Cinta Yang Terkoyak

Cinta Yang Terkoyak
BAB 12 pertemuan Hani dan Cinta


__ADS_3

Hari ini tepat seminggu sudah Danar tidak pernah pulang sekedar menelpon bertanya kabar juga tidak ,


Bahkan handphone nya pun sudah tidak aktif berkali- kali Cinta mencoba menelpon Danar ,di karena kan Zahra yang rindu akan papanya


" Mas Danar dimana kamu sekarang Mas


kamu benar-benar sudah berubah Mas aku seperti tidak mengenalimu lagi


Apa sekarang kamu sedang bersama Hani Mas


Apa kamu benar-benar sudah melupakan kami Mas ,


Anak istrimu merindukan mu Mas


ku mohon pulang lah Mas ,ucap Cinta lirih sambil mendekap foto pernikahan mereka


Hari - Hari Cinta di penuhi dengan kesedihan


Namun tiada tempat untuk nya mencurahkan isi hatinya hanya menangis yang bisa sedikit mengurangi beban di hatinya


Pagi ini setelah Zahra berangkat ke sekolah


Cinta yang memutuskan untuk pergi ke kantor suaminya guna menemui Danar


Dia ingin meminta Danar untuk pulang dan memperbaiki rumah tangga mereka


Cinta tidak mau Zahra mengetahui masalah yang terjadi kepada orangtuanya


" Sudah cukup aku tidak bisa membiarkan masalah ini berlarut-larut ,aku harus menemui Mas Danar .


Tapi pada saat Cinta hendak menutup pintu rumah , tiba-tiba ada sebuah mobil yang sangat Cinta kenali berhenti tepat di halaman rumah


"Mas Danar ucap Cinta lirih , Danar pun turun dari mobilnya tapi Dia tidak sendiri ada seorang wanita muda nan cantik berjalan tepat di sampingnya, dari cara nya berjalan sambil bergelayut manja Cinta sudah bisa menebak


" Itu pasti Hani , batin Cinta .


Pantas saja Mas Danar tergila-gila padanya selain Cantik diapun masih sangat muda ..Oh Tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang


" Kebetulan Mas pulang , ucap nya saat jarak Meraka hanya tinggal beberapa langkah saja dari posisi nya yang masih terpaku di tempat yang sama, mencoba untuk berdiri tegar walau batin tersiksa.Tanpa malu wanita itu mengulurkan tangannya


"Hai...aku Hani calon istri Mas Danar .


Mata cinta menatap wanita itu tajam


" Bagaimana bisa ada orang yang tidak tahu malu seperti wanita ini ,batin Cinta.


Cinta pun tidak memperdulikan uluran tangan nya, fokusnya Sekarang hanya pada Danar suaminya


Mas aku ingin bicara padamu Mas ! seru Cinta


"Yah aku pun kemari memang untuk membicarakan sesuatu kepada mu Cinta


Apa kau tidak mempersilahkan kami masuk terlebih dulu Cinta."


"Bukan nya ini rumah mu Mas Danar , jawab Cinta sambil berlalu dan duduk di kursi ruang tamu


"Apa yang ingin kau katakan Cinta ? tanya Mas Danar .


Bibir ku kelu bagaimana mungkin aku mengatakan nya sedangkan ada Hani yang duduk di sampingnya

__ADS_1


" Katakan saja apa maksud Mas Danar datang kemari dengan wanita penggoda ini . sambil menatap tajam ke arah Hani


"Jaga bicaramu Cinta dia punya nama .


Suara Danar sedikit meninggi yang membuat Cinta tak menyangka akan perlakuan Danar padanya


" Baiklah kalau kau tidak mau berbicara biarkan aku yang memulai.


Cinta pun masih diam tanpa berniat membuka mulutnya


" Aku dan Hani akan segera menikah ujar Danar yang bagaikan petir menggelegar di telinga Cinta


" Apa ...aku tidak mengizinkan nya


Mas...jawab Cinta dengan tegas walau di iringi dengan deraian air mata yang sudah tidak bisa di bendung nya lagi


" Aku tidak meminta izin dari mu Cinta


Aku dan Hani kemari hanya ingin memberi tahu sebelum hari pernikahan ku dengan Hani , aku sudah terlebih dulu bercerai dengan mu , Karena Hani tidak mau berbagi suami dengan mu Cinta.


" Apa ... Cinta menatap tajam Hani sambil menggeleng - geleng kan kepalanya tidak percaya , Dasar wanita tidak punya malu seharusnya aku yang berkata seperti itu...


Wanita tidak punya hati kau .


Cinta tidak bisa lagi menahan amarahnya dia berdiri hendak menjambak rambut wanita itu Rasanya dia ingin sekali melampiaskan kekesalannya atas perbuatan dua manusia di hadapan nya saat ini ,


Tapi Danar sigap melindungi Hani dan menarik nya pergi meninggalkan Cinta


Mas ..teriak Cinta


Danar terus berjalan mengabaikan Cinta yang terus memanggil dirinya


Mas...buka Mas...pikirkan lagi jangan tinggalkan aku Mas bagaimana dengan Zahra Mas..


Cinta menangis sambil memukul-mukul pintu mobil yang sudah tertutup dengan rapat


Danar pun tanpa berpikir panjang segera melajukan mobilnya tanpa mendengarkan rintihan pilu istrinya


Mas Danar.... teriak Cinta namun mobil terus melaju semakin menjauh meninggalkan Cinta yang masih menatap kepergian Danar dengan sendu . .


Cinta berjalan dengan langkah gontai nya memasuki rumah, seperti tidak ada kehidupan lagi di raganya


Dia menjatuhkan tubuh nya di lantai ruang tamu


dan melihat ke arah kursi yang tadi sempat di duduki suaminya


Mas ....teriak Cinta sambil menangis .


kenapa kamu tega lakukan ini sama aku dan Zahra Mas ...hi..hi ..hi..


Sayang tanpa Cinta maupun Danar sadari sedari tadi pertengkaran mereka telah di saksikan sepasang mata kecil yang sekarang sedang menangis juga di pojokan ruang tamu rumah mereka


Papa ..Zahra benci sama Papa hi...hi...


Suara tangisan Zahra terdengar sayup- sayup di telinga Cinta


Cinta pun terkejut Zahra ..batin Cinta


ti.. tidak Cinta segera menghapus air matanya

__ADS_1


dan segera berdiri mencari arah suara tangisan itu .


Betapa kagetnya Cinta saat melihat tubuh kecil yang masih menggunakan seragam sekolahnya sedang duduk meringkuk sambil menangis di pojokan ruang tamu


Zahra... Cinta berlari mendekati putrinya dan langsung memeluk tubuh kecil itu ..


Keduanya pun sama - sama menangis


Apa Zahra mendengar semuanya Nak tanya Cinta penuh cemas


Zahra mengangguk sambil membalas pelukan mamanya . .


Maaf kan mama ya Nak , Mama janji Papa pasti kembali bersama- sama dengan kita lagi Mama janji Zahra...


Zahra menatap wajah Cinta dan menggelengkan kepalanya lalu ia berlari masuk ke dalam kamarnya


Zahra...


Cinta pun segera mengejar putrinya dia tau pasti saat ini Zahra pun sama sedihnya dengan dirinya


Zahra...buka pintunya sayang Mama mau bicara ...


Zahra. ...


Tapi yang di panggil tidak menjawab sepatah kata pun


Cinta pun memutuskan untuk pergi mencari mang Udin karna setau Cinta jam pulang sekolah Zahra masih satu jam lagi


Saat Cinta melangkah menuju halaman rumah terlihat Mang Udin yang baru saja memarkirkan mobil yang di bawa nya


Non...sapa mang Udin saat melihat majikan nya berjalan ke arahnya


Maaf Non tadi Neng Zahra Mamang Anter sampai pintu karena ..Mamang ..ke pom dulu


bensin habis


Tadi Mamang mau ijin tapi ada tuan dan Mamang liat ada tamu jadi Mamang nggak pamit


oh. . nggak apa - apa Mang ehm...saya cuma mau tanya Zahra hari ini pulang cepat


Tidak terjadi apa-apa kan di sekolah Zahra ?


Oh Maaf Non Mamang belum kasih tau Non Cinta ..mulai hari ini teh memang SDH gak ada kegiatan sekolah agendanya cuma main - main saja sambil nunggu pembagian raport kelulusan


Oh...iya. maaf ya Mang saya lupa kemarin guru Zahra sudah menelpon saya , ehm.. Cinta menarik nafas dalam


nggak terasa ya Mang sebentar lagi Zahra sudah SD , iya Non Mamang juga seperti nya baru kemarin nganter Neng Zahra sekolah TK


sekarang sudah mau SD .


Semoga Mamang masih bisa di beri kesempatan sama yang mahakuasa biar bisa nganterin Neng Zahra terus


"Aamiin Mang . terimakasih ya Mang sudah mau jagain Zahra


ah..Mamang jadi gak enak Non. itu kan memang tugas Mamang atuh....Non.


Cinta pun tersenyum sambil kembali masuk ke dalam rumahnya


.

__ADS_1


__ADS_2