Cinta Vs Waktu

Cinta Vs Waktu
part 42


__ADS_3

...Cinta itu tidak untuk menyempurnakan,...


...Namun ikhlas menerima kekurangan,...


...Bukan untuk saling melengkapi, tapi...


...Untuk saling mengisi....


...King Faiz ladeika ...


................


...Cinta itu memang buta gak datang tiba tiba lalu pergi tanpa pamit....


...Angga dirgantara...


..............


...Apa salah gue sampe gue yang harus jadi masalah semuanya ? Gue cuman pengen kayak orang lain....


...Febrian firdaus alastri...


..........


🍮🍮🍮🍮


"Eh itu yang nyayi kok kayak dalem banget ya makna nya ?" Tanya rafiza saat mendengar kan lantunan dari lagu Angga


"Bener, bahkan cara Angga natap Prilly aja udah kayak ada sesuatu yang Angga pengen omongin sama Prilly lewat lagu bukan ucapan!" Timpal Azzam yang menilai lewat pandangan mata


"Gue setuju, tapi apa ?" Sambung Zidan


"Perasaan... Cinta..... Yang sulit di katakan oleh sebuah sebab yang dalam!" Lirih Febrian yang menatap Angga dan Prilly sekilas.


Tentu saja jawaban dari Febrian membuat bungkam semua, mereka kembali menatap Angga dan fokus mendengar kan lagu yang Angga nyayikan dan berusaha meresapi apa yang sebenarnya sedang Angga berusaha bicarakan dengan lagu itu.


Saat sedang pokus pokusnya tiba tiba Adria dan Firda menatap satu objek yang menurut mereka sangat mencurigakan, alhasil mereka bersandar pada belakang kursi dan memperhatikan orang tersebut agar tidak terlalu di curiga mereka sambil mengobrol asal.


Namun gerak gerik mereka di ketahui oleh rafiza yang melihat keduanya tengah mengobrol namun bukan itu tujuan mereka.


Rafiza pun berdehem pelan "ekhm... Lagi ngapain jujur gak ?"


Sontak saja Adria dan Firda cengengesan "itu liat deh orang itu agak aneh dari tadi vidiin Prilly sama Angga!"


Seketika rafiza menoleh namun kepala kembali di tegakan oleh Firda "sstt.... Liat nya jangan gitu nanti kalo dia kabur susah nangkep ya!"


"Gimana kalo dia kesini ?"


"Gue gak tau kita bisa beladiri dan kita juga di temani para Bangtan tamfan!" Lirih Adria di tengah tengah kefokusan mereka


"Diem Lo kalo nggak, gue lempar Lo sampe Amrika!"


"Amerika Firda.....!"

__ADS_1


"Sama aja!"


Namun saat Angga dan Prilly turun orang tersebut pun pergi membuat Rafiza, Adria, dan Firda sontak bangun dari duduk nya dan langsung mengejar orang tersebut membuat semuanya tersentak kaget saat melihat ketiganya berlari.


Zidan dan Leo yang melihat mereka mengejar siapa langsung mengajak semuanya untuk ikut takut mereka terjadi sesuatu.


"Woy.... Berenti....." Adria tepat berenti dan menarik baju orang tersebut.


Namun orang tersebut pintar dan segera pergi tanpa hoddie nya, namun rafiza dan Firda berhasil mencegah orang itu dari depan, karna ketakutan orang itu pun mulai berkelahi.


Bugh.


Plak.


Bugh.


Namun Firda dan rafiza salah taktik sehingga mereka terjatuh, tepat saat mereka terjatuh orang itu hampir melayangkan pukulan yang keras pada Firda untungnya bisa segera di hantam terlebih dahulu oleh Febrian.


"Berani nyakitin dia, gue patahin tangan yang sentuh dia!" Pekik Febrian


Krek..


Suara retakan pergelangan tangan orang yang hampir memukul Firda membuat semuanya meringis mendengar suara nya saja.


Angga pun menghampiri orang itu dan membuka masker nya betapa terkejutnya ia saat tau siapa orang itu.


"Kamu ...... Siapa yang suruh kamu buat mata matain saya!" Tegas Angga saat tau bahwa orang itu biasa jadi andalan suruhan keluarga dirgantara


"Orang terdekat mu!" Ucapnya dengan senyuman miring.


"Cari tau saja!"


"Woy jangan lari....!" Teriak Leo.


"Udah gak usah di kejar!" Peringat Prilly.


"Jangan jangan.......


...🍮🍮🍮🍮...


Hari yang cukup melelahkan bagi anggota girlgeng selepas cukup senang healing mereka pulang ke masing-masing arah dan tujuannya.


Namun Angga mengikuti Prilly pulang, walau hati Prilly bertanya tanya, namun bagaimana pun mungkin Angga merindukan Zia kakak nya.


Selepas sampai di depan rumah Angga langsung turun dari motor nya, wajah nya tampak sangat kesal.


"Tunggu, Lo ngapain ke sini ?" Cegah Prilly sebelum Angga masuk.


"Gue mau ketemu sama ka Zia faham!"


Angga pun berlalu dari hadapan Prilly dan langsung mencari Zia.


"Ka zia dimana Lo.... Gue mau ngomong...!"

__ADS_1


"Keluar gak atau gue bakal lakuin sesuatu sama orang yang paling lo cintai!"


Teriakan Angga membuat seisi rumah berkumpul terutama Prilly yang heran dengan sikap Angga, tak biasa nya Angga berteriak saat bertemu Zia.


Zia pun turun dari atas dan langsung menatap wajah Angga yang terlihat sangat marah dan kesal.


"Loh Angga kamu kenapa ?" Tanya Zia baik baik.


Namun ketika zia akan menyentuh wajah Angga tiba tiba Angga menepisnya dengan kasar "sekarang Lo jawab kenapa Lo suruh orang buat mata matain gue hah ? Gue udah pernah bilang gue bisa jaga diri baik baik, dan gue gak mau di mata matain Lo faham gak sih ?"


Zia yang tak tahu apapun hanya bisa bengong dan berushaa tetap tenang menghadapi sikap adiknya yang tak seperti biasanya.


"Angga apa maksud kamu sih ? Buat apa kakak nyuruh orang buat mata matain kamu ?"


"Fine, kalo bukan Lo pasti letnan itu kan ?"


"Angga jaga ucapan kamu, bagaimana pun dia kakak ipar kamu sekarang!" Pekik Zia tak terima Angga memanggil suaminya dengan lancang dan tak sopan.


Angga pun tersenyum miring "gue dah capek, bisa gak kalian gak usah tambah beban gue ? Gue bukan anak kecil yang selalu kalian jaga, gue juga dah dewasa bisa rawat diri sendiri! Asal Lo tau orang yang Lo suruh itu bilang semuanya selama ini dia mata matain gue dan orang yang nyuruh gue itu adalah Lo!" Tunjuk Angga pada Zia


Seketika Prilly sekarang faham tujuan Angga datang kerumahnya, jika ia tau maksud dari Angga mungkin ia tak akan membiarkan Angga masuk dan hanya memarahi kakak iparnya.


"Angga jaga sikap Lo sama kakak Lo!" Ujar Prilly


Namun omongan Prilly tak Angga dengar yang ada dalam pikirannya sekarang hanya kemarahan dan kekesalan saja.


"Sekarang mau Lo apa hah ? Lo mau gue jadi kayak dulu jadi babu Lo yang tiap hari nurutin semua perkataan Lo hah ?"


"Angga kakak gak pernah nyuruh orang percaya sama kakak Angga...." Lirih Zia


Angga yang melihat Zia menangis pun memegang bahu Zia "kenapa nangis ? Pura pura kan ? Udahlah gak usah nangis faham! Mulai sekarang jangan pernah ganggu hidup gue lagi faham!"


Angga pun berlalu tanpa pamitan pada Zia, Zia yang tak tahu apapun berusaha mengejar Angga namun hasilnya nihil Angga terlalu cepat melakukan motornya sehingga Zia tak bisa menggapai nya.


"A-ku s-salah apa ?"...


Prilly yang merasa iba pada Zia pun menghampiri Zia yang kini tengah berlutut di depan halaman rumah "KA yang sabar ya.... Mungkin Angga lagi kesel aja.... Kakak tenang aja biar aku yang suruh dia minta maaf!"


"Ly... Siapa yang Angga maksud ? Kenapa dia marah sama kakak dan nuduh kakak suruh orang buat mata matain dia ?"


"Mungkin ini salah faham aja ka!"


"Prilly kamu percaya kan kakak gak lakuin itu ?"


"Iya ka aku percaya kok!" Prilly pun memeluk zia


"Kenapa Lo berubah seceper ini sih, ga. ?"


####################################


HM.... Kita kira Angga kenapa ya ?


Yang tau komen ya!

__ADS_1


Jangan lupa like nya ok,


Satu lagi jangan lupa share juga biar bisa baca bareng temen, doi dan keluarga kalian ya.


__ADS_2