
Setelah memasuki halaman rumah yang megah itu Danar pun segera turun dari dalam mobilnya
Maaf Pak Danar apa mau saya antarkan
Tidak perlu.. Trimakasih tolak Danar sambil melangkah masuk ke dalam rumah yang pintunya di biarkan terbuka
Terlihat dengan jelas dari luar rumah Hani yang sedang berbincang - bincang dengan Dady nya di ruang Tamu mereka
" Sore ..Pak Rizaldi "sapa Danar pada calon ayah mertuanya itu
Hai Danar .. kemari lah ...sejak tadi kami menunggu kedatangan mu
ucap Rizaldi Prayoga
Danar pun duduk di samping Hani yang memandangnya dengan senyum sejuta Watt di wajahnya
Kemana saja kau akhir-akhir ini mengapa selalu sibuk ? tanya Rizaldi
Maaf Pak saya beberapa hari ini kurang enak badan
Sudahlah mulai sekarang kau harus belajar memanggil ku dengan sebutan Dady
Karena sebentar lagi kau akan menjadi menantuku Danar , ucap Rizaldi
Baik Pak ..
Hei ..tegur Rizaldi
Maaf maksudku Dady ralat Danar sedikit canggung, karena harus memanggil seorang Rizaldi Prayoga dengan sebutan sedekat itu
Oh ya Danar ,aku telah menentukan tanggal pernikahan mu dengan putriku
Terlalu lama aku menunggu keputusan dari mu
kau lihat perut putri ku , sudah terlihat membesar
Danar hanya menundukkan kepalanya tidak berani menatap Rizaldi Prayoga
Danar..aku ingin bertanya kepada mu,
Apa sebenarnya yang membuat mu ragu untuk menikahi putri semata wayang ku
Rizaldi menatap tajam ke arah Danar yang masih tertunduk
Jawab Danar...!
Danar tersentak dia bingung harus bicara apa
Hani yang menangkap ada kemarahan di wajah Dady nya segera memotong pembicaraan mereka
Dad...Mas Danar bukan ragu untuk menikahi ku
Tapi dia takut nantinya belum bisa memberikan ku kebahagiaan seperti layaknya Dady
Hanya itu Dady..Hani tau Mas Danar itu sangat mencintai Hani Dad... percaya lah
Benar itu Danar tanya Rizaldi
Benar yang dikatakan Hani Dady
Jika hanya masalah finansial kau tidak perlu khawatir Danar ,
Hani putri ku satu - satunya sudahlah tentu seluruh harta kekayaan ku akan jatuh di tangan nya dan aku tidak menuntut mu untuk itu Danar
Danar terdiam justru perkataan Rizaldi barusan membuat nya faham akan status nya kelak bila sudah menikah dengan Hani
Baiklah Dady .. terserah kepada Dady saja kapan pun hari pernikahan yang di tentukan oleh Dady saya siap jawab Danar
Bagus...oke...jika Begitu Dady akan mempersiapkan segalanya untuk kalian
Dady tidak mau ada gosip - gosip di luar sana
__ADS_1
Jadi jaga sikap kalian mengerti..
Iya Dad...Hani tau ,oya Dady ,bukan kah tadi Dady bilang ada janji bertemu dengan sahabat Dady ,ujar Hani .
Ayo..Dad ..pergi Mas Danar seperti nya canggung bila Dady terus disini ,batin Hani
Oh ya ..Dady hampir saja lupa baiklah Dady tinggal dulu ya
Persiapkan diri kalian untuk hari pernikahan nanti
Danar mengangguk pasrah
Rizaldi pun berlalu pergi meninggalkan Hani dan Danar, yang masih duduk di tempatnya
Akhirnya...ucap Hani memecahkan kesunyian
Danar menoleh ..Kau kenapa..tanya Danar
yah .. akhirnya Dady pergi juga ..bukan kah kau tidak nyaman bila ada Dady ujar Hani sambil menyikut lengan Danar
Danar tersenyum sambil menatap wajah kekasihnya itu ..
Kita mau kemana tanya Danar pada Hani ..
Apa kau sedang tidak ada kerjaan tanya Hani balik
Riko sudah mengurus semuanya ...
Ayo..bukan kah dari kemarin kau ingin jalan - jalan , ajak Danar yang memang sedang suntuk
Baiklah ayo..Hani menggandeng lengan Danar dan berjalan beriringan masuk kedalam mobil dan meninggalkan rumah nan megah bak istana itu
Di perjalanan...Sayang kau darimana tadi
Mengapa susah sekali menelpon mu
Aku telepon Riko tapi katanya kau tidak di kantor
Tidak Hani aku tidak menyembunyikan apapun dari mu, Aku tadi ke pengadilan agama mengurus perceraian ku dengan Cinta,bukan kah kemarin aku sudah katakan kepada mu
ucap Danar sambil menggenggam jemari Hani
Guna meyakinkan nya
Jadi kau sudah menceraikan nya ..lalu.. bagaimana dengan Cinta apa dia marah..?
Tidak...Danar sambil menggelengkan kepalanya lemas..dia sudah pergi bahkan tanpa mengucapkan sepatah katapun
Kesedihan tampak terlihat jelas di wajah Danar yang langsung tertangkap oleh Hani
Ada rasa cemburu dan kecewa terselubung di relung hati Hani tapi dia masih menutupi nya
Mas...aku tidak ingin jalan-jalan..
Antarkan aku ke apartemen saja ,aku ingin beristirahat ,ujar Hani dengan wajah kesalnya
Entah mengapa semenjak kehamilan nya dia begitu cemburuan bahkan hanya mendengar nama Cinta di sebut oleh Danar saja rasanya hatinya bergemuruh ,emosinya seperti meledak - ledak
Hani ada apa bukankah tadi kau bilang ingin berjalan- jalan hah...
Tidak jadi Mas ..aku ingin pulang saja..
Ayolah Hani ..ada apa dengan mu..jangan membuat ku pusing
ya...aku hanya selalu membuat mu pusing kan tidak seperti Cinta istrimu itu..teriak Hani yang sudah tidak dapat menahan rasa cemburunya
Astaga Hani .. apalagi yang membuat mu cemburu kepada nya dia sudah ku cerai kan
Bahkan dia sudah pergi...aku saja tidak tau dimana dia sekarang berada ,jelas Danar
Jadi kau menyesal begitu...
__ADS_1
Ya ampuun .. Hani ,Danar menelan ludahnya kesal , terserah padamu saja...
Kau mau pulang ayo aku antarkan
Danar memutar arah kendaraan nya dan melaju dengan cepat , yang membuat Hani sedikit takut terjadi apa-apa dengan mereka
Mas ..jangan ngebut dong ..kau ingin membunuhku Oceh Hani sambil membesarkan bola matanya
Danar hanya melirik di lihatnya sekilas Hani yang sedang mengelus pelan perutnya
Membuat Danar mengurangi kecepatan laju mobil yang dikendarai nya
Sesampainya di basement apartemen nya
Danar menghentikan mobilnya " Sudah sampai " ucap Danar tanpa menoleh
Hani segera membuka pintu mobilnya lalu turun dengan hati yang kesal
setelah beberapa langkah dia berjalan
Dia tidak Mendapati Danar mengikutinya
Hani pun menoleh dan melihat Danar yang masih pada posisi nya berada
Mengapa kau tidak turun..tanya Hani
Danar tidak menggubris perkataan Hani yang dia tau di tujukan kepada nya
Mas Danar..teriak Hani
Aku... Danar menunjuk dirinya
Siapa lagi .. apakah ada orang di sini selain dirimu jawab Hani
O...aku kira kau tidak mau melihat ku ,makanya aku tetap disini jawab Danar polosnya
Mas...hah..baiklah jika kau tidak ke apartemen lihat saja nanti..
Payah... bisanya cuma mengancam saja komat Kamit sambil mengikuti Hani dari belakang
Sesampainya di apartemen , Hani dan Danar hanya saling diam , keadaan ini menyiksa Hani
Dia berusaha mencari cara untuk mencairkan suasana bukan Hani namanya jika tidak bisa menggoda Danar Wijaya
Au...perut ku ..sambil memegang perutnya seolah benar - benar sakit
Ada apa Hani , mana yang sakit seketika Danar terlihat panik dan mendekati Hani
Disini..tangan Hani menunjuk ke arah dadanya
Hati aku yang sakit melihat mu mendiamkan ku
ucap Hani dengan manja
Danar menarik nafasnya lega ..
Kau seperti anak kecil saja
Mas...maafkan aku ya ..ucap Hani memandang sendu kepada Danar
Danar pun menarik tubuh Hani dan memeluknya
pelukan yang semakin erat dan menuntut
decapan demi decapan pun saling beradu...
Dengan perlahan Danar membopong tubuh Hani menuju pembaringan tanpa melepaskan tautan bibir keduanya
Di rebah kan nya tubuh Hani yang sedikit mulai berisi
Di susurinya setiap lekuk tubuh seksi milik Hani yang membuatnya candu..ingin lagi..dan lagi..hingga mereka sama- sama merasa terpuaskan
__ADS_1