Cinta Vs Waktu

Cinta Vs Waktu
part 44


__ADS_3

...Hanya karena proses kita lebih lama dari orang lain, bukan berarti kita gagal. Setiap orang ada masanya, dan setiap masa ada orang nya....


...Queen Prilly ladeika......


.................


...( Happy reading....)...


🍮🍮🍮🍮


"Issh Prilly lama amat sih" keluh Adria


Kini di atas kampus bintang terlihat 8 remaja yang tengah menunggu leader mereka masing-masing.


Banyak siswa dan siswi yang histeris melihat mereka ada juga yang caper, mereka sering mengeluh karna anggota OSIS alias teman Angga akhir akhir ini sering dekat dengan girlgeng.


Mereka ingin sekali membuat girlgeng menjauh namun tak ada yang berani, dari segi penampilan, prioritas, kekayaan, bahkan banyak orang yang takut jika sudah berhadapan dengan dua anggota dari girlgeng.


Prilly dan Febrian dua manusia yang di kenal kutub selatan dan batu berjalan jika sudah mengamuk tak akan memandang siapapun.


Sret....


Kini semua teman Angga dan Prilly tersenyum saat melihat adegan yang langka di mana Dua leader mereka datang bersamaan.


Prilly yang baru saja turun dari mobil, dan Angga yang baru saja turun dari motornya saling menatap satu sama lain, namun kembali menatap arah lain.


Keduanya pun berjalan menghampiri teman mereka masing-masing.


"Ciee.. yang abis di kawal Bangtan ?" Goda Adria sambil menaik turunkan alisnya.


"Ihh apaan sih, itu cuman kebetulan aja gak lebih!" Elak Prilly


"Eh, ga. Gimana kalo kita adu basket yuk ?" Ajak rafiza


Deg.


Hati Angga tiba tiba berhenti dan keningnya berkerut, mungkinkah Prilly tak berbicara apapun pada teman-teman nya soal masalah kemarin ?


Kini pikiran Angga sudah berlalu lalang memikirkan semuanya, namun Azzam menyadarkan nya.


"Hei mikirin apa udah ayok!"


Mereka pun setuju mereka akan adu basket setelah jam istirahat nanti.


"Ly. Tumben Lo mikirin apa ?" Bisik rafiza saat melihat Prilly tak pokus dalam pelajaran nya.


"KA Zia masuk rumah sakit, mana Abang ada tugas dan gak bisa ambil cuti, gue khawatir ka Zia kenapa Napa!"


"Emang kenapa kok bisa masuk rumah sakit ?"


Prilly pun menelan salivanya susah payah "ee... Itu... A-anu... Itu.... KA Zia terlalu capek aja mangkanya sakit!"


"Owh gitu!"


"Iya" ujar Prilly sambil tersenyum.

__ADS_1


Hati Prilly sungguh dag dig dug, bagaimana pula ia bisa terlupa dan hampir saja membocorkan rahasia nya.


Sungguh pelajaran yang paling menyebalkan dalam hidup Prilly, jadi tak ingin membuat masalah ia berdirikan bukunya sementara Prilly melukis di buku catatannya.


Firda yang duduk di sebelah Prilly seketika menoleh, Firda hanya menggerakkan bibirnya sudah ia duga bahwa Prilly yang di kenal pintar juga akan punya sisi kekurangan dalam pelajaran.


Sungguh pelajaran tentang rumus akan membuat nya semakin panas jika terus di teruskan jadi lebih baik dia melukis, bukan cuman sekali tapi sudah beberapa kali, Awalnya Prilly tak akan sekolah karena sudah tau jadwalnya namun hanya dengan tatapan Faiz ia pun menurut di banding harus bertengkar dengan manusia berjiwa singa itu.


...🍮🍮🍮🍮...


"Kenapa Lo gak bilang sama mereka ?" Tanya Angga sambil berusaha memasukkan bola ke dalam ring


"Seemosi apapun gue, gue gak akan hancurin sebuah persahabatan yang sudah terjalin lama!" Ujar Prilly sambil mengambil bola dari tangan Angga


"Ck, gue gak butuh belas kasih Lo!"


"Gue gak ngasihani Lo, cuman gue kasihan sama hati Lo yang tiap hari akan kesepian kalo gak ada temen, dan asal Lo tau gue mikirin perasaan sahabat Lo yang selalu berusaha ingin dekat sama Lo, dan gue juga gak akan sebejat itu buat ngancurin persahabatan yang tulus, dan udah Lo bangun susah payah!"


"Itu urusan gue!"


Sontak saja Prilly langsung melempar bola ke ring nya dan berbalik menatap Angga "asal Lo tau Angga dirgantara... Kalo sebuah kepercayaan sudah Lo hancurin akan sulit untuk membuat orang tersebut percaya lagi, kepercayaan itu layaknya sebuah gelas jika sudah pecah maka akan sulit untuk di perbaiki seperti semula kalo pun itu bisa di perbaiki maka itu gak akan seperti dulu lagi!"


Sontak saja Prilly pun langsung keluar dari permainan dan memilih untuk menonton saja, sementara Febrian pun ikutan keluar dan duduk di samping Prilly.


"Kenapa ? Lo bertengkar sama Angga ?"


*Prilly diam....


"Ck, emang biadap tu orang gak tau balas Budi udah di kasih hati malah minta jantung!"


Prilly yang mendengar penuturan Febrian pun langsung menoleh "Lo tau semuanya ?"


Prilly pun kembali memutar bola matanya malas "tau dari mana Lo ?"


"Dari mata turun ke otak!"


"Gue butuh penjelasan ? Atau jangan jangan Lo kemarin gak pulang dan jadi penguntit ?"


Febrian pun tersenyum miring "gak ada kerjaan gue jadi penguntit!"


Sungguh sikap batu berjalan itu membuat Prilly semakin kesal rasanya ia ingin menampar Febrian namun bagaimana pun hanya Febrian sahabat yang bisa ia ajak bicara dan bercerita, ya memang semuanya bisa di percaya. Namun Febrian dan Prilly memiliki masa lalu yang sama dan kelam jadi mereka sudah mengenal satu sama lain di banding yang lainnya.


Walaupun mereka semua berteman namun tak ada yang bisa memahami sikap Febrian selain Prilly begitu pun sebaliknya. Namun kadang kala mereka sering bertengkar hanya karna sikap mereka yang sama sama dingin.


"Eh gue ngomong baik baik ya ?"


"Iya gue juga jawab baik kok!"


"Febrian firdaus alastri!" Kesal Prilly


"Ya, Queen Prilly ladeika...!" Balas Febrian


Kedua nya pun saling menatap satu sama lain yang akhirnya Prilly pun pergi, namun tak lama Febrian pun ikut pergi.


"Eh kok Prilly sama Febrian gak ada sih ?" Ujar Firda saat menyadari keduanya hilang bersamaan.

__ADS_1


"Udah gak usah di pikirin mending makan tim Angga yang telaktir ?" Ujar Adria


"Enak aja lo!" Tolak Zidan


"Hellow kan tim Lo kalah!" Balas Adria


"Ya tapi kan nggak ada perjanjian nya ?" Timpal Leo


"Iya tapi kan tim gue yang menang, jadi tim gue lah yang nentuin pengen apa ya kan gays!" Seru Adria dan yang lainnya


"Udah ikutin aja di banding kita di bantai sama anggota yang lain!" Timpal farzan


...🍮🍮🍮🍮...


"Ngapain Lo ngikutin gue!" Sarkas Prilly saat menyadari langkah kaki Febrian mulai menghampiri nya


"Gue sering ke sini, harusnya gue nanya Lo yang ngapain di sini ?" Ujar Febrian sambil duduk di sofa yang lumayan cukup usang


"Eh teras ini bukan milik Lo ya, jadi siapapun boleh ke sini!"


"Iya gue tau tapi cuman orang yang punya masalah dan hatinya lagi down kayak layangan putus dari benang nya!"


Prilly pun menghembuskan nafasnya kasar "gue capek deh...!" Lirihnya seakan menahan sakit yang menyeruak di dadanya


"Kalo capek mati aja selesai!" Timpal Febrian dingin


"Tapi gue belum bisa bahagiain bunda sama ayah ?"


"Yaudah tahan aja, gampang kan gak susah!"


"Tapi sakit...." Prilly pun menarik nafasnya "kalo gue pergi ?"


Sontak saja Febrian langsung menoleh pada Prilly "Lo tau gak berapa lantai gedung ini ?"


Prilly berfikir sejenak "kalo gak salah ada 4 lantai!"


"Kalo loncat akan berakibat apa ?"


"Mati lah oon!"


"Jadi Lo dah tau kan apa jawaban gue!"


Seketika Prilly tersenyum dan menjitak kening Febrian "dasar oon, ya jangan lah Lo masih punya Firda dan punya tujuan buat satuin orang tua Lo!"


"Lo juga masih punya Abang Lo dan Lo juga masih punya masa depan cerah!"


"Gue capek!"


"Sama gue juga capek, ly.!"


Keduanya pun saling menatap dan tersenyum smirk "MATI BARENG!"


keduanya pun tertawa bersama saat kata itu keluar dari mulut mereka, dan membayang kan nya!


####################################

__ADS_1


So, yang punya masalah besar sini ngumpul cerita sama sama yuk ?


Jangan lupa komen dan like ya 👐


__ADS_2