
Leticia terdiam di dalam kamar nya dan Renata memilih untuk fokus pada Leticia karena sekarang Leticia yang harus mendapatkan perhatian yang lebih.
"Leticia kamu yang sabar yaa, Ibu tahu ini sangat tidak mudah. Tapi kamu harus bisa menghadapi nya, mulai sekarang kita tidak usah lagi mengenal keluarga Alexander."
Leticia melihat Ibu nya yang sangat benci sekali dengan keluarga suaminya.
"Sekarang lebih baik kamu istirahat yaa, kamu kuliah seperti biasanya. Jika sampai berita ini sudah menyebar kamu abaikan saja dan fokus pada kuliah kamu."
Leticia pun menganggukkan kepalanya dan Renata pun langsung pergi dari kamar Leticia.
Leticia terdiam sambil melamun kan kehidupan di masa depan.
"Beruntung sekali aku kuliah mendapatkan beasiswa jadi aku tidak harus mempunyai hutang kepada keluarga mereka."
Leticia pun langsung mematikan lampu kamar nya dan dia langsung beristirahat.
***
Di tempat yang berbeda Erika tertawa akan kemenangan dia tidak sabar dengan hari pernikahan itu.
"Aku akan meminta pernikahan yang mewah bahkan lebih mewah dari pernikahan Samuel dan Leticia sebelumnya."
Erika pun berniat untuk melakukan foto prewedding bersama dengan Samuel sebelum mereka berdua menikah.
__ADS_1
"Aku ingin yang lebih istimewa dari pernikahan sebelumnya, aku akan meminta lebih dari sebelumnya."
Erika benar-benar bertingkah seperti wanita yang tidak hamil dia tidak merasakan mual dan muntah di awal kehamilan.
Tapi tiba-tiba handphone Erika berdering dia pun langsung melihat ternyata itu adalah panggilan telephone dari lelaki yang sering tidur bersama dengan nya.
*Hallo*
*Erika besok siang aku ingin bertemu dengan mu*
*Untuk apa yaa, aku sudah ingin lagi berurusan dengan kamu. Hubungan kita berdua sudah selesai*
*Ya, hubungan kita berdua sudah selesai dan terimakasih banyak sudah menemani tidur ku setiap malam*
*Di cafe yang biasa kita datangi*
*Baiklah*
Erika pun langsung mengakhiri panggilan telephone tersebut dia pergi ke kamar mandi dia ingin sekali berendam dengan menghirup aroma terapi.
Erika merasa sangat tenang sekali dia benar-benar merasa sangat bahagia.
Vicko berencana untuk membahas tentang kehamilan Erika.
__ADS_1
"Kamu tidak bisa menikah begitu saja dengan Samuel, karena kenyataannya aku yang selalu ada di samping mu dan aku juga membiayai kehidupan sehari-hari mu."
Vicko pun mencoba untuk mendekati Kelvin dia juga ingin mendapatkan informasi dari Kelvin tenang Samuel dan Erika.
Vicko sengaja untuk tinggal di Apartemen Kelvin.
"Kelvin bagaimana dengan Samuel,? apakah dia jadi menikah dengan wanita itu."
Vicko duduk di samping Kelvin.
"Seperti itu akan terjadi karena Erika sangat licik sekali dia pasti melakukan banyak cara agar bisa mendapatkan kebahagiaan nya."
Vicko pun langsung terdiam dan ternyata sikap Erika benar-benar membuat nya kaget.
"Aku merasa sangat kasihan melihat Bu Vania, dia sampai Sakit dan di rawat di Rumah Sakit ketika Erika datang ke rumah nya dan mengatakan jika dia sedang hamil anak Pak Samuel."
Vicko pun memilih untuk bertanya yang lebih privat tentang Samuel.
"Apakah Samuel yakin jika itu adalah anak nya,? dia yakin jika Erika setia menunggu Samuel tidak bersama dengan lelaki lain."
Kelvin pun berani mengatakan hal tersebut kepada Vicko.
"Sebenarnya aku merasa jika Erika seperti wanita yang materialistis sekali jadi tidak mungkin dia setia kepada Pak Samuel, tapi aku tidak berani mengatakan ini semua kepada Pak Samuel langsung."
__ADS_1
Vicko merasa jika Kelvin yang memang tahu semua tentang kehidupan percintaan Samuel.