
Pyar...
Pecahan gelas pun berserakan di mana mana, sudah Zia duga ini semua akan terjadi, Zia hanya diam dan melihat tangan Faiz terluka.
Baru saja Zia ingin memegang nya namun Faiz keburu menepisnya dengan kasar, sehingga hati Zia sedikit terluka.
"Kamu gak perlu sok paling tersakiti!"
"T-tapi.. m-mas a-aku lakuin ini semua demi Prilly juga!
"Kamu bisa kan bicarakan pada saya, saya sudah bilang jangan pernah sembunyikan apapun dari saya!"
Deg.
Kata 'saya' adalah kata yang selalu Faiz ucapakan ketika ia sedang marah, mungkin orang lain akan marah dengan sebutan kasar, namun bagi Faiz itulah kata kata kasarnya.
"M-maaf mas...." Lirih Zia sambil berusaha sekuat tenaga agar air matanya tak jatuh
"Sudah terlambat!"
"M-mas......."
Zia pun berlari menghampiri Faiz namun berkali kali Faiz menepis nya dengan kasar, tak bisa di pungkiri perlakukan Zia menyembunyikan Prilly tanpa bilang pada Faiz tentu membuat nya semakin marah.
Zia sadar Zia memang salah, namun apa yang harus ia lakukan jika Prilly tidak di kabarkan hilang maka Doni akan terus meneror Prilly, hal itu membuat Angga dan Zia sepakat untuk menculik Prilly.
Eits tenang Prilly di sana gak berduaan sama Angga dia di jaga oleh keamanan bahkan dia juga memiliki teman untuk menemani nya selama misi selesai.
...🍮🍮🍮🍮...
"Abang udah gak usah marah marah sama Angga!" Prilly berusaha melerai Faiz yang sedang meluapkan emosi nya
"Tapi dia udah berani culik kamu ly!"
"Tapi itu demi kebaikan Prilly juga bang, Angga sama ka Zia udah nyelamatin Prilly dari Doni yabg terus menerus meneror Prilly, tujuan mereka baik bang!" Jelas Prilly
"Tujuan mereka memang baik tapi caranya yang salah ly!"
Saat itu juga Faiz langsung membawa pulang Prilly tanpa menghiraukan Angga lagi, Angga faham dia juga salah jadi wajar Faiz memukul nya.
Namun mau bagaimana lagi tak ada cara lain lagi...
******
"Abang belum pulang ka ?" Tanya Prilly
Malam sudah semakin Zia hanya menunggu suaminya pulang bahkan ucapan dari Prilly saja tidak ia hiraukan.
__ADS_1
"Kakak yang sabar ya, bang Faiz pasti pulang kok cuman dia butuh waktu sendirian dulu!"
"Emang sebenci itu ya Abang kamu sama kakak ?"
"MMM... Abang gak benci ka, cuman Abang marah karena kakak gak bilang semuanya sama Abang!"
"Kapan kakak bisa bilang, ly. Bahkan dinding ini juga punya telinga, setiap hari Doni selalu mengintai kakak setiap Abang kamu pergi dan pulang malam atau gak pulang, kakak juga gak pulang kakak pergi ke rumah temen kakak, kakak takut Doni berulah di saat abang kamu gak ada, ly.!" Keluh Zia mencurahkan isi hatinya pada Prilly
"......." *Prilly hanya terdiam karena kehabisan kata kata selain memeluk Zia dan berusaha menenangkan nya.
...🍮🍮🍮🍮...
Club' tulisan itu terpapang jelas di atas gedung itu, Faiz pun masuk dan memesan minuman.
Sungguh setiap kali dia mengingat apa yang terjadi di pagi hari membuatnya steres seharusnya Faiz tak membentak zia seperti itu.
Namun mau bagaimana lagi Faiz benar benar marah atas perlakuan Zia terhadap nya karna membohongi nya.
"Kenapa harus kamu zi.. kenapa gak orang lain aja ? Seandainya itu orang lain mungkin sudah ku hajar dan ku bunuh dia!"
"Tapi aku gak bisa ngelakuin itu sama kamu sayang...."
Beberapa gelas Faiz minum sehingga kini pikirannya sudah sedikit sadar sedikit tidak.
Wanita malam yang berada di sana menatap Faiz dan salah satu dari mereka mulai mendekati Faiz bahkan merayunya.
Namun sebanyak apapun Faiz minum ia tetap bisa sadar, sehingga ia menepis wanita itu dan kembali pulang.
Suara pintu di buka keras sehingga Zia yang tertidur pun akhirnya bangun, melihat suaminya yang sempoyongan dia pun segera menangkap tubuhnya agar tak jatuh.
Tepat saat itu Faiz menenggelamkan wajahnya di leher Zia, sehingga sang empu merasa geli, namun Indra penciuman Zia teralihkan saat mencium bau alkohol dari tubuh Faiz.
"Astaghfirullah mas kamu minum ya ?"
"Ini semua gara gara kamu seandainya kamu gak bohongi aku dan berkata jujur aku gak akan seperti ini!" Rancau Faiz
"Sekarang aku akan hukum kamu!" Pekik nya sehingga membuat Zia memelototkan matanya
Zia pun membawa Faiz ke kasur dan merebahkan nya namun ketika Zia mau pergi faiz mencekal tangan Zia dan membuat Zia jatuh di atas tubuhnya.
"Mas...."
"Tetap di sini!"
Tanpa Zia sadari Faiz pun bangun dan mengubah posisinya menjadi Faiz yang di atas dan Zia yang di bawah, Zia terus menerus menolak sentuhan Faiz sehingga tanpa sadar Faiz mengunci pergerakan Zia dan mulai ******* bibir nya.
"Mffhmmm!"
__ADS_1
Faiz dengan cepat terus ******* bibir Zia, sementara Zia tak membalas nya sehingga Faiz menggigit bibir Zia.
Namun untungnya karna pengaruh dari minuman yang terlalu banyak di minum Faiz sehingga ia pun tertidur, membuat Zia merasa sedikit lega karna Faiz tak melakukan hal lain.
Zia pun membalikkan tubuh Faiz dan pergi dari kamar, sesampainya dia di kamar mandi Zia meratapi dirinya dan memegang bibir nya.
"Apa harus sekarang ?"
"T-tapi aku belum siap!"
Setelah membasuh muka nya dengan air Zia pun kembali ke kamar, namun karna takut jika Faiz memaksakan dirinya Zia memilih tidur di sofa.
...🍮🍮🍮🍮...
Sinar matahari akhirnya membangunkan seorang Faiz, Faiz berusaha mengerjapkan matanya dan melihat sekeliling.
Namun netra hitamnya melihat istrinya yang tidur di sofa, sontak saja Faiz segera memukul kepala nya dan mengingat kejadian semalam.
Seketika Faiz pun mengusap wajahnya dengan tangannya, mungkin Zia masih takut itu sebabnya dia memelih tidur di sofa.
Faiz pun turun dan menghampiri istrinya yang tertidur lelap, Faiz menggendong Zia dan menidurkan nya di kasur agar lebih nyaman, sementara itu dia pun mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
"Sayang maaf ya karna telah memaksa kamu!"
Zia pun terbangun karna buliran buliran air yang turun dari rambut Faiz menyapa wajah Zia, sontak saja Zia langsung bergeser lebih jauh dari Faiz.
"Sayang rileks, aku gak akan macem macem kok, aku cuman mau bilang maaf karna semalam udah ngelakuin hal Tanpa seizin kamu!"
"G-gak papa mas, mungkin itu hukuman aku karna telah bohongin kamu!"
"Aku benar benar khilaf sayang maaf sekali lagi!"
"Gak papa mas semalam cuman kiss aja gak lebih kok!"
"Kamu serius kan ?"
"Iya, tapi kamu lumayan juga ya main nya sampe bibir aku luka nih gara gara kamu gigit!" Keluh Zia sambil memperlihatkan bibir nya
Sontak saja Faiz segera menghampiri Zia dan membiarkan Zia duduk di pangkuan nya.
"Coba sini mas liat!"
Cup..
Satu kecupan singkat dari Faiz di bibir Zia membuat sang empu sontak menutup bibirnya.
"Ihhh mas katanya gak akan ngulangin lagi kalo gak izin!" Kesal Zia
__ADS_1
"Ya mau gimana lagi bibir kamu bikin aku ketagihan sayang!" Ujarnya dengan senyuman menggoda Zia.
##################################