Cinta Yang Terkoyak

Cinta Yang Terkoyak
BAB 19 Pertengkaran Kecil


__ADS_3

Di apartemen Hani yang kesepian merasa kesal rindu yang menggebu membuat nya uring - uringan seorang diri


"Kenapa aku mencintai lelaki seperti Mas Danar."


Aku tau dia sedang bersedih tapi apa tidak bisa dia menelpon ku walau hanya sekali


..


Apa jangan-jangan dia sekarang sedang berduaan dengan istrinya


Jangan - jangan istrinya mengambil momen kepergian putrinya untuk kembali dekat dengan Mas Danar....oh tidak. ..tidak ...aku tidak boleh berburuk sangka, Oceh nya sendiri..


Ting...nong.......suara bel terdengar


Siapa yang datang..? apakah itu Dady


huh... bagaimana jika itu Dady pasti dia akan bertanya prihal Mas Danar lagi


Aku harus jawab apalagi ini..


Hani berjalan mendekati pintu apartemen nya


Perlahan di buka nya pintu itu..


Mas Danar...teriak nya penuh antusias


Hani berhambur memeluk calon suaminya itu


Melepaskan rasa rindu yang bergemuruh di jiwanya ..


Mas jahat ...kenapa nggak telpon aku..


Aku sangka kau sudah melupakan aku


Sambil merengek seperti anak kecil


Danar pun membalas pelukan nya


Sudahlah aku sudah berada di sini sekarang


Ayo..kita masuk dulu ajak Danar sambil menggandeng lengan Hani


Sesampainya di dalam, Danar merebahkan tubuhnya di atas sofa


Hah ..aku lelah...kau masak apa ? aku lapar...


Hani mengernyitkan dahinya ... bingung


Sejak kapan aku masak...


Kau..kau pasti merindukan istrimu ya..tanya Hani dengan wajah kesalnya


Apa....bukan begitu maksudku..tidak ..aku tidak merindukan nya


Sudahlah kau jangan cemburu..


Besok aku akan mengurus perceraian ku dengan nya


"Kau serius.."? tanya Hani senang


Danar mengangguk


sudah...mana anak Papa..sini ...Danar menarik tubuh Hani lebih dekat.


Di elus dengan lembut perut Hani yang mulai membesar


Sayang....Maaf ya aku tidak ada di samping mu saat - saat terberat mu ,ujar Hani


Kau pasti sangat sedih karena kehilangan putri mu ... lanjutnya


"Tidak apa Sayang, kau sedang hamil aku memang meminta Riko untuk melarang mu menghadiri pemakaman putriku


Aku tidak mau ada orang - orang yang bergosip tentang kita nanti.".

__ADS_1


Benarkah itu Mas Danar, Maaf kan aku ya ,aku sempat berpikir yang bukan - bukan tentang mu


karena Riko melarang ku datang ketempat mu ,ucap Hani


"Tidak apa-apa , sudahlah jangan bicarakan tentang itu lagi"


Baiklah jawab Hani sembari memeluk Danar


Maafkan aku Hani..aku sendiri juga bingung akan perasaan ku padamu...batin Danar


Sayang...jadi kapan kita akan menikah?


Dady ingin kepastian darimu...tanya Hani


"Secepatnya..


Bukankah kau tidak mau menikah bila aku belum menceraikan Cinta" , ujar Danar.


"Iya ..tapi aku juga tidak mau melahirkan tanpa seorang suami.." menatap sendu kepada Danar


Hem...Danar menarik nafasnya dalam


seakan memikul beban seberat gunung di pundaknya..


Oh ya Mas katanya kau lapar ayo kita keluar cari makan, ajak Hani


Aku juga jenuh tidak kemana-mana selama kau pergi Mas.. rasanya aku sudah merindukan suasana di luar apartemen ini..ucap Hani


Han ...kita delivery aja ya , aku lelah ingin beristirahat ,sambil memejamkan kedua matanya


Hani yang kesal tapi juga tak tega melihat Danar yang memang seperti orang yang kurang tidur .


Baiklah jika tidak mau keluar aku pesan dulu makanan nya, dengan berat hati Hani mengambil ponselnya dan memesan beberapa makanan melalui ponsel


setelah selesai sambil menunggu makanan yang di pesan nya datang


Hani merebahkan tubuh nya sedikit menindih tubuh Danar lelaki yang sebentar lagi akan menjadi ayah dari janin yang dikandungnya


Sayang....bangun dong... memangnya kau tidak merindukan aku, rengek Hani


Hem... jawab Danar singkat masih sambil memejamkan matanya


Sayang ...apa kau mendengarkan aku


Hani yang merasa Danar mengacuhkan nya terus saja memanggil-manggil Danar


Hani apa kau bisa diam sejenak, aku lelah ..


Bentak Danar pada Hani , yang membuat Hani terkejut di buat nya..


Mas...kau ...Hani berlari sambil menangis menuju ke kamar dan mengunci pintunya


Danar yang menyadari perbuatannya barusan


segera menyusul Hani...


Tok..tok ...tok Hani sayang ..Maafkan aku


Bukan begitu maksudku. .


Hani... please ..buka pintunya


Aku minta maaf..


Han ....


Ting...Nong. ..suara bel berbunyi


Hah...siapa lagi itu Danar melangkah dengan wajah kesalnya menuju ke arah pintu apartemen nya


Dengan cepat dia langsung membuka pintunya


Maaf pak ini makanan yang tadi di pesan ..sapa seorang lelaki yang membawa beberapa tentengan box makanan

__ADS_1


Oh ya ..Danar mengambil plastik yang berisi box makanan itu dan segera membayar tagihan nya..


Ambil saja kembalian nya Mas...ujar Danar


terimakasih banyak Pak, jawab laki - laki itu sambil berlalu dengan wajah sumringah


Danar pun kembali menutup pintu apartemen nya .


Sayang ...ayo buka pintunya,ini makanan nya sudah datang


Hani...


Baiklah jika kau tidak mau membuka pintunya juga , aku akan pergi dari sini.. sebelum Danar membalik kan tubuhnya Hani sudah membuka pintunya


Mas...panggil nya sambil menangis


Danar pun segera memeluk nya..Maafkan aku ya.


aku hanya lelah beberapa hari semenjak putriku meninggal aku tidak bisa tidur dengan nyenyak


Hani pun mengangguk sambil menghapus air matanya


Ya Tuhan dia begitu berbeda dengan Cinta yang begitu keibuan sedangkan Hani ...mungkin memang usianya yang masih muda jika di banding Cinta


Seperti nya aku harus lebih banyak mengalah padanya, batin Danar


Mas...kenapa kau diam ..


Tidak ..aku hanya lapar ,ayo kita makan ,ajak Danar


Ayo ..anakmu juga sudah lapar ,balas Hani


Sambil menyambar plastik yang berisi box makanan dari tangan Danar


Hani pun menyantap makanan dengan lahap nya


Sedangkan Danar Nafsu makan nya seperti menghilang , pikiran nya tertuju pada istrinya yang sebentar lagi akan dia ceraikan


" Sedang apa Cinta sekarang ..apa dia sudah makan , kasihan .. dia pasti sangat kesepian tanpa Zahra dan aku di sisinya.., Cinta..aku merindukan mu , maafkan aku Cinta. .atas segala perbuatan ku padamu, seandainya aku bisa mengungkap kan ini padamu , tapi entah mengapa setiap kali aku berada di dekat mu , mulutku terasa begitu kelu...


Tanpa sadar Danar menitikan airmata nya


Mas...kau kenapa..?


Apa kau menangis..? tanya Hani


Apa...tidak mataku hanya sedikit perih mungkin akibat dari kurangnya aku beristirahat selama beberapa hari ini sayang ,jawab Danar dengan gugup


Oh...Hani mengangguk tapi dia mengetahui Danar sedang berbohong


Seketika makannya pun tidak berselera lagi


,"Han..kenapa ayo habiskan makanan nya Kasian janin yang di dalam kandungan mu,


Kau harus menjaganya dengan baik sayang , Ujar Danar sambil mengelus perut Hani


Apakah hanya aku yang harus menjaganya..?


Bagaimana dengan mu ..? tanya Hani sambil menatap tajam ke arah Danar


Maksudmu apa tanya Danar heran


Maksudku bisakah kau tidak memikirkan yang lain selain aku dan calon anak kita..


ucap Hani berapi - api


Danar pun terdiam sesaat ,di tatapnya dengan lekat wajah Hani


Han... Maafkan aku..ucap Danar lirih


Aku memaafkan mu Mas tapi aku harap kau bisa merubah sikap mu jika kau menginginkan bayi ini ,ancam Hani


..

__ADS_1


__ADS_2