
Keesokan harinya Leticia pergi ke kampus seperti biasanya, Citra datang untuk menjemput Leticia.
"Bu, aku berangkat yaa. Citra sudah menunggu ku di depan gerbang."
Renata lebih memilih untuk mengantarkan Leticia sampai di depan pintu gerbang dia ingin memastikan Leticia yang benar-benar bersama dengan Citra.
Melihat Leticia yang di antarkan oleh Ibu nya, Citra pun langsung keluar dari mobil dia menghampiri Leticia dan juga Ibu nya.
Citra bersalaman dengan Renata.
"Citra, ibu minta tolong agar kamu bisa selalu bersama dengan Leticia. Karena sekarang ibu juga akan fokus pada Leticia dan lebih diam di rumah dari pada Restoran."
Citra pun menganggukkan kepalanya sambil memegang tangan Leticia.
"Iya Bu, aku akan selalu bersama dengan Leticia. Ibu tenang saja yaa."
Leticia pun bersalaman dengan Ibu nya.
"Aku pergi dulu yaa Buu."
__ADS_1
Leticia dan Citra pun masuk ke dalam mobil nya dan mereka berdua melambaikan tangan kepada Ibu Renata.
"Hati-hati Nak, semoga kamu bisa menjadi seorang yang sukses."
Renata pun memilih untuk masuk kembali ke dalam rumah nya.
Di perjalanan Citra melihat wajah Leticia yang kelihatan sangat sedih sekali, Citra pun merasa kasihan dengan Leticia.
"Leticia kamu harus bisa menghadapi semuanya ini, kamu harus kuat karena drama ini belum di mulai. Kamu harus bisa melihat suami mu menikah dengan wanita lain, walaupun kamu yang awalnya tidak mempunyai perasaan terhadap Samuel tapi rasa sakit hati yang pasti akan terasa."
Leticia pun menundukkan kepalanya.
Leticia dan Citra pun akhirnya sampai di kampus nya, raut wajah sedih Leticia yang memang tidak bisa di tutupi oleh senyum manis nya.
Farell terus saja memperhatikan Leticia dia merasa Leticia yang sedang menutupi permasalahan dalam kehidupan nya.
"Apa yang sebenarnya terjadi dengan Leticia, apakah ini adalah permasalahan dalam rumah tangga nya. Tapi aku rasa tidak mungkin karena Leticia yang sebelumnya foto bersama dengan suaminya."
Farell pun mencoba untuk mendekati Citra dia yang meminta informasi dari Citra.
__ADS_1
"Citra bunga, tunggu sebentar."
Citra pun menghentikan langkah kaki nya dia yang mengetahui jika Farell pasti akan bertanya tentang Leticia kepada nya.
"Jangan ganggu Leticia, dia sedang sedih yaa. Jika kamu bertanya apa yang sebenarnya terjadi nanti pun kamu akan mengetahui sendiri."
Citra pun langsung pergi dia mengejar Leticia.
"Jika seperti itu ini ada hubungan nya dengan rumah tangga Leticia, apakah rumah tangga nya sedang di ambang perceraian jika iya apa penyebab nya."
Farell pun mengikuti apa yang di katakan oleh Citra, Farell yang memilih diam tidak bertanya kepada Citra.
Leticia pun merasa tidak bisa konsentrasi dalam pelajaran dia yang melamun dengan tatapan kosong.
"Leticia lebih baik kamu minta ijin saja ke klinik, dari pada seperti ini. Kamu yang tidak fokus dalam pelajaran."
Leticia pun meminta ijin untuk pergi ke klinik dan hal tersebut membuat Farell semakin menghawatirkan Leticia.
Farell memilih untuk pindah ke kursi Leticia agar dekat dengan Citra.
__ADS_1