
tak terasa enam tahun sudah berlalu dari kepergian ke dua orang tua ku.
luka di hatiku pun perlahan lahan mulai memudar
waktu begitu cepat berputar, sekarang aku sudah menjadi istri dan ibu satu orang anak dari hasil pernikahan ku dengan mas Danar.
kami sangat bahagia kehidupan kami pun selalu di selimuti dengan tawa..karier mas Danar pun semakin menanjak ,benar - benar rumah tangga yang di impikan setiap orang.
hanya saja belakangan ini mas Danar selalu sibuk dengan pekerjaan nya
walau begitu mas Danar tidak pernah lupa akan kewajibannya sebagai suami dan ayah dari putri semata wayang kami , yang kami beri nama Zahra Anjani Wijaya.
dia lah pelengkap kebahagiaan keluarga kecilku
cucu yang di idam idam kan oleh mama dan papa ku .
ach..aku menarik nafas dalam - dalam dan menghembuskan nya perlahan , andai saja mama dan papa masih ada .aku rasa lengkap sudah kebahagiaan ku
sayang sebelum kehadiran nya . justru malah tuhan berkehendak lain
mama dan papa ku harus pergi menghadap sang pencipta.
sudah lah tidak perlu di sesali itu semua sudah takdir.
aku tidak akan pernah melupakan pengorbanan mereka
maka dari itu aku akan menjaga rumah tangga ini agar tetap utuh .
jangan sampai terjadi kata cerai di dalam rumah tanggaku aku tidak mau pengorbanan mama dan papa ku jadi sia - sia
aku sangat takut dengan satu kata itu
tapi aku sangat bersyukur karna kehadiran malaikat kecil ku itu yang sekarang umurnya hampir memasuki tahun ke lima
membuat ke ku sedikit demi sedikit menghilang aku sudah bisa menerima kenyataan
karna apalah aku jika di bandingkan dengan mas Danar kesedihan ku tidak ada apa- apa nya
mas Danar sudah kehilangan ibunya saat dia baru berusia dua tahun dan di susul dengan ayahnya yang meninggal saat mas Danar masih mengenyam pendidikan di bangku kuliah
hingga mau tidak mau dia harus meneruskan usaha ayahnya untuk kelangsungan hidupnya saat itu dan bahkan sampai saat ini.
cinta...suara mas Danar dari dalam kamar memanggil ku , membuyarkan lamunan sesaat ku.
iya mas..sahut ku dengan cepat
hah...walaupun sudah hampir enam tahun kami menikah bahkan sekarang sudah di karuniai seorang anak ,mas Danar tetap saja tidak mengubah panggilan nya untuk ku
masa harus aku yang minta, kan malu ..
semestinya sebagai suami peka kek sedikit
untung namaku cinta jadi tetap terdengar romantis ..
ha..ha . ngarep aku bergumam dalam hati
__ADS_1
biasa kalo di jam - jam segini aku sedang sibuk- sibuk nya menyiapkan sarapan untuk mas Danar dan Zahra nanti
langkah kaki ku aku percepat memasuki ruang kamar
mana mas Danar sorot mataku menyapu seluruh ruangan kamar
kudengar suara gemericik air shower d kamar mandi
huh...pasti dia lupa bawa handuk ,sudah jadi kebiasaan mas Danar selalu menggangguku kalo sedang mandi
nih mas handuk nya ..ku ketuk pintu toilet dan membuka nya perlahan
hanya tangan ku yang menjulur .
jujur walau sudah lama menikah aku masih malu kalo melihat tubuh polos suamiku sendiri
jantung ku saja masih suka bergetar bila mas Danar menatap ku dengan matanya yang tajam
setajam burung elang yang akan memakan mangsanya .
ah....teriak ku kaget ..mas danar iseng nya kelewatan deh bukan nya handuk yang di ambil malah tangan ku yang di tarik
untung tadi aku ga jatuh mas
protes ku pada mas Danar
lagian salah sendiri datang ke kandang singa
sudah tau sing*nya lagi lap*r
mataku terpejam menikmati setiap sentuhan b***r lembut mas Danar hingga ******* ******* kecil lolos dari bibir tipis ku
mas Danar terus m****n kan bibirnya mengecup setiap inci wajah ku
tangan nya pun mulai bergerilya m*****s dua gunung di d*d*ku
ach....******* ku mulai tak beraturan , aku terangsang oleh setiap sentuhan nya
hingga tak ku sadari baju kegemaran kaum emak - emak pun sudah tergeletak d lantai kamar mandi.
mas jangan.. nanti kamu kesiangan ,hari ini kan kamu mau keluar kota mas
justru itu ...biar semangat..dosa loh nolak suami
ucap suamiku sambil memainkan p***ng p*****ra ku
kaki ku mulai melemas mulut ku menolak tapi tubuhku menantang seakan tidak rela bila diakhiri
dasar nafsu...
tapi ga dosa kan nafsu sama suami sendiri
dan terjadilah yang memang seharusnya terjadi
diakhiri dengan kecupan lembut di puncak kepala ku . terus terang aku sangat menikmatinya
__ADS_1
jarang- jarang seperti ini di karenakan kesibukan suamiku yang memang suka keluar kota mengawasi proyek nya
***
matahari pun tenggelam berganti dengan sinar rembulan yang di taburi kerlap bintang yang terlihat indah dari jendela ruang kamar ku yang sengaja aku biarkan terbuka
malam ini mas Danar tidak pulang katanya sampai tiga hari ke depan
sudah hampir setahun ini mas Danar sibuk terus
jarang di rumah selalu saja ke luar kota
katanya lagi ada proyek di sana
entah lah...karna dari awal menikah aku memang tidak begitu paham dengan pekerjaan suamiku
aku pun tidak pernah mau kepo..tentang itu
karna aku selalu percaya padanya
lagi pula aku sudah terbiasa di tinggal oleh mas Danar
untung ada putri kecilku jadi aku tidak begitu kesepian
tawa nya ,marahnya, tangisnya , menjadi hiburan tersendiri bagi ku
ma ....
ehm... ada apa sayang.
papa nggak pulang lagi ya ma ,iya sayang papakan kerja , buat Zahra. biar bisa jalan - jalan , beli mainan, beli apa aja yang Zahra suka.
Zahra nggak mau apa - apa ma , Zahra cuma pingin seperti dulu lagi
papa selalu ada kalau malam
nggak seperti sekarang papa jarang pulang
wajah nya terlihat sedih dengan bibirnya yang sedikit mengerucut membuat aku gemas melihatnya.
ku peluk tubuh kecilnya sembari ku hapus air matanya aku tau saat ini dia sedang melayangkan protesnya
sabar ya sayang .
Zahra tau nggak papa di sana juga sedang memikirkan Zahra. kalau kamu sedih papa di sana juga sedih
kan walaupun papa ga pulang tapi Zahra bisa video call papa .iya kan..ku pegang kedua pipinya sembari ku tatap lembut mata sayu nya yang sudah terlihat sedikit mengantuk.
senyum kecil mengembang di sudut bibir mungilnya.
ya sudah sekarang Zahra bobo ya mimpi yang indah .
besok kan Zahra mau ke sekolah sembari ku kecup keningnya dan menyelimuti sebagian tubuh nya.
iya ..ma.. sahutnya sambil memeluk tubuh ku
__ADS_1