
Hari ini Zahra libur sekolah , biasanya mereka akan menghabiskan waktu di luar rumah
Danar akan mengajak mereka jalan - jalan bersama, tapi kali ini Jangan kan pulang ,menelpon saja tidak
"Bagaimana ini , apa yang harus aku katakan pada Zahra, Jika dia bertanya tentang papanya
Sekarang dia mulai kritis dalam bertanya,
Tak terasa air mata Cinta menetes
Dia benar-benar sedih akan nasibnya kini
Cinta yang sedang melamun tidak menyadari kehadiran putrinya di sana
" Ma kenapa mama menangis ?
Suara Zahra mengagetkan Cinta
Cinta yang terkesiap menjatuhkan piring dalam genggaman nya
Prang.... Maaf mama melamun tadi ..
Cinta pun tidak memperdulikan piring yang terjatuh ,dia cepat - cepat menghapus air mata nya, dia tidak ingin jika Zahra menyadari nya
Tapi tanpa Cinta sadari gadis kecilnya itu sudah melihatnya menangis , bahkan ini kali kedua Zahra melihat mamanya menangis
Mama ada masalah , ? Mama bisa ceritakan pada Zahra , apa papa yang buat nama menangis?
Cinta diam sejenak ,
tidak sayang Mama tidak menangis ,mama hanya kelilipan tadi .
'Mama tidak boleh berbohong bukan kah berbohong itu dosa..." Ucap Zahra yang menambah pilu hati Cinta
Cinta pun terduduk dan memeluk tubuh mungil putrinya dan tak terasa air matanya pun tak dapat di bendung nya , mengalir begitu saja
Dia sudah tidak sanggup lagi menutupi perasaannya
Maafkan mama nak , mama belum bisa kasih yang terbaik buat Zahra , Bisik Cinta di telinga Zahra
Mama jangan menangis nanti wajah mu akan jelek , sambil mengusap air mata Cinta hi..hi..hi.. Zahra pun ikut menangis tersedu-sedu meskipun Zahra belum mengerti apa yang membuat mamanya menangis .
Tapi sebagai anak hatinya pun terluka jika melihat mama yang di sayangi nya menangis Seakan dia pun merasakan apa yang di rasakan mamanya
"Sudah jangan menangis kau akan terlihat jelek
"Mama juga "
Mereka pun saling pandang dan tersenyum bersamaan , ini baru anak mama
Zahra pasti bosen ya di rumah..,?
He..eh Zahra pingin jalan - jalan mam
Sambil mengerutkan bibirnya
Em.... Bagaimana kalau kita ke taman aja sekarang, ajak Cinta .
Asiiiik...jawab Zahra yang girang
sebelum mereka pergi Cinta pun membereskan pecahan piring yang berserakan di dapur
Dan menyuruh Zahra menemui Mang Udin Untuk mengantar kan mereka ke taman sekitaran kompleks, yang cukup melelahkan bila harus berjalan kaki
__ADS_1
Sesampainya di taman ,
Zahra begitu antusias bermain bersama anak - anak lain nya.
Karena jika libur begini banyak anak-anak yang juga datang kemari, selain melihat mereka bermain prosotan , ayunan dan banyak juga permainan anak-anak lain nya , juga bisa melatih mereka untuk bersosialisasi
Cinta pun hanya melihat dari kejauhan
Pikiran nya tertuju pada suaminya yang sampai sekarang tidak memberikan kabar
Mungkin suasana taman yang sering mereka datangi membuat nya merindukan Danar
Dia mengambil handphone nya dari dalam tas Selempang yang di pakainya
Di tekan nya tombol hijau di handphone nya
tidak begitu lama menunggu telepon nya pun tersambung ..
Hallo ..., Deg ..jantung Cinta serasa akan lepas dari tempatnya " itu suara wanita.. berarti mas Danar sedang bersama nya saat ini ,air mata Cinta lolos begitu saja
Ingin di matikan tapi sudah terlanjur tersambung
Sebenarnya Cinta enggan untuk berbicara Karena Cinta takut terpancing emosi bila berbicara dengan nya..
"Aku ingin berbicara dengan suamiku ,apa kau bisa memberikan handphone nya kepada Mas Danar , ucap Cinta tanpa berbasa basi lagi
Oh....kau ingin berbicara dengan calon suamiku
Maaf ya jika begitu ..calon suamiku sedang tertidur jadi tidak bisa di ganggu
" Hai perempuan j*lang kau tidak punya hak melarang ku berbicara dengan suamiku sendiri
Cinta yang terpancing emosi sudah tidak bisa menahan lagi gejolak amarahnya
" Dasar wanita tidak punya malu , wanita penggoda suami orang ,apa kau tidak bisa mencari lelaki lain selain suamiku ,maki Cinta pada Hani
Apa sudah puas kau memaki ku ...?
Sayang nya suamimu lah yang tidak bisa
meninggalkan ku Cinta...
Sekarang nikmatilah status mu yang masih menjadi seorang istri ,karna sebentar lagi kau akan berganti gelar baru ha..ha..
Ejek Hani dari sebrang sana
Nampaknya Hani sengaja ingin memancing emosi Cinta.
Cinta yang sadar bahwa sedang di permainkan oleh Hani, langsung menutup telpon nya
Tapi dia gagal membendung air matanya yang mengalir begitu saja di pipi mulus nya
" Perjuangkan jika masih bisa di pertahankan
dan lepaskan jika kau sudah merasa lelah
Air matamu begitu berharga untuk menangisi lelaki seperti itu jangan sia - siakan ,dunia tak selebar daun kelor.
Tiba-tiba suara seseorang mengagetkan Cinta
Siapa kau ..apa kau sedari tadi menguping pembicaraan ku di telpon,?
Laki - Laki itu tidak menjawab pertanyaan Cinta
__ADS_1
Dia hanya menatap manik mata Cinta
setelah itu dia beranjak dan pergi meninggalkan Cinta
Hei... tunggu..panggil Cinta yang di acuhkan oleh laki - laki itu
Sialan..Batin Cinta.
Persetan dengan nya lagi pula aku tidak mengenalnya , maki cinta yang masih merasakan geram nya...
Cinta yang menyadari dirinya yang berada di taman segera menghapus air matanya
Dan beranjak menghampiri Zahra yang masih asik bermain dengan anak-anak yang lain
Zahra sayang Sudah sore. .ayo kita pulang
Nanti jika libur kita kemari lagi
" Tapi Zahra masih ingin bermain ma ,rengek Zahra .
Zahra...please..bujuk Cinta
" Baiklah tapi jika kita kemari lagi Zahra mau sama papa juga ma .., ujar Zahra
Cinta pun diam sejenak
Ma... panggil Zahra sambil menggoyang - goyang kan tangan Cinta.
Cinta pun sadar akan lamunan nya
iya ..kita akan kemari lagi bersama papa
" Janji..."
iya sayang sambil menggandeng lengan Zahra menuju mobil yang terparkir didekat taman.
Mang Udin pun segera membukakan pintu mobilnya dan sambil tersenyum menyambut kedua majikan nya
" Kita mau mampir kemana lagi Non ?
Tanya Mang Udin
" Nggak usah mang kita langsung pulang aja
Jawab Cinta yang di anggukan oleh Mang Udin
Di perjalanan Cinta mengingat perkataan pria misterius itu , entah siapa lelaki itu tapi di akui Cinta perkataan lelaki itu sedikit memberikan semangat di jiwa nya
Setibanya di rumah , raut wajah Cinta terlihat bersedih sebenarnya dia berharap saat pulang ke rumah dia melihat mobil Danar di garasi rumah nya,
Tapi sayang itu hanya harapan kosong semata ,
Terimakasih Mang Udin
Sama- sama Non Cinta
Zahra ayo kita mandi kamu bau acem..ledek Cinta
em... Zahra mengerucutkan bibirnya tanda protes nya , yang membuat Cinta tertawa
Cinta memandang lembut wajah Putri semata wayangnya ia bersyukur karena Tuhan menghadirkan Zahra dalam rumah tangga nya
Ia tidak bisa membayangkan bila tidak ada malaikat kecilnya ini mungkin saat ini dia tidak sanggup bertahan.
__ADS_1