingin dekat dengan orang tua nya.
"Baiklah Nak, ayo kita pergi ke kampus dan setelah itu ayah akan kembali ke Restoran. Kamu pulang dengan taksi saja yaa."
Leticia menganggukkan kepalanya dan mereka berdua pun berpamitan dengan Ibu nya. Renata yang lebih memilih untuk diam di rumah menemani Leticia, dia tidak mau Leticia sendirian.
Mereka berdua pun berangkat dan di perjalanan Ferdian memperhatikan terus Leticia.
"Nak, kamu baik-baik saja kan ? kamu masih merasa sedih dengan semua ini?."
Ferdian memastikan jika Leticia dalam keadaan baik-baik saja.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja Ayah, untuk apa aku sedih. Mereka berdua sudah bahagia karena mereka berdua memang sebelumnya adalah pasangan kekasih."
Leticia memang terlihat sangat tegar sekali membuat Ferdian merasa tenang melihatnya.
"Baiklah sayaang, kamu memang wanita yang luar biasa."
Leticia sampai di depan kampus dan ternyata Farell sudah menunggu nya.
"Farell, dia sudah menunggu ku ternyata."
Leticia bersalaman dengan Ayah nya dan dia pun langsung berlari menuju ke Farell.
"Selamat pagi Farell, maafkan ya semalam aku benar-benar sangat mengantuk sekali."
"Tidak apa-apa kok Leticia, aku tau kamu pasti sangat capek sekali yaa."
Leticia pun tersenyum kembali kepada Farell, kebersamaan mereka berdua membuat Karina merasa sangat geram sekali melihat nya.
"Astaga Leticia, baru saja menjadi janda muda dia langsung dekat dengan Farell. Benar-benar kurang ajar sekali yaa, aku tidak akan membiarkan nya."
Karina pun dengan penuh emosional dia langsung menghampiri mereka berdua.
__ADS_1
"Permisi yaa astaga Leticia, baru saja kemarin suaminya menikah sekarang sudah bersama dengan Farell saja."
Leticia menghelakan nafas panjang.
"Memang kenapa kalau aku dekat kembali dengan Farell,? ada masalah dengan kamu ?."
Leticia dengan berani menjawab perkataan Karina.
"Kamu lupa yaa, jika ibu nya Farell itu tidak suka dengan kamu."
Leticia pun seketika langsung tertawa mendengar perkataan Karina.
"Ibu nya Farell bukan tidak suka dengan aku, tapi dia melarang aku untuk bersama dengan Farell karena setatus ku yang sudah mempunyai suami. Sedangkan sekarang aku dan Farell kita sama-sama sendiri jadi nggak permasalahan lagi kan."
Farell tersenyum ketika mendengar perkataan Leticia.
"Kamu itu perempuan aneh yaa, di saat suami menikah dengan perempuan lain kamu nggak ada sedikit pun rasa sedih. Bahkan kamu dengan percaya diri datang ke acara pernikahan itu."
Karina sampai menggelengkan kepalanya.
"Lalu apa yang harus membuat aku sedih,? aku dari awal menikah tidak melihat harta kekayaan nya. Aku menikah karena terpaksa di jodohkan, jadi aku merasa baik-baik saja di saat lelaki itu pergi dari kehidupan ku."
__ADS_1
Leticia pun langsung pergi dan Karina akhirnya mengetahui semuanya jika pernikahan Leticia itu adalah perjodohan paksa.