
...Hay sayangku.......
...Gimana kabarnya baik kan ?...
...Menurut kalian part end nya mau happy atau sad ?...
...Buat yang gak suka sama cerita aku bisa skip aja ya, tapi tolong jangan koment yang nggak nggak, jadilah pembaca yang baik ok!...
................................
Pagi yang indah di tambah indah ketika bangun sudah ada yang menyiapkan segala dari makanan, pakaian, dan lain lainnya.
Siapa lagi yang beruntung Kalo bukan pasutri muda itu ?
"Astaga mas, kamu yang siapin ini semua ?" Tanya Zia
"Iya sayang"
"Ya Allah maaf ya aku kesiangan jadi mas deh yang siapin semuanya!" Lirih Zia merasa bersalah
"Gak papa sayangku, apalagi ini semua bukan selalu tugas istri"
Zia pun bangun dan segera merapikan tempat tidur nya, selepas selesai Zia pun bergegas mandi dan bersiap.
Cup...
"Mas....."
Seketika Faiz bertingkah sedikit jail pada istrinya, ia tau bahwa istrinya akan salting ketika Faiz melakukan hal yang sederhana namun romantis, tak heran kenapa begitu zia salah satu orang yang kurang mendapatkan perhatian dari ayahnya sehingga ketika ada seseorang yang memanjakan nya dia akan mudah salting.
"Mas sya allah pagi pagi wajah kamu dah merah sayang, jadi gak perlu pake blush on lagi soalnya dah alami" ucapnya menggoda
Sontak saja Zia langsung menutup wajahnya "ihh mas iseng deh!"
"Gak papa kan sama istri sendiri!"
...🍮🍮🍮🍮...
"Dah lama ya Bun gak cosplay jadi pasutri muda lagi ya" ucap ayah sambil memeluk pinggang bunda
"Ihh ayah modus, sekarang itu masanya kita main sama cucu bukan masa pacaran lagi"
"Ya sebelum ada cucu gak papa kan kita pacaran dulu"
Ceklek...
Suara pintu terbuka pun terdengar, Prilly pun masuk namun sontak saja matanya melihat adegan yang seharusnya ia tak lihat alhasil ia pun menutup mata nya.
"Astaghfirullah ya Allah ampuni mata Prilly yang tak sengaja melihat adegan ini" jerit Prilly yang langsung di respon ayah bundanya
"Eh sayang kok gitu ?"
"Katanya mau punya dedek lagi ?"
"Itu dulu, sekarang mau nya ponakan dari Abang aja deh"
Tit...tit..
__ADS_1
Suara kelakson pun berbunyi, Prilly memegang kening nya ia lupa kalo teman temannya sudah menunggunya.
"Astaga Prilly lupa temen Prilly nunggu, ah ini semua salah ayah bunda sih"
"Eh sayang hati hati" ucap bunda
"Salah ayah sih putri bunda marah tuh" sambung bunda sambil pergi
..."Lah kok ayah sih yang salah" heran ayah....
🍮🍮🍮🍮
"Eh, ly. Lo bawa apaan besar banget ?" Tanya Firda saat menyadari Prilly membawa tas besar
"Ini loh aku baw-" seketika ucapan Prilly terhenti kala melihat Adria "loh ad ini beneran Lo kan ?"
Adria pun tersenyum "hihihi agak aneh ya kalo gue pake jilbab ?"
"Nggak cuman .... Lo cantik banget" puji Prilly
"Serius ly ?"
"Iya gue serius!"
Adria pun menatap keempat sahabatnya seolah ia menanyakan apakah yang di katakan Prilly itu benar ? Mereka pun kompak mengangguk membuat Adria salting.
"Eh Lo bawa apa ? Pertanyaan gue belum Lo jawab sama sekali!" Kesal Firda
"Hehehe maaf.... Ini gue bawa si taro dia gak mau makan udah 3 hari gue khawatir alhasil gue mau bawa dia ke dokter hewan!"
Tak cukup lama Prilly pun keluar dari dokter hewan "gimana ?" Tanya rafiza
"Nanti besok gue jemput taro lagi, untuk sekarang taro di sini dulu!"
Namun tiba tiba pandangan Febrian menangkap satu objek yang menurutnya itu adalah orang yang mereka kenal.
"Ly, bukannya itu ka Zia ya ?" Tunjuk Febrian pada gadis yang memakai gamis berwarna ungu muda
Prilly pun membuka jendela mobil "iya kayaknya ka Zia"
Namun sebelum Prilly hendak memanggil kakak iparnya tiba tiba seorang pria membawa nya pergi.
"Loh ka Zia sama siapa ly ?" Tanya Adria
Seketika Prilly mengangkat kedua bahunya "gue juga gak tau mungkin itu keluarga nya atau kerabat nya!"
*Semuanya mengangguk...
...🍮🍮🍮🍮...
"Ly... Lo liat Angga gak ?" Tanya farzan
"Angga....."
"Iya soalnya hari ini dia gak masuk kita kerumahnya kata bibi dia udah berangkat tapi sampai sekarang belum ada tanda tanda Angga datang" penjelasan Zidan
"Owh gitu.... Sorry kita gak tau" Balas rafiza
__ADS_1
"Apa ini ada hubungannya sama ka Zia ya ?" Batin Prilly...
Pelajaran pun di mulai karena Angga tidak ada maka ketua kelompok A di pimpin oleh rafiza, sebagai mana mestinya rafiza adalah wakil kelompok mereka.
Beberapa penjelasan rafiza utarakan banyak sekali pertanyaan pertanyaan yang terlontar dari siswi lain, rafiza mulai kewalahan sampai akhirnya Azzam pun berdiri membantu adiknya menjelaskan tentang pelajaran tersebut.
🍮🍮🍮🍮
"Emmm makasih ya ka udah bantuin aku tadi ngejelasin penjelasannya" ujar rafiza
"Sama sama sayang, siapa sih yang mau ngeliat adiknya kesusahan HM!" Tutur Azzam sambil merangkul pundak rafiza
Seketika teman teman rafiza dan Azzam hanya tersenyum melihat tingkah adik kakak yang baru kelihatan harmonis.
"Eh iya, ly. Lo ada acara gak ?" Tanya Adria
"MMM ada bunda ngajak makan malem sama sama di villa, emang kenapa ?"
"Hihihi gak sih awalnya kita mau ngajak kamu makan juga"
"Makan ? Acara apa ?"
"Gak ada sih cuman si twins lagi badmood karna ortunya gak nyariin mereka ?" Bisik Adria pada Prilly
Prilly pun mengangguk "eh btw kbd kemarin ortu kalian Chet ayah gue nanyain kalian loh"
Seketika Firda merasa tertarik dengan percakapan Prilly "Lo serius ?"
"Iya terus ayah gue bilang gak tau sebab kalian gak ada di rumah gue!"
Firda pun mengerucut kan bibir nya "mereka gak kangen apa sama kita ? Kayaknya mereka dah nyaman sama keluarga masing-masing ya"
Zidan, Leo, Azzam,farzan,rafiza, Adria dan Prilly merasa iba pada si twins mungkin dunia bilang hidup mereka enak serba mewah tanpa kekurangan, namun untuk apa semua itu yang mereka butuhkan hanya kasih sayang dan kebersamaan keluarga.
"Sabar ya gue yakin suatu saat nanti mereka akan sadar betapa pentingnya arti keluarga!"
"Gue setuju sama Leo mereka pasti akan nyesel karna terlalu menuruti ego mereka tanpa melihat kebelakang lagi!"
...🍮🍮🍮🍮...
"Mas sya allah menatu bunda cantik banget ini" ujar bunda saat melihat zia dengan pakaian tertutup
Zia dan Faiz pun menyalami ayah dan bunda, tak lupa Zia pun memberikan bingkisan yang sempat ia bawa dari rumah
"Ya Allah nak kok repot repot segala sih bunda itu gak butuh ini yang bunda butuhin cuman cucu aja kok!" Ujar bunda sambil cengengesan
Sontak saja Zia terdiam dan hanya bisa menelan Saliva nya, Faiz yang melihat istrinya kaku segera merangkul pinggang Zia.
"Bun bikin anak itu gak mudah loh, gak kayak mie instan langsung jadi, bahkan mie instan aja butuh proses buat Mateng itu juga sama loh" alibi Faiz
"Tapi gak ada salahnya loh bang, Prilly juga pengen liat ponakan dari kalian, apalagi Kalian kan dah lama nikah" sambung Prilly
"Loh loh kok jadi bahas ini sih kan tujuan kita buat makan malem gimana sih, bunda juga nih sama Prilly kasian loh Zia" tutur ayah menyudahi pertanyaan pertanyaan bunda dan Prilly.
###################################
Jangan lupa komen ya 🔥
__ADS_1