
Cinta memasak beberapa macam menu makanan.setelah matang, dia hidangkan dengan cantik di meja makan.
"sempurna,".. pujinya pada hasil masakan nya sendiri .
"mama aku sangat lapar "..
"Zahra berhenti jangan berlari nanti kamu terjatuh" !
"Maaf mama."
" Duduk yang benar biar Mama yang mengambilkan makanannya."
ku tau Zahra saat ini pasti sudah lapar, ini sudah lewat dari jam makan siang nya.
Tidak seperti biasa nya sehabis pulang sekolah tadi , Zahra langsung menemui mas Danar
kurasa ,dia begitu senang melihat mas Danar ada di rumah
"Dimana papa sayang " ?
" Papa tidur , tadi Zahra bangun kan tapi papa bilang dia mengantuk".
"oh.. kasian anak mama , papa pasti lelah, jadi papa butuh istirahat,
biar Mama yang membangun kan papa ,
Zahra tunggu disini oke",
Zahra mengangguk kan kepala nya.
Cinta melangkah menuju kamar, di lihatnya Danar sedang tertidur dengan menelungkup kan tubuh nya di atas kasur
"Mas ! bangun sudah waktunya makan siang
Zahra menunggu kita di meja makan".
"Hem.".. Danar pun menggeliat sambil menguap. Dia mendudukkan tubuhnya secara perlahan di atas tempat tidur
Cinta menatap Danar dengan tatapan sendunya
"pergi cuci muka dulu biar segar, aku menunggu mu di meja makan" !
"baiklah ",jawab Danar seraya berjalan menuju kamar mandi.
Dre..Dret.. handphone Danar berbunyi
cinta pun menoleh melirik benda pipih yang masih tergeletak di atas kasur
ada panggilan masuk di sana
cinta pun mendekat terlihat jelas nama si penelepon " May Hani ", Deg..jantung Cinta berdetak , sungguh indah mas Danar menyimpan nama kontak Hani di handphone nya batin Cinta.
"apa itu ?.May Hani , sungguh ke kanak-kanakan sekali aku tak percaya mas Danar seperti itu,
cinta telah membutakan nya".
Handphone Danar terus berdering, membuat Cinta kesal dan ingin sekali memberikan makian pada wanita penggoda itu . Tangan Cinta pun terulur bermaksud untuk
mengangkat nya, tapi sebelum cinta meraihnya Danar terlebih dahulu menyambarnya.
"Itu telpon dari kantor mungkin ada yang penting,ujar Danar sembari menjauh.
Cinta hanya terdiam sejenak.
__ADS_1
"Telpon dari kantor..! kantor selingkuhan mu .!
"Ingin rasanya aku berteriak agar rasa sakit di hatiku berkurang,
tapi tidak mungkin ini belum saatnya", lalu Cinta pun beranjak pergi menemui Zahra yang sedari tadi sudah berada di sana.
Tak berapa lama berselang Danar pun menghampiri
"Aku harus pergi ada klien yang sedang menunggu".
Cinta menatap wajah Danar dengan tatapan sedih nya , Cinta tau Danar sedang membohongi nya.
"Papa gak bisa duduk sebentar di sini bersama kami ,mama kan sudah capek-capek masakin buat papa " , perkataan Zahra mewakili perasaan ku saat ini.
Maaf sayang makanlah duluan papa segera kembali .sambil mengecup kening Zahra
jangan nakal ya bisik nya di telinga Zahra ,yang membuat putri kecilnya tertawa menahan geli
**
Di dalam mobil tanpa berpikir panjang Danar segera menjalankan mobilnya , dengan kecepatan tinggi nya berpacu dengan jarak dan waktu , pikiran nya melayang jauh.
Sesampainya di tempat yang dituju
Danar segera turun dari mobil,ia berlari menuju pintu lift dan langsung menekan tombol nya
setelah lift terbuka tepat di unit apartemen yang kurang lebih setahun belakangan ini di huni nya bersama Hani.
di sini lah tempat mereka mamadu kasih melepaskan segala hasrat cinta terlarang nya.
"Hani" ..Danar berteriak dengan wajah paniknya mencari keberadaan Hani
"Sayang kamu sudah datang" !
tapi ini apa ..? kau malah menonton televisi sambil tertawa dengan santainya."
"maaf " Hani memelas kan wajah nya
"aku tidak bohong sayang , tadi perutku memang sakit makanya aku menelepon dan meminta mu untuk mengantar kan ku ke rumah sakit.
Tapi saat menutup telponnya perutku sudah tidak sakit lagi, kurasa ini karena bayi kita yang merindukan papanya.
Seraya tangan nya menarik tubuh Danar agar duduk di sampingnya.
"Huh..." Danar menghembuskan kasar nafasnya,
dan mengelus lembut perut yang masih tampak datar.
"Baiklah kalau begitu aku pulang dulu ,
sekarang Zahra sedang menunggu ku di rumah
Danar pun beranjak ingin bergegas pergi
tapi langkah nya terhenti oleh teriakan suara Hani yang memecah kesunyian.
"Zahra atau Cinta yang menunggu mu mas"..?
Danar menoleh dan mendekat ke arah Hani
"Hani mengertilah Zahra juga butuh perhatian ku."
"Tidak mas mulai sekarang aku tidak mau bertoleransi lagi, cepat ceraikan Cinta kalau tidak bayi ini aku gugurkan"!
__ADS_1
"Hani ! bentak Danar padanya
beri aku waktu Han, aku sedang memikirkan bagaimana cara berbicara dengan Cinta.
"Kau tidak perlu memikirkan Nya, kau hanya perlu menceraikan Nya itu saja,...jawab Hani dengan berapi-api.
"Baiklah.. Danar pun kembali mendudukan tubuhnya di samping tubuh Hani
katakan apa mau mu Hani?...
Danar menatap gusar pada Hani
mau ku adalah secepatnya kau menikahi ku
sebelum kandungan ku berusia empat bulan,
dan ceraikan Cinta secepatnya karna aku tidak mau menikah kalau kau belum bercerai dengan nya.
Danar mengusap kasar wajahnya sendiri
bagaimana ini berarti tinggal dua bulan lagi waktuku,bagaimana aku mengatakan kepada Cinta.
Bagaimana... dengan Zahra putriku
oh Tuhan tolong bantu aku..
"Sayaaang.." ,kenapa kau malah diam
jangan bilang kau tidak mau melakukan nya,
kalau kau tidak mau biar aku gu.". sebelum Hani menyelesaikan perkataannya Danar sudah membekap mulutnya dengan mulut Danar.p
Ciuman mereka pun beradu menyisakan suara decapan- decapan kecil yang membuat hasrat mereka membuncah..tangan Hani menyusuri dada bidang Danar, membuat Danar semakin menggencarkan serangan demi serangan di tubuh Hani.
"Ach..".! bunyi suara lenguhan dari bibir seksi nan menggoda milik Hani
Hani pun tidak ingin kalah dari Danar ,dia pun ingin menguasai permainan
mungkin inilah yang membuat Danar tergila-gila padanya , dia berbeda dari cinta istrinya, yang cenderung pasif bila di atas ranjang.
"Uuch" !.... Danar pun tidak bisa menahan gejolaknya dia selalu merasakan sensasi yang berbeda setiap kali melakukan hubungan seksual dengan Hani.
Mungkin ini juga kelebihan Hani yang membuat Danar bertekuk lutut kepadanya,
meski umur Hani yang jauh lebih muda di banding Cinta tapi masalah pengalaman bila di atas ranjang Hani lah juara nya.
Mungkin sebelum bersama Danar, dulu Hani sering melakukan nya, karna memang Hani sudah tak perawan saat pertama kali Danar meniduri nya,
Dan Danar bukan lah orang yang pertama mengisi hati seorang Hani Prayoga.
Keringat membasahi tubuh keduanya
******* demi ******* saling bersautan hingga mereka sama sama terpuaskan dan terkulai lemas di atas sofa..
"Mas aku lelah." .., bisik Hani di telinga Danar
Danar pun tersenyum puas. dan memeluk erat tubuh Hani menenggelamkan wajahnya di pundak putih nan mulus milik Hani
untuk sesaat Danar melepaskan beban pikiran nya.
.
.
__ADS_1
.