Cinta Yang Terkoyak

Cinta Yang Terkoyak
BAB 14 Kesedihan Zahra Anjani Wijaya


__ADS_3

Di sekolah Zahra terlihat murung, tidak seperti biasanya


Dia terus mengingat peristiwa kemarin saat papa nya datang ke rumah dengan menggandeng wanita selain ibunya


"Zahra kamu kenapa are u oke?"


"Ehm ..Vika bagaimana kabar orang tua mu,


Maksudku apa ayah mu Sekarang sudah tidak bersama ibu baru" ?


Vika menatap kearah Zahra


"Tidak apa aku tidak boleh mengetahui nya Vika".


"Oh. Tentu saja boleh Zahra kau kan sahabatku."


"ayo..ceritakan Vika..!"


"em... Kata bunda Ayah nakal jadi harus di hukum,


Ayah sama Bunda ku sudah tidak tinggal bersama Zahra , meskipun aku sedih tapi aku sudah tidak pernah melihat bundaku menangis lagi , kata bundaku aku tidak boleh ikut campur urusan orang dewasa karena suatu saat nanti aku akan mengerti begitu Zahra ,


Zahra apa kau mendengarkan aku bicara" .


"Apa tadi kau bilang Vika "?..


"Ya ampun Zahra..".


Vika sembari memukul pelan lengan Zahra sahabatnya .


"Zahra kenapa badan mu terasa panas sekali apa kau sedang sakit?


Zahra.."..panggil Vika


"Vika ..kepala ku sakit..."


"Zahra tunggu di sini aku akan memanggil ibu guru"


Zahra yang yang merasa kepalanya seperti berputar-putar bangkit dia ingin menemui Mang Udin yang memang menungguinya di halaman sekolah nya


Tapi sesampainya Zahra di sana dia tidak melihat Mang Udin


Seketika matanya melihat Mang Udin berada di sebrang jalan sedang membeli air mineral


Zahra tanpa berpikir panjang berjalan sambil memegangi kepalanya guna menemui Mang Udin


diseberang jalan ...


Mang Udin " itu teh seperti Neng Zahra..bener itu Neng Zahra , astaga Neng awas Neng ada motor.."


Na,as baru saja menyebrangi seperempat jalanan tubuh mungil nya tersambar sepeda motor yang tidak sempat mengerem


Bruuuuk....tubuhnya terpental menghantam jalan.


seketika riuh ramai orang yang mengerubungi


Mang Udin segera berlari dan langsung mengangkat tubuh mungil yang sudah berlumuran darah itu ke dalam mobil dan tanpa pikir panjang segera menuju ke rumah sakit terdekat


Neng Maafin Mang Udin Neng bangun Neng sebentar lagi kita sampai di rumah sakit Neng


sesampainya di rumah sakit Mang Udin segera membopong tubuh Zahra ke ruang IGD rumah sakit


Suara sepatu menghentak di lorong ruang rumah sakit terdengar dengan jelas oleh Mang Udin


Mang .. .tiba-tiba suara berteriak dari kejauhan Non Cinta.....

__ADS_1


Mang dimana Zahra Mang ?


Bagaimana keadaan nya Mang..


Cinta bertanya tanpa jeda...


Non ..maafin Mang Udin Non , Mang Udin terisak sambil menenggelamkan wajah nya di tiang tembok rumah sakit


Mang jawab Mang bagaimana keadaan Zahra


sebelum Mang Udin menjawab terlihat seorang Dokter keluar dari ruang IGD


Maaf bisa bicara dengan orang tua pasien


yah saya sendiri Dok .. Bagaimana dengan kondisi anak saya


Terlihat Dokter itu menarik nafas dalam-dalam


pasien kehilangan banyak darah Sekarang dia membutuhkan transfusi darah


golongan darah nya AB kebetulan di rumah sakit sedang kehabisan stok kantong darah yang bergolongan sama seperti anak ibu


Mohon secepatnya , saya takut nyawa pasien tidak bisa tertolong


saya permisi dulu segera hubungi petugas jika Donor darah sudah di siapkan


Apa.... hi..hi..Zahra....Mas Danar...Iyah Mas Danar golongan darah Zahra sama seperti Mas Danar , Cinta segera meraih telpon genggamnya di dalam tas jinjing yang di bawanya .


Tut...Tut..Tut...tak ada jawaban dari sebrang sana


Cinta terus menelpon tapi tetap sama


Mas angkat Mas ..ini demi Zahra Mas ..


Mas.... Cinta berteriak kesal karna bukan nya di angkat justru Danar menonaktifkan ponselnya


Mang saya harus bagaimana Mang


Zahra di dalam sana butuh pertolongan segera Mang ..hi .hi...Cinta menangis dengan terisak


Baiklah ...Cinta menghapus air matanya,


Mang Udin tunggu disini jika ada apa - apa dengan Zahra segera telpon saya


saya akan kekantor Mas Danar


"Baik Non ..hati - hati di jalan Non.."


"terimakasih Mang ."


Cinta segera berlari pergi mencari taksi guna untuk menemui Danar


sesampainya di kantor Danar , Cinta tidak bertemu dengan suaminya melainkan hanya bertemu dengan Riko saja di sana


"Ada apa Cinta seperti nya kau tergesa-gesa"?


"Riko dimana Mas Danar"?


"Danar tidak ke kantor hari ini ada apa ,?


mengapa kau tidak menelpon ny saja Cinta"


Cinta sudah tidak bisa menahan tangisan nya ..dia pun terisak Mas Danar...hi..hi.. "handphonenya tidak aktif Riko."


"sudah kau jangan menangis ada apa ,?

__ADS_1


Apa yang bisa ku bantu ..".?


Cinta pun menatap sendu ke wajah Riko


"Riko... tolong temui Mas Danar , bilang padanya Zahra kecelakaan sekarang membutuhkan transfusi darah ,Zahra membutuhkan papa nya karena golongan darah mereka sama,


Tolong secepatnya Riko aku tidak mau terjadi apa-apa dengan putriku."


"Ya Tuhan...Danar..kau benar-benar sudah keterlaluan,


Baiklah Cinta kau kembalilah ke rumah sakit biar aku yang akan mencari Danar".


"Trimakasih Riko bantuan mu ini tidak akan pernah aku lupakan."


Cinta pun segera pergi meninggalkan Riko


Danar ..hati mu terbuat dari apa , kau menyia - nyiakan anak dan istri mu demi wanita lain


Kau pasti akan menyesal Danar. Batin Riko


Riko pun bergegas mencari Danar sesampainya di dalam mobil nya dia mengambil handphone nya berkali-kali dia menelpon tapi handphone Danar memang tidak di aktif kan


kemana aku harus mencarinya apa dia di apartemen bersama Hani


Tunggu.. tunggu... kalau tidak salah kemarin Danar bilang hari ini dia akan ke kantor Pak Rizaldi untuk membahas rencana pernikahan nya dengan Hani di karenakan pak Rizaldi telah mengetahui kehamilan putrinya kan


Berarti sekarang Danar pasti di sana itu sebab nya dia menonaktifkan handphone nya


Sialan Danar ..Riko pun langsung menancapkan mobilnya menuju tempat Rizaldi Prayoga


setelah sampai di gedung dua lantai itu, Riko segera menemui satpam penjaga yang standby di depan pintu gedung megah itu


"pak saya bisa minta tolong saya ingin bertemu dengan Bapak Danar Wijaya sekarang sedang di ruangan nya Bapak Rizaldi Prayoga , apakah Bapak bisa menolong saya untuk mengatakan kepada Bapak Danar bahwa teman nya yang bernama Riko sedang menunggu nya di bawah."


"Oh baik pak Riko siap Bapak silahkan menunggu di loby."


"Trimakasih pak saya menunggu di sini saja tolong cepat ya pak."


satpam itu pun segera menuju ruangan Bapak Rizaldi Prayoga


Tok...Tok..Tok.. Masuk jawaban dari dalam ruangan , Maaf Tuan ...itu Bapak Danar ada yang mencari


"Siapa..? tanya Danar .


"Katanya Riko teman Pak Danar ".


"Oh iya ..iya...dia dimana Sekarang pak "?


" Menunggu pak Danar di bawah ."


"Oke saya segera kesana trimakasih pak".


"Kalau gitu saya permisi tuan Rizaldi Bapak Danar".


satpam itu pun menutup pintu dan berlalu


Maaf pak Rizaldi saya ke bawah dulu menemui sahabat saya takut ada yang penting


Baiklah Danar silahkan


. Danar pun berlalu dengan tanda tanya di hati nya ..


Apa gerangan yang membawa sahabatnya sampai datang menemuinya kemari


.

__ADS_1


.


__ADS_2