
Vania mencoba untuk menghubungi nomer handphone Intan dia ingin sekali Intan mencari tahu tentang kehidupan Erika selama delapan bulan tidak bersama dengan Samuel.
Intan yang baru selesai pemotretan dia merasa kaget karena Vania yang kembali menghubungi nya.
"Ada apa yaa Bu Vania menghubungi ku, padahal Samuel dan Erika mereka berdua sudah menikah. Apakah tetap akan di pisahkan posisi Erika yang sedang hamil."
Intan pun menjawab panggilan telephone tersebut.
*Hallo Bu Vania ada apa yaa*
*Intan bisakah kamu membantu Ibu*
*Membantu untuk apa yaa Bu*
*Membantu mencari tahu tentang kehidupan Erika selama delapan bulan tidak bersama dengan Samuel*
*Untuk apalagi yaa Buu, bukan kah mereka berdua sudah menikah dan apakah harus di pisahkan lagi*
*Saya belum bisa menerima kehadiran Erika sebagai menantu saya walaupun dia yang sedang hamil anak Samuel*
*Lalu Ibu menginginkan perpisahan diantara mereka berdua,? Ibu ingin mempermainkan sebuah pernikahan. Walaupun Erika dan Samuel menikah, Samuel tidak mungkin bersama dengan Leticia kembali*
Vania pun terdiam karena memang benar Leticia tidak bisa kembali dengan Samuel.
__ADS_1
*Sudah yaa Buu, terima saja kehadiran Erika. Seketika nasi yang sudah menjadi bubur, Leticia tidak mungkin mau bersama dengan Samuel*
Intan pun langsung mengakhiri panggilan telephone nya.
"Aku menginginkan Leticia kembali bersama dengan Samuel karena itu memang keinginan dari dulu."
Vania menyenderkan kepalanya ke kursi nya dia memikirkan bagaimana caranya agar bisa menjalani hubungan baik dengan keluarga Leticia.
"Lebih baik aku memberanikan diri untuk datang ke rumah Renata, aku benar-benar tidak menginginkan hubungan kita menjadi menjauh."
Vania pun memberanikan diri untuk pergi ke rumah Renata dia benar-benar ingin hubungan mereka berdua bisa kembali harmonis.
"Aku harus berani aku harus bisa."
Vania semakin dekat dengan rumah Renata, dia pun memilih untuk turun dari mobil dan berjalan menuju ke gerbang.
Kedatangan Vania membuat satpam terkejut dan langsung membukakan pintu untuk Vania masuk.
Renata sudah melihat kedatangan Vania dari jendela kamar nya.
"Mau apa dia ke sini setelah sudah membuat anak ku malu."
Renata keluar dari kamar nya dia berjalan menuju ke pintu masuk dan langsung membuka pintu tersebut.
__ADS_1
"Silahkan masuk."
Vania pun langsung masuk dan duduk.
"Renata aku ingin meminta maaf atas semua yang terjadi, ini bukan keinginan ku. Kamu tahu aku yang begitu sangat mencintai Leticia aku menganggap Leticia seperti anak ku sendiri."
Renata hanya bisa terdiam dia menahan air mata nya.
"Apakah dengan kata maaf Leticia bisa kembali seperti dulu,? dia seperti di permainkan oleh keluarga kaya raya di saat Leticia yang hanya dari keluarga sederhana."
Renata menatap wajah Vania dengan mata yang berkaca-kaca.
"Apakah ini sudah di atur oleh Samuel, ini adalah sebuah pernikahan kontrak saja. Yang berujung Samuel kembali kepada pelukan mantan kekasih nya."
Vania sampai menggeleng kepala nya.
"Tidak ada pernikahan kontrol, aku menginginkan mereka berdua selamanya. Samuel tidak mungkin samping melakukan hal tersebut."
Renata yang sudah merasa sangat geram dia pun langsung berdiri dari tempat duduk nya.
"Pergi sekarang juga, aku tidak ingin melihat wajah mu dan keluarga mu lagi."
Renata pun memilih kembali masuk ke dalam kamar nya dan membiarkan Vania duduk sendiri di ruangan tamu.
__ADS_1