Cinta Untuk Leticia

Cinta Untuk Leticia
Episode 04.


__ADS_3

Citra tiba-tiba saja merasa sangat hawatir sekali dengan Leticia dia pun memilih untuk menghubungi nomer handphone Leticia.


Leticia yang sedang bersama dengan Mama Vania, dia melihat Papa Rendy masuk dan handphone Leticia pun langsung berdering.


"Mama, aku keluar dulu yaa sekarang ada Papa yang menemani Mama."


Leticia pun keluar dari ruangan tersebut dan mencari tempat yang aman untuk menjawab panggilan telephone dari Citra.


*Hallo Citra*


*Leticia apakah kamu baik-baik saja,? aku terus saja memikirkan mu Leticia*


Leticia pun terdiam sambil meneteskan air mata nya.


*Citra bisakah kamu menjemput ku di Rumah Sakit Permata sekarang juga*


*Baiklah Leticia aku akan menjemput mu sekarang juga*


Leticia pun mengakhiri panggilan telephone dia memilih untuk diam di rumah Citra karena tidak mungkin Leticia yang harus tinggal serumah bahkan sekamar dengan Samuel.


"Semoga saja Mama Vania mengijinkan aku untuk pergi."


Leticia pun masuk kembali ke dalam ruangan tersebut dan dia melihat Mama Vania yang sedang makan.


"Mama, aku ingin meminta ijin untuk pergi ke rumah Citra dan seperti nya untuk sementara aku akan tinggal bersama dengan Citra, aku yang belum berani untuk menceritakan semuanya kepada Ayah dan Ibu."


Walaupun merasa sangat berat sekali tapi Vania dan Rendy tidak bisa melarang Leticia.


"Kamu baik-baik yaa sayang, Mama tidak ingin kehilanganmu sayaang. Tapi untuk sekarang Mama tiba berbuat apa-apa tapi semoga saja semuanya akan baik-baik saja."


Leticia bersalaman dengan Papa dan Mama nya dia pun langsung pergi dari ruangan tersebut dan Vania pun kembali menangis.

__ADS_1


"Apakah benar anak yang di kandung oleh Erika itu adalah anak kandung Samuel,? bagaimana jika sebenarnya anak itu bukan dari Samuel tapi dari banyak nya lelaki yang tidur bersama nya."


Vania berpikiran negatif terhadap Erika karena mengenai jika Erika yang sangat materialistis.


Leticia berjalan menuju ke tempat parkir dan Samuel melihat Leticia.


"Leticia dia mau pergi ke mana yaa."


Samuel langsung berlari menghampiri Leticia.


"Leticia kamu mau pergi ke mana?."


Samuel memegang tangan Leticia tapi Leticia tidak mau Leticia melepaskan genggaman tangan Samuel.


"Aku sudah berpamitan dengan Mama dan Papa dan mereka berdua memberikan ijin, kamu lebih baik tidak usah perhatian lagi seperti ini yaa. Karena hubungan rumah tangga kita berdua yang akan segera berakhir."


Leticia benar-benar sudah tidak menginginkan kehadiran Samuel di hati nya dan Citra melihat Leticia dan Samuel.


Karena merasa hawatir dengan Leticia, Erika pun langsung menghampiri mereka berdua.


"Aku harus pergi Citra sudah menjemput ku."


Leticia pun langsung menarik tangan Citra untuk kembali menuju ke dalam mobil nya.


"Leticia benar-benar wanita yang luar biasa sekali, dia yang lebih memilih bersama dengan Citra bukan dengan lelaki lain."


Samuel merasa tenang ketika Leticia yang memilih pergi bersama dengan Citra.


Leticia dan Citra pun masuk ke dalam mobil dan mata Leticia yang berkaca-kaca ketika Citra membuat Citra merasa kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan nya.


"Erika hamil anak suamiku tadi pagi dia datang dengan membawa bukti-bukti seperti foto kebersamaan mereka berdua, video mereka berdua dan juga bukti USG."

__ADS_1


Citra di buat tidak percaya dengan perkataan Leticia, dia merasa tidak percaya Erika hamil anak Samuel.


"Dan kamu percaya Leticia dengan semua itu,? jika anak itu adalah anak suami kamu?."


Leticia tersenyum tipis kepada Citra.


"Aku percaya karena mereka berdua yang saling mencintai, tapi aku tidak percaya kepada dia juga bisa melakukan nya ku jika dia memang cinta kepada Erika saja."


Citra merasa sangat kasihan sekali melihat Leticia dia merasa jika Leticia yang sudah merasa nyaman bersama dengan Samuel.


"Dan sebenarnya kenapa aku harus sedih seperti ini, bukan aku dulu ingin cepat-cepat mengakhiri pernikahan kontrak ini. Sekarang pernikahan kontrak ini sudah berakhir tapi kenapa aku menagis seperti ini."


Citra memberikan tissue kepada Leticia karena dia juga tidak bisa menyalahkan Leticia kenapa dia sampai harus menyimpan perasaan sehingga membuat nya susah untuk melupakan Samuel.


"Kamu yang sabar yaa, untuk sementara kamu tinggal bersama dengan ku yaa. Karena aku yakin Ibu dan Ayah kamu pasti mereka belum tahu tentang permasalahan ini yaa."


Citra baru menjalankan mobilnya ketika dia melihat Leticia yang sudah sedikit tenang perasaan nya.


"Citra terimakasih banyak yaa, kamu adalah sahabat terbaik aku. Aku tidak tahu harus pergi ke mana lagi jika bukan bersama dengan kamu."


Citra pun langsung tersenyum kepada Leticia.


"Aku akan selalu bersama dengan kamu Leticia selama nya, karena kamu itu adalah sahabat baik aku dan aku akan selalu ada di setiap permasalahan mu."


Leticia benar-benar merasa sangat beruntung sekali mendapatkan sahabat baik seperti Citra dan akhirnya mereka berdua pun sampai di rumah Citra.


Mereka berdua turun dari mobil dan Citra seperti melihat ada mobil yang datang ke rumah nya.


"Mobil siapa itu yaa, seperti aku tidak kenal mobil itu milik siapa."


Leticia dan Citra pun terus memperhatikan mobil tersebut dan tiba-tiba saja pegawai nya mengatakan ada seorang yang menunggu nona Citra di dalam.

__ADS_1


__ADS_2