
Karina merasa dia semakin susah untuk mendapatkan Farell, apalagi sekarang Leticia yang sudah tidak mempunyai suami.
"Aku harus bagaimana yaa, aku harus tetap mendapatkan Farell."
Karina pun memilih untuk pergi ke kelas nya dan Farell dan Leticia duduk bersama.
Citra datang siang dia melihat Farell dan Leticia sedang mengobrol.
"Astaga, cinta mereka berdua memang sangat kuat sekali yaa. Dan terimakasih banyak untuk Farell yang mau menunggu Leticia."
Citra mulai menggoda mereka berdua.
"Farrell, langsung saja bawa ke pelaminan."
Farell langsung terkejut ketika mendengar perkataan Citra.
"Apa sih bawa santai aja yaa, lagi pula Leticia itu nggak akan pernah pergi."
Leticia tersipu malu-malu ketika mendengar perkataan Farell.
"Dia nggak tau di acara pernikahan mantan suami nya, ada lelaki tampan yang menggandeng tangan Leticia."
Farell pun langsung melirikan mata kepada Leticia.
__ADS_1
"Nama Vicko dia itu Kakak nya Asisten pribadi mantan suami aku."
Citra melihat ekpresi wajah Farell yang langsung berubah.
"Sudah-sudah pergi sana Farrell, ini adalah tempat ku bersama dengan Leticia. Kamu kan biasanya juga di belakang."
Citra mengusir Farrell dia tidak mau Farell yang terlalu dekat dengan Leticia.
Farell pun mengalah dia pun langsung pergi pindah ke tempat nya.
Mereka pun memilih pembelajaran dengan sangat serius sekali.
***
Susana di rumah Alexander, Erika sudah sangat cantik dan seksi dia pun untuk pertama kalinya sarapan pagi dengan keluarga Alexander.
"Erika bisakah kamu berpakaian lebih sopan, pakai pakaian seperti itu jika di dalam kamar nya. Itu sangat tidak sopan sekali."
Maksud hati Erika agar suami merasa betah memandangi nya tapi malah di komentar oleh mertuanya.
"Lalu aku harus pakai apa daster,?"
Erika terlihat sangat kesal sekali ketika dia menanyakan hal tersebut kepada Vania.
__ADS_1
"Ya, pakai daster karena kamu itu adalah ibu hamil kan."
Samuel merasa antara Mama nya dengan istri nya yang tidak mau kalah dalam berbicara.
"Kamu pakai dress saja tapi yang di bawah lutut yaa, sudah jangan banyak bicara."
Erika pun merasa sangat tidak nyaman sekali dengan sikap Mama mertua nya, dia merasa jika Mama mertua nya yang masih cinta kepada Leticia.
"Aku merasa sangat mual sekali, aku sudah yaa makan nya."
Erika pun langsung pergi ke kamar nya, dia benar-benar merasa sangat kesal sekali.
"Mama tidak bisa menerima kehadiran wanita itu dengan cepat, bayangan Mama masih saja teringat Leticia."
Vania pun memilih untuk pergi ke butik nya dan di susul juga oleh suaminya, hanya ada Samuel di meja makan.
"Aku pun rindu sekali di saat makan mie instan bersama dengan Leticia."
Karena hanya sendirian, Samuel juga memilih untuk pergi langsung ke kantor dan Erika ternyata menunggu suaminya datang ke kamar untuk berpamitan ke kantor.
"Kenapa Samuel, tidak masuk ke kamar yaa untuk berpamitan kerja dengan aku yang sekarang menjadi istri nya.*
Erika pun membuka pintu kamar nya dan dia melihat tidak ada siapapun di tempat makan.
__ADS_1
"Samuel benar-benar nyebelin yaa, dia pergi begitu saja tidak berpamitan kepada istri nya. Usap perut istrinya. Dia benar-benar tidak menghargai ku sebagai seorang istri."
Erika benar-benar merasa marah dengan Samuel, sikap Samuel yang sama saja seperti Mama nya.