Cinta Yang Terkoyak

Cinta Yang Terkoyak
BAB 21 Cemburu


__ADS_3

Setelah memasuki halaman rumah yang megah itu Danar pun segera turun dari dalam mobilnya


Maaf Pak Danar apa mau saya antarkan


Tidak perlu.. Trimakasih tolak Danar sambil melangkah masuk ke dalam rumah yang pintunya di biarkan terbuka


Terlihat dengan jelas dari luar rumah Hani yang sedang berbincang - bincang dengan Dady nya di ruang Tamu mereka


" Sore ..Pak Rizaldi "sapa Danar pada calon ayah mertuanya itu


Hai Danar .. kemari lah ...sejak tadi kami menunggu kedatangan mu


ucap Rizaldi Prayoga


Danar pun duduk di samping Hani yang memandangnya dengan senyum sejuta Watt di wajahnya


Kemana saja kau akhir-akhir ini mengapa selalu sibuk ? tanya Rizaldi


Maaf Pak saya beberapa hari ini kurang enak badan


Sudahlah mulai sekarang kau harus belajar memanggil ku dengan sebutan Dady


Karena sebentar lagi kau akan menjadi menantuku Danar , ucap Rizaldi


Baik Pak ..


Hei ..tegur Rizaldi


Maaf maksudku Dady ralat Danar sedikit canggung, karena harus memanggil seorang Rizaldi Prayoga dengan sebutan sedekat itu


Oh ya Danar ,aku telah menentukan tanggal pernikahan mu dengan putriku


Terlalu lama aku menunggu keputusan dari mu


kau lihat perut putri ku , sudah terlihat membesar


Danar hanya menundukkan kepalanya tidak berani menatap Rizaldi Prayoga


Danar..aku ingin bertanya kepada mu,


Apa sebenarnya yang membuat mu ragu untuk menikahi putri semata wayang ku


Rizaldi menatap tajam ke arah Danar yang masih tertunduk


Jawab Danar...!


Danar tersentak dia bingung harus bicara apa


Hani yang menangkap ada kemarahan di wajah Dady nya segera memotong pembicaraan mereka


Dad...Mas Danar bukan ragu untuk menikahi ku


Tapi dia takut nantinya belum bisa memberikan ku kebahagiaan seperti layaknya Dady


Hanya itu Dady..Hani tau Mas Danar itu sangat mencintai Hani Dad... percaya lah


Benar itu Danar tanya Rizaldi


Benar yang dikatakan Hani Dady


Jika hanya masalah finansial kau tidak perlu khawatir Danar ,


Hani putri ku satu - satunya sudahlah tentu seluruh harta kekayaan ku akan jatuh di tangan nya dan aku tidak menuntut mu untuk itu Danar


Danar terdiam justru perkataan Rizaldi barusan membuat nya faham akan status nya kelak bila sudah menikah dengan Hani


Baiklah Dady .. terserah kepada Dady saja kapan pun hari pernikahan yang di tentukan oleh Dady saya siap jawab Danar


Bagus...oke...jika Begitu Dady akan mempersiapkan segalanya untuk kalian


Dady tidak mau ada gosip - gosip di luar sana

__ADS_1


Jadi jaga sikap kalian mengerti..


Iya Dad...Hani tau ,oya Dady ,bukan kah tadi Dady bilang ada janji bertemu dengan sahabat Dady ,ujar Hani .


Ayo..Dad ..pergi Mas Danar seperti nya canggung bila Dady terus disini ,batin Hani


Oh ya ..Dady hampir saja lupa baiklah Dady tinggal dulu ya


Persiapkan diri kalian untuk hari pernikahan nanti


Danar mengangguk pasrah


Rizaldi pun berlalu pergi meninggalkan Hani dan Danar, yang masih duduk di tempatnya


Akhirnya...ucap Hani memecahkan kesunyian


Danar menoleh ..Kau kenapa..tanya Danar


yah .. akhirnya Dady pergi juga ..bukan kah kau tidak nyaman bila ada Dady ujar Hani sambil menyikut lengan Danar


Danar tersenyum sambil menatap wajah kekasihnya itu ..


Kita mau kemana tanya Danar pada Hani ..


Apa kau sedang tidak ada kerjaan tanya Hani balik


Riko sudah mengurus semuanya ...


Ayo..bukan kah dari kemarin kau ingin jalan - jalan , ajak Danar yang memang sedang suntuk


Baiklah ayo..Hani menggandeng lengan Danar dan berjalan beriringan masuk kedalam mobil dan meninggalkan rumah nan megah bak istana itu


Di perjalanan...Sayang kau darimana tadi


Mengapa susah sekali menelpon mu


Aku telepon Riko tapi katanya kau tidak di kantor


Tidak Hani aku tidak menyembunyikan apapun dari mu, Aku tadi ke pengadilan agama mengurus perceraian ku dengan Cinta,bukan kah kemarin aku sudah katakan kepada mu


ucap Danar sambil menggenggam jemari Hani


Guna meyakinkan nya


Jadi kau sudah menceraikan nya ..lalu.. bagaimana dengan Cinta apa dia marah..?


Tidak...Danar sambil menggelengkan kepalanya lemas..dia sudah pergi bahkan tanpa mengucapkan sepatah katapun


Kesedihan tampak terlihat jelas di wajah Danar yang langsung tertangkap oleh Hani


Ada rasa cemburu dan kecewa terselubung di relung hati Hani tapi dia masih menutupi nya


Mas...aku tidak ingin jalan-jalan..


Antarkan aku ke apartemen saja ,aku ingin beristirahat ,ujar Hani dengan wajah kesalnya


Entah mengapa semenjak kehamilan nya dia begitu cemburuan bahkan hanya mendengar nama Cinta di sebut oleh Danar saja rasanya hatinya bergemuruh ,emosinya seperti meledak - ledak


Hani ada apa bukankah tadi kau bilang ingin berjalan- jalan hah...


Tidak jadi Mas ..aku ingin pulang saja..


Ayolah Hani ..ada apa dengan mu..jangan membuat ku pusing


ya...aku hanya selalu membuat mu pusing kan tidak seperti Cinta istrimu itu..teriak Hani yang sudah tidak dapat menahan rasa cemburunya


Astaga Hani .. apalagi yang membuat mu cemburu kepada nya dia sudah ku cerai kan


Bahkan dia sudah pergi...aku saja tidak tau dimana dia sekarang berada ,jelas Danar


Jadi kau menyesal begitu...

__ADS_1


Ya ampuun .. Hani ,Danar menelan ludahnya kesal , terserah padamu saja...


Kau mau pulang ayo aku antarkan


Danar memutar arah kendaraan nya dan melaju dengan cepat , yang membuat Hani sedikit takut terjadi apa-apa dengan mereka


Mas ..jangan ngebut dong ..kau ingin membunuhku Oceh Hani sambil membesarkan bola matanya


Danar hanya melirik di lihatnya sekilas Hani yang sedang mengelus pelan perutnya


Membuat Danar mengurangi kecepatan laju mobil yang dikendarai nya


Sesampainya di basement apartemen nya


Danar menghentikan mobilnya " Sudah sampai " ucap Danar tanpa menoleh


Hani segera membuka pintu mobilnya lalu turun dengan hati yang kesal


setelah beberapa langkah dia berjalan


Dia tidak Mendapati Danar mengikutinya


Hani pun menoleh dan melihat Danar yang masih pada posisi nya berada


Mengapa kau tidak turun..tanya Hani


Danar tidak menggubris perkataan Hani yang dia tau di tujukan kepada nya


Mas Danar..teriak Hani


Aku... Danar menunjuk dirinya


Siapa lagi .. apakah ada orang di sini selain dirimu jawab Hani


O...aku kira kau tidak mau melihat ku ,makanya aku tetap disini jawab Danar polosnya


Mas...hah..baiklah jika kau tidak ke apartemen lihat saja nanti..


Payah... bisanya cuma mengancam saja komat Kamit sambil mengikuti Hani dari belakang


Sesampainya di apartemen , Hani dan Danar hanya saling diam , keadaan ini menyiksa Hani


Dia berusaha mencari cara untuk mencairkan suasana bukan Hani namanya jika tidak bisa menggoda Danar Wijaya


Au...perut ku ..sambil memegang perutnya seolah benar - benar sakit


Ada apa Hani , mana yang sakit seketika Danar terlihat panik dan mendekati Hani


Disini..tangan Hani menunjuk ke arah dadanya


Hati aku yang sakit melihat mu mendiamkan ku


ucap Hani dengan manja


Danar menarik nafasnya lega ..


Kau seperti anak kecil saja


Mas...maafkan aku ya ..ucap Hani memandang sendu kepada Danar


Danar pun menarik tubuh Hani dan memeluknya


pelukan yang semakin erat dan menuntut


decapan demi decapan pun saling beradu...


Dengan perlahan Danar membopong tubuh Hani menuju pembaringan tanpa melepaskan tautan bibir keduanya


Di rebah kan nya tubuh Hani yang sedikit mulai berisi


Di susurinya setiap lekuk tubuh seksi milik Hani yang membuatnya candu..ingin lagi..dan lagi..hingga mereka sama- sama merasa terpuaskan

__ADS_1


__ADS_2