
Sementara itu Cinta yang masih dengan rasa kesalnya memilih untuk duduk sejenak menata hatinya sebelum menemui Danar .
Sebenarnya Cinta ingin sekali membicarakan masalah ini biar ada jalan penyelesaian nya
Tapi dia bingung bagaimana cara memulai nya sementara suaminya sampai sekarang pun belum jujur tentang Hani padanya....
" Tidak bisa aku tidak mau membiarkan masalah ini berlarut-larut, sampai kapan bukan kah memang pada akhirnya diantara kami pasti akan ada yang terluka" Cinta membulat kan tekad nya , dia melangkah menuju kamar guna menemui Danar suaminya.
Baru saja langkahnya memasuki ruang tamu rumah nya , dia melihat Danar dengan pakaian rapihnya "Seperti nya Mas Danar akan pergi lagi " gumam Cinta sambil menatap lekat ke arah Danar
" Mas kau kan baru pulang masa kau mau pergi lagi " ucap Cinta lirih tapi ada nada kekesalan di sana
Danar pun berhenti dari langkahnya , menatap intens kepada Cinta " Mata itu "
Aku benar-benar tak tega melihatnya sudah waktunya, aku tidak mau membohonginya lagi ' Dia tidak sanggup lagi menyimpan semuanya Di tambah lagi Hani terus saja meminta menceraikan Cinta. Danar menarik nafasnya Dalam-dalam dan menghembuskan nya
"Cinta bisa kah kita duduk sebentar ada yang ingin aku katakan padamu.
" Kebetulan sekali Mas ,batin cinta
Cinta pun menurut dan duduk di sebelah suaminya.
Ada apa mas tanya Cinta? , Cinta pun menebak - nebak apa yang akan di katakan Danar padanya ." Apakah mas Danar akan mengatakan prihal Hani , apa aku sudah siap untuk itu , ya Tuhan berilah aku ketegaran " batin Cinta .
Cinta pun memberanikan diri menatap wajah lelaki yang amat di cintai nya itu.
Danar terlihat gusar dia sedang mencari pemilihan kata yang pas untuk di katakan nya pada Cinta
Aku......Aku..Danar sulit sekali melanjutkan perkataannya tenggorokan nya seperti tercekat . Dia menatap kembali ke arah Cinta yang seperti tak sabar menunggu kata dari nya
Danar pun kembali membulatkan tekad nya bukan kah cepat atau lambat Cinta pasti akan mengetahui nya , Aku memiliki wanita lain selain dirimu Cinta, bahkan sekarang dia...
" sedang hamil " potong Cinta
Danar pun terkejut mendengarnya ,kau mengetahui nya Cinta?
" Iya...Mas.. sepandai-pandainy- nya menyimpan bangkai pasti akan tercium juga bau nya " ujar Cinta dengan nada lemah nya
seperti sudah kehabisan energi untuk bicara
Danar pun menatap Cinta dengan tatapan penuh selidiknya
Kenapa kau diam saja bila kau mengetahui ini semua Cinta? tanya Danar pada Cinta
Karna aku ingin kau yang mengatakan nya Mas
jawab Cinta
"Sejak kapan kau mengetahuinya , ?
Tanya Danar lagi
Cinta terdiam sesaat ..".sejak kepulangan mu dari Surabaya kemarin .
Suasana hening sejenak... Aku mendengar semua pembicaraan mu di telpon dengan Hani Mas ,lanjut Cinta kemudian
__ADS_1
Danar mengusap kasar wajahnya dengan kedua tangan nya
Dia menatap pilu pada Cinta .." lalu..."?
"lalu ..apa mas..? apa yang bisa aku perbuat
Aku bahkan tidak bisa marah padamu..mas.
Suasana hening lagi.
kenapa kau tidak marah padaku, memaki ku ,menamparku , atau kau bisa mengusir ku dari rumah ini Cinta... , kenapa kau tidak lakukan itu Cinta ...kenapa...? kali ini suara Danar meninggi dan membuat Cinta terkejut mendengarnya.
Sikap mu menyiksaku Cinta .. Ujar Danar yang bangkit dari tempat duduknya dan akan pergi meninggalkan Cinta
" Mas.....! " suara Cinta menghentikan langkahnya tapi tidak membuatnya menoleh
.
tinggalkan Hani mas kalau memang janin itu yang mengikat mu dengan Hani biarkan aku yang akan mengurusnya kelak bila dia sudah di lahir kan ..
Danar memejamkan matanya terlihat ada buliran bening yang mengalir di sudut matanya
" Tidak Cinta aku tidak akan membiarkan mu merasa sakit sepanjang hidup mu dengan mengurus anak hasil perselingkuhan ku , kau berhak bahagia Cinta meskipun bukan dengan ku" ucap Danar dalam hatinya .
Lalu ia melanjutkan langkahnya meninggal kan Cinta seorang diri .
Cinta menatap kepergian Danar dengan wajah pilu nya...Cinta terkulai di lantai tubuh nya terasa tidak bertenaga .
Jangan pergi mas ..jangan tinggalkan aku dan Zahra suara lirih Cinta nyaris tak terdengar yang di ikuti dengan tangisan nya .
**
Vika kau ada masalah kenapa dari tadi kau hanya diam , kenapa kau tidak mau main bersama kami ? tanya Zahra tanpa memberikan jeda...
Vika menatap Zahra dengan tatapan sedih nya
Aku tidak mau bermain Zahra aku ingin sendiri
" Ada apa dengan mu Vika , kau bisa ceritakan semuanya dengan ku , bukan kah aku teman mu ' ujar zahra
"Aku sedang memikirkan ayah dan ibuku Zahra..
"Kenapa dengan ayah ibu mu Vika ?
" Ayah ku sudah lama tidak pernah pulang katanya sedang bekerja tapi ternyata ayah ku berbohong Zahra...terang Vika
maksudnya ? tanya Zahra
ternyata ayah ku punya ibu baru..Zahra. ..
"ibu baru " Zahra yang bingung menggaruk kepalanya
Iyah.. ibu baru apa kau tidak mengerti Zahra
Zahra menggelengkan kepalanya
__ADS_1
" jadi ayah ku punya ibu selain ibuku Zahra ...
apa kau sudah mengerti sekarang
" oh jadi maksudnya sekarang ibu mu ada dua Vika begitu...
"Iyah Zahra tapi ibuku hanya satu aku tidak mau ibu yang ke dua khi...khi... Vika menangis tersedu-sedu
Zahra pun memeluk Vika , sudah jangan menangis nanti ada yang melihat mu apa kau tidak malu wajah jelek mu ini di lihat orang
" Zahra kenapa kau mengatai aku jelek "
karna mama ku bilang wajah ku jelek jika sedang menangis maka dari itu aku tidak pernah mau menangis Zahra menyunggingkan senyumnya
"Ayo kita main lagi .."
Vika pun menghapus air matanya
"Ayo....
***
Seusai pulang sekolah Zahra berlari masuk ke dalam rumah
Mama..aku pulang ..!
" Zahra.. Cinta menyambut dengan senyuman
Kau pasti lapar ayo ganti baju setelah itu kita makan ajak Cinta pada putrinya
Zahra pun mengangguk tanda mengiyakan.
setelah selesai berganti pakaian nya Cinta menggandeng Zahra ke meja makan dan mendudukkan nya
Cinta mulai menyiapkan makanan kesukaan Zahra, apalagi kalau bukan ayam goreng dan telur dadar . Zahra pun dengan lahap menyantap nya
Ma.. kenapa mata mama terlihat sembab
Zahra menghentikan kunyahan nya dan memandang lekat ke arah mama nya
Cinta terkejut dengan pertanyaan Zahra yang tiba-tiba
Mama tidak habis menangis kan tanya nya lagi
" Memang mata mama terlihat sembab ya, Cinta mengusap kedua matanya seakan-akan dia baru menyadari nya
sembari dia mencari alasan yang bisa di mengerti oleh Zahra dan tidak akan membuat Zahra bersedih
Mungkin ini karena mama terlalu nyenyak tidur semalam sayang jadi mata mama terlihat mengecil sambil memainkan kedua bola matanya agar terlihat lucu di hadapan Zahra.
" ah..orang dewasa memang susah di mengerti' ujar Zahra yang membuat Cinta termangu...
Sudah cepat habiskan tidak boleh banyak bicara bila sedang makan ,ucap cinta yang berusaha mengakhiri pembicaraan nya.
.
__ADS_1
.
.