
Sementara itu ditempat yang lain
Setelah Cinta memastikan Zahra tertidur
Cinta pun meninggalkan kamar Zahra, Cinta langsung masuk ke kamar nya dan menutup secara perlahan pintu kamar, Cinta merebahkan tubuh nya di atas kasur dia membolak-balik kan tubuh nya mencari posisi yang ternyaman untuk nya agar dia bisa memejamkan matanya
tapi nihil justru pikiran nya bertambah kalut
"Ah..Cinta menarik nafas nya aku butuh udara segar untuk menjernihkan pikiran ku batin Cinta .
Cinta melangkah menuju halaman depan rumah
"Non Cinta" , Mang Udin terkesiap melihat kehadiran Nyonya nya .
Cinta pun tanpa sungkan duduk di sebelah Mang Udin ..
Tumben Non Cinta jam segini belum tidur ? ujar Mang Udin
"Belum bisa tidur Mang , Belum mengantuk,
Tatapan matanya kosong seperti tidak ada kehidupan di sana.
Mang Udin juga kenapa belum tidur ? tanya Cinta
"Sama Non belum mengantuk ,jawab Mang Udin.
"Apa Mang Udin rindu dengan keluarga di kampung" ?
"kalau di bilang rindu mah Non ,ya pasti Mamang teh rindu... terutama sama cucu di kampung , kalau istri kan Non tau sendiri
istri Mamang ..sudah meninggal ..",
jelas mang Udin dengan nada sedihnya.
hah..Cinta menghembuskan nafasnya
" Mang Udin beruntung di pisah kan tuhan oleh kematian bukan karena perceraian, jika di pisahkan dengan kematian mungkin kita tidak begitu sakit karena memang manusia tiada yang abadi itu hanya masalah waktu Mang .
tapi jika karena perceraian apa lagi karena perselingkuhan akan terasa sakit sekali Mang Udin ,ucap Cinta lirih... menggambarkan hatinya saat ini.
" Maaf Non , kalau Mang Udin lancang Non lagi ada masalah" ?
Mang Udin memberanikan diri bertanya
Cinta hanya tersenyum tanpa berniat untuk menjawab
Cinta bingung harus menjawab apa bahkan hatinya pun saat ini masih belum bisa percaya sepenuhnya ,
matanya yang berkaca-kaca sudah tidak bisa membendung kesedihan nya
sebelum air matanya tumpah Cinta pun memilih untuk masuk dan mengakhiri pembicaraan nya dengan Mang Udin
Cinta tidak mau Mang Udin mengetahui permasalahan yang sedang di hadapinya
Mang Udin saya permisi dulu ke kamar , pamit Cinta, Mang Udin jangan suka bergadang nanti sakit pergilah tidur
mengingat usia mang Udin yang memang sudah cukup senja
__ADS_1
Iya Non kalau sudah mengantuk nanti mang Udin masuk
jawab Mang Udin yang sepertinya dapat membaca permasalahan apa yang menimpa majikan nya.
Kasian Non Cinta akhir akhir ini tuan Danar jarang banget pulang ,semoga saja keluarga mereka tidak kenapa-napa.
Harap mang Udin di dalam hatinya
**
Cinta kembali ke kamar dan mencoba memejamkan matanya ,tapi terasa sulit sekali untuk terpejam
"Kenapa Mas Danar tidak juga menelpon ku "
Batin cinta, seraya tangan nya mengambil handphone yang di letakkan di meja sudut tempat tidur nya.
"Sudah selarut ini tapi dia belum kembali
mengingat untuk mengabari ku saja tidak".
cinta mencari kontak yang bertuliskan nama suamiku dan menekan tombol hijau di sana
Tut...Tut..Tut ...tidak ada jawaban di sana
Cinta kembali menekan tombol hijau itu
Tut..Tut...Tut...kali ini justru di rijeck oleh pemiliknya
Cinta melempar benda pipih itu di atas kasur
sialan kamu mas..
Cinta berjalan menuju ke arah jendela ,di buka nya lebar - lebar jendela kamarnya
Cinta memejamkan kedua matanya dan menghirup dalam-dalam udara segar yang menerpa tubuhnya .
Mas Danar sekarang pasti sedang bersama Hani, bergumam lirih dalam hatinya
oh ..Tuhan beri aku kekuatan, aku tidak mau keluarga kecilku berantakan.
Apa yang harus aku lakukan sekarang
Dia sedang mengandung , Dia juga akan memiliki anak seperti ku , Bagaimana dengan calon anaknya nanti bila hidup tanpa seorang ayah .
Aku benar-benar tidak tau harus mengambil keputusan apa , tapi aku tidak sanggup jika harus begini terus menerus
Cinta terduduk sambil menyandarkan tubuhnya di dinding tembok kamarnya ,dia menangis sejadi-jadinya berharap beban di hatinya berkurang.
**
keesokan paginya seperti hari-hari biasanya Cinta melakukan aktifitas nya
mempersiapkan keperluan putri kecilnya ke sekolah
" Apa papa tidak pulang lagi ?
tanya Zahra pada Cinta ,
__ADS_1
Cinta menatap dengan tatapan sendunya
Dia membelai rambut Zahra dengan penuh kasih sayang di paksakan bibir nya untuk tersenyum. " Papa sibuk " Ucap Cinta singkat seolah dia tak ingin Zahra bertanya lebih jauh lagi
Ayo cepat habis kan sarapannya mang Udin sudah menunggu di luar
Zahra pun langsung melahap roti dan susu di gelas nya sampai habis tak tersisa.
setelah mobil yang di kendarai mang Udin menghilang dari pandangan,
Zahra pun akan bergegas masuk melanjutkan aktivitas nya ,tapi suara sebuah mobil menghentikan nya , yang sudah akan menutup pintu rumah nya
Mas Danar batin nya..
Danar pun turun dari mobil dan mendekat ke arah istrinya
"Cinta maaf aku ,.... "Sibuk.." potong Cinta.
yang membuat Danar diam seketika
Sesibuk apa mas sampai kamu lupa anak, istri
tanya Cinta pada Danar yang masih mematung
Matanya tak sengaja menangkap tanda merah yang terlihat jelas di leher putih Danar
deg..jantung Cinta terasa ingin lepas dari tempatnya ,perasaan nya bercampur aduk , "Rupanya dia habis bercinta semalaman" , pantas saja telpon ku di matikan , sekarang antara ,marah ,benci , cinta, dan cemburu..
menjadi satu dan menetap di lubuk hatinya
karena sekali lagi Cinta tidak bisa mengutarakan perasaannya
Danar pun hanya berlalu masuk meninggalkan Cinta tanpa memperdulikan Cinta yang masih menunggu jawaban darinya.
**
sesampainya di kamar Danar duduk termenung di atas kasur "apa sekarang waktunya untuk jujur pada Cinta ucap Danar dalam hatinya seperti nya aku sudah tidak bisa menutupi kebohongan dengan kebohongan lagi
aku harus mengambil resiko dari perbuatan ku
aku tidak bisa seperti ini terus ...aku bisa gila ,batin Danar.
aku bagaikan kapal yang terombang-ambing di lautan yang luas diantara dua dermaga yang harus aku pilih salah satunya dimana tempat untuk aku bersandar.
di sisi lain ada Hani wanita yang setahun ini mengisi hari hari ku,
aku seperti muda kembali jika bersamanya
yang memang usia kami yang terpaut agak jauh Hani yang masih berusia dua puluh dua tahun sedang aku yang sudah melewati kepala tiga
di sisi lain nya lagi ada Cinta istriku wanita yang sabar dan keibuan yang membuat ku tidak bisa lama - lama menatap matanya karena rasa bersalah yang menyiksa ku akhir- akhir ini
sebenarnya aku tidak bisa memilih salah satu di antaranya,
jika bisa aku ingin memiliki ke duanya . Yah aku jatuh hati pada dua wanita yang berbeda sifat tapi memiliki daya tarik nya masing-masing.
....
__ADS_1
.....