
kring...kring..kring...suara alarm ku berbunyi
itu menandakan sudah pukul lima subuh
sudah waktunya aku bangun dari tidur ku
seperti biasa melakukan rutinitas ibu rumah tangga sehari hari
karna sekarang mas Danar di luar kota jadi kesibukan ku sedikit berkurang
sengaja aku tidak memperkerjakan seseorang yang membantuku di rumah
jadi segala sesuatu nya memang aku yang mengerjakan sendiri
karna dari dulu aku memang berkeinginan bisa mengurus segala kebutuhan suami dan anak ku tanpa bantuan siapapun
biarlah ini menjadi bentuk pengabdian ku sebagai seorang istri dan ibu bagi anak - anak ku kelak
jujur seperti ada kepuasan tersendiri bila kita melakukan nya dengan iklas
di sini mas Danar hanya memperkerjakan mang Udin untuk mengantar jemput Zahra sekolah dan mengantar ku keluar rumah jika sedang ada keperluan yang mendesak itu di karena kan aku yang tidak bisa mengendarai
kendaraan , baik mobil atau motor sekalipun
mas Danar melarang ku kalau ke mana-mana harus pakai taksi .mungkin menurut mas Danar lebih nyaman dan aman kalo pakai sopir pribadi
jadi dia tidak kuatir kalau sedang bekerja
apa lagi saat sedang di luar kota seperti sekarang
dulu sewaktu mama dan papa ku masih hidup mereka selalu melarang ku untuk belajar mengendarai kendaraan apapun. alasannya
ya itu..karna aku anak satu- satunya
tapi aku mengerti mungkin mama dan papa ku takut terjadi apa apa padaku
apalagi yang aku dengar,untuk memiliki momongan mama dan papa ku harus bolak-balik ke dokter , itu sebab nya
mereka mempunyai rasa takut yang berlebih-lebihan menurut ku
dan akhirnya aku sendiri juga yang susah sekarang , kemana- mana harus ada yang nganterin .
untung aku dapat suami yang bisa di bilang lumayan tajir kalau tidak aku juga yang repot.
kelak , aku akan mengizinkan Zahra mempelajari apa yang ia suka
asalkan itu yang terbaik tentunya
karena tidak semua orang mempunyai takdir yang indah. aku berharap suatu saat nanti Zahra bisa mendapatkan pasangan hidup seperti mas Danar yang tidak banyak menuntut.
meskipun aku selalu berdoa agar hidup Zahra jauh lebih bahagia dari hidupku saat ini
***
akhirnya. . pekerjaan ku selesai juga . Zahra pun sudah berangkat sekolah walau di iringi dengan sedikit drama ..
harus merayunya dengan beribu alasan hingga akhirnya dia mau juga berangkat ke sekolah
__ADS_1
yang diantar kan oleh mang Udin yang setia menunggu di sekolah sampai Zahra pulang
mang Udin sangat baik jadi tidak ada alasan untuk aku ragu padanya kebetulan dia juga tinggal di rumah ku karna keluarga nya menetap di kampung
karna Zahra masih TK jadi harus butuh pengawasan lebih
sedangkan aku tidak bisa menungguinya
hanya sesekali kalau lagi senggang aku sempat-sempatkan ke sekolah Zahra
maklum aku pengecara alias pengangguran banyak acara, huch...ku hembuskan nafas ku kasar ,kalo di pikir- pikir jadi ibu rumah tangga itu berat juga dengan segudang pekerjaan yang tidak ada habis-habisnya
selalu saja ada yang harus di kerjakan
aku salut dengan mama ku selain menjadi ibu rumah tangga dia juga masih bisa mengurus bisnis salon kecantikan nya .yang mau tidak mau sekarang sudah di tutup karena tidak ada yang melanjutkan
ach ..aku jadi sedih jika ingat itu...
tapi kalau kita bersyukur dan iklas maka kita akan menikmati nya apalagi memang ini keinginan ku jauh sebelum menikah dengan mas Danar.
mas Danar...oh iya aku baru ingat bukan kah hari ini seharusnya mas Danar pulang tapi mengapa dari kemarin dia tidak menelpon ku apakah dia sesibuk itu sampai lupa menelpon istrinya.
dengan langkah kaki yang sedikit berlari menuju ke ruang kamar ku
jarak antara dapur dan ruang kamar memang lumayan jauh meskipun hanya satu lantai tapi rumah ini cukup besar juga
ku buka pintu kamar. ku lirik jam yang menempel di dinding kamar menunjukkan sudah pukul sembilan lewat sepuluh menit
sebentar lagi Zahra pulang batin ku
aku mengambil handphone ku di atas meja rias ku tekan no yang bertuliskan suamiku
kenapa mas Danar tidak mengangkat telpon ku
ku ulangi sekali lagi
tut...tut..Tut...
hallo ...cinta.. maaf aku ga denger suara telpon kamu..
kamu kenapa mas koq suara nafas nya seperti habis naik gunung saja
oh..ini ...aku ..barusan lari naik tangga
iya habis lari naik tangga tadi . life nya sedang ada perbaikan .
entah kenapa jawaban nya terkesan mengada -ada dari nadanya berbicara seperti ada yang di sembunyikan.
sayang buruan dong ....
terdengar jelas suara menggoda seorang wanita dari sebrang sana
aku tertegun apa mungkin aku yang salah dengar
apa sebaiknya aku tanyakan saja ya
tapi bagaimana kalau mas Danar malah marah
__ADS_1
ehm...mas. aku bicara penuh ke hati- hatian agar tidak terkesan aku mencurigainya
di situ ada perempuan ya tadi aku dengar suaranya
mana ada perempuan di sini . kamu ngaco..aja tadi itu suara televisi nih baru aku matiin .
yang bener mas tanya ku memastikan
bener lah, masa iya aku bohong.apa kamu sudah ga percaya sama mas..hah..ucap mas Danar sembari menaiki intonasinya
aku terkesiap segera ku ralat kata kata ku
aku tidak mau terkesan aku begitu posesif
nggak koq mas aku percaya
aku cuma kuatir sama kamu, koq ga nelpon . bukan nya hari ini seharusnya mas Danar pulang ya
Zahra sudah nanyain kamu terus mas ucap ku pada mas Danar
iya sebentar lagi. aku lagi packing nih
sudah dulu ya nanti kalo mas
sudah di bandara ,mas telpon lagi
baik lah hati- hati ya mas di jalan love u mas
hem...saut mas Danar
heran deh dari dulu sampai sekarang mas Danar tuh ga ada romantis- romantis nya
orang koq seperti kanebo kering ,kaku banget
gumam ku dalam hati .
sambil menutup sambungan telpon ku
setidaknya setelah mendengar suara mas Danar rasa kangen ku sedikit berkurang
meskipun masih terngiang di telinga ku suara perempuan itu seperti bukan suara televisi tapi apa iya mas Danar membohongi ku
dan tadi nafas mas Danar yang terdengar tidak beraturan itu ...
apa mungkin dia selingkuh..
oh tuhan..tidak ..apa yang aku pikirkan
huch... segera ku tepis pikiran kotor ku
mana mungkin mas Danar mengkhianati ku bukan kah selama ini hubungan kami baik- baik saja
di tambah lagi kehadiran Zahra yang mengikat kuat hubungan kami tidak mungkin mas Danar macam - macam
seharusnya aku tidak boleh mencurigainya
kasian suamiku sudah kerja capek- capek tapi aku malah tidak mempercayai nya
__ADS_1
aku memukul mukul pelan kepalaku
sadar..sadar.. sadar cinta.