
...Jika kamu merasa sedih, peluklah dirimu sendiri dan bilang kamu sangat berharga.....
...Azzam Rasya Diningrat...
.........................
Jadilah manusia yang baik walaupun kadang kebaikan kita sering di manfaatkan oleh orang lain, tapi tidak semua orang memanfaatkan, sebab suatu saat nanti pasti kebaikan itu akan kembali pada kita lagi.
...........................
...( Happy reading.....)...
....................
"Terus kalo seandainya gue yang nembak Lo, Lo bakal terima gak ?" Tanya Zidan pada Adria
"Kalo Lo yang nembak gue, gak papa nanti gue tembak Lo sampe koit!" Tegas Adria
Zidan pun menggidik ngeri "kalo Lo gini Mulu mana ada cowok yang mau sama Lo Adria Camelia Shazam....!"
"Idih kata siapa Lo, banyak cowok yang di luar sana nungguin gue buka hati, sayang aja gue belum mau pacaran!" Balas Adria
"Idih yang katanya ogah ogahan kok masih pada tanya jawab sih!" Ujar rafiza di sambut kekehan ringan yang lainnya.
Bel pun berbunyi kali ini pelajaran hanya satu guru yang biasa ngajar tidak masuk itu sebabnya mereka langsung pulang, setelah mendapat laporan dari Angga.
Di parkiran Prilly mengambil ponselnya di dalam tas, dan melihat chetingan nya bersama Faiz, rupanya Faiz hari ini tidak bisa menjemput Prilly karna memiliki banyak tugas di kesatuan.
"Kenapa ly ?" Tanya rafiza
"Bang Faiz gak bisa jemput gue karna sibuk!"
Febrian yang mendengar nya pun langsung merangkul Prilly "yaudah kalo gitu lo pulang bareng kita aja!"
"Boleh!"
Akhirnya mereka masuk ke dalam mobil Febrian, kali ini mereka berlima di buntuti motor dari belakang, awalnya Faiz takut meminta Angga untuk mengawal Prilly dan menculik nya lagi, namun Faiz pun berfikir dua kali bagaimana pun Angga tetap lah adik dari istrinya yang harus ia hargai perasaan nya.
Firda yang melihat dari kaca spion mobil hanya senyum senyum sendiri "eh kita kayak ratu aja ya di kawal segala!"
"Iya nih, tapi kan kita itu ratu girlgeng!" Timpal Adria
"Eh tapi bentar lagi mau Maghrib gak baik nih, gimana kalo kita berhenti di mesjid dulu kita sembahyang dulu!" Celetuk rafiza diangguki semuanya.
Mereka pun sampai di mesjid yang cukup luas Adria pun memarkirkan mobilnya di tempat parkir, begitu pun Angga dan yang lainnya.
"Eh sorry kita mau sembahyang dulu, tapi kalo diantara kalian ada yang buru buru gak papa tuh, kalian bisa duluan aja!" Ujar rafiza
__ADS_1
"Gak papa, za. Kita gak buru buru kok!" Jawab Leo
...Alhasil mereka semua pergi untuk sembahyang hanya rafiza dan Febrian yang tak sembahyang......
...🍮🍮🍮🍮...
..."Eh feb kenapa sih Lo itu kayak baru berjalan ?"...
"Itu pertanyaan orang yang kagak kenal gue!"
"Ye maksudnya gue pengen tau aja salah ya ?"
Febrian pun menghela nafas nya dan menatap langit malam "Lo tau, za. Kadang seseorang berubah bukan karna apa apa melainkan karna trauma, atau tragedi yang orang lain tidak tahu!"
"Kenapa Lo gak cerita ?"
"Semuanya terjadi saat gue belum ketemu kalian, semuanya hancur, za. Bahkan Firda aja gak tau!"
Rafiza pun mengerutkan keningnya "sampe sekarang ?"
"Iya dia gak pernah tau apa yang terjadi sama gue setelah kami beda keluarga!"
..."Gue pikir dia tau soalnya kan Lo sama dia kan ___" ucapan rafiza terhenti...
"Walau pun kita sering ketemu, walaupun kita kembar tapi gak semua orang tau, gue tau gue emang sering dengerin setiap keluhan Firda dan gue juga sering support dia, tapi gue gak bakalan ceritain masalah gue sama dia!"
"Kenapa ?"
"HM!"
"Lo trauma sama masa lalu ya ?"
"Bukan trauma, za. Tapi gue udah kecewa!"
Memang benar ketika seseorang sudah kecewa maka di situlah orang akan berubah, bukan rasa trauma saja yang mampu mengubah manusia, kadang rasa kecewa pun mampu merubahnya hingga kehilangan senyuman nya.
Saat senyuman yang dulu pernah ia tunjukkan padamu hilang dari bibirnya jangan tanya 'kenapa ?' tapi coba berfikir kesalahan apa yang kau buat sehingga membuat senyuman manis yang dulu hilang begitu mudah.
...🍮🍮🍮🍮...
"KA Zia...."
Seketika Zia menoleh "mm, Napa ly ?"
"Ka aku tanya boleh gak ?"
"Boleh"
__ADS_1
"Apa kakak gak takut kalo suatu hari nanti bang Faiz ninggalin kakak ?"
Seketika Zia terdiam entah kenapa pertanyaan dari Prilly membuat hati nya sesak, namun zia berusaha tegar.
"Ly, sebelum kakak nikah sama Abang kamu kakak sudah siap dengan segala konsekuensi nya menjadi istri tentara, dimana kita harus bisa kuat ketika menghadapi beberapa rintangan, karna kakak tau mungkin ketika suatu saat hal itu terjadi di saat itulah dunia kakak hancur ly, namun sampai kapanpun kakak gak akan pernah menduakan Abang kamu, Abang kamu tetap jadi nomor satu di hati kakak!"
"Tapi ka, kakak juga masih punya masa depan loh, apalagi kalo seandainya kakak punya anak, anak kakak membutuhkan kasih sayang seorang ayah ?"
"Ins sya Allah kakak akan berusaha menjadi ayah dan ibu bagi nya akan kakak pastikan dia tidak kekurangan apapun, karna sampai mati pun kakak gak akan pernah mengganti kan posisi Abang kamu di hati kakak!"
"Kadang aku mikir kalo wanita yang nikah sama abdi negara itu enak karna terkenal dan di hormati, tapi ketika aku denger cerita perjuangan ayah sama bunda di situ aku mikir rupanya perjuangan mereka gak mudah, popularitas, harta, dan lainnya itu wajar mereka dapatkan karena perjuangan mereka juga yang tak mudah!"
"Itu bener ly,!"
Sambil menunggu pulang nya Faiz, Zia dan Prilly menunggu di luar sambil menikmati angin malam yang indah dan sejuk.
Orang benar angin yang indah itu angin malam yang sejuk dan angin pagi yang indah.
"Assalamualaikum"
"Walaikumsalam!"
Zia pun mencium punggung tangan Faiz begitu pun Prilly, namun beda nya Faiz mencium kening Zia sementara untuk Prilly dia hanya memeluk nya singkat.
"Tumben kalian di luar hm ?"
"Nungguin Abang pulang!"
Faiz pun menggandeng Zia dan Prilly untuk masuk kedalam karna tak baik berlama lama di luar.
"Senang juga ya punya istri dua!" Celetuk Faiz
Sontak saja Zia langsung melepaskan tangan Faiz dari pinggang nya "yaudah Sono!"
"Eh kok marah kan mas cuman bercanda sayang!"
"Gak lucu!" Balas Zia ketus
"Kok gitu sih, udah gak usah marah ok!"
"Terserah...."
"Hei sampai kapanpun mas gak akan duain kamu, walaupun mas mati pun kamu tetap nomor satu di hati mas!"
Namun ketika menyebut kata 'mati' sontak saja Zia langsung memeluk Faiz, Faiz pun membalas pelukan dari Zia, sementara Prilly bagaikan nyamuk di sana.
"Ye terus, terus, bucin terus, sampe aku di sini kagak ada yang peduliin kayak nyamuk aja!" Ujar Prilly kesal
__ADS_1
##################################
Emang bener ya kata orang ketika orang bucin akan lupa tempat ?