
Leticia memandangi wajah di cermin dia terus saja menangis dan sampai berteriak kencang membuat orang-orang yang ada di sekitar toilet pun langsung mengetuk pintu toilet karena merasa hawatir.
"Aku baik-baik saja maafkan aku yang membuat kalian merasa terganggu."
Leticia mencoba untuk berbicara dengan orang-orang yang ada di depan pintu toilet nya dan Leticia pun mencoba untuk menenangkan pikiran dan perasaan nya.
"Kenapa pernikahan ini harus berakhir seperti ini, sangat membuat aku kecewa sekali. Ketika aku merasa jika rasa cinta ini sudah ada tapi ternyata aku harus merasakan sakit yang luar biasa."
Leticia mencuci wajah nya dan dia pun kembali untuk melihat kondisi Mama Vania. Leticia harus bisa menjaga perasaan nya sendiri dia harus bisa menerima kenyataan dalam hidupnya ini.
Ketika Leticia mau masuk ke dalam dia bertemu dengan Samuel, dan Leticia pun memilih untuk menghindari Samuel tapi Samuel mencoba untuk menjelaskan semuanya kepada Leticia.
"Bisakah kamu mendengarkan penjelasan ku ini Leticia, aku ingin kamu bisa mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan aku dan Erika."
Leticia mengingat kembali apa yang sudah di lakukan oleh Samuel bersama dengan Leticia pada saat di rumah sakit kejadian yang sangat memalukan tidak tahu tempat.
"Tidak perlu lagi ada penjelasan, sekarang seharusnya kamu bahagia. Kamu bisa lebih cepat hidup bersama dengan Erika, tidak harus menunggu waktu sampai satu tahun lamanya. Ini adalah keinginan mu di saat kita berdua awal menikah."
Samuel pun terdiam ketika mendengar perkataan Leticia, tapi ntah mengapa semua seketika berubah ketika mereka berdua yang selalu bersama.
"Kak Samuel, terimakasih untuk waktu delapan bulan bersama nya. Aku merasa sangat bahagia sekali dan selamat untuk kebahagiaan yang akan datang untuk kehidupan yang lebih indah."
Rendy keluar dari ruangan dia pun langsung melihat Leticia bersama dengan Samuel.
"Mama sudah sadar, lebih baik Leticia yang menemani Mama dan kamu Samuel kita bicarakan semuanya berdua saja."
Leticia pun segera masuk ke ruangan tersebut dia melihat Mama Vania yang terus menerus menangis dia merasa sangat malu dengan apa yang sudah di lakukan oleh Samuel kepada Leticia.
__ADS_1
Leticia tersenyum tipis dia pun langsung memegang tangan Mama Vania.
"Mama jangan menagis yaa, mungkin memang ini sudah jalan takdir pernikahan kita berdua. Di saat Mama yang menginginkan cucu pertama sekarang Mama sudah mendapatkan nya dari Erika."
Mama Vania pun langsung memeluk erat tubuh Leticia dia menangis di pundak Leticia.
"Maafkan Samuel yaa sayang, Samuel benar-benar membuat rumah tangga mu seperti ini. Tapi Mama mohon kamu jangan pergi dari rumah Mama yaa sayang, Mama ingin kamu bisa tetap diam di rumah ini."
Leticia tersenyum tipis kepada Mama Vania.
"Aku akan tetap di sini untuk menjaga Mama, tapi tidak untuk kembali bersama dengan anak Mama."
Terlihat sangat jelas sekali wajah Leticia yang begitu kecewa kepada Samuel.
"Mama tidak akan pernah diam untuk bisa membongkar rahasia yang di sembunyikan oleh Erika, karena Mama yakin jika Erika itu bukan wanita baik-baik dia tidak pantas untuk Samuel."
Leticia hanya terdiam saja dia memikirkan apa yang harus dia katakan kepada kedua orang tuanya, mereka pasti merasa sangat kecewa sekali dengan apa yang sudah di lakukan Samuel kepada nya.
Samuel dan Papa nya pun memilih Kantin rumah sakit agar mereka berdua bisa berbicara tidak ada yang menggangu nya.
"Samuel pertama yang ingin Papa tanyakan kepada kamu, apakah kamu tidur bersama dengan Erika?."
Samuel pun mengingat kembali apa sebenarnya terjadi.
"Aku datang ke Apartemen Erika, aku bilang jika aku yang ingin bisa melanjutkan pernikahan ku bersama dengan Leticia dan aku ingin bahagia bersama dengan Leticia."
Papa Rendy dengan sangat serius dia mendengar cerita Samuel kepada nya.
__ADS_1
"Dan Erika terlihat sangat setuju tapi dia ingin minum bersama dengan ku untuk yang terakhir kalinya dan ketika aku sadar aku sudah berada di tempat tidur nya dan seperti yang ada di foto itu."
Samuel tidak tahu dia harus menjelaskan bagaimana kepada Papa nya, karena kondisi dia yang tidak sadarkan diri sehingga dia tidak mengandung apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka berdua.
"Aku memang terakhir bertemu dengan Erika bulan lalu dan setelah itu aku tidak berkomunikasi dengan Erika aku fokus pada Leticia.".
Rendy meminta bukti USG tersebut dan Samuel pun memberikan nya, dia memilih kandungan Erika yang sudah masuk usia 6 Minggu.
"Kandung nya sudah enam Minggu, dan apakah ini memang benar anak mu Samuel."
Samuel mengambil kembali USD tersebut dan menyimpan nya ke dalam dompet nya.
"Aku tetep tidak percaya jika itu adalah anak kandung ku."
Samuel masih saja percaya diri dengan perkataan nya.
"Erika bukan tipe wanita keinginan Mama mu, dari penampilan pun Mama kamu tidak menyukai nya dan lalu bagaimana dengan Leticia. Kamu harus bercerai dengan Leticia hanya karena Erika yang sudah hamil anak mu. Ini akan menjadi sebuah kabar yang membuat banyak orang merasa terkejut ketika mendengar nya.".
Samuel tidak mau berpisah dengan Leticia tapi Leticia juga tidak mungkin mau bersama dengan dirinya.
"Aku akan menawarkan uang kepada Erika, agar dia mau pergi dari kehidupan ku."
Rendy merasa Erika yang lebih menginginkan hidup bersama dengan Samuel, karena terlihat sangat jelas jika Erika yang begitu sangat cinta kepada Samuel.
"Samuel, kamu pikirkan yang terbaik untuk Leticia juga yaa. Jangan memikirkan kebahagiaan kamu saja karena Leticia pun juga harus bisa bahagia.'
Papa Rendy lebih memilih untuk pergi meninggalkan Samuel sendirian agar lebih bisa berpikir dengan jernih.
__ADS_1
"Aku di jebak, Erika menjebak aku dia benar-benar sangat licik sekali untuk mendapatkan apapun yang dia inginkan."
Samuel berharap ada jalan keluar yang lebih baik lagi.