Cinta Untuk Leticia

Cinta Untuk Leticia
Episode 37.


__ADS_3

Vania mengirimkan foto tersebut kepada suaminya dan Rendy yang melihat foto tersebut dia merasa binggung.


Tidak lama kemudian Rendy mendapatkan pesan dari Vania istri nya.


*Samuel membuat surat perjanjian kontrak pernikahan dengan Leticia selama satu tahun, dan lihat banyak sekali persyaratan yang Samuel buat. Setelah satu tahun berlalu Samuel menikah dengan Erika*


*Jadi rasa sedih Samuel ini hanya sandiwara saja,? sebenarnya Samuel memang sudah merencanakan menikah dengan Erika*


*Seperti nya seperti itu, aku tidak menyangka Samuel sangat egois sekali*


"Baiklah kita bicarakan nanti di rumah saja*


*Mama sudah ada di rumah, dan Mama melihat Erika yang tidak ada di rumah*


*Yasudah tunggu saja Papa pulang yaa*


*Baiklah Pap*


Vania menyimpan handphone nya dia membaringkan tubuh nya di atas tempat tidur.


Sedangkan Rendy memikirkan surat kontrak pernikahan tersebut.


"Aku pernah bilang ke Samuel, jika kamu sampai bisa mempertahankan pernikahan mu dengan Leticia di satu tahun pernikahan kamu akan mendapatkan semuanya. Dan seperti nya itu alasan Samuel kenapa dia sampai harus memilih kontrak pernikahan satu tahun."

__ADS_1


Rendy merasa sangat bersalah sekali dengan keluarga Ferdian terutama Leticia.


"Senyum manis di pagi hari itu ternyata palsu, Leticia yang tidak selamanya mendapatkan kebahagiaan dari Samuel."


Rendy pun merasa ingin segera sampai ke rumah nya, dia begitu sangat marah kepada Samuel.


"Ingin rasanya aku marah besar kepada Samuel tapi kenyataannya itu tidak bisa karena bagaimana pun juga Erika dia yang sudah hamil anak Samuel, hamil untuk menjadi pewaris perusahaan ku ini."


Rendy kembali fokus pada pekerjaan nya dan tempat yang lain Samuel dia mendapatkan pesan dari Mama nya.


"Mama Vania ada apa yaa, Mama Vania mengirimkan pesan seperti nya sedang terjadi sesuatu di rumah."


Samuel pun langsung membaca pesan tersebut.


*Samuel makan malam di rumah tepat waktu ada yang ingin Mama bicarakan*


Samuel pun merasa terdiam sambil memegang handphone nya, sampai Kelvin yang datang membawa berkas-berkas penting pun Samuel masih tetap diam.


"Melamun, sampai dia tidak sadar aku yang mengetuk pintu dan sekarang pun duduk di hadapan nya.'


Kelvin menepuk pundak Samuel dan Samuel pun langsung terkejut.


"Astaga aku kaget sekali."

__ADS_1


Kelvin pun langsung bertanya kepada Samuel.


"Sebenarnya ada masalah apa lagi Pak, kenapa masih saja melamun seperti ini."


Samuel pun menceritakan kepada Kelvin karena hanya Kelvin sahabat setia Samuel.


"Tidak seperti biasa Mama sampai mengirimkan pesan yang isi nya jangan sampai telat untuk makan malam keluarga ada sesuatu yang ingin Mama bicarakan."


Samuel menatap wajah Kelvin.


"Pembicaraan apalagi, ada berita apalagi aku merasa sangat ada agenda marah-marah lagi di rumah."


Samuel memikirkan juga Erika yang sedang hamil dia pasti merasa tidak nyaman ketika berada di rumah sekarang.


"Berpikir positif saja semoga menang tidak terjadi apa-apa di rumah, semuanya baik-baik saja."


Kelvin pun langsung pergi dari ruangan Samuel karena memang sangat sibuk sekali.


"Aku tidak bisa berpikir positif sekarang, pikiran ku selalu saja negatif terhadap keluarga ku."


Samuel mencoba untuk fokus pada pekerjaan nya.


Dan di tempat yang berbeda Erika kembali ke rumah dengan menggunakan taksi dan ketika Erika mau masuk ke dalam kamar dia seperti melihat sesuatu yang berubah.

__ADS_1


"Aku kunci kamar ini tapi kenapa kamar ini bisa terbuka tanpa harus memakai kunci yaa."


Erika pun langsung masuk ke dalam kamar dia merasa sangat lelah sekali dan membaringkan tubuhnya untuk beristirahat.


__ADS_2