Cinta Vs Waktu

Cinta Vs Waktu
part 34


__ADS_3

...Hallo guys 🙌...


...Cerita ku udah sampe di orang mana aja nih ......


...Komen dong kalian dari mana aja ?...


...Kalian tau cerita ini dari mana :...


...Dari temen ...


...Atau...


...Nyasar ...


..._____________________________________________...


Malam yang sunyi tanpa bintang Yang menyinari di langit, seakan langit pun ikut berduka atas hilang nya sosok wanita yang hebat, tangguh dan selalu bahagia.


Hal yang sama yang di rasakan oleh Faiz, kini dia tengah menatap langit dengan tatapan kosong.


Walau mungkin ia tau siapa pelakunya tapi apa alasan pelaku itu melakukan nya ? Apa salah Prilly padanya ? Semua pertanyaan selalu menghantui dirinya.


Ceklek...


Terdengar pintu kamar mandi terbuka dan menampilkan gadis cantik yang memakai piyama tidur nya.


Saat ia sedang mengeringkan rambut tiba tiba mata nya tak sengaja menatap Faiz yang tengah melamun.


Zia pun mulai mendekati Faiz "mas..." Panggil nya


Seketika Faiz terkejut dan menatap Zia dari atas sampai bawah "kamu habis mandi, yang. ?"


"Iya baru selesai, gerah soalnya!"


Faiz pun mengangguk dan kembali menatap arah lain, merasa di cuekin Zia pun duduk di hadapan Faiz.


"Kenapa kamu belum tidur ?"


"Belum ngantuk!" Balas Faiz singkat


"Terus kenapa kamu gak mau natap aku seolah aku punya salah sama kamu ?"


Faiz pun memejamkan matanya sejenak dan kembali menatap istrinya "gak papa sayang, cuman kepala aku pusing dikit aja kok!" Ujar nya sambil memijat pelipisnya


Zia pun kembali berdiri di belakang Faiz dan memijat kepalanya, Faiz pun merasa lebih nyaman dari pada sebelumnya.


Namun seketika Faiz menghentikan gerakan Zia "udah kamu tidur aja, ini dah malem gak baik!"


"Sama kamu juga angin malam gak baik buat tubuh kamu juga!"


Seketika Zia pun berjalan menuju tirai dan menutup nya namun saat hendak menutup jendela nya tiba tiba angin datang begitu kencang sehingga rompi piyama Zia terbang ke atas kasur.

__ADS_1


Sontak saja Zia segera menutup dadanya dengan tangannya, Faiz yang melihatnya sontak langsung menutup matanya, ia tahu bahwa Zia kini sedang menahan malunya.


Faiz pun mengambil kembali rompi Zia dan menghampiri Zia lalu memberikan nya tanpa membuka mata sedikit pun.


"Makasih!"


"Sama sama!"


"Kenapa masih tutup matanya ?"


"Sebelum kamu pakai rompinya lagi aku gak akan buka mata!"


Zia pun segera memakai rompinya kembali "udah, sekarang kamu buka mata kamu"


Faiz pun perlahan membuka matanya "good!"


"Kamu belum jawab pertanyaan aku loh mas"


Faiz pun menarik nafasnya "sayang... Kalo aku tatap kamu yang ada nanti syetan goda aku terus terjadi hal yang gak kamu inginkan, aku gak mau memaksa kamu itu sebabnya aku memilih untuk tutup mata!"


Deg.


Jantung Zia seakan berdetak begitu cepat, pantas saja Angga selalu mendukung hubungan nya dengan Faiz, memang benar Faiz itu tipe pria yang super komplit.


Zia tak henti-hentinya menatap Faiz dari atas kasur, sungguh ada rasa penyesalan yang menyeruak di hatinya.


Ada rasa bersalah namun ia tak bisa mengatakan apapun itu semua Zia lakukan demi kebaikan semuanya, namun dia juga menyangka Faiz sudah mengetahui nya tinggal rasa takut kehilangan lagi yang ada di hati Zia, apakah setelah semuanya berakhir Faiz bisa memaafkan Zia lagi ?


...🍮🍮🍮🍮...


Setiap manusia pasti pintar dalam segala hal namun ketika hati merasa dia lebih baik dari orang lain maka di situlah rasa sombong pun tiba, jadilah orang yang tetap merendah kan hati agar orang bisa menghargai dan menghormati kita.


Ingatlah ilmu tak bisa di dapatkan dengan mudah jika tak ada perjuangan untuk mendapatkan nya, jangan takut karena ketinggalan beberapa langkah dari teman mu walau teman mu sudah pandai ini dan itu, ingatlah setiap perjalanan manusia berbeda-beda.


Tidak semua berjalan lancar semua nya butuh proses, hal nya seperti engkau mencari ilmu ketika engkau tak pandai dalam satu surah sementara teman mu sudah beberapa surah, jangan pernah malu untuk terus menghapal setiap surah walau semisal nya umur kalian sudah semakin besar, coba kalian buka mata lebar lebar betapa banyak orang yang jauh lebih tinggi umurnya yang ingin juga menempuh perjalanan seperti mu namun terhalang beberapa faktor.


Mulai sekarang stop dengan kata 'malu' berjuanglah dan buktikan pada orang yang selalu mengejek kita karna ketinggalan jauh, buktikan bukan dengan omongan tapi dengan bakat dan karya kita!.


"Alhamdulillah akhirnya semakin lancar juga kamu menghafal nya ya" Faiz pun memuji cara menghafal Zia yang semakin baik


"Ini juga berkat ajaran kamu mas, kalo kamu gak ngajarin aku mana mungkin aku bisa seperti ini!" Imbuh nya


"Eits... Aku cuman perantara aja loh, yang buat kamu bisa sampai di titik ini diri kamu sendiri dan Allah yang selalu ada di hati kamu, ingat lah sayang... Ketika nama Allah selalu ada di hati kita ins sya Allah tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini!"


"Mas sya Allah!"


"Iya mulai sekarang kalo kamu gak terlalu sibuk di butik kamu bisa hafalan biar nanti pas mas pulang kamu dah lancar!"


"Tapi aku selalu gugup mas, kalo udah hafalan sama kamu tapi pas aku sendirian ngapalin itu lancar banget!" Keluh Zia


"Itu cobaan nya sayang... Jadi berusaha yang lebih keras lagi ya!" Faiz pun mengusap kepala istrinya dan mengecup nya singkat

__ADS_1


Namun sebelum Faiz pergi Zia memegang pergelangan tangan Faiz "mas..."


Faiz pun berhenti dan beralih menatap Zia "dalem sayang!" Dengan suara lembut nya.


"Aaaaa aku salting mas...."


Faiz pun tersenyum "mas sya Allah pagi pagi dah dapet senyum istri pasti hari aku lebih baik sekarang!"


"Ihhh... Udah ah mas pergi mandi aja sana!"


"Kenapa emang HM ?_


"Soalnya kalo kamu tetap di sini yang ada aku kena diabetes!"


"Loh kok gitu ?"


"Soalnya ucapan dan senyuman kamu candu buat aku mas..."


Faiz pun terkekeh mendengar penuturan dari sang istri, ia pun mencium tangan Zia dan mengusap usap nya.


"Sayang jangan bohongi aku ya soal apapun itu!" Ujarnya sebelum akhirnya pergi mandi


"Maaf mas.... Aku minta maaf, kamu boleh marah dan benci aku, aku tau aku salah tapi ini semua demi kebaikan semuanya!"


...🍮🍮🍮🍮...


Setelah kepergian Faiz Zia pun kini duduk menatap awan dan langit biru yang indah sambil duduk di kursi panjangnya.


Namun semuanya tak semulus yang zia pikirkan, tiba tiba ponselnya berbunyi Zia pikir itu adalah Faiz namun kiranya itu salah nomor yang tak di kenal menelponnya.


"Hallo!"


"Tugas kita selesai!"


"Bagus"


"Tunggu besok akan ada surprise indah!"


"Ingat jangan macem macem!"


"Rileks! Dia juga tau alasan dan dia baik baik saja di sini"


"Kalian berdua ?"


"No, gue cuman pantau dia dari kejauhan aja!"


"Bagus kamu inget dia siapa ? Kalo samoe terluka maka aku yang jadi taruhannya!"


"Ok!"


###################################

__ADS_1


..._ HM .... Kira kira Zia telpon siapa ya ?...


..._mau jawabannya ada di part selanjutnya!...


__ADS_2