
...Hidup itu selayaknya gelombang ...
...Ada pasang, ada surut....
...Rafiza Renata Diningrat....
.................
...So, tidak semua orang selalu bahagia hidupnya, dan tidak semua orang merasa sedih, ikuti saja alur ceritanya, karena di setiap cerita pasti ada jalan keluarnya......
................
...Jangan pernah mengeluh karna keadaan karna itu lah perjalanan menuju bahagia, ingatlah engkau pernah meminta pelangi, namun sebelum pelangi ada pasti ada badai dan hujan barulah turun pelangi....
.................
...(Happy reading..)...
..................
"Shazia dirgantara, wanita berjiwa psikopat yang kehilangan kasih sayang dari papahnya!"
Deg.
Seketika Prilly terdiam meresapi kata yang cukup familiar baginya, namun mata nya terperanjat saat mengingat seseorang.
"KA Zia!" Balasnya
Faiz pun mengangguk....
"Jadi ka Zia wanita yang berjiwa psikopat itu!"
Sungguh Prilly tak sangka wanita yang menjadi kakak iparnya dulu pernah membunuh orang, namun ia tak heran seperti kata Faiz Zia lakukan karena khilaf dan dia frustasi karena kekurangan kasih sayang.
"But, terus cowok yang pernah nikah sama ka zia siapa ?"
"Letnan king Faiz ladeika!"
Sungguh kali ini Prilly di buat terkejut dua kali awal kisah kelam kakak iparnya dan hubungan abangnya, pantas saja Abang nya selalu menolak wanita di luar sana rupanya dia sudah menikah. Namun sayang nya Prilly tak tahu apapun karna ia pun di hukum atas kesalahannya dulu yang mengharuskan berpisah 2 tahun dari keluarga nya.
"Tapi di pikir pikir nasib ka Zia sama aku gak kalah jauh ya bang ?"
"Beda, Zia memang sudah berjiwa psikopat dari dulu tak bisa melihat keluarga di sakiti orang sudah maen tepar aja orang nya, sementara kamu itu terlalu egois gak mikiri nasib orang!" Namun tiba tiba Faiz berfikir lagi "tapi kalian memiliki satu frekuensi"
"Apa bang ?"
"Sama sama biadab gak peduliin nasib sama perasaan orang!"
Seketika Prilly terbangun dari duduknya "tapi kenapa ayah sama bunda baik baik aja, apa mereka gak tau masa lalu ka Zia ?"
Faiz pun bangun dan menghampiri Prilly "tau, cuman bunda sama ayah gak mau membuat Zia kembali mengingat kejadian yang kelam, membuat Zia sampai di titik ini sulit apalagi meluluhkan hatinya agar mau berubah maka dari itu bunda sama ayah menyerahkan urusan Zia pada Abang!"
*Prilly mengangguk
__ADS_1
bahkan meluluhkan hati Prilly saja untuk mau memakai kerudung itu sulit bagi Faiz begitu banyak perjuangan nya, jadi tak heran jika Faiz kesulitan membuat istrinya untuk berubah.
🍮🍮🍮🍮
"KA Zia..."
Riang Prilly sambil menuruni tangga, Zia yang tengah mengupas buah apel pun menoleh dan menampilkan senyuman manis nya.
"Awas, ly. Nanti jatuh!" Peringat Zia
"Asiap Bu Persit!"
Prilly pun duduk di samping Zia dan melihat Zia mengupas buah apel, setelah Zia selesai mengupas buah apel ia pun memberikannya pada Prilly terlebih dahulu baru ia mengupas lagi.
"Kamu gak kuliah ly ?"
Seketika saat Prilly ingin melahap apel nya ia tahan sebentar "nggak ka kita di kasih tugas di rumah aja!"
"Kenapa belum di kerjain ?_
"Males, nanti minta sama Angga aja jawabannya!"
"Lah kok gitu ?"
"Aku dah ngerjain separo dan separo lagi gak ngerti jadi nunggu penjelasan dari Angga, nanti dia ke sini!"
"Owh gitu!"
"Abisin dulu makanan di mulutnya baru nanya"
Prilly pun menelan habis makanan nya dan melirik Zia "kakak maaf sebelumnya tapi Kakak janji jangan marah ya ?"
"Janji apa ?"
"Udah janji aja dulu!"
Zia hanya bisa pasrah dan mengangguk....
"Maaf ka, aku lancang emang bener ya waktu dulu kakak pernah nikah sama bang Faiz, tapi kalian berpisah dulu karena belum siap satu sama lain ya ?"
Namun bukannya menjawab zia malah terdiam hingga membuat Prilly merasa bersalah karna bertanya itu pada Zia.
"Gak papa kok kalo gak di jawab aku gak maksa!" Ujar Prilly
"Iya dulu kakak sama Abang kamu pernah nikah secara agama bukan hukum, namun kami gak hidup bersama karna diantara kami belum siap menjalani rumah tangga!"
"Emang alasan kalian berpisah jarak kenapa ?"
"Kami bersama karna suatu fitnah sih yang mengharuskan untuk kita menikah namun karna kakak sama Abang kamu milih buat pisah jarak dulu karna kami belum siap satu sama lain itu aja gak lebih!"
Prilly dan Zia saling mengobrol, ya itung-itung mendekat kan diri saja, namun tiba tiba Angga sampai membawa beberapa buku untuk di pelajari Prilly.
Akhirnya mereka pindah ke ruang tamu dan belajar bersama, zia pun ikut karna Prilly dan Angga tak ingin berduan takutnya ada syetan yang lewat dan menggoda keduanya.
__ADS_1
Bukannya belajar Prilly malah menguap, Angga sudah menduga bahwa pelajaran itu pasti akan membosankan bagi seorang Prilly.
"Ly, Lo ngerti kagak ?" Tanya Angga
Sejenak tak ada jawaban alhasil Zia membuka buku yang menutupi wajah Prilly, ternyata Prilly malah tertidur pulas, Angga hanya pasrah dan mengerjakan soal nya dan soal milik Prilly sendirian.
"Ka, kakak bahagia di sini ?" Celetuk Angga tiba tiba
"Iya bahagia banget!"
"Kakak gak tertekan kan ? Kakak gak kekurangan apapun kan di sini ?"
"Nggak kakak gak tertekan sama sekali malah kakak di sini di perlakukan dengan baik, dianggap kakak kandung sendiri sama Prilly, dianggap anak sendiri sama ayah bunda, dan satu lagi di jadikan layaknya ratu sama Faiz!"
"Alhamdulillah kalo kakak bahagia aku takut kakak gak bahagia!"
"Tenang aja kakak baik baik aja, so. Gimana kamu udah siap ungkapin perasaan kamu ?"
"Nggak tau ka, aku bingung"
"Kenapa ?"
"Jika aku ungkapin aku takut persahabatan yang baru terjalin Antara kami malah rusak, apalagi status aku sekarang ikut kumpulan geng mereka ka!"
"Terus mau sampai kapan kamu tahan, Angga. ?"
"Aku gak tau tapi yang pasti aku akan cari jalan yang baik buat aku dan dia!"
"Jalan yang terbaik buat kamu dan dia, apa jalan yang paling menyakitkan buat kalian HM ?"
"Mungkin keduanya ka, aku gak tau setelah dia tau perasaan aku dan kami berpisah dia akan seperti apa, tapi yang pasti aku akan kembali buat jadiin dia pendamping hidup aku!"
"So, kamu mau kemana ?"
"Bentar lagi kuliah selesai, kami juga mengambil jurusan masing-masing, dan aku mikirnya mau lanjutin karir aku di luar negeri ka!"
"J-jadi k-kamu akan pergi ?"
Angga yang merasa kalo kakaknya berat melepaskannya ia pun memegang kedua pundak kakaknya.
"Ka, Kakak di sini bahagia aku yakin kakak akan di jaga baik baik sama keluarga ladeika, jadi aku gak khawatir kalo aku pergi.!"
"Tapi kakak yang khawatir, Angga. Kakak gak bisa liat kamu lagi nanti ?"
"Kakak tenang aja aku baik baik aja, nanti kita bisa saling ucapin rindu kan sekarang zaman canggih loh ka!" Ujar Angga berusaha membuat kakak nya kembali tersenyum.
####################################
Hayo siapa nih di sini yang sedih Angga pergi ?
MMM.... Kira kira ada yang mau gak di posisi Zia ?
Jangan lupa komen dan like ya!
__ADS_1