Cinta Vs Waktu

Cinta Vs Waktu
part 40


__ADS_3

...Tidak ada yang berhak menentukan...


...Hidupmu, selain dirimu sendiri........


...Angga dirgantara......


..................


...Kadang selalu ngerasa capek sama hidup yang selalu gak berpihak sama kita, tapi apa boleh buat kita gak bisa ngatur hidup selain PASRAH....


...................


...Kadang kalo lagi capek capek nya hidup suka mikir lebih baik hidup kayak boneka yang gak akan pernah ngerasain suka duka hidup di dunia....


...................


...(Happy reading...)...


..................


Sore hari Prilly tengah berkumpul bersama teman-teman nya kali ini mereka mengadakan acara kemping bersama ke tepi danau, Adria, Febrian, Firda, dan rafiza juga ikut bersama tak lupa Angga dan yang lainnya pun ikut.


Mereka bersenang-senang bersama dari makan dan main bersama, namun mereka tetap jaga jarak antara wanita dan laki-laki.


"Eh aw...." Rintih Adria saat pundaknya di senggol orang lain.


"Woy kalo jalan hati hati!" Ujar Vanya orang yang menabrak Adria


Sontak saja Adria langsung bangun "woy siapa yang jalan gak pake mata Hah ? Gue dari tadi di sini aja Lo yang jalan gak pake mata!" Balas Adria emosi


"Enak aja, pokonya Lo yang salah, lagian ya Lo gak tau siapa gue hah!" Vanya mulai menepiskan rambutnya ke belakang


Adria pun berdecak pelan "ck, sombong amat!"


"Apa Lo bilang hah ? Kalo gue aduin ke bokap gue habis deh Lo!"


"Ok siapa bokap Lo hah, gue gak takut ?" Tantang Adria


"Pemilik perusahaan PT jaya abadi!"


Seketika Adria mengerutkan keningnya "owh perusahaan yang baru naik daun"


"Iya kalo gue mau gue bisa aduin sama bokap gue buat hukum Lo!"


"HH, ngaduan jadi cewek itu jangan suka ngadu itu baru hebat!"


Plak...


Seketika Vanya kesal dan emosi sehingga menampar Adria begitu saja.


Febrian dan yang lainnya sontak melihat kejadian itu, membuat mereka berlari menghampiri Adria


Adria yang kini memegangi pipinya yang terasa perih "wah Lo ngajak ribut ya!"


Plak...


Satu tamparan berhasil Adria layangkan pada pipi mulus Vanya, tentu saja membuat Vanya merasa emosi lagi namun ketika ia hendak menampar Adria lagi Leo datang dan menempisnya.


"Stop!"

__ADS_1


"L-loh le-leo!" Ujar Vanya terbata bata


"Iya kenapa ?"


Leo pun mengempiskan tangan Vanya, Vanya tertegun saat melihat Leo melindungi Adria orang yang membuat nya kesal.


"KA Leo dia jahat sama aku!" Rengek Vanya meminta belas kasih


"Ck, sok jadi orang yang paling tersakiti!"


Vanya rasanya ingin mencabut bibir Adria namun tak mungkin di hadapan Leo, kakak tiri sekaligus orang yang ia sukai dari dulu.


"KA Leo...."


"Stop Vanya, aku udah liat sendiri kamu yang salah, jadi stop bilang kamu yang jadi korbannya di sini!"


"Ihhh kok ka Leo lebih penting wanita ini sih, emang apa istimewanya dia sama aku, udah sok alim padahal tingkah gak sesuai sama pakaian nya!" Ujar Vanya dengan senyum smirk nya


Adria yang sedari tadi diam dan hanya menahan emosi nya kini meminta Leo untuk sedikit jauh.


Plak..


Satu tamparan lagi Adria layangan membuat Leo tak percaya bahwa Adria sangat kejam.


Adria pun memegangi pipi Vanya "asal Lo tau ya, pakaian dan tingkah laku gue dua hal yang berbeda, gue pakaian tertutup karna itu sudah kewajiban setiap umat muslim, dan untuk tingkah laku gue itu tergantung orang yang ada di sekitar gue Lo faham kan!"


Adria pun menempiskan tangan nya Dari pipi Vanya dan menepuk-nepuk nya seolah tengah menghilangkan debu di tangannya.


"Heh dasar cewek munafik Lo!"


Adria yang awalnya akan pergi kembali menatap Vanya dengan mata yang penuh amarah "apa Lo bilang munafik, woy sadar diri ngaca Lo, Lo gak ngerasa munafik hah, pakaian aja gak di atur ngatain orang sembarangan sadar dong yang munafik itu gue apa Lo hah ?"


"Wih hebat, bocil kita dah besar ya bisa jaga diri sendiri!" Bangga rafiza


"Iya dong kan ajaran kutub selatan sama batu berjalan!" Ujar Adria sambil melirik Prilly dan Febrian


"Terus kalo tingkah Lo yang random ajaran siapa ?" Tanya Zidan


"Ajaran mulut burung beo sama bunglon!" Ujarnya sambil melirik Firda dan rafiza


(Sungguh orang biadap menamakan nama orang sesuka hati saja!)


Firda dan rafiza yang merasa namanya aneh pun kesal pada Adria, Adria yang merasa dirinya kini menjadi sasaran Firda dan rafiza segera berlari hingga membuat keduanya mengejar Adria.


"Capek gue ngurus tiga bocah itu!" Keluh Prilly


"Ikuti aja alurnya!"


...🍮🍮🍮🍮...


"


Mas ....." Lirih Zia sambil memeluk Faiz dari belakang


"Dalem sayang ku...." Ucap Faiz namun tangan nya tetap membuka satu persatu kancing bajunya.


"Mas sekarang mau kemana ?"


"Mau sembahyang Maghrib"

__ADS_1


"MMM di rumah apa di mesjid ?"


"Kayak nya di mesjid dah lama mas gak berjamaah di mesjid"


Faiz pun berbalik sehingga perut kotaknya terpapang jelas membuat mata Zia salfok.


"Oiya Prilly gak hari ini ya ?"


Namun Zia tak menjawab nya sehingga Faiz pun menyadarkan Zia "eh iya apa mas ?"


"Kamu ini liat apa HM ?"


"Eh itu anu apa itu!" Ucap Zia gugup


"Prilly gak pulang sekarang ?"


"Nggak katanya mau nginep besok baru pulang"


"Yasudah mas mau siap siap dulu ya!"


Faiz pun berjalan ke kamar mandi, namun Zia menepuk jidatnya gara gara terlalu pokus pada perut kotak suaminya sampe ia lupa apa yang ia ingin bicara pada suaminya itu.


Sesaat setelah Faiz selesai mandi Zia pun segera berdiri dari duduknya namun sekarang ia di buat kagum saat wajah Faiz terkena air wudhu, sungguh sangat tampan.


Faiz yang kini hanya memakai handuk yang melingkar di pinggang nya merasa aneh saat istrinya menatap nya dengan tatapan menganehkan.


"Kenapa yang ?"


"Mas kamu ganteng banget sih ?"


"Udah dari lahir aku ganteng, cuman kamunya aja baru nyadar!" Putus Faiz kemudian mengambil baju kokonya


"Kalo nanti kita punya anak nanti anak nya harus mirip kamu ya kalo boy!"


"Emang udah siap aku unboxing HM ?"


Seketika Zia terdiam..


"Udah nanti aja ya punya baby nya, kalo kamu dah siap aja, gak usah khawatir nanti langsung jadi kok gak perlu nunggu lama!" Ujar Faiz membuat Zia melotot


"Serius....."


"Iya lah kan kita nanti main nya dari malem sampe pagi!"


Zia tak menjawab ia hanya menatap Faiz tak percaya dengan omongan nya.


"Yasudah mas pamit dulu ya, assalamualaikum!"


"Eh mas tunggu, kamu gak bercanda nanti kalo kita main mau dari malem sampe pagi ?"


Seketika Faiz tersenyum sungguh ia tak percaya istrinya mudah sekali di ajak bercanda "bercanda Sayang, tapi beneran juga gak papa sih!"


"Apa, bisa bisa aku gak bisa jalan nanti!"


###################################


😂😂😂😂😂


Lucu ya part-nya ada bikin esmosi ada bikin pala overthinking kesana kemari 😂😅🙌

__ADS_1


Jangan lupa komen dan like ya!


__ADS_2