Cinta Yang Terkoyak

Cinta Yang Terkoyak
BAB 22 Keberadaan Cinta


__ADS_3

Di sana dua sejoli sedang memadu kasih


Tapi di tempat yang lain seorang wanita sedang mencari tempat untuk dia berteduh


seharian dia berjalan dengan keringat yang membasahi tubuhnya, mencari kontrakan sambil menjinjing koper berisi pakaian nya , bertarung dengan waktu karena hari sudah hampir gelap.


Bagaimana ini kenapa aku belum juga mendapatkan tempat untuk bisa aku tinggali


Cinta menoleh kesana kemari hatinya gelisah di tambah lagi kaki nya yang mulai terasa lelah akibat lamanya dia menyusuri jalanan guna mencari kontrakan untuk dia memulai kehidupan barunya nanti.


Maaf mba..lagi cari siapa tegur seorang perempuan paruh baya yang sedari tadi memperhatikan Cinta yang seperti sedang kebingungan


Oh yah buk kebetulan..saya mau bertanya apa di dekat sini ada rumah yang mau di kontrakan


Tanya Cinta penuh harap


"Mba lagi cari kontrakan ?"


"Iyah buk...apa ada.".?


Kebetulan Mba rumah saya mau di kontrakan


Apa mba mau melihat nya ? tidak jauh koq dari sini ,ujar wanita paruh baya itu


Boleh Bu, saya sudah lelah dari tadi mencari Kalau begitu ikut dengan saya ajak ibu itu


Baik Bu.. terimakasih, Cinta pun mengikuti wanita paruh baya itu


Di perjalanan mereka sambil berbincang-bincang " Siapa nama nya mba? "


Tanya wanita itu


Nama saya Cinta Bu..kalau ibu dengan ibu siapa?


Oh .saya Hajati kalau orang-orang di sini biasa memanggil saya dengan Bu jati Mba Cinta.


Mba Cinta dari mana ?


Saya.. saya dari kampung Bu..Cinta terpaksa berbohong kepada Bu jati


Dia takut ada yang mengetahui keberadaan nya saat ini


Kesini mau cari kerja Mba Cinta..?tanya nya lagi


Iya . Bu.. rencananya,jawab Cinta


Hati - hati di kota Jakarta mba , jangan mudah percaya sama orang ,apalagi Mba cantik kaya artis takut ada yang macem-macem


Cinta tertawa mendengar perkataan wanita itu


Ibu bisa saja ... terimakasih atas pujian sekaligus nasihatnya ujar Cinta


"Sudah menikah "?


"Saya janda Bu..."


"Oh ..Maaf ya mba .ibu..lancang bertanya"

__ADS_1


"nggak apa-apa koq Bu jati.."


"Ngomong-ngomong kita sudah sampai Mba ..


Ini kontrakan nya", Bu jati pun membukakan pintu nya ..


Cinta terkejut ternyata rumah yang di maksud Bu jati itu hanya lah seukuran kamar tidur saja


Tapi sudah terlihat rapi dengan satu buah kasur berukuran kecil dan satu buah lemari mini yang mengisi ruangan itu


Mba cinta .. bagaimana ..? disini Mba Cinta sudah nggak perlu beli kasur sama lemari lagi


karena kemarin orang yang ngontrak sebelumnya pindah , barang nya tidak di bawa , Apa Mba Cinta mau?


Cinta terdiam sejenak


Kecil sekali bahkan lebih kecil dari kamarnya Mang Udin di rumah Mas Danar.


Ya Tuhan.. bagaimana ini ...tapi hari sudah mulai gelap


Mba Cinta... panggil Bu jati menyadarkan Cinta


Iya Bu saya mau , berapa sebulan nya?


Satu juta Mba Cinta..


Apa ... kamar sekecil ini satu juta , batinnya


Baiklah Bu jati ,bisa kan bila saya tempati sekarang ,tanya Cinta


Boleh Mba Cinta, yang penting pembayaran nya di muka ..ucap wanita paruh baya itu malu - malu


Maaf Bu jati ini uang nya


Bu jati pun segera mengambilnya


Trimakasih Mba Cinta semoga disini betah ya Mba ..


Dan semoga cepet dapet kerjaan lanjutnya


Aamiin. sahut Cinta


Setelah kepergian Bu jati, Cinta meletakkan koper pakaian nya


Dia sudah sangat lelah direbahkan nya tubuh nya di atas kasur yang masih terlihat bersih


tatapan nya menerawang ke langit-langit kamarnya " Ya Tuhan aku tidak pernah membayangkan sebelumnya akan tinggal di tempat seperti ini , Ma..Pa... semoga kalian di sana tidak bersedih melihat keadaan ku saat ini


hah...Cinta menghembuskan nafasnya kasar seakan sedang melepas kan beban terberat nya, sebenarnya bisa saja aku kembali ke rumah orang tuaku di kampung tapi...


Tapi aku takut Mas Danar akan mencari ku di sana, walaupun kemungkinan kecil sih dia akan mencari ku ,


Aku yakin dia malah senang aku pergi meninggalkan nya, hah.. setidaknya dia pasti tidak akan menyangka aku masih berada di kota yang sama dengan nya


Ya ampun...aku sangat lelah..


Cinta bangun dari tidurnya tubuhnya terasa lengket akibat keringat yang membasahi nya seharian ini

__ADS_1


Dia ingin membersihkan tubuhnya di kamar mandi


Sebelum beranjak Cinta meraih dompetnya di lihatnya uang yang masih tersisa di sana


Oh Tuhan ..apa ini cukup untuk biaya hidup ku sampai aku mendapatkan pekerjaan


Ya sudahlah aku pikirkan besok lagi ,aku benar-benar mengantuk


Cinta pun bergegas ke kamar mandi yang letaknya memang berada di dalam ruangan petak yang kini di huni nya


setelah selesai membersihkan tubuhnya dia langsung merebahkan kembali tubuhnya di atas kasur ,dan terlelap dengan sendirinya


Tanpa merasakan perutnya yang seharian belum sempat terisi makanan sedikitpun


**


Danar..semoga pilihan mu ini tidak akan kau sesali di kemudian hari , aku bingung kepada mu , memang nya apa sih kurang nya Cinta..aku yakin di luar sana masih banyak yang ngantri jandanya ujar Riko pada Danar sahabat nya , yang memberitahukan bahwa dia telah bercerai dengan istrinya dan akan menikah dengan Hani


Danar terdiam sejenak mendengar kan perkataan Riko


Jika aku sudah menikah kelak ,aku tidak akan menyakiti istriku seperti dirimu Danar..lanjut Riko lagi


Hah.. sudahlah Riko bukankah kau tidak mengetahui Takdir hidup mu kelak


lagi pula bagaimana kau menikah,pacar saja kau tak punya ,jangan - jangan kau tidak menyukai wanita ,ledek Danar yang sedikit kesal karena Riko selalu memojokkan nya


Sembarangan...gini - gini gua masih normal bro..jawab Riko..


Yang di balas dengan senyuman oleh Danar


Sudahlah aku tambah pusing bila mendengar kan mu bicara , aku pulang dulu Pamit Danar pada Riko,


Alah .. bilang saja kau mau bertemu dengan Hani ,iya kan ujar Riko


Kerja yang benar jika tidak aku potong gajih mu Ancam Danar sambil berlalu pergi


Huh...mentang - mentang Bos semena - mena sama rakyat kecil sahut Riko


Danar hanya tersenyum mendengar Riko yang terlihat sedang kesal


Rasain Lo ..gua bales ..Batin Danar.


Sepanjang perjalanan ,


Ucapan Riko tentang Cinta berputar-putar di otaknya " Memang nya apa sih kurangnya Cinta


, aku yakin di luar sana banyak yang nunggu jandanya" Sial.... mengapa perkataan Riko..menggangu pikiran ku


Aku tidak boleh seperti ini ,aku harus fokus pada pernikahan ku dengan Hani dia sedang mengandung anak dari ku


Aku tidak mau karena kebodohan ku


Aku kehilangan darah daging ku kembali


Jangan sampai peristiwa itu terulang lagi


Bahkan sampai sekarang aku masih belum bisa memaafkan diriku sendiri atas meninggalnya Zahra ..ucap Danar dalam hatinya

__ADS_1


Dia pun memacu laju mobilnya sedikit lebih cepat untuk mengusir perasaan nya yang sedang kacau


__ADS_2