
Hari weekend adalah hari yang indah untuk berpiknik kini keluarga ladeika untuk berpiknik kebetulan atau dan Faiz sedang libur tugas jadi mereka bisa berkumpul dan menghabiskan waktu bersama keluarga.
"Abang.... Anter Prilly yuk ?" Ajak Prilly
"Ke mana ?"
"Ambil buah suruhan bunda!"
"Ok yaudah yuk!"
Memang definisi ya ketika seorang ibu sudah mengatakan kata menyuruh maka di situlah Faiz tak bisa menolak.
"Ye biasanya bilangnya suka mager Mulu kalo di ajak ma aku!" Ledek Prilly sambil memanyunkan bibirnya
"Perintah bunda harus di patuhi walau emang Maher juga sih!"
Selepas mengambil buah dari mobil Faiz tak sengaja bertemu dengan Zia, namun pertemuan mereka tak seperti biasanya Zia berlarian seperti di kejar orang.
Bruk...
Kini Zia memeluk Faiz, sebelum Faiz meregangkan pelukannya Zia malah memiringkan kepala Faiz seperti orang sedang melakukan kiss, eits namun jangan salah faham dulu mereka gak melakukan dengan sesungguhnya itu hanya seperti yang di lihat namun tidak dengan faktanya...
Setelah di rasa cukup aman Zia pun mendorong tubuh Faiz..
"Sorry!"
Namun sebelum Zia pergi Faiz menariknya hingga Zia tak berdaya dalam kurungan Faiz ...
"Lo maen pergi aja gak mau tanggung jawab HM ?"
Seketika Zia mengerutkan keningnya "maksud Lo apaan ?"
"Lo hampir bikin gue cium bibir Lo tapi untungnya gue bisa tahan kalo nggak gim-
"Ok apa mau Lo hah ?" Tanya Zia sambil membungkam mulut Faiz
Faiz pun berfikir seperti orang licik "kalo gue mau Lo gimana ?"
"Lo gila apa!" Sarkas Zia
Seketika itu Faiz pun melepaskan Zia "gue bercanda, eits btw Lo di kejar siapa sih sampe ketakutan gitu ?"
"Gue di kejar Doni dia mau ambil kalung gue, tapi gue gak mau melepaskan kalung ini, kalung ini sangat berharga bagi gue ini pemberian papah waktu gue ulang tahun!" Ujarnya penuh kejujuran
Faiz pun mengangguk "emang Angga kemana ?"
"Angga lagi piknik sama temen temennya, gue gak mau ganggu dia yang lagi ngabisin waktu bersama sahabat nya!"
"Yaudah mending sekarang ka Zia ikut kita aja piknik bersama!" Seloroh Prilly
Betapa kagetnya Zia saat menyadari bahwa Prilly sudah berada di dekatnya sedari lama. Tak terbayangkan betapa malunya Zia saat ini hanya saja Zia bisa menutupinya jadi tak terlihat.
"T-tapi itu kan piknik keluarga kalian ?"
"Gak papa kok ka, kan entar lagi Kakak juga jadi keluarga kita" ujar Prilly dengan senyuman
"Maksudnya ?" Tanya Zia
Prilly hanya tersenyum dan mengajak Zia, namun hati Zia tetap tak tenang apa yang di maksud Prilly itu ?
__ADS_1
...🍮🍮🍮🍮...
"Bunda ayah liat nih Prilly bawa calon menantu buat kalian ?" Celetuk Prilly
"Calon istri Abang, ly ?" Antusia bunda
"MMM benar sekali!"
Seketika Zia kaget bukan main entah bagaimana nasib nya sekarang, dia hanya tersenyum walau hatinya benar benar di buat salting tujuh turunan.
"Lah kok Abang gak bilang sama ayah sih kalo Abang punya calon HM ?"
"Aduh yah, udah ah jangan percaya sama tu bocah!"
"Lah emang kenapa bang ?"
"Dia ngasal Bun !"
"Jadi dia bukan calon Abang ?"
"Bukan Bun"
Duar....
Seketika hati Zia di buat hancur setelah ia di terbangkan eh malah di jatuhkan lagi, namun untungnya Zia merasa bahagia kalo perkataan Prilly benar bisa bisa dia di buat gila dengan kebucinan Faiz yang tingkat dewa itu.
Kali ini keluarga ladeika bersama Zia makan bersama namun entah kenapa bunda terus memperhatikan Zia, sehingga sang empu terus merasa malu.
"Tante kenapa kok Liat saya seperti itu apa ada yang aneh dengan saya ?" Tanya Zia sopan
"Nggak kok sayang cuman Tante ngebayangin kalo kamu jadi menantu Tante dan istri Abang Tante gak bisa bayangin sebucin apa Abang sama kamu nantinya!"
"Eits jodoh gak ada yang tau loh, dulu bunda juga gak pernah nyangka bisa nikah sama seorang abdi negara!"
"Tapi kayaknya saya gak pantes jadi menari Tante, saya gak akan sekuat Tante buat hadepin semua ujian nya ?"
"Hei kata siapa Tante juga dulu ngomong nya gitu tapi dengan berjalan nya waktu dan terus sabar Tante berhasil lewatin semuanya!"
"Bener tuh ka Zia kunci dari semuanya itu adalah kesabaran!" Timpal Zia.
"Semoga saja!"....
...🍮🍮🍮🍮...
"Sayang kamu yakin mau pulang HM ?"
"Iya Tante saya mau pulang, takut Angga pulang dan nyariin saya!"
Setelah selesai makan dan beranda sedikit antara bunda, Prilly dan Zia, kini Zia memutuskan untuk pulang karna merasa tidak enak mengganggu aktivitas keluarga ladeika.
Sementara ayah dan Faiz hanya memperhatikan dari kejauhan saja...
"Yasudah kalo gitu biar Abang yang anterin kamu ya ?"
"Eh nggak usah Tante gak papa Zia bisa pulang sendiri kok!" Tolak Zia secara lembut
"Hei kok gitu sih ini udah hampir sore gak baik pulang sendiri gak papa dianterin nya sama Abang aja!"
Bunda pun segera memanggil Faiz dan meminta Faiz mengantarkan Zia.
__ADS_1
"Eeee... Tante Prilly boleh ikut kan ?"
"....?...."
"Soalnya gak baik kalo perempuan dan pria berduaan jika tak ada ikatan mahrom!"
Betapa bahagianya bunda saat mendengar penuturan dari Zia "wah inimah fiks jadi calon bunda aja ya"
"Eh kok gitu sih Tan!"
"Bun jangan paksa Zia dong kasihan siapa tau kan dia sudah punya pilihan dia sendiri!" Jelas Faiz
"Iya yasudah tapi Tante berharap kamu belum punya pasangan nak!"
...🍮🍮🍮🍮...
"Wah bagus ya Lo minta tolong sama dia buat lindungi Lo, CK. Pengecut!" Sarkas Doni yang kini tengah memegangi pipinya yang terpukul oleh Faiz
Singkat cerita saat Zia turun dari mobil Doni hampir memukulnya dari belakang untungnya Faiz melihatnya dari kaca spion dan segera memukul pipi Doni.
Plak...
"Sekali lagi Lo bilang dia pengecut gue habisin Lo hari ini juga!" Ancam Faiz
"CK, emang Lo siapa hah ngatur ngatur urusan gue sama dia ?"
"Calon suaminya, kenalin gue letnan king fais ladeika!"
Deg..
Saat itu juga Doni tak berani berkata lagi sungguh dia di buat bungkam dengan perkenalan singkat Faiz.
"So, Lo mau pergi atau gue yang bawa Lo pergi hah ?"
"Awas Lo nanti!"
"Jangan berani berani sentuh calon istri gue atau tangan Lo bakal gue potong hari itu juga!"
Doni hanya menampilkan muka kekesalan nya dan pergi begitu saja.
Sementara di sisi lain Angga pun sampai di rumah dan betapa kagetnya saat ia melihat ada Prilly dan Faiz di rumah nya.
"Loh bang Faiz, Prilly kalian ada apa ?"
"Ga, tolong jaga kakak Lo baik baik ya!" Ujar Faiz sambil menepuk-nepuk pundak nya
"Emang kenapa ?"
"Nyawanya terancam sekarang!"
"What, sama siapa ?"
"Dion adik tiri Lo sendiri!"
"Awas aja kalo dia Sakirin KA zia lagi gue sumpahin dia akan mati di tangan gue!"
####################################
Faiz said : hidup itu penuh dengan cobaan kalo sedikit namanya cobain 😅😁
__ADS_1