Cinta Yang Terkoyak

Cinta Yang Terkoyak
BAB 11 Lelaki Misterius


__ADS_3

Hari ini Zahra libur sekolah , biasanya mereka akan menghabiskan waktu di luar rumah


Danar akan mengajak mereka jalan - jalan bersama, tapi kali ini Jangan kan pulang ,menelpon saja tidak


"Bagaimana ini , apa yang harus aku katakan pada Zahra, Jika dia bertanya tentang papanya


Sekarang dia mulai kritis dalam bertanya,


Tak terasa air mata Cinta menetes


Dia benar-benar sedih akan nasibnya kini


Cinta yang sedang melamun tidak menyadari kehadiran putrinya di sana


" Ma kenapa mama menangis ?


Suara Zahra mengagetkan Cinta


Cinta yang terkesiap menjatuhkan piring dalam genggaman nya


Prang.... Maaf mama melamun tadi ..


Cinta pun tidak memperdulikan piring yang terjatuh ,dia cepat - cepat menghapus air mata nya, dia tidak ingin jika Zahra menyadari nya


Tapi tanpa Cinta sadari gadis kecilnya itu sudah melihatnya menangis , bahkan ini kali kedua Zahra melihat mamanya menangis


Mama ada masalah , ? Mama bisa ceritakan pada Zahra , apa papa yang buat nama menangis?


Cinta diam sejenak ,


tidak sayang Mama tidak menangis ,mama hanya kelilipan tadi .


'Mama tidak boleh berbohong bukan kah berbohong itu dosa..." Ucap Zahra yang menambah pilu hati Cinta


Cinta pun terduduk dan memeluk tubuh mungil putrinya dan tak terasa air matanya pun tak dapat di bendung nya , mengalir begitu saja


Dia sudah tidak sanggup lagi menutupi perasaannya


Maafkan mama nak , mama belum bisa kasih yang terbaik buat Zahra , Bisik Cinta di telinga Zahra


Mama jangan menangis nanti wajah mu akan jelek , sambil mengusap air mata Cinta hi..hi..hi.. Zahra pun ikut menangis tersedu-sedu meskipun Zahra belum mengerti apa yang membuat mamanya menangis .


Tapi sebagai anak hatinya pun terluka jika melihat mama yang di sayangi nya menangis Seakan dia pun merasakan apa yang di rasakan mamanya


"Sudah jangan menangis kau akan terlihat jelek


"Mama juga "


Mereka pun saling pandang dan tersenyum bersamaan , ini baru anak mama


Zahra pasti bosen ya di rumah..,?


He..eh Zahra pingin jalan - jalan mam


Sambil mengerutkan bibirnya


Em.... Bagaimana kalau kita ke taman aja sekarang, ajak Cinta .


Asiiiik...jawab Zahra yang girang


sebelum mereka pergi Cinta pun membereskan pecahan piring yang berserakan di dapur


Dan menyuruh Zahra menemui Mang Udin Untuk mengantar kan mereka ke taman sekitaran kompleks, yang cukup melelahkan bila harus berjalan kaki

__ADS_1


Sesampainya di taman ,


Zahra begitu antusias bermain bersama anak - anak lain nya.


Karena jika libur begini banyak anak-anak yang juga datang kemari, selain melihat mereka bermain prosotan , ayunan dan banyak juga permainan anak-anak lain nya , juga bisa melatih mereka untuk bersosialisasi


Cinta pun hanya melihat dari kejauhan


Pikiran nya tertuju pada suaminya yang sampai sekarang tidak memberikan kabar


Mungkin suasana taman yang sering mereka datangi membuat nya merindukan Danar


Dia mengambil handphone nya dari dalam tas Selempang yang di pakainya


Di tekan nya tombol hijau di handphone nya


tidak begitu lama menunggu telepon nya pun tersambung ..


Hallo ..., Deg ..jantung Cinta serasa akan lepas dari tempatnya " itu suara wanita.. berarti mas Danar sedang bersama nya saat ini ,air mata Cinta lolos begitu saja


Ingin di matikan tapi sudah terlanjur tersambung


Sebenarnya Cinta enggan untuk berbicara Karena Cinta takut terpancing emosi bila berbicara dengan nya..


"Aku ingin berbicara dengan suamiku ,apa kau bisa memberikan handphone nya kepada Mas Danar , ucap Cinta tanpa berbasa basi lagi


Oh....kau ingin berbicara dengan calon suamiku


Maaf ya jika begitu ..calon suamiku sedang tertidur jadi tidak bisa di ganggu


" Hai perempuan j*lang kau tidak punya hak melarang ku berbicara dengan suamiku sendiri


Cinta yang terpancing emosi sudah tidak bisa menahan lagi gejolak amarahnya


" Dasar wanita tidak punya malu , wanita penggoda suami orang ,apa kau tidak bisa mencari lelaki lain selain suamiku ,maki Cinta pada Hani


Apa sudah puas kau memaki ku ...?


Sayang nya suamimu lah yang tidak bisa


meninggalkan ku Cinta...


Sekarang nikmatilah status mu yang masih menjadi seorang istri ,karna sebentar lagi kau akan berganti gelar baru ha..ha..


Ejek Hani dari sebrang sana


Nampaknya Hani sengaja ingin memancing emosi Cinta.


Cinta yang sadar bahwa sedang di permainkan oleh Hani, langsung menutup telpon nya


Tapi dia gagal membendung air matanya yang mengalir begitu saja di pipi mulus nya


" Perjuangkan jika masih bisa di pertahankan


dan lepaskan jika kau sudah merasa lelah


Air matamu begitu berharga untuk menangisi lelaki seperti itu jangan sia - siakan ,dunia tak selebar daun kelor.


Tiba-tiba suara seseorang mengagetkan Cinta


Siapa kau ..apa kau sedari tadi menguping pembicaraan ku di telpon,?


Laki - Laki itu tidak menjawab pertanyaan Cinta

__ADS_1


Dia hanya menatap manik mata Cinta


setelah itu dia beranjak dan pergi meninggalkan Cinta


Hei... tunggu..panggil Cinta yang di acuhkan oleh laki - laki itu


Sialan..Batin Cinta.


Persetan dengan nya lagi pula aku tidak mengenalnya , maki cinta yang masih merasakan geram nya...


Cinta yang menyadari dirinya yang berada di taman segera menghapus air matanya


Dan beranjak menghampiri Zahra yang masih asik bermain dengan anak-anak yang lain


Zahra sayang Sudah sore. .ayo kita pulang


Nanti jika libur kita kemari lagi


" Tapi Zahra masih ingin bermain ma ,rengek Zahra .


Zahra...please..bujuk Cinta


" Baiklah tapi jika kita kemari lagi Zahra mau sama papa juga ma .., ujar Zahra


Cinta pun diam sejenak


Ma... panggil Zahra sambil menggoyang - goyang kan tangan Cinta.


Cinta pun sadar akan lamunan nya


iya ..kita akan kemari lagi bersama papa


" Janji..."


iya sayang sambil menggandeng lengan Zahra menuju mobil yang terparkir didekat taman.


Mang Udin pun segera membukakan pintu mobilnya dan sambil tersenyum menyambut kedua majikan nya


" Kita mau mampir kemana lagi Non ?


Tanya Mang Udin


" Nggak usah mang kita langsung pulang aja


Jawab Cinta yang di anggukan oleh Mang Udin


Di perjalanan Cinta mengingat perkataan pria misterius itu , entah siapa lelaki itu tapi di akui Cinta perkataan lelaki itu sedikit memberikan semangat di jiwa nya


Setibanya di rumah , raut wajah Cinta terlihat bersedih sebenarnya dia berharap saat pulang ke rumah dia melihat mobil Danar di garasi rumah nya,


Tapi sayang itu hanya harapan kosong semata ,


Terimakasih Mang Udin


Sama- sama Non Cinta


Zahra ayo kita mandi kamu bau acem..ledek Cinta


em... Zahra mengerucutkan bibirnya tanda protes nya , yang membuat Cinta tertawa


Cinta memandang lembut wajah Putri semata wayangnya ia bersyukur karena Tuhan menghadirkan Zahra dalam rumah tangga nya


Ia tidak bisa membayangkan bila tidak ada malaikat kecilnya ini mungkin saat ini dia tidak sanggup bertahan.

__ADS_1


__ADS_2