
...Jadikan lah dirimu ratu sendiri karna belum tentu raja di zaman sekarang mau meratukan mu seperti, dalam cerita dan kisah para nabi!...
...Febrian firdaus alastri ...
.......................................................................
...Mmmm..... Kira kira kita buat part tentang apa ya di bab kali ini ?...
...Kayak nya kalo tentang sahabat seru ya ?...
...Ok, mari kita cikidau ...
...( Happy reading )...
..._____________________________________________...
...K...
ini ketujuh remaja antara laki laki dan wanita bersama di markas besar milik girlgeng sambil menunggu info selanjutnya tentang keberadaan Prilly dan Angga.
Awalnya mereka mau membantu Faiz namun Faiz melarangnya menyuruh mereka menunggu saja, ketika Faiz membutuhkan maka ia akan menelpon mereka.
Meski ruangan yang besar namun isi manusiawi hanya berdiam dan memainkan ponsel mereka masing-masing.
Brak...
Suara pintu terbuka membuat mereka menatap satu wajah.
"Sorry gue telat!" Ujar Azzam sambil mengatur nafas nya
"Idih siapa juga yang nungguin Lo,!" Cibir Firda
"Wih pada diem ae kenapa nih ?"Azzam pun duduk di dekat Leo dan farzan
"Gak ada topik!" Timpal rafiza ngasal
"Eh btw tadi gue ketemu sama orang yang kayak lagi was was gitu loh, kayak gak mau ketauan orang aja"
Seketika Febrian merasa tertarik dengan ucapan Azzam, biasanya ketika manusia batu merasa tertarik dengan suatu objek artinya objek itu akan bersangkutan dengan suatu hal.
"Lo liat di mana ?"
Azzam pun mengingat ingat "kayak nya tadi waktu gue mau masuk ke markas ini!"
"Ah... Sialan...." Febrian pun segera bangkit dan menuju pintu
Semuanya pun ikut berlari ketika melihat Febrian berlari. Namun sampai di gerbang orang itu sudah tidak ada.
"Kenapa sih Lo ?" Tanya Firda
"Orang itu pasti lagi ngawasin kita dan cari celah!" Tebak Febrian
__ADS_1
"Celah ? Apa ?" Sambung rafiza
"Gak pasti tapi kayak celah lagi cari orang!"
...Azzam dan yang lainnya pun mengangguk namun mereka sedikit heran dengan jawaban dari Febrian mereka pun tak tahu apa yang di maksud Febrian itu....
...🍮🍮🍮🍮...
"Rafiza...." Teriak Adria dari dapur
Rafiza pun segera bangkit kalo tidak maka adria akan semakin meningkat kan suaranya.
"Apa sih ad ?"
Seketika Adria memasang muka kesal nya "Lo liat nih piring belum Lo cuci!"
"Yaelah cuci piring doang!" Balas nya jutek
"Apa Lo bilang cuman ? Gu dah capek ya masak dan yang lainnya sekarang tinggal cuci piring masa gue yang harus kerjakan lagi sih!"
Sebelum Adria bertambah mengomel rafiza pun segera melaksanakan tugas nya, sementara yang lain hanya melihat saja.
Seketika Azzam membawa beberapa piring kotor ke dapur, sehingga saat rafiza selesai Baru sampai.
Rafiza yang melihatnya segera menatap Azzam alias kakaknya dengan penuh emosi, Azzam yang menyadari nya ia segera mencuci piring nya jika tidak maka rafiza akan mengoceh padanya hingga telinga nya akan panas.
"Hahaha kasian yang punya adik atau kakak ngenes ya!" Ledek farzan
"Ye bisa ngeledek Mulu Lo, kalo ada Prilly atau Angga siap siap di roasting aja Lo!" Sarkas Leo
"Emang apa hubungannya ?"
"Hubungan nya mendidik anak sama mendidik seorang adik itu gak kalah beda sama sama sulit, dan kewalahan banyak rewalnya dan yang lainnya yang membuat kita bikin kesel!" Ujar Adria
"Udah udah ngapain ribut sih!" Ujar Firda melerai nya.
...🍮🍮🍮🍮...
Rintikan gerimis di luar bukannya membuat dingin namun membuat mereka teringat seseorang yang selalu menjadi penasihat mereka.
Ketika mereka ada masalah mereka tak akan mengadu pada ibu mereka melainkan teman mereka, semuanya telah kehilangan kata orang tua namun ketika mereka bertemu dengan orang yang membuat mereka nyaman bahkan membuat mereka merasa kehangatan keluarga kembali.
Ketika kehidupan keluarga menentang mereka ada girlgeng yang menerima mereka dengan lapang dada, kasih sayang, kehangatan, bahkan nasihat mereka dapat kan di sana.
Namun beberapa hari kini mereka kehilangan sosok penting di girlgeng yang bahkan mereka sendiri tak tahu keberadaan nya.
"Ly Lo di mana kita semua kangen sama Lo...."
"Iya ly, gue kangen ketika gue ngeluh biasanya Lo yang suka ngomel sama gue!"
"Iya ly ketika gue sama Febrian berantem Lo yang selalu jadi penenang hati kita!"
__ADS_1
"KITA RINDU LO, LY. PULANG LY.... BANYAK ORANG YANG TERSIKSA ATAS KEPERGIAN LO....!"
rintihan kata kata rindu mereka teriakan sehingga jika langit itu sebuah buku mungkin sudah penuh di isi kepingan kepingan rindu mereka.
"Halo ka Zia ..."
"......"
"Iya nanti kita cari infonya!"
Setelah mendapatkan telpon dari Zia Febrian pun segera berlari menuju laptop nya dan segera mencari informasi sesuai petunjuk Zia.
Setelah mendapat petunjuk Febrian pun segera mengirim kan pada Zia kembali.
"KA Zia bilang apa ?"
"Dia bilang kalo dia nemuin sesuatu jadi suruh gue buat lacak tempat nya!"
"Apa kita perlu ke sana ?"
"Kayaknya gak usah kalo kita ke sana tanpa izin dari ka Faiz yang ada kita juga akan menggangu aktifitas ka Faiz!"
Firda, dan Adria pun duduk dan menghembuskan nafasnya panjang "kasian juga ya jadi ka Faiz ?"
"Iya pasti dia lebih tersiksa dari kita, dia pasti ngerasa Abang yang gak bisa rawat adikna dengan baik!"
"Gue setuju sama Firda, gue denger ka Faiz ambil cuti dulu buat cari keberadaan Prilly, tapi anehnya kenapa ka Faiz gak begitu serius ya kayak dia sekarang lagi curiga sama seseorang ?" Tebak Adria
"Iya soalnya dari cara pandang dia mirip sama Febrian ketika dia mencurigai seseorang!" Ujar Firda sambil melirik Febrian
"Apa jangan jangan ka Faiz dah tau pelaku nya ?"
Seketika rafiza, dan Firda terbangun dari rebahan mereka "tapi kenapa ka Faiz gak langsung ke tempat Prilly kalo ia tau ?"
"Dia tau, tapi dia sedang mencari waktu yang tepat dan alasan yang sesungguhnya!" Ujar Febrian dengan wajah datarnya
Firda pun menggosokkan jarinya ke dagunya "kira kira siapa ya yang jadi sasaran ia Faiz ?"
"Tapi yang gue takutin ketika yang berbuat ulahnya orang terdekat, pasti ia Faiz kecewa banget!"
"Tapi gue juga yakin ka Faiz bukan orang yang gampang memutuskan hubungan atau mengakhiri kata dia pasti serius mencari apa dan kenapa ?"
"Bener banget dua kata dengan makna berbeda, tapi Lo pada tau gak walau di tengah kestresan nya ka Faiz namun dia masih sempat sempat nya ngebucin!" Ujar rafiza tersenyun senyum
"Lo tau dari mana ?" Tanya Adria Karan setaunya mereka kan tak tahu apapun
"Dari Zidan, kemarin kan waktu ke gunung ka Faiz, ka Zia sama Zidan satu kelompok, dan yang bikin ngakak nya Zidan jadi nyamuk di tengah tengah kebucinan pasutri itu!" Ujar rafiza yang tak bisa lagi menahan tawanya saat membayangkan yang terjadi pada Zidan....
###################################
...Yuhu.... Part ini seru gak .......
__ADS_1
...Jangan lupa vote dan komen ya!...
...Eits santai mau romantis nya ada kok nanti di part sebelah ya 😅...