
Dady lagi ngelamunin apa sih koq malah bengong , Suara cempreng Hani membuyar kan kenangan Rizaldi akan Miranti
Tidak sayang Dady hanya ingat Mami mu saja
Move on dong Dad , Masa sudah puluhan tahun masih saja nggak bisa jatuh cinta sama wanita lain , selain Mami .
Dady berhak bahagia juga , Hani nggak apa-apa koq jika Dady akan menikah lagi, sekarang Hani sudah punya Mas Danar pungkas Hani
Rizaldi pun membelai rambut putrinya dengan penuh kasih sayang,
Nanti jika Dady sudah mulai merasakan kesepian baru Dady akan memikirkan mencari pengganti Mami mu
Ah.. baiklah terserah Dady saja , Hani permisi dulu takut Mas Danar ke apartemen nyariin Hani , muach ...bay. ..Dady
Dasar anak nakal yang di jawab Rizaldi dengan senyuman nya
Rizaldi menatap sendu kepergian Hani
tak terasa waktu begitu cepat berlalu sekarang kau sudah akan menikah , Batin Rizaldi.
**
Danar yang memilih pulang ke apartemen Hani
untuk membicarakan hari pernikahan nya tidak menjumpai Hani di sana
Kemana dia ..tumben sekali tidak menelpon ku biasa nya sedikit - dikit minta di antar jemput bila ingin pergi , hah...ya sudah lah aku juga butuh waktu sendiri untuk memikirkan semua masalahku ..
Cinta ..sedang apa kamu sekarang , kenapa aku jadi merindukan mu
Ada apa dengan diriku kenapa disaat aku akan menceraikan Cinta , justru perasaan ku semakin dalam padanya
Ini tidak boleh terjadi Rizaldi bisa membunuh ku jika tau aku punya anak dan istri apalagi sekarang Hani sedang mengandung
Danar memukul-mukul kepalanya sendiri
Danar pun mengingat - ingat kembali awal mula pertemuan secara tidak sengaja nya dengan Hani yang membawanya dalam situasi seperti sekarang ini
flashback on
Di pagi hari yang cerah saat itu Danar di sibuk kan dengan setumpuk proposal yang akan di serah kan nya kepada pemilik Hotel bintang lima yang sekarang akan membuka cabang nya di Surabaya , entah yang ke berapa Danar pun kurang mengetahui nya ,
Danar berharap perusahaan nya bisa terpilih untuk memegang kendali masalah pembangunan hotel di Surabaya milik Pengusaha kaya raya , Bapak Rizaldi Prayoga
" Mas terburu-buru sekali apa kau tidak bisa sarapan dulu, aku sudah membuat sarapan ke sukaan mu , omelette keju dan sepotong roti bakar .
Ayolah sarapan dulu .. baru kau berangkat , rayu..Cinta sambil memeluk tubuh Danar dari belakang
Danar pun membalik kan tubuh nya hingga berhadapan dengan istrinya
Sekarang giliran Danar yang memeluk erat tubuh sintal milik Cinta ,
Baiklah nanti aku makan, tunggu aku di sana
Jangan menggodaku seperti ini sayang
__ADS_1
Aku sudah kesiangan ,Danar ******* bibir merah merona itu yang seakan menantang nya sedari tadi, jika aku tidak ada agenda yang penting hari ini aku pasti sudah memakan mu sekarang
Apaan sih mas ,Cinta tertunduk malu di buatnya,
Baiklah aku duluan ya
Cinta pun berlalu meninggalkan Danar yang sedang sibuk menyusun proposal yang akan di bawa nya
Setelah menghabiskan sarapan yang di buat Cinta , Danar pun bergegas beranjak yang di antarkan oleh Cinta sampai ke halaman rumah
Doa kan Mas ya agar bisa memenangkan tender ini ,
Iya mas aku selalu doain kamu koq .
Danar pun pergi setelah memberikan ciuman sesaat nya kepada istrinya
setelah mobilnya berada didepan gedung dua lantai yang terbilang megah di kawasan Jakarta
Danar pun menarik nafasnya dalam
"Semoga saja aku tidak kikuk di hadapan pak Rizaldi, dan semoga saja Pak Rizaldi memilih perusahaan ku untuk menangani pembangunan Hotel milik nya nanti.
Danar pun bergegas memarkirkan mobil nya tapi karena dia terburu-buru Dia menabrak seorang gadis muda berfaras cantik yang pada saat itu akan menyebrang menuju parkiran
" Auu.....teriak gadis itu , Danar melihat gadis itu yang bersimpuh di lantai
Danar pun segera keluar dari mobil nya
Bagaimana ini aku sudah terlambat lagi ,tapi tidak mungkin meninggalkan gadis ini begitu saja ,ah..sialan... Batin Danar yang memaki ulah nya sendiri
gadis itu yang terfana melihat ke tampanan Seorang Danar pun tidak bisa menutupi perasaannya yang tadinya dia akan marah justru malah sebaliknya ,dia memanfaatkan kesempatan yang ada..
aw....kaki ku sakit seperti nya aku susah untuk berjalan ucap gadis itu yang terkesan di buat - buat
Danar yang bingung akhirnya mau tidak mau membantu gadis cantik itu untuk berjalan
Yang mana yang sakit ? tanya Danar pada gadis itu ,gadis itu pun menunjuk pergelangan kaki nya , Baiklah kita duduk dulu sebentar
Danar dan gadis itu pun duduk di pinggir trotoar jalanan yang hanya di penuhi mobil yang terparkir rapih di sana
Danar pun segera meraihnya dan memijat di area yang ditunjuk oleh gadis itu
Maaf kan aku ya .
Aku tadi sedang terburu-buru Jadi tidak melihat mu yang akan menyebrang jalan
Hem...gadis itu pun mengangguk ,
kau sedang apa disini apa kau karyawan di kantor ini
Tapi...kenapa aku baru melihat mu ..tanya Hani pada Danar
Danar pun melirik gadis itu , tidak aku hanya ada perlu di sini..
Oh ..Hani mengangguk seolah mengerti
__ADS_1
Jadi apakah kau sudah merasa baik ?
Aku..harus segera pergi ucap Danar yang merasa sedikit tak enak kepada gadis itu
aku sebenarnya sedang ada janji dengan Bapak Rizaldi Prayoga ,mungkin sekarang dia sedang menunggu ku di ruangan nya
Apakah kau bisa aku tinggal
Perkenalkan dulu ,Aku Hani Prayoga kau siapa aku boleh tau nama mu , ? Seraya Hani menjulurkan tangan nya , Maaf aku tak sempat berbasa - basi aku benar-benar sedang ada keperluan apa kau sudah bisa aku tinggal nona...
Danar mengulang kembali pertanyaan nya
Hani pun menarik kembali uluran tangan nya ,
Baiklah tadinya aku akan membantumu untuk bertemu dengan Dady tapi kau menolak ku , Danar pun langsung duduk mendekat di sebelah Hani .." Siapa nama mu tadi tanya Danar dengan antusias
Hani Prayoga jawab Hani dengan menekankan kata Prayoga di sana ,
Astaga jadi kau putri dari pemilik hotel Bintang lima itu..
Hani menganggukkan kepalanya
Aku Danar ... sekarang Danar yang mengulurkan tangannya Danar Wijaya pemilik perusahaan Wijaya cipta .
Hani pun membalas uluran tangan nya
ehm...apa kau bisa membantu ku mengantarkan ku ke ruangan ayah mu ..
Karena seharusnya aku sudah bertemu dengan nya
tapi karena kejadian tadi aku sedikit terlambat ucap Danar tidak enak ...
Aku takut ayah mu akan membatalkan pertemuan ini karena setahuku pak Rizaldi itu orang nya sangat tepat waktu dalam segala hal lanjut Danar kembali..
Hani pun tersenyum penuh arti...
Aku bisa membantumu lebih dari ini ,
Danar pun terkesiap
Tapi semuanya tidak ada yang gratis lanjut Hani kemudian.
Maksudmu tanya Danar bingung , em...aku mau kita berkencan setelah ini bagaimana ? Tanya Hani memberikan penawaran
Apa kau menyukai ku Hani tanya Danar menebak saja..." em...mungkin ..jawab Hani
Tapi aku ..aku sudah berkeluarga Han..Danar menjelaskan
Aku tidak tanya itu jawab Hani
Danar pun termenung sesaat
" Tidak mungkin Hani menyukai ku dia gadis yang cantik masih muda ,dan kaya raya pula pasti banyak laki - laki di luar sana yang tergila-gila padanya , mungkin dia hanya butuh teman Hangout saja , Batin Danar . Baiklah jawab Danar ..
Danar tidak mengetahui bahwa keputusan ini yang akan menghancurkan mahligai rumah tangganya .
__ADS_1
Flashback of