Cinta Yang Terkoyak

Cinta Yang Terkoyak
BAB 3 kecurigaan


__ADS_3

kring...kring..kring...suara alarm ku berbunyi


itu menandakan sudah pukul lima subuh


sudah waktunya aku bangun dari tidur ku


seperti biasa melakukan rutinitas ibu rumah tangga sehari hari


karna sekarang mas Danar di luar kota jadi kesibukan ku sedikit berkurang


sengaja aku tidak memperkerjakan seseorang yang membantuku di rumah


jadi segala sesuatu nya memang aku yang mengerjakan sendiri


karna dari dulu aku memang berkeinginan bisa mengurus segala kebutuhan suami dan anak ku tanpa bantuan siapapun


biarlah ini menjadi bentuk pengabdian ku sebagai seorang istri dan ibu bagi anak - anak ku kelak


jujur seperti ada kepuasan tersendiri bila kita melakukan nya dengan iklas


di sini mas Danar hanya memperkerjakan mang Udin untuk mengantar jemput Zahra sekolah dan mengantar ku keluar rumah jika sedang ada keperluan yang mendesak itu di karena kan aku yang tidak bisa mengendarai


kendaraan , baik mobil atau motor sekalipun


mas Danar melarang ku kalau ke mana-mana harus pakai taksi .mungkin menurut mas Danar lebih nyaman dan aman kalo pakai sopir pribadi


jadi dia tidak kuatir kalau sedang bekerja


apa lagi saat sedang di luar kota seperti sekarang


dulu sewaktu mama dan papa ku masih hidup mereka selalu melarang ku untuk belajar mengendarai kendaraan apapun. alasannya


ya itu..karna aku anak satu- satunya


tapi aku mengerti mungkin mama dan papa ku takut terjadi apa apa padaku


apalagi yang aku dengar,untuk memiliki momongan mama dan papa ku harus bolak-balik ke dokter , itu sebab nya


mereka mempunyai rasa takut yang berlebih-lebihan menurut ku


dan akhirnya aku sendiri juga yang susah sekarang , kemana- mana harus ada yang nganterin .


untung aku dapat suami yang bisa di bilang lumayan tajir kalau tidak aku juga yang repot.


kelak , aku akan mengizinkan Zahra mempelajari apa yang ia suka


asalkan itu yang terbaik tentunya


karena tidak semua orang mempunyai takdir yang indah. aku berharap suatu saat nanti Zahra bisa mendapatkan pasangan hidup seperti mas Danar yang tidak banyak menuntut.


meskipun aku selalu berdoa agar hidup Zahra jauh lebih bahagia dari hidupku saat ini


***


akhirnya. . pekerjaan ku selesai juga . Zahra pun sudah berangkat sekolah walau di iringi dengan sedikit drama ..


harus merayunya dengan beribu alasan hingga akhirnya dia mau juga berangkat ke sekolah

__ADS_1


yang diantar kan oleh mang Udin yang setia menunggu di sekolah sampai Zahra pulang


mang Udin sangat baik jadi tidak ada alasan untuk aku ragu padanya kebetulan dia juga tinggal di rumah ku karna keluarga nya menetap di kampung


karna Zahra masih TK jadi harus butuh pengawasan lebih


sedangkan aku tidak bisa menungguinya


hanya sesekali kalau lagi senggang aku sempat-sempatkan ke sekolah Zahra


maklum aku pengecara alias pengangguran banyak acara, huch...ku hembuskan nafas ku kasar ,kalo di pikir- pikir jadi ibu rumah tangga itu berat juga dengan segudang pekerjaan yang tidak ada habis-habisnya


selalu saja ada yang harus di kerjakan


aku salut dengan mama ku selain menjadi ibu rumah tangga dia juga masih bisa mengurus bisnis salon kecantikan nya .yang mau tidak mau sekarang sudah di tutup karena tidak ada yang melanjutkan


ach ..aku jadi sedih jika ingat itu...


tapi kalau kita bersyukur dan iklas maka kita akan menikmati nya apalagi memang ini keinginan ku jauh sebelum menikah dengan mas Danar.


mas Danar...oh iya aku baru ingat bukan kah hari ini seharusnya mas Danar pulang tapi mengapa dari kemarin dia tidak menelpon ku apakah dia sesibuk itu sampai lupa menelpon istrinya.


dengan langkah kaki yang sedikit berlari menuju ke ruang kamar ku


jarak antara dapur dan ruang kamar memang lumayan jauh meskipun hanya satu lantai tapi rumah ini cukup besar juga


ku buka pintu kamar. ku lirik jam yang menempel di dinding kamar menunjukkan sudah pukul sembilan lewat sepuluh menit


sebentar lagi Zahra pulang batin ku


aku mengambil handphone ku di atas meja rias ku tekan no yang bertuliskan suamiku


kenapa mas Danar tidak mengangkat telpon ku


ku ulangi sekali lagi


tut...tut..Tut...


hallo ...cinta.. maaf aku ga denger suara telpon kamu..


kamu kenapa mas koq suara nafas nya seperti habis naik gunung saja


oh..ini ...aku ..barusan lari naik tangga


iya habis lari naik tangga tadi . life nya sedang ada perbaikan .


entah kenapa jawaban nya terkesan mengada -ada dari nadanya berbicara seperti ada yang di sembunyikan.


sayang buruan dong ....


terdengar jelas suara menggoda seorang wanita dari sebrang sana


aku tertegun apa mungkin aku yang salah dengar


apa sebaiknya aku tanyakan saja ya


tapi bagaimana kalau mas Danar malah marah

__ADS_1


ehm...mas. aku bicara penuh ke hati- hatian agar tidak terkesan aku mencurigainya


di situ ada perempuan ya tadi aku dengar suaranya


mana ada perempuan di sini . kamu ngaco..aja tadi itu suara televisi nih baru aku matiin .


yang bener mas tanya ku memastikan


bener lah, masa iya aku bohong.apa kamu sudah ga percaya sama mas..hah..ucap mas Danar sembari menaiki intonasinya


aku terkesiap segera ku ralat kata kata ku


aku tidak mau terkesan aku begitu posesif


nggak koq mas aku percaya


aku cuma kuatir sama kamu, koq ga nelpon . bukan nya hari ini seharusnya mas Danar pulang ya


Zahra sudah nanyain kamu terus mas ucap ku pada mas Danar


iya sebentar lagi. aku lagi packing nih


sudah dulu ya nanti kalo mas


sudah di bandara ,mas telpon lagi


baik lah hati- hati ya mas di jalan love u mas


hem...saut mas Danar


heran deh dari dulu sampai sekarang mas Danar tuh ga ada romantis- romantis nya


orang koq seperti kanebo kering ,kaku banget


gumam ku dalam hati .


sambil menutup sambungan telpon ku


setidaknya setelah mendengar suara mas Danar rasa kangen ku sedikit berkurang


meskipun masih terngiang di telinga ku suara perempuan itu seperti bukan suara televisi tapi apa iya mas Danar membohongi ku


dan tadi nafas mas Danar yang terdengar tidak beraturan itu ...


apa mungkin dia selingkuh..


oh tuhan..tidak ..apa yang aku pikirkan


huch... segera ku tepis pikiran kotor ku


mana mungkin mas Danar mengkhianati ku bukan kah selama ini hubungan kami baik- baik saja


di tambah lagi kehadiran Zahra yang mengikat kuat hubungan kami tidak mungkin mas Danar macam - macam


seharusnya aku tidak boleh mencurigainya


kasian suamiku sudah kerja capek- capek tapi aku malah tidak mempercayai nya

__ADS_1


aku memukul mukul pelan kepalaku


sadar..sadar.. sadar cinta.


__ADS_2