Cinta Vs Waktu

Cinta Vs Waktu
part 19


__ADS_3

Ruangan yang awalnya ada keributan karna Prilly tak menjawab pertanyaan mereka kini sunyi suasana menjadi hening ketika Prilly mengatakan semuanya.


Mereka pikir Prilly yang di takuti semua orang tak pernah takut pada apapun, namun semua salah Prilly juga manusia biasa yang akan tunduk pada masa traumanya.


"Lo hebat ly, Lo Pasti bisa lewatin ini semua!"


"Itu bener kita akan selalu menemani Lo dan mendukung setiap langkah Lo!"


"Walaupun kita cuman manusia biasa tapi gak ada salahnya kita terus mencoba dan berusaha siapa tau usaha kita berujung manis!"


"Satu yang pasti jangan nyerah buat ngilangin rasa trauma itu!"


"Thanks girl... Lo semua is the best!"


"Gue harap kita bisa sama sama terus sampai kapanpun!"


"Gue juga harap kita gak akan bubar kalo kita bubar maka gak akan pernah ada gilrgeng generasi kedua!" Ujar rafiza.


"So sekarang kita akan pergi ....." Riang Firda


"Kemana ?" Tanya Adria


Plak...


Satu tampolan berhasil mengenai kening Adria "Lo pikun atau pura pura amnesia sih ? Hari ini kita ada balapan lumayan buat tambahin uang saku!"


(Definisi orang kaya tapi tak sombong)


"Gue ikutan dong ?"


"Tanpa Lo minta juga gue udah daftarin nama Lo di sana komplak" balas Firda yang kemudian menarik kuncung Hoodie Adria


"Woy sakit oncom!"


Kini Prilly duduk di belakang motor rafiza pikiran Prilly tengah berputar jadi rafiza memintanya untuk berboncengan dengan nya saja takutnya Prilly tak pokus dan berakibat kecelakaan.


Namun sebelum pergi Firda memeriksa ponselnya "woy Azzam ada di sana juga loh ?"


Mata Adria langsung melotot saat mendengar Azzam berada di tempat balapan juga "aaaa.... Azzam ikutan balapan ? Terus kalo kita kalah gimana ? Kan Azzam jago banget ? Kalo kita kalah gue gak bisa nabung buat pergi ke Seoul dong ?" Adria yang mulai frustasi


Rafiza mendengus kesal dan mengusap wajahnya "dia cuman nonton dia gak ikutan balapan!"


"Owh gue kira ikutan!"


"Eh btw emang nya Lo masih ingin pergi ke Seoul ?" Celetuk Febrian


"Iya itu impian gue feb!"


"Tapi Lo kan bisa pake uang alm bokap nyokap Lo yang di serahin semuanya sama Lo ?" Tanya Firda


"No... Gue gak mau itu impian gue menurut prinsip gue, kalo itu impian gue maka gue harus kerja keras buat wujudin impian itu!"


"Good Adria..."


...๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ...


"Woooo"

__ADS_1


Suara teriak dari para penggemar memenuhi seisi lapangan balapan semua peserta sudah mulai baraksi.


Kini ketiga anggota girlgeng duduk di kursi penonton sementara Adria dan Firda sudah mulai bersiap untuk balapan.


Azzam yang melihat adiknya ada di sini juga hanya tersenyum "di sini juga tu bocah!"


Sementara rafiza yang tak sengaja menatap manik brown milik kakaknya hanya Menaikkan satu alisnya nya "ck di sana rupanya!"


Beberapa detik kemudian Adria firda dan para pembalap lainnya mulai siap di garis star.


"Dia kayak.....?" Entah kenapa cowok yang berada di samping Adria seperti Adria kenali...


Namun waktu pun sudah di mulai sehingga balapan pun terjadi...


*****


Sret....


Tiba tiba rem motor Firda blong yang mengakibatkan ia terjatuh dari motornya Adria yang melihat itu langsung mempelankan motornya ...


"Fir...."


Sebelum Adria berhenti Firda langsung melambaikan tangannya kalo dia baik baik saja dan menyuruh Adria melanjutkan balapannya.


Sementara rafiza Prilly dan Febrian langsung berdiri namun mereka di cegah petugas dan tidak boleh masuk ke lapangan..


Namun dengan berani dan kasar Febrian menerobos masuk dan menghampiri kembaran nya.


"Fir.... Are you okey ?" Ujar Febrian sambil menjulurkan tangannya nya.


"Yes..., Tapi Lo ....?"


Melihat Febrian yang langsung menolong Firda membuat Adria semakin tenang dan berusaha keras memenangkan balapan.


1 2 3


"Yeyyyyy" Adria pun mengangkat kedua tangannya akhirnya ia bisa memenangkan balapan itu.


Adria pun membuka helm nya dan langsung di sambut pelukan hangat dari keempat sahabat nya.


"Kerja bagus Adria!"


"Thanks guys!"


Namun di tengah kebahagiaan mereka seorang cowok yang tak lain ialah Zidan mengampiri mereka


"Selamat ad!"


"Zidan jadi itu Lo ?" Adria tak menyangka orang yang menjadi saingannya ialah Zidan


"Yes!"


"Sumpah cara Lo balapan keren zid!" Puji Adria


"Ajaran Azzam sama Angga tuh!" Tunjuk Zidan pada dua manusia bermata elang itu.


"Wih keren!"

__ADS_1


...๐Ÿฎ๐Ÿฎ๐Ÿฎ...


"Sorry gue gak bisa menang" lirih Zidan pada kedua sahabatnya


"Gak papa zid. Namanya juga lomba ada kalanya menang dan kalah kan!"


"Tapi...."


"Udah gak usah di pikirin mending kita makan gue tlaktir.." ujar Azzam


Angga pun meronggah ponselnya dari saku celananya dan mengetikan pesan ke anggota nya yang lain untuk bertemu di cafe dekat lapangan balapan.


Tak lama setelah mereka sampai di cafe rupanya kedua sahabatnya telah sampai lebih dulu di sana.


(Definisi orang yang kalo udah ada makanan pasti awal kalo soal sekolah telatnya minta ampun!)


"Wih Zidan gimana Menang gak ?"


*Zidan menggeleng ....


Azzam Rasya Diningrat putra sulung keluarga Diningrat alias kakak dari rafiza.


Zidan alvana seorang anak mafia terkaya namun memilih tinggal bersama keluarga dari ibunya dari pada harus mengikuti jalan ayahnya yang kejam.


Leo Firmansyah seorang anak yang di buang ke panti asuhan dan memulai karirnya seorang penulis di tengah tengah masa sekolahnya agar bisa menemukan ayah ibu kandungnya.


Farzan alkinan seorang anak bos besarย  orang kaya namun selalu terkekang dengan sikap ibu tirinya.


Kini kelima remaja itu tengah berkumpul di sebuah cafe sambil merayakan kerja keras dari Zidan, walau pun kalah namun mereka mencoba memahami Zidan.


Berkat saran dari Prilly akhirnya Angga bisa sedikit dekat dengan sahabat nya, awalnya mereka hanya berkumpul jika ada urusan saja namun Angga berusaha untuk meluangkan waktunya demi bersama sahabatnya.


"Oiya gimana kabar kalian dah lama jarang kumpul nih ?" Celetuk Angga di tengah kesunyian cafe


"Baik, cuman ada yang kurang ?"balas Zidan


"....."


"Keluarga!" Kompak ke empat remaja yang duduk di dekat Angga.


Sontak Angga juga selalu merasa ada yang kurang kalo tanpa keluarga, walau kehidupan mereka berbeda namun percayalah di hati mereka tetap menginginkan kasih sayang orang tua yang hangat.


"Ayolah gays pertemuan ini harus jadi kesan istimewa dong jangan kesan sad!" Ucap Angga


"Iya nih" sambung Azzam yang diam diam mengusap air mata nya


"Ekhm...btw gimana nih pejuang cinta nya kutub selatan" sontak Leo menggigit lidah nya "maksud nya Prilly gitu" sambungnya dengan senyuman di bibir nya


"Sudah dapetin hati nya.... Gak tau apa yang dia alami sampe susah buat dapetin hatinya!" Keluh Angga meratapi nasibnya yang ngenes


"Malang nasib Lo bro" farzan meratapi nasib Angga


"Ke Bali aja jangan ke malang" ujar Zidan ngelawak...


"BOCAH RESE LO!"


####################################

__ADS_1


jangan lupa komen, like, subscribe, and share ya!


__ADS_2