Cinta Yang Terkoyak

Cinta Yang Terkoyak
BAB 16 Pembaringan Terakhir Zahra Anjani Wijaya


__ADS_3

Hani ..kenapa kau diam saja apa kau mengkhawatirkan Danar ,tanya Rizaldi yang nampak cemas melihat putri kesayangannya


Dady tidak mau terjadi apa-apa dengan putri dan calon cucu Dady oke...


"Tidak apa-apa Dad, Hani tau Mas Danar..


Dia tidak akan pergi begitu saja jika memang tidak ada urusan yang mendesak,


kita tunda saja lain hari , lagi pula waktu serta tanggal pernikahan pun belum di tentukan jadi santai saja Dad ", jelas Hani pada ayah nya


Tidak bisa di tunda terlalu lama sayang perut mu sekarang saja sudah terlihat membesar


Bagaimana jika tertunda terus , bisa - bisa kau akan melahirkan tanpa seorang suami di sisi mu nanti .


Kalau itu sampai terjadi Dady pastikan akan menghancurkan Danar sehancur - hancurnya


Ucap Rizaldi Prayoga yang sudah nampak geram kepada Danar calon menantu nya itu


Dad ...itu tidak mungkin terjadi Mas Danar itu sangat mencintai Hani jelas Hani sedikit kesal dengan ucapan ayah nya....


Memang begitu seharusnya Hani..


Apalagi sekarang kau sedang mengandung anak nya sahut Rizaldi Prayoga yang tidak mau kalah


Hani tau Dad ..sudahlah ayo kita masuk


Hani ingin istirahat sejenak di sini, setelahnya Hani akan kembali ke apartemen , mungkin Mas Danar di sana


sambil menarik lengan ayah nya


"hah ..kau ini jika sudah jatuh cinta sama saja seperti Mami mu dulu Rizaldi Prayoga sambil menggelengkan kepalanya."


**


Di Rumah Sakit Cinta yang baru saja siuman sedang menata pikiran nya


Mengapa aku ada di sini ,


Tadi... syukurlah aku rasa tadi aku bermimpi buruk tentang putriku


Aku harus menemui Zahra mungkin Mas Danar sudah mendonorkan darah untuk nya.


Baru saja Cinta akan beranjak dari tempat tidur nya seorang perawat masuk ke ruang rawatnya


Ibu Cinta sudah sadar ..sapa perawat itu dengan sopan


Ibu yang sabar ya bu sekarang jenazah putri ibu sedang dalam pengurusan untuk segera di bawa pulang oleh suami ibu Cinta


lanjut nya..sambil memeriksa keadaan Cinta


Ap...apa.. jadi..i..itu bukan mimpi..suara Cinta terdengar terbata-bata


Yang sabar ya bu .. seperti nya keadaan ibu sudah baik - baik saja saya permisi dulu

__ADS_1


bu Cinta


Cinta hanya tersenyum tidak berniat menjawab perkataan suster itu dia masih syok akan semua ini dia masih belum bisa menerima kenyataan ini


Putriku ...maafkan Mama Nak..Mama tidak bisa berbuat apa-apa di saat Zahra memerlukan pertolongan entah apa yang akan Mama perbuat tanpa mu saat ini


Mas Danar...semua ini gara - gara dirimu Mas...


Aku tidak akan pernah memaafkan mu kali ini


Cinta perlahan turun dari tempat tidur nya


Dia ingin melihat putrinya untuk terakhir kalinya dan mengantarkan putrinya ke pembaringan terakhirnya


Saat dia membuka pintu ruang rawat nya terlihat Mang Udin sedang duduk menunggu di depan ruangan nya


Mang kenapa Mang Udin disini ..


Bagaimana dengan Zahra Mang? siapa yang mengurus pemakaman nya


"Non maaf, mang Udin disini di suruh oleh tuan untuk menunggu Non Cinta siuman"


"Dimana Mas Danar Mang" ?


"Sedang mengurus administrasi Non", jawab Mang Udin


Zahra Mang ..? tanya Cinta kembali yang berusaha agar terlihat tegar


"Neng Zahra sedang dalam pengurusan petugas Rumah Sakit Non ,untuk proses pemulangan Jenazah untuk segera di makamkan".


"Itu Non Pak Riko yang mengurus nya"


"Ayo ...Mang antarkan aku menemui Riko


Aku ingin Zahra di makamkan bersebelahan dengan makam kedua orang tuaku Mang".


"Apa Non tidak menemui Tuan dahulu Non,


Tuan juga nampak terlihat cemas melihat keadaan Non Cinta"


Cinta menyunggingkan senyum sinis nya "Tidak perlu Mang antarkan saya saja sekarang".


"Baik Non mari saya antarkan".


mereka pun pergi walau dengan perasaan hancur tapi Cinta sadar ini sudah kehendak takdir


**


Para pelayat yang berdatangan silih berganti


diantara nya guru sekolah dan teman - teman Zahra pun ikut hadir melepas kepergian sahabatnya


Isak tangis mengiringi kepergian bocah malang itu

__ADS_1


Setelah selesai pemakaman para pelayat pun pamit satu persatu


Cinta yang sangat berduka hanya menangis di atas pembaringan terakhir putri semata wayangnya


"Nak selamat jalan sayang Mama yakin kamu di sana pasti bahagia bersama Oma dan opa


Maaf kan Mama ya Nak ..."


hi..hi..hi...Cinta menangis sejadi-jadinya


Begitupun dengan Danar yang juga merasa terpukul ditambah lagi Danar merasa karena dirinya lah yang terlambat datang untuk menyelamatkan Zahra hingga putrinya harus pergi untuk selama-lamanya.


Cinta yang menyadari sedari tadi Danar berada di dekatnya tidak memperdulikan Danar dia sudah membulat kan tekad nya akan berpisah dengan suaminya dia akan mengakhiri segalanya


Cinta .. sudahlah ayo kita pulang hari sudah akan gelap ,ajak Danar


"Pergilah Mas tinggalkan aku sendiri "


Cinta ..ajak Danar kembali yang tidak tega meninggalkan Cinta seorang diri di pemakaman


Pergilah Mas..apa kau tidak mendengar apa yang aku katakan, bentak Cinta yang memang sedari tadi menahan rasa marah nya kepada suaminya


Danar yang kesal melihat Cinta yang keras kepala lalu pergi meninggalkan istrinya seorang diri


Sesampainya di parkiran


" Mang "


"Iya tuan"


Tetaplah disini tunggu istri saya dia masih di sana ..


Baik tuan ,jawab Mang Udin sambil menundukkan tubuh nya sopan


Danar pun berlalu meninggalkan area pemakaman


Sesampainya di dalam mobil Danar merogoh saku celana nya mengambil ponsel miliknya


sial hape ku lowbat , pasti pak Rizaldi marah besar karena aku meninggalkan nya tanpa pamit


Danar mengusap wajah nya dengan kesal.


Danar mengendarai mobilnya tanpa arah dia bingung akan kemana disisi lain dia masih mengkhawatirkan Cinta yang pasti masih sangat bersedih karena kehilangan putri semata wayang mereka , sedang tidak ada dirinya di sampingnya.


Tapi saat ini , Hani pasti sedang menunggu nya di apartemen mereka , di tambah lagi seharian ini Danar tidak menelpon Hani , jangan kan menelpon bahkan seharian ini nama Hani pun seakan tidak terlintas di kepala Danar


mobil Danar pun menepi di pinggir jalan yang terlihat lumayan sepi , dia duduk termenung di dalam mobil nya


Kepingan - Kepingan bayangan masa bahagia mereka dahulu berseliweran di pelupuk matanya ,masa di saat-saat putri kecilnya bercanda gurau bersamanya ..


jauh sebelum dia mengenal Hani


Rumah tangga yang nyaris sempurna yang dahulu di miliki nya sekarang hancur berantakan karena ulah nya sendiri.

__ADS_1


Danar menangis tersedu-sedu sebenarnya dia sangat menyesali perbuatannya , seandainya waktu bisa di putar...putri ku Maaf kan papa , Papa tidak ada di saat-saat terakhir mu Nak...ucap Danar lirih yang di iringi dengan suara tangis nya sambil memukul-mukul kemudi mobilnya


__ADS_2