
Cinta yang terus membujuk Zahra agar keluar dari kamar pun akhirnya berhasil juga
Sayang Mama minta maaf ya sudah membuat Zahra kecewa
Tidak Mama ini bukan salah Mama Zahra sudah mendengar semuanya Papa yang jahat Papa selama ini sering buat Mama menangis iya kan. .?
Cinta menatap sendu wajah Zahra hatinya hancur, sebenarnya dia tidak ingin anaknya mengetahui masalah rumah tangganya ,tapi mau tidak mau Zahra sudah mengetahui nya
Sayang Mama boleh minta satu hal nggak sama Zahra
Dilihatnya putrinya mengangguk Cinta pun melanjutkan pembicaraan nya
Zahra bisa nggak lupain semua kejadian tadi
Anggap Zahra nggak pernah dengar apa-apa
Mama janji sama Zahra Mama akan bawa Papa kembali sama kita
Zahra pun menatap wajah mamanya di lihatnya manik mata Cinta, dia dapat melihat ada kesedihan yang tersimpan di sana
Zahra pun tersenyum dan memeluk Cinta
Ya sudah Zahra pasti lapar kan, ayo...Mama masakin makanan kesukaan Zahra
keduanya pun makan dengan lahap seakan tidak terjadi apa - apa padahal suapan demi suapan di mulut Cinta terasa hambar tapi demi putrinya Cinta pun menghabiskan makanannya
seusai makan Cinta menemani Zahra bermain - main sampai Zahra merasa lelah tanpa terasa Zahra pun terlelap
Cinta tersenyum dan mengecup kening putrinya, Jangan kuatir sayang semua akan baik-baik saja
Cinta pun yang memang merasa energi nya terkuras tak terasa ikut memejamkan matanya di samping tubuh putrinya
**
Di tempat yang lain setelah menemui istrinya Danar langsung mengantar Hani ke apartemen mereka " Sayang jangan buru- buru pergi dong temenin aku dulu aku bete nih .
Dede bayi mau di tengokin papa nya " .
Bisik Hani manja di telinga Danar ,
"Hani sayang hari ini Riko ada di kantor baru datang dari Surabaya , ada hal yang ingin aku bicarakan dengan nya ,ini tentang proyek dari Dady mu , sebentar saja nanti aku akan segera kembali oke "
"Eeem....please.... jangan pergi dulu dong nanti aja yah ....yah ..aku masih ingin dekat kamu emm..." rayu Hani seperti anak kecil yang meminta mainan kepada ayah nya
Huch ..Danar menarik nafasnya Dalam-dalam
baiklah jawab Danar
"Makasih sayang kamu memang calon ayah yang pengertian "
Deg ..Tubuh Danar seperti di timpa batu yang berat, pujian Hani padanya barusan terasa seperti tamparan baginya .
Karna pada kenyataannya dia telah gagal menjadi seorang ayah yang baik untuk putrinya
__ADS_1
Hani yang menyadari perubahan mimik wajah calon suaminya dapat meraba bahwa perkataan nya tadi pasti mengingat kan Danar pada putri semata wayangnya
Ehm....Sayang sini dong aku mau di peyuuuk Rengek Hani manja pada Danar yang membuyarkan lamunan Danar akan putrinya
Danar tersenyum dan langsung memeluk tubuh seksi Hani
Tanpa berlama-lama Hani mencium bibir tebal milik Danar yang di sambut dengan lembut oleh Danar lum*tan demi lum*tan pun terjadi hingga menimbulkan suara decapan dari keduanya , tangan Danar pun mulai turun ke area sensitif Hani , ach....suara lenguhan dari bibir seksi milik Hani yang langsung di bungkam oleh bibir Danar, lidah keduanya pun saling membelit melampiaskan nafsu di hati keduanya
Danar menyadari dia telah terperangkap oleh tubuh seksi ini hingga telah menghancurkan mahligai rumah tangganya
Bayangan wajah Cinta pun datang di pelupuk matanya membuyarkan hasratnya untuk melanjutkan percintaan nya dengan Hani
Mas kau kenapa seperti tidak berselera apa kau sudah bosan padaku Mas ? tanya Hani yang melihat perubahan sikap Danar yang terkesan pasif tidak seperti biasanya
Ah ..tidak aku hanya memikirkan Riko dia pasti sedang menunggu ku di kantor apa aku boleh kesana sebentar
Hani tau Danar sedang berbohong padanya
Baiklah , pergilah....Hani pun sudah kehilangan mood nya untuk bercinta dengan Danar
Danar pun langsung bangkit dan mengenakan pakaian nya
muach Danar memberikan kecupan di kening Hani , aku akan segera kembali sambil membelai rambut Hani
Hani hanya terdiam tanpa menjawab perkataan Danar
jangan cemberut dong sayang...aku hanya sebentar aku tidak akan lama bukan kah sebentar lagi kita akan menikah
Hani pun menyunggingkan senyumnya
dengan adanya pernikahan berarti Danar telah resmi menjadi miliknya
"Nah..gitu dong senyum".
"ya udah sana pergi tapi cepat pulang ya.."
"Iya ..sayang.. aku pergi ya".
Danar pun segera beranjak pergi meninggalkan Hani yang masih terbaring dengan keadaan setengah telanjang yang hanya di tutupi dengan selimut tebalnya
**
Sesampainya Danar di ruangan kantor nya
di lihatnya sahabat sekaligus orang kepercayaan Nya sedang duduk menunggu nya di sofa ruangan nya yang memang di sediakan untuk menerima tamu - tamu penting
Hai ...Bro .apa kabar lumayan lama juga kita nggak ketemu ha..ha .ucap Danar sambil memeluk sahabatnya itu
Iya seperti yang sekarang kau lihat aku baik baik saja
Bagaimana denganmu kenapa seperti nya kau kurusan ada apa ..? apa kau sedang tidak enak badan tanya Riko
Danar pun menjatuhkan tubuhnya di sofa
__ADS_1
hach.....aku sedang pusing....Rik...jawab Danar sambil memegang pelipisnya
"Ada apa ceritakan padaku."
"Aku akan bercerai.". jelas Danar
"Kau bicara apa Danar bukan kah kau sudah memiliki seorang anak dengan istrimu pikirkan anak mu".
"Tidak bisa Riko ..Hani sekarang sedang hamil."
"Apa. .! kau benar-benar gila Danar jadi hubungan mu dengan Hani sudah sejauh itu aku tidak percaya padamu Danar, bukan kah kau sangat mencintai istri mu."
" Yah. .aku terjebak oleh perasaan ku sendiri Riko".
" Apa kau benar-benar mencintai Hani " ?
"Aku tidak tau Riko yang jelas aku mencintai keduanya".
"Heh...kau gila ..jadi istrimu sudah mengetahui semuanya" ?
Danar mengangguk sambil mengusap wajah nya dengan kasar
" Jadi istrimu meminta cerai dari mu' ?
"Tidak .Aku lah yang akan menceraikan nya."
"Kenapa kau ingin menceraikan nya jika dia tidak meminta cerai darimu itu artinya dia memaafkan kesalahan mu Danar ."
"Masalahnya pada Hani Riko, dia tidak mau jika aku tidak menceraikan Cinta."
"Ya sudah.. tinggalkan saja Hani pertahankan rumah tangga mu jangan sampai kau menyesal nanti Danar."
"Tidak mungkin Riko Hani sedang hamil bagaimana dengan kandungannya, dan juga Rizaldi Prayoga pasti akan menghancurkan ku jika aku menyakiti putrinya".
" hach... Seharusnya kau sudah mengetahui itu dari awal Danar".
" yah . semuanya telah terjadi Riko semula aku kira hubungan ku dengan Hani hanya akan berakhir dengan pertemanan tapi ternyata aku salah ".
"Ya jelas kau salah seharusnya kau tahu tidak ada hubungan pertemanan antara wanita dan pria apalagi pria itu sudah beristri
Kau yang memulai nya Danar" .
"Lalu aku harus bagaimana" ?
" Tanyakan pada hati kecil mu Danar ,jangan sampai keputusan yang akan kau ambil suatu hari nanti kau sesali."
"Baiklah .Sepertinya saat ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan proyek di Surabaya , Pergilah Riko aku ingin menenangkan pikiran ku terlebih dulu."
"Baiklah jika kau sudah tenang panggil aku , aku di ruangan sebelah" .
Riko pun beranjak pergi meninggalkan Danar seorang diri di ruangan nya
Yah ... jawab Danar sambil membaringkan tubuhnya di sofa
__ADS_1
.