
Di apartemen Hani yang kesepian merasa kesal rindu yang menggebu membuat nya uring - uringan seorang diri
"Kenapa aku mencintai lelaki seperti Mas Danar."
Aku tau dia sedang bersedih tapi apa tidak bisa dia menelpon ku walau hanya sekali
..
Apa jangan-jangan dia sekarang sedang berduaan dengan istrinya
Jangan - jangan istrinya mengambil momen kepergian putrinya untuk kembali dekat dengan Mas Danar....oh tidak. ..tidak ...aku tidak boleh berburuk sangka, Oceh nya sendiri..
Ting...nong.......suara bel terdengar
Siapa yang datang..? apakah itu Dady
huh... bagaimana jika itu Dady pasti dia akan bertanya prihal Mas Danar lagi
Aku harus jawab apalagi ini..
Hani berjalan mendekati pintu apartemen nya
Perlahan di buka nya pintu itu..
Mas Danar...teriak nya penuh antusias
Hani berhambur memeluk calon suaminya itu
Melepaskan rasa rindu yang bergemuruh di jiwanya ..
Mas jahat ...kenapa nggak telpon aku..
Aku sangka kau sudah melupakan aku
Sambil merengek seperti anak kecil
Danar pun membalas pelukan nya
Sudahlah aku sudah berada di sini sekarang
Ayo..kita masuk dulu ajak Danar sambil menggandeng lengan Hani
Sesampainya di dalam, Danar merebahkan tubuhnya di atas sofa
Hah ..aku lelah...kau masak apa ? aku lapar...
Hani mengernyitkan dahinya ... bingung
Sejak kapan aku masak...
Kau..kau pasti merindukan istrimu ya..tanya Hani dengan wajah kesalnya
Apa....bukan begitu maksudku..tidak ..aku tidak merindukan nya
Sudahlah kau jangan cemburu..
Besok aku akan mengurus perceraian ku dengan nya
"Kau serius.."? tanya Hani senang
Danar mengangguk
sudah...mana anak Papa..sini ...Danar menarik tubuh Hani lebih dekat.
Di elus dengan lembut perut Hani yang mulai membesar
Sayang....Maaf ya aku tidak ada di samping mu saat - saat terberat mu ,ujar Hani
Kau pasti sangat sedih karena kehilangan putri mu ... lanjutnya
"Tidak apa Sayang, kau sedang hamil aku memang meminta Riko untuk melarang mu menghadiri pemakaman putriku
Aku tidak mau ada orang - orang yang bergosip tentang kita nanti.".
__ADS_1
Benarkah itu Mas Danar, Maaf kan aku ya ,aku sempat berpikir yang bukan - bukan tentang mu
karena Riko melarang ku datang ketempat mu ,ucap Hani
"Tidak apa-apa , sudahlah jangan bicarakan tentang itu lagi"
Baiklah jawab Hani sembari memeluk Danar
Maafkan aku Hani..aku sendiri juga bingung akan perasaan ku padamu...batin Danar
Sayang...jadi kapan kita akan menikah?
Dady ingin kepastian darimu...tanya Hani
"Secepatnya..
Bukankah kau tidak mau menikah bila aku belum menceraikan Cinta" , ujar Danar.
"Iya ..tapi aku juga tidak mau melahirkan tanpa seorang suami.." menatap sendu kepada Danar
Hem...Danar menarik nafasnya dalam
seakan memikul beban seberat gunung di pundaknya..
Oh ya Mas katanya kau lapar ayo kita keluar cari makan, ajak Hani
Aku juga jenuh tidak kemana-mana selama kau pergi Mas.. rasanya aku sudah merindukan suasana di luar apartemen ini..ucap Hani
Han ...kita delivery aja ya , aku lelah ingin beristirahat ,sambil memejamkan kedua matanya
Hani yang kesal tapi juga tak tega melihat Danar yang memang seperti orang yang kurang tidur .
Baiklah jika tidak mau keluar aku pesan dulu makanan nya, dengan berat hati Hani mengambil ponselnya dan memesan beberapa makanan melalui ponsel
setelah selesai sambil menunggu makanan yang di pesan nya datang
Hani merebahkan tubuh nya sedikit menindih tubuh Danar lelaki yang sebentar lagi akan menjadi ayah dari janin yang dikandungnya
Sayang....bangun dong... memangnya kau tidak merindukan aku, rengek Hani
Hem... jawab Danar singkat masih sambil memejamkan matanya
Sayang ...apa kau mendengarkan aku
Hani yang merasa Danar mengacuhkan nya terus saja memanggil-manggil Danar
Hani apa kau bisa diam sejenak, aku lelah ..
Bentak Danar pada Hani , yang membuat Hani terkejut di buat nya..
Mas...kau ...Hani berlari sambil menangis menuju ke kamar dan mengunci pintunya
Danar yang menyadari perbuatannya barusan
segera menyusul Hani...
Tok..tok ...tok Hani sayang ..Maafkan aku
Bukan begitu maksudku. .
Hani... please ..buka pintunya
Aku minta maaf..
Han ....
Ting...Nong. ..suara bel berbunyi
Hah...siapa lagi itu Danar melangkah dengan wajah kesalnya menuju ke arah pintu apartemen nya
Dengan cepat dia langsung membuka pintunya
Maaf pak ini makanan yang tadi di pesan ..sapa seorang lelaki yang membawa beberapa tentengan box makanan
__ADS_1
Oh ya ..Danar mengambil plastik yang berisi box makanan itu dan segera membayar tagihan nya..
Ambil saja kembalian nya Mas...ujar Danar
terimakasih banyak Pak, jawab laki - laki itu sambil berlalu dengan wajah sumringah
Danar pun kembali menutup pintu apartemen nya .
Sayang ...ayo buka pintunya,ini makanan nya sudah datang
Hani...
Baiklah jika kau tidak mau membuka pintunya juga , aku akan pergi dari sini.. sebelum Danar membalik kan tubuhnya Hani sudah membuka pintunya
Mas...panggil nya sambil menangis
Danar pun segera memeluk nya..Maafkan aku ya.
aku hanya lelah beberapa hari semenjak putriku meninggal aku tidak bisa tidur dengan nyenyak
Hani pun mengangguk sambil menghapus air matanya
Ya Tuhan dia begitu berbeda dengan Cinta yang begitu keibuan sedangkan Hani ...mungkin memang usianya yang masih muda jika di banding Cinta
Seperti nya aku harus lebih banyak mengalah padanya, batin Danar
Mas...kenapa kau diam ..
Tidak ..aku hanya lapar ,ayo kita makan ,ajak Danar
Ayo ..anakmu juga sudah lapar ,balas Hani
Sambil menyambar plastik yang berisi box makanan dari tangan Danar
Hani pun menyantap makanan dengan lahap nya
Sedangkan Danar Nafsu makan nya seperti menghilang , pikiran nya tertuju pada istrinya yang sebentar lagi akan dia ceraikan
" Sedang apa Cinta sekarang ..apa dia sudah makan , kasihan .. dia pasti sangat kesepian tanpa Zahra dan aku di sisinya.., Cinta..aku merindukan mu , maafkan aku Cinta. .atas segala perbuatan ku padamu, seandainya aku bisa mengungkap kan ini padamu , tapi entah mengapa setiap kali aku berada di dekat mu , mulutku terasa begitu kelu...
Tanpa sadar Danar menitikan airmata nya
Mas...kau kenapa..?
Apa kau menangis..? tanya Hani
Apa...tidak mataku hanya sedikit perih mungkin akibat dari kurangnya aku beristirahat selama beberapa hari ini sayang ,jawab Danar dengan gugup
Oh...Hani mengangguk tapi dia mengetahui Danar sedang berbohong
Seketika makannya pun tidak berselera lagi
,"Han..kenapa ayo habiskan makanan nya Kasian janin yang di dalam kandungan mu,
Kau harus menjaganya dengan baik sayang , Ujar Danar sambil mengelus perut Hani
Apakah hanya aku yang harus menjaganya..?
Bagaimana dengan mu ..? tanya Hani sambil menatap tajam ke arah Danar
Maksudmu apa tanya Danar heran
Maksudku bisakah kau tidak memikirkan yang lain selain aku dan calon anak kita..
ucap Hani berapi - api
Danar pun terdiam sesaat ,di tatapnya dengan lekat wajah Hani
Han... Maafkan aku..ucap Danar lirih
Aku memaafkan mu Mas tapi aku harap kau bisa merubah sikap mu jika kau menginginkan bayi ini ,ancam Hani
..
__ADS_1