
...Hidup ini seperti sungai, kamu tidak dapat menyentuh air yang sama dua kali, karena air yang mengalir tidak akan pernah kembali, jadi nikmatlah dengan cara selalu bersyukur di setiap saat dalam hidup mu....
...Farzan alkinan .......
.................
...( Happy reading....)...
.................
"Yuhu Adria .....!"
"Apa sih fir ?"
Kini kedua remaja itu tengah berada di dapur rumah Adria.
Sementara Febrian memilih merebahkan tubuhnya di sofa sambil melihat ponselnya.
"Laper...!"
"Ya masak"
"Gak bisa!"
"Febrian......!" Teriak Adria
Febrian yang tengah memainkan ponselnya pun segera menghampiri Adria.
"Why ?"
"Ini kembaran Lo beneran gak bisa masak ?"
"MMM.!"
"Serius Lo ?"
"Iya mana mungkin dia belajar masak orang dia aja gak betah di rumah!"
Adria pun ngebug. Dia mengingat kisah Firda yang selalu tak ada di rumah jika ada kakak tirinya.
"Iya juga sih, yaudah Lo ya yang masak tangan gue sakit nih abis mukul si rehan yang biadap itu!" Ujar Adria cengengesan
"Alesan Lo, minggir Sono!"
Kini Adria dan Firda duduk di meja makan dapur dan melihat Febrian memasak, Firda dan Adria pun sama hanya memakai tangan pendek dan celana pendek sementara Febrian memakai tangan pendek dan celana panjang.
Sebab di rumah hanya ada mereka bertiga alhasil mereka pun berpakaian asal saja kecuali ada orang baru mereka memakai pakaian menutup aurat.
"Eh gimana kalo kita ke rumah Prilly!" Celetuk Firda
"Gue setuju!" Sambung Adria
"Gak ada di rumah!" Balas Febrian
"Kemana ?"
"Rumah sakit!"
"Ngapain ?"
__ADS_1
"Jagain kakak iparnya!"
Firda pun langsung melotot "astaga jadi ka Zia sakit, tapi btw akhir akhir ini ka Zia sering sakit jangan jangan ka Zia lagi hamil lagi!" Tebak Firda asal
"Iya juga ya, wah gak kebayang gimana perhatian nya bang Faiz sama ka Zia awww!" Rintih Adria saat membayangkan betapa romantisnya Faiz dan Zia ketika mereka punya bayi
"Berarti Angga juga di sana dong ?"
"Nggak!"
"Hah masa sih kan ka Zia kakak nya ?"
Febrian pun menghembuskan nafasnya kasar "kenapa gak tanya orang nya aja ? Kenapa haru gue yang jawab ? Mana gue tau Angga kenapa gak di sana!"
Sontak saja Adria dan Firda langsung menutup mulutnya mereka tak berani berbicara jika Febrian sudah mengamuk bagai singa yang di bangunkan dari tidur nya.
...🍮🍮🍮🍮...
"Ka makan ya, kalo kakak gak makan gimana kakak mau sembuh ?"
"Kakak gak mood ly kakak masih bingung kenapa Angga bersikap gitu ya ?"
Prilly pun hanya terdiam dan kembali membujuk Zia supaya makan, namun Zia tetap menolak nya sampai akhirnya Faiz pun pulang.
"Loh sayang kok gak makan ? Kasihan loh makanan nya ?"
FAIz pun memberikan kode pada Prilly agar meninggalkan mereka berdua, Prilly pun beranjak bangun dan memberikan makanan Zia pada Faiz.
"Sayang makan ya sesuap aja ?"
"Nggak mas aku gak lapar!" Tolak Zia
Faiz pun membuka jas hitam nya dan hanya memakai kaos hitam saja, ia pun menyeruput sup di mangkuk dan langsung mencium bibir Zia hingga air sup pun akhirnya Zia minum.
"Ya lagian kamu sudah sih makan nya jadi mas gak punya pilihan lagi!"
"Tapi aku gak mood makan"
"Yaudah sekarang mau makan sendiri apa aku yang suapin lagi ?" Ujar Faiz dengan senyuman penuh makna
Zia pun segera mengambil makanan nya dan makan sendiri di banding suaminya melakukan hal aneh.
"Good sayang!" Faiz pun mengelus puncak kepala Zia
Faiz pun beranjak bangun dari duduknya namun tangan nya di cegah oleh Zia sehingga langkah kaki Faiz pun terhenti.
Faiz pun menoleh "ada apa sayang ?"
"Jangan pergi" pinta Zia
Faiz pun mengangguk "mas simpen jas dulu ke sofa ya baru mas temenin kamu ok!"
Setelah menyimpan jas nya di kursi Faiz pun beralih duduk di samping brankar, begitu pun Zia yang menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
"Mas janji ya jangan tinggalin aku!"
"Iya sayang berapa kali mas bilang mas gak akan ninggalin kamu!"
"Sekalipun aku mati ?"
__ADS_1
Deg.
Faiz pun membalikkan badannya menghadap Zia "maksud kamu apa sayang ?"
"Umur gak ada yang tau kan mas, jika tuhan memanggil aku duluan mas gak boleh berlarut-larut sedih ya, mas juga harus pikirkan masa depan mas!"
Faiz pun menangkup kedua pipi Zia "jika pun itu terjadi maka sampai mas mati pun hati mas hanya atas nama kamu bukan yang lain, sekali Zia tetap Zia!"
"Tapi kalo seandainya kita punya anak ? Mas butuh sosok ibu buat jagain dia mas ?"
"Sayang kamu aja bisa jadi ibu sekaligus ayah buat Angga dulu, lantas kenapa mas gak bisa, lagian Oma oppa nya ada aunty nya juga ada jadi mas gak butuh istri baru, yang mas butuhin cuman kamu, jadi kamu harus sembuh ya!"
Sungguh penuturan dari Faiz membuat hati Zia sedikit tersentuh dan langsung memeluk nya, Faiz pun membalas pelukan Zia.
Beberapa jam dalam posisi itu yang akhirnya Faiz pun menidurkan Zia kembali dan memilih menjaga Zia di sofa agar tak mengganggu tidur nya.
Namun belum lama Prilly pun masuk dan duduk di samping Faiz, Faiz yang menyadari adiknya di sana ia pun membaringkan tubuhnya dan menempel kan kepala nya di paha Prilly.
Prilly pun tersenyum sehingga gemas dan mengacak-acak rambut Faiz "emang ya dari dulu gak pernah berubah"
"Gak akan berubah sampai kapanpun!"
"Ye orang luar bilang nya letnan Faiz itu nyeremin dan di takuti orang eh taunya manja bener apalagi di hadapan istrinya bucin kelas kakap!" Ledek Prilly
"Berisik! Nanti Zia bangun udah diem Abang juga pengen istirahat capek!"
"Latihan doang capek huh. Lebay!"
"El dengerin ya abis dari kesatuan Abang langsung ke kantor loh banyak banget masalah selama Abang gak ke kantor apalagi ayah gak ada jadi susah!"
"Bilang aja pengen punya waktu banyak sama istri, gitu aja gengsi amat bang ?"
Faiz pun tersenyum dan menyentuh hidup Prilly dari bawah "itu tau!"
"Abang gimana sih rasanya jatuh cinta yang sesungguhnya ?"
"Jatuh cinta yang sesungguhnya itu gak akan Mandang fisik, gak akan Mandang harta, dan ketika orang yang mencintai kita tau kekurangan kita dia gak akan pergi melainkan berusaha menjadi pelengkap kekurangan itu, jadi cinta yang sesungguhnya itu datang dari hati bukan dari nafsu sesaat!"
"Abang pernah gak ngerasa takut kehilangan orang yang kita cintai ?"
"Pernah, dan itulah yang lebih mendekatkan kita pada cinta sejati, karena hakikatnya cinta itu adalah ketulusan yang dalam!"
"Kalo awal cinta nya bertengkar terus gimana ?"
"Itumah cinta masa kuliah namanya yang awalnya suka ogah ogahan eh taunya malah kebincut, kalo kata orang itu namanya senjata makan tuan!"
"Tapi mereka gak punya perasaan satu sama lain ?"
"Bohong, diantara mereka pasti punya karena kalo gak punya mereka gak akan teru jagain kita dari kejauhan dan seolah menjaga nya dengan pertengkaran itu!"
"Apa dia seperti itu ? Apa dia menyukai gue ?" Batin Prilly.
###################################
Hai guys komen dong kira kira siapa yang di maksud Prilly ya ?
Hayo siapa nih yang mau tukeran posisinya sama Prilly buat mengusap rambut Faiz sampe tidur ?
Eits jangan salting ya.
__ADS_1
Aku mau kasih tau kalo ins sya Allah aku bakalan bikin versi AU nya di Instagram buat kebucinan letnan Faiz sama Zia.
Tapi pada mau baca ples like gak nih ?