
Di sana dua sejoli sedang memadu kasih
Tapi di tempat yang lain seorang wanita sedang mencari tempat untuk dia berteduh
seharian dia berjalan dengan keringat yang membasahi tubuhnya, mencari kontrakan sambil menjinjing koper berisi pakaian nya , bertarung dengan waktu karena hari sudah hampir gelap.
Bagaimana ini kenapa aku belum juga mendapatkan tempat untuk bisa aku tinggali
Cinta menoleh kesana kemari hatinya gelisah di tambah lagi kaki nya yang mulai terasa lelah akibat lamanya dia menyusuri jalanan guna mencari kontrakan untuk dia memulai kehidupan barunya nanti.
Maaf mba..lagi cari siapa tegur seorang perempuan paruh baya yang sedari tadi memperhatikan Cinta yang seperti sedang kebingungan
Oh yah buk kebetulan..saya mau bertanya apa di dekat sini ada rumah yang mau di kontrakan
Tanya Cinta penuh harap
"Mba lagi cari kontrakan ?"
"Iyah buk...apa ada.".?
Kebetulan Mba rumah saya mau di kontrakan
Apa mba mau melihat nya ? tidak jauh koq dari sini ,ujar wanita paruh baya itu
Boleh Bu, saya sudah lelah dari tadi mencari Kalau begitu ikut dengan saya ajak ibu itu
Baik Bu.. terimakasih, Cinta pun mengikuti wanita paruh baya itu
Di perjalanan mereka sambil berbincang-bincang " Siapa nama nya mba? "
Tanya wanita itu
Nama saya Cinta Bu..kalau ibu dengan ibu siapa?
Oh .saya Hajati kalau orang-orang di sini biasa memanggil saya dengan Bu jati Mba Cinta.
Mba Cinta dari mana ?
Saya.. saya dari kampung Bu..Cinta terpaksa berbohong kepada Bu jati
Dia takut ada yang mengetahui keberadaan nya saat ini
Kesini mau cari kerja Mba Cinta..?tanya nya lagi
Iya . Bu.. rencananya,jawab Cinta
Hati - hati di kota Jakarta mba , jangan mudah percaya sama orang ,apalagi Mba cantik kaya artis takut ada yang macem-macem
Cinta tertawa mendengar perkataan wanita itu
Ibu bisa saja ... terimakasih atas pujian sekaligus nasihatnya ujar Cinta
"Sudah menikah "?
"Saya janda Bu..."
"Oh ..Maaf ya mba .ibu..lancang bertanya"
__ADS_1
"nggak apa-apa koq Bu jati.."
"Ngomong-ngomong kita sudah sampai Mba ..
Ini kontrakan nya", Bu jati pun membukakan pintu nya ..
Cinta terkejut ternyata rumah yang di maksud Bu jati itu hanya lah seukuran kamar tidur saja
Tapi sudah terlihat rapi dengan satu buah kasur berukuran kecil dan satu buah lemari mini yang mengisi ruangan itu
Mba cinta .. bagaimana ..? disini Mba Cinta sudah nggak perlu beli kasur sama lemari lagi
karena kemarin orang yang ngontrak sebelumnya pindah , barang nya tidak di bawa , Apa Mba Cinta mau?
Cinta terdiam sejenak
Kecil sekali bahkan lebih kecil dari kamarnya Mang Udin di rumah Mas Danar.
Ya Tuhan.. bagaimana ini ...tapi hari sudah mulai gelap
Mba Cinta... panggil Bu jati menyadarkan Cinta
Iya Bu saya mau , berapa sebulan nya?
Satu juta Mba Cinta..
Apa ... kamar sekecil ini satu juta , batinnya
Baiklah Bu jati ,bisa kan bila saya tempati sekarang ,tanya Cinta
Boleh Mba Cinta, yang penting pembayaran nya di muka ..ucap wanita paruh baya itu malu - malu
Maaf Bu jati ini uang nya
Bu jati pun segera mengambilnya
Trimakasih Mba Cinta semoga disini betah ya Mba ..
Dan semoga cepet dapet kerjaan lanjutnya
Aamiin. sahut Cinta
Setelah kepergian Bu jati, Cinta meletakkan koper pakaian nya
Dia sudah sangat lelah direbahkan nya tubuh nya di atas kasur yang masih terlihat bersih
tatapan nya menerawang ke langit-langit kamarnya " Ya Tuhan aku tidak pernah membayangkan sebelumnya akan tinggal di tempat seperti ini , Ma..Pa... semoga kalian di sana tidak bersedih melihat keadaan ku saat ini
hah...Cinta menghembuskan nafasnya kasar seakan sedang melepas kan beban terberat nya, sebenarnya bisa saja aku kembali ke rumah orang tuaku di kampung tapi...
Tapi aku takut Mas Danar akan mencari ku di sana, walaupun kemungkinan kecil sih dia akan mencari ku ,
Aku yakin dia malah senang aku pergi meninggalkan nya, hah.. setidaknya dia pasti tidak akan menyangka aku masih berada di kota yang sama dengan nya
Ya ampun...aku sangat lelah..
Cinta bangun dari tidurnya tubuhnya terasa lengket akibat keringat yang membasahi nya seharian ini
__ADS_1
Dia ingin membersihkan tubuhnya di kamar mandi
Sebelum beranjak Cinta meraih dompetnya di lihatnya uang yang masih tersisa di sana
Oh Tuhan ..apa ini cukup untuk biaya hidup ku sampai aku mendapatkan pekerjaan
Ya sudahlah aku pikirkan besok lagi ,aku benar-benar mengantuk
Cinta pun bergegas ke kamar mandi yang letaknya memang berada di dalam ruangan petak yang kini di huni nya
setelah selesai membersihkan tubuhnya dia langsung merebahkan kembali tubuhnya di atas kasur ,dan terlelap dengan sendirinya
Tanpa merasakan perutnya yang seharian belum sempat terisi makanan sedikitpun
**
Danar..semoga pilihan mu ini tidak akan kau sesali di kemudian hari , aku bingung kepada mu , memang nya apa sih kurang nya Cinta..aku yakin di luar sana masih banyak yang ngantri jandanya ujar Riko pada Danar sahabat nya , yang memberitahukan bahwa dia telah bercerai dengan istrinya dan akan menikah dengan Hani
Danar terdiam sejenak mendengar kan perkataan Riko
Jika aku sudah menikah kelak ,aku tidak akan menyakiti istriku seperti dirimu Danar..lanjut Riko lagi
Hah.. sudahlah Riko bukankah kau tidak mengetahui Takdir hidup mu kelak
lagi pula bagaimana kau menikah,pacar saja kau tak punya ,jangan - jangan kau tidak menyukai wanita ,ledek Danar yang sedikit kesal karena Riko selalu memojokkan nya
Sembarangan...gini - gini gua masih normal bro..jawab Riko..
Yang di balas dengan senyuman oleh Danar
Sudahlah aku tambah pusing bila mendengar kan mu bicara , aku pulang dulu Pamit Danar pada Riko,
Alah .. bilang saja kau mau bertemu dengan Hani ,iya kan ujar Riko
Kerja yang benar jika tidak aku potong gajih mu Ancam Danar sambil berlalu pergi
Huh...mentang - mentang Bos semena - mena sama rakyat kecil sahut Riko
Danar hanya tersenyum mendengar Riko yang terlihat sedang kesal
Rasain Lo ..gua bales ..Batin Danar.
Sepanjang perjalanan ,
Ucapan Riko tentang Cinta berputar-putar di otaknya " Memang nya apa sih kurangnya Cinta
, aku yakin di luar sana banyak yang nunggu jandanya" Sial.... mengapa perkataan Riko..menggangu pikiran ku
Aku tidak boleh seperti ini ,aku harus fokus pada pernikahan ku dengan Hani dia sedang mengandung anak dari ku
Aku tidak mau karena kebodohan ku
Aku kehilangan darah daging ku kembali
Jangan sampai peristiwa itu terulang lagi
Bahkan sampai sekarang aku masih belum bisa memaafkan diriku sendiri atas meninggalnya Zahra ..ucap Danar dalam hatinya
__ADS_1
Dia pun memacu laju mobilnya sedikit lebih cepat untuk mengusir perasaan nya yang sedang kacau