Cinta Vs Waktu

Cinta Vs Waktu
part 24


__ADS_3

"rafiza...." Teriak seseorang dari belakang yang suaranya tak asing di telinga rafiza.


"KA Azzam ?"


"Mau kemana Lo ?"


"Ngumpul di markas!"


"Ikut"


"Ngapain ?"


"Di sana ada bang Faiz gak mau ketemu ?"


Sontak saja rafiza keheranan atas pertanyaan dari Abang nya itu, apalagi sang Abang tak pernah mau keluar jika bukan ada gempa bumi berbalik dengan rafiza.


"Ya nggak ada lah ka, bang faiz itu adanya di rumah bukan di markas!"


"Yah" ujar Azzam sendu


"Yaudah deh gini kita kerunah Prilly aja baru nanti gue sama Prilly ke markas bareng!"


"Setuju!"


Kini rafiza dan Azzam pun berangkat menuju ke rumah Prilly dengan menggunakan mobil.


...🍮🍮🍮🍮...


"Loh, za. Lo sama Azzam ngapain ke sini ?"


Seketika rafiza melirik Azzam "noh mau ketemu sama bang Faiz!"


"Mau ngapain ?"


"Nggak tau" ujarnya sambil mengangkat kedua bahunya


"Ka Azzam ke sini mau cari bang Faiz ya ?" Tanya Prilly sopan


"Iya, ly. Abang Lo ada kan ?"


Prilly pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal "emm... Abangnya lagi ada tugas ka, tapi bentar lagi pulang kok!"


"Owh gitu ya!"


"Gini aja ka Azzam di rumah aja nanti bang Faiz juga sampe aku buru buru sama rafiza mau ketemu sama yang lain nya!"


Prilly dan rafiza pun segera berangkat Karena ada hal yang penting yang harus mereka bicarakan.


*****


"Loh Lo kan Azzam ya ?" Tanya Faiz saat menyadari Azzam menunggunya di ruang tamu


Azzam pun segera berdiri "iya bang aku Azzam kakaknya rafiza!"


*Faiz mengangguk....


"Ada apa ke sini ?" Ujar Faiz tho the point


"Aku mau tanya sesuatu bang ?"

__ADS_1


"Tanya apa ?"


"Soal saudara ?"


Seketika Faiz mengerutkan keningnya tak faham apa maksud dari perkataan Azzam. "Maksudnya gimana, zam. ?"


Suasana serasa canggung bagi Azzam, namun Faiz menyadari nya dan langsung menyodorkan air minum untuk sedikit melegalkan Azzam.


"Jadi gini aku pengen kayak bang Faiz sama Prilly yang selalu harmonis gitu loh ?"


"Terus ?"


"Ya gimana caranya gitu ?"


Seketika Faiz terdiam menatap televisi yang sedang menyala "Lo liat kan film itu ?" Tunjuk Faiz pada sinetron yang sedang tayang


*Azzam mengangguk...


"Mereka menceritakan kisah cinta dalam keluarga, saling mencintai namun terhalang dinding keluarga, dari film itu apa yang lo pelajari ?"


"Merelakan dengan sepenuh hati!"


"Lo tau kan cinta sejati paling tulus itu apa ?"


*Azzam menggeleng ....


"Kata ikhlas, jujur kata itu memang mudah untuk di ucapkan namun percayalah itu sangat sulit untuk kita lakukan!"


"Apa hubungannya dengan persaudaraan ?"


"Gak ada namun ketika kita bisa sedikit meluangkan waktu untuk mengobrol, bercanda, dan saling bercerita suka suka itu akan mendekatkan kita lebih dekat lagi!"


*Azzam terdiam...


*Azzam menggeleng...


"Pernah nanya gimana hari yang ia lalui ?"


*Azzam menggeleng...


Faiz pun menghembuskan nafasnya "ubah sikap itu karena itulah yang akan membuat kita terasa asing dan terasa jauh dengan saudara sendiri!"


"Tapi mau gimana bang rafiza jarang ada di rumah ?"


"Lo tau rafiza kenapa gak pernah ada di rumah ?"


"Nggak!"


"Karna dia kesepian dia mencari tempat dimana dia bisa tenang dan dimana dia merasa nyaman, ketika orang terdekat nya tak bisa ia ajak curhat ia mencari tempat tersendiri untuk meluapkan semuanya sendirian!"


"Bang Faiz serius ?"


Faiz pun mengangguk "dulu gue juga sempat merasakan hal yang sama ketika orang yang di dekat kita tak bisa kita ajak curhat dan hanya mereka yang mencurahkan isi hati mereka tanpa memikirkan perasaan kita maka di situlah gue pergi dan mencari tempat gue sendir!"


"Lalu apa yang aku harus lakukan bang ?"


"Sekarang kamu pulang kamu ajak rafiza ketemu di tempat favorit nya dan ajak dia bicara!"


"Susah bang, dia orang nya introver"

__ADS_1


"Sama kok kayak Prilly ketika Prilly di luar dan bersama orang yang tak ia kenali maka jiwa introver nya akan keluar!"


"Namun percaya lah dengan kehangatan yang kita punya sebagai seorang kakak pasti dia akan luluh kok!"


"Bang Faiz memang definisi Abang terbaik ya, Prilly pasti beruntung punya Abang kayak bang Faiz ?"


"Alhamdulillah kalo Prilly bahagia, karna gue akan buat semaksimal mungkin untuk menjadi Abang yang terbaik untuknya, sebelum dia mendapatkan pendamping yang sesungguhnya maka di situlah letak terbesar seorang Abang dan ayah menjaga putri nya senyaman mungkin!"


Azzam terdiam seribu diam sungguh ia baru tahu bahwa tugasnya sebagai seorang kakak belum pernah ia lakukan sama sekali, bahkan adiknya sekalipun tak merasa nyaman dengannya.


Namun untung nya dia bertemu dengan orang yang tepat yang bisa menjelaskan apa arti suadara yang sesungguhnya...


...🍮🍮🍮🍮...


"Loh tumben ly Lo sama rafiza berangkat bareng ?" Tanya Firda


"Tumben juga Lo bawa mobil ?" Tanya Adria saat melihat plat nomor mobil rafiza


"Iya ka azzam mau ketemu sama bang Faiz jadi gue mampir dulu ke rumah Prilly!" Balas rafiza


"Dan motor gue kemarin malem rusak mangkanya di servis!"


"Rusak kenapa ?" Tanya Adria


"Eeee biasa" ujarnya dengan penuh cengiran.


"Rusak apa Lo yang bawa ugal ugalan!" Tebak Febrian


Dari situlah rafiza diam ia memilih duduk dan menyelipkan kedua tangannya.


"Gue capek di rumah serasa rumah itu penjara buat gue"


"Hah ?" Sontak semuanya terkecuali manusia batu alias Febrian


"Iya gue punya Abang serasa gak punya Abang, dia gak pernah ngertiin gue, dia gak pernah nanyain hari gue, bahka dia cuman nanyain keadaan gue aja!"


"Itu lebih baik di banding gue" ujar firda sambil melirik Febrian


Sementara Febrian hanya meliriknya balik dengan tatapan tanpa bicaranya.


"Sekarang gue ngerti kenapa ka Azzam ke rumah Prilly dan ketemu sama bang Faiz, dia pengen nyari solusi kayaknya!" Celetuk Adria


"Lo tenang aja, za. Ins sya allah Abang gue akan kasih saran yang baik buat Lo!"


"Gue percaya, ly. Abang Lo bisa kasih saran sama ka Azzam tapi apakah ka Azzam akan sama seperti bang Faiz yang menjaga Lo lebih dari hidup nya ?"


Dari situ semua mata menatap Prilly "za, semuanya sempurna versi mereka sendiri, mungkin ka Azzam gak akan pernah bisa jadi bang Faiz tapi percaya deh ka Azzam juga sosok kakak yang baik sama seperti bang Faiz yang gak akan rela adiknya terluka hanya saja cara mereka berbeda dalam memberikan kasih sayang nya!"


"Lo yakin, ly. ?"


"Gue yakin contohnya si kbd itu!" Tunjuk Prilly pada Firda dan Febrian


"Mereka jauh satu sama lain tapi mereka tetap memiliki hangatnya sebuah persaudaraan, coba liat Firda dia memberikan kehangatan itu secara terang-terangan sementara Febrian memberikan kehangatan lewat ucapan dan prilakunya!"


"Begitupun ka Azzam walau Lo ngerasa ka Azzam gak seperti kakak yang lainnya tapi percayalah ka Azzam sedang berusaha jadi yang terbaik Lo tunggu aja sampai waktunya tiba!"


"Tapi kapan....."


"Gue rindu kehangatan itu setelah bokap gue gak ada!"

__ADS_1


#####################################


...Sedih gak sih jadi rafiza ?...


__ADS_2